Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 14:mendisiplinkan istri


__ADS_3

dua hari kemudian..


Di sisi lain dandi sedang marah karna anak buahnya tiba tiba menghilang,dua tidak tahu saja kedua orang kepercayaan nyq sudah tewas di tangan raka


saat pulang kerumah dandi tidak sengaja medengar sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat,matanya memanas saat mendengar suara ******* keluar dari mulut sang anak,anak nya bernama denada tengah bercumbu dengan sworang pria di dalam kamarnya


"denada!!!"suara teriakan dandi memenuhi seluruh penjuru rumah


deg,,


"papa!"pekik denada


dor,, dor,, dor,,


suara tembakan menggema


bruk,,


pria yang menyetubuhi denada langsung terkapar bersimbah darah


"angga!!"teriak denada sambil terisak


tatapan permusuhan di tunjukan oleh denada untuk sang ayah yang tega membunuh pria yang sangat ia cinta


di tempat lain..


maysa dkk baru datang alamat yang di sebutkan oleh raka tempo hari


"maaf apa stefanie nya ada?"tanya maysa kepada jum


"ada,silahkan masuk biar bibik panggilkan non stefanie nya"jawab jum


maysa dkk langsung masuk kedalam


tap,,tap,,tap,,


stefanie turun dari lantai atas


"guys!!"pekik stefanie


para sahabat stefanie terkejut melihat begitu banyak luka lebam di wajah lengan dan kaki stefanie


"fanie pipi lo"andra reflek menyentuh pipi stefanie


raka yang baru keluar dari kamarnya terdiam melihat romantis antara istrinya dan pria lain di rumahnya


tap,,tap,,tap,,


raka turun dari lantai dua,raka sudah berpakaian rapi


"ekhem!!


jakun pria berusia cukup matang tersebut naik turun menahan diri agar tidak memaki mereka


stefanie langsung menjauhi andra


"kak"sapa stefanie


"hem"sahut raka


raka berlalu begitu saja,bagas sudah menunggu nya di halaman

__ADS_1


"dia kakak gue"sebelum para sahabat nya bertanya stefanie langsung memberitahu siapa raka


"lo ngaku gue sebagai adi lo,gue juga bisa bilang ke mereka kalau lo kakak gue"dalam hati stefanie


"ck,tau gitu nggak perlu gue mohon mohon ke dia buat nyuruh dia nyelamtin lo"gerutu maysa


"lo harus ngelakuin itu,lihat nih"stefanie menunjuk wajah lengan dan kaki nya"dia datang setelah gue hampir mati karna di siksa si lampir sama anak nya"lanjut stefanie


"i ini beneran perbuatan nyokap tiri sama sadara tiri lo stef?"tanya ninda.ninda tidak percaya di jaman sekarang masih ada orang yang berani melakukan penyiksaan seperti itu


"iya"jawab stefanie singkat


jum dan sani datang membawa minuman dingin dan beberapa macam gorengan dan camilan


"wahh!!"nando yang nggak ada jaim jaim nya sedikit pun langsung menyerbu makanan yang baru saja di sajikan di atas meja


"wah parah lo!"ninda sangat kesal melihat kembaran nya


sore hari nya raka pulang dari kantor dan melihat mobip teman teman stefanie masih ada di halaman


"bagaimana bisa mereka bertamu selama itu?"tanya raka dalam hati


raka melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah


matanya melotot melihat andra tiba tiba memeluk stefanie


keempat teman stefanie juga terkejut melihat andra tiba tiba memeluk stefanie


"sepertinya anak ini harus di beri pelajaran agar dia tidak sembarangan membiarkan orang lain menyentuhnya"geram raka dalam hati,wajah raka memerah menahan amarah


tap,,tap,, tap,,


raka berjalan melewati mereka begitu saja


"maaf,gue reflek"jawab andra


setelah semua teman stefanie pulang stefanie langsung masuk ke dalam kamar untuk bersih bersih


namun tanpa stefanie sadari ternyata raka sudah berada di kamar itu


tiba tiba saja stefanie di peluk dari belakang oleh raka


deg,,


"ka kak raka"ucap stefanie terbata bata


"bukankah kamu sangat suka di peluk dan di belai oleh teman laki laki kamu"bisik raka di telinga stefanie


tengkuk stefanie seketika langsung meremang


"bu bukan gitu kak,andra sendiri yang tiba tiba meluk"jawab stefanie gugup


jantung stefanie berdegup kencang karna di peluk begitu kencang ooeh raka


"lain kali kalau kamu berani membuat pria lain menyentuh tubuh ini,saya akan membuat kamu kehilangan sesuatu yang kamu anggap sangat berharga"ujar raka,kemudian raka langsung melepas stefanie


glek,,


stefanie menelan ludah,ia hampir saja menangis karna sudah membuat nya takut


raka langsung keluar kamar stefanie lalu masuk kedalam kamarnya

__ADS_1


bruk,,


stefanie terduduk di lantai"sangat menakutkan"ucapnya sambil mengelus dada


raka yang tiba tiba menjadi posesif dan sedikit posesif membuat stefanie sedikit syok


saat makan malam keduanya tudak saling bicara,mereka sibuk dengan makanan di piring masing masing


"bik kok mereka berdua nggak pernah ngobrol ya?"tanya sani kepada jum


"sutt"jum menyuruh sani diam,ia takut raka mendengar nya


pagi hari nya..


saat sedang asik tiduran ponsel stefanie tiba tiba berdering..


stefanie langsung menyambut panggilan telfon"siapa?"tanya nya karna nomor sang penelfon adalah nomor baru


"saya juan,kamu apa kabar stef?"tanya pria bernama juan di ujung telfon


"kak juan!"pekik stefanie


"ketemuan yok!"ajak juan


"ayo!"sahut stefanie cepat,senyum tercetak jelas


stefanie sangat bahagia akan bertemu dengan juan,juan adalah anak dari sahabat ibunya stefanie.keduanya sudah akrab sejak kecil


dua puluh menit kemudian mereka berdua sudah bertemu di restoran


juan menatap wajah stefanie dari dekat"kamu tambah cantik aja dek"puji juan untuk stefanie


stefanie langsung tersipu mendengar pujian juan,sepertinya dia melupakan kemarahan raka kemarin


sudah beberapa tahun juan menyimpan perasaan yang mungkin suatu hari nanti ia berani mengutarakan nya kepada stefanie


"gimana kabar kamu sekarang dek?"tanya juan,tatapan mata juan terus tertuju pada wajah cantik gadis pujaan nya


"baik kak"jawab stefanie"kalau kakak gimana kabarnya?"tanya stefanie balik"kak juan tambah keren sekarang"gumam nya


juan menyedot jus yang tadi ia pesan"baik"jawab nya sambil tersenyum manis


"fanie maukah kamu menikah dengan ku,aku sudah menunggu selama empat tahun loh"ungkap juan,ia berharap stefanie akan menerima nya


deg,,


tangan stefanie langsung gemetar,gelas jus yang berada di tangannya terlepas begitu saja,perkataan juan membuat stefanie sangat syok


"em,kak juan aku..."stefanie tidak sanggup untuk berkata apa apa lagi


jujur saja pernyataan juan membuat hati stefanie sangat senang,namun ia harus menepis perasaan itu karna saat ini statusnya bukan lagi seorang gadis.tetapi sudah menjadi istri seseorang


pelayan cafe datang mengantar pesanan lagi,lalu pelayan cafe itu berlalu pergi untuk melanjutkan pekerjaan nya,pelayan cafe lainnya datang untuk membersihkan jus yang baru tidak sengaja di tumpahkan oleh stefanie


"kak aku nggak bisa nerima lamaran kakak"dengan perasaan sedih stefanie terpaksa menolak lamaran pria yang sangat sebenarnya sangat ia sukai


"kenapa? tolong beritahu alasan nya?"tanya juan sambil meraih jemari gadis kecil tersebut


"maaf"stefanie langsung bangun dari tempat duduk nya lalu mencoba melepas genggaman tangan juan.namun tanpa stefanie duga juan malah menarik tangan stefanie sehingga membuat stefanie terduudk di paha juan


"fanie"

__ADS_1


deg,,


suara bariton raka membuat stefanie terjengkit,stefanie langsung melepas tautan tangan nya dan juan.lalu bangun dari paha juan


__ADS_2