
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Saat stefanie selesai mandi ternyata raka belum juga berganti pakaian dan itu membuat stefanie sangat kesal"kak kenapa belum ganti si!!"tanya stefanie kesal
"ambilin dong"jawab raka
hem"stefanie langsung mengambil baju dan celana santai untuk suaminya
"oh ya,kalian boleh main kesini,nanti stefanie mengirim alamatnya"kata raka
Karna kesal stefanie langsung merebut ponselnya"bye gays,gue tunggu dirumah"setelah itu stefanie langsung mematikan telponnya
stefanie mengirim pesan agar maysa dkk datang nya sekitar pukul 4 sore,biar bisa sekalian makan malam bareng
raka merasa lucu melihat stefanie manyun
cup,,
tanpa aba aba raka langsung mengecup bibir stefanie
sret..
raka menarik handuk yang melilit tubuh stefanie
"aah!!"pekik stefanie
"debayi minta di jenguk sama papa kan??"tanya raka sambil mengelus perut bumil yang masih rata
"ck,modus"rutuk stefanie dalam hati
akhirnya mereka berdua melakukan hubungan intim,karna stefanie sedang hamil raka melakukan dengan pelan dan penuh kehati hatian
Di tempat lain..
kania alexsander yang tak lain adalah sepupu raka terus saja mengejar raka,kania bahkan nekad pergi keperusahaan milik raka
kania yang tidak mengetahui bahwa raka adalah sepupunya terus aja mengejar raka
baginya ketampanan dan kekayaan raka adalah segalanya
"sekali lagi saya tegaskan,saya mau bertemu sama pemilik perusahaan ini,se ka raaaaaaang!!"teriak kania kepada resepsionis disana
semua orang juga mau bertemu dengan pemilik perusahaan ini termasuk saya"jawab resepsionis itu ketus karna cara bicara kania sangat sombong dan kasar
lo jangan macem macem ya sama calon suami gue"teriak kania marah
"calon suami??"tanya seseorang yang berada dibelakangnya
"ka kak bagas!!"ucap kania terkejut
"siapa yang kamu bilang calon suami kamu??"tanya bagas dengan tatapan membunuh
"wah wah bukannya ini anak dari pak dandi pemilik perusahaan GH group??"tanya dimas yang berada dibelakang bagas
iya,gue anak pemilik perusahaan GH "group"jawabnya sombong
"dia ganteng juga,tapi nggak sekaya kak raka"batin kania
"oh ternyata benar dugaan saya,ada keperluan apa kamu datang kesini??"tanya dimas sok akrab
"gue mau ketemu sama pemilik perusahaan ini"jawab kania angkuh
"oh,kebetulan yang sangat menarik,saya adalah pemilik perusahaan ini"ucap dimas berbohong
"jangan ngada ngada lo,pemilik perusahaan ini tu namanya raka,kalau mimpi jangan ketinggian"ejek kania
__ADS_1
raka itu kakak saya,raka cuma membantu mengurus perusahaan ini, dia bukan pemilik sah,kalau kamu nggak percaya silahkan tanya sama bagas"ucap dimas sambil mengedipkan matanya kearah bagas agar bagas mengiyakan ucapannya tadi
bagas yang mengerti dengan isyarat dimas langsung membenarkan ucapan dimas
"iya,apa yang dikatakan dimas memang benar"ucap bagas
"kania langsung terdiam "jadi,selama ini gue salah ngira,kok gue bege amat si"gerutu kania dalam hati
" kalau gitu,apa boleh makan malam bareng??"tanya kania to the poin
"kamu tadi bilangnya mau ketemu sama kak raka??"ucap dimas
"oh i itu itu,bisa nanti saja"sahut kania tergagap
"cihh anak sama orang tua sama saja,sama sama tamak harta"batin dimas jijik
"apa bisa kita makan malam bareng??"tanya kania lagi
"tentu saja bisa"jawab dimas sambil tersenyum paksa
"kalau nggak karna mau balas dendam mana mau gue dekat dekat sama sampah kayak loe"gumam dimas dalam hati
obrolan diakhiri dengan pertukaran nomor telpon antara dimas dan kania
next time..
"Nggak kerja kak?? "tanya stefanie tanpa menoleh kearah raka karna raka sedang berganti pakaian
"nggak"jawab raka sambil berganti pakaian
"ohh"stefanie ber oh ria kemudian berjalan keluar kamar
"laper banget"gumam stefanie
stefanie memiliki penyakit asam lambung,jika telat sarapan lambungnya akan terasa perih
nggak usah masak,tadi saya sudah nyuruh bagas membelikan sarapan"kata raka
"oh"stefanie ber oh ria
tak lama kemudian kemudian bagas datang membawa sarapan untuk bos nya,setelah mengantar sarapan untuk bos nya bagas pamit pulang karna harus mengantar nenek nya maysa periksa kesehatan
"bagas!"nenek maysa yang bernama nita tersenyum senang saat melihat kedatangan cucu menantunya
"ayo kita pergi nek"bagas menuntun nenek nita menuju mobil
beberapa jam kemudian...
bagas pulang bersama nenek nita karna pemeriksaan sudah selesai
saat berada di ruang tengah bagas melirik jam tangannya"jam 12,tanggung banget mau balik ke kantor"gumamnya
bagas memilih rebahan di atas sofa
satu jam berlalu
"haus"bagas beranjak menuju kulkas untuk mengambil minuman dingin
"mana kak bagas? mobilnya ada diluar"pikir maysa
maysa merasa sedikut haus jadi dia pergi ke dapur
bagas mengambil air minum dari kulkas lalu menenggak isi botol tersebut
langkah kaki maysa langsung berhenti
glekk,,
__ADS_1
maysa menelan air ludahnya melihat jakun bagas naik turun ditambah lagi bibir bagas yang kemerah merahan membuat maysa sulit untuk tidak menikmati pemandangan yang begitu sempurna dihadapannya
"gawat!"cicit maysa,ia langsung pergi menuju ruang tamu sambil memegang pipinya yang memerah
bagas tersenyum melihat punggung maysa,sebenarnya ia sudah mengetahui kedatangan maysa
"jangan menangis kalau aku sudah tidak bisa mengendalikan diriku nanti"gumam bagas,seringaian tipis tercetak di bibir bagas
kemudian menyusul maysa keruang tamu
maysa kembali salting saat melihat bagas duduk disebelahnya
"kenapa?? "tanya bagas
"ng nggak ada"jawab bagas gugup
bagas tersenyum kemudian mendekati maysa"apa kamu mau melihat ular yang sangat keren?? "tanya bagas sambil mendekatkan wajahnya kearah maysa
"a apa?? "tanya maysa terkejut
pergerakan bagas yang begitu tiba tiba membuat maysa kalang kabut
"u ular?? "tanya nya gugup +malu
bagas mengangkat bajunya
dan menunjukkan sisi kiri perutnya
"kakak mau ngapain?!!"pekik stefanie
ia langsung menutup mata
bagas mengerutkan dahi melihat reaksi maysa"buka mata kamu"titah nya
dengan ragu ragu maysa membuka matanya
"what!,kak bagas punya tato?"tanya maysa dengan ekspresi terkejut
"iya,dulu waktu masih kuliah,teman teman ngajak bikin tato,karna mereka maksa akhirnya saya minta ditato disini"tunjuk bagas keperutnya
"oh,gi gitu"sahut maysa
"masih aja gugup, gini nih,kalau pdkt sama bocil"rutuk bagas
next time..
di tempat lain...
bell rumah berbunyi
stefanie yang sedang berbaring di atas spfa langsung bangun"jangan jangan itu maysa dkk"ucap stefanie girang
bukan,itu pasti bagas"potong raka
"maysa"stefanie ngotot
"mari kita buktikan"raka berjalan menuju pintu
stefanie langsung menyusul dibelakang
ceklek
mereka berdua melongo,kemudian stefanie tersenyum kearah raka sambil memainkan alisnya
ternyata maysa dkk yang datang
"wah rumah lo besar banget"ucap ninda kagum
__ADS_1
sebuah mobil sport berwarna hitam memasuki halaman rumah raka