
sepulang sekolah stefanie memilih duduk duduk di taman dekat sekolahan
"hai kita ketemu lagi!"sapa dimas
stefanie langsung menoleh
"hai juga"sapa stefanie balik
dimas mengernyitkan dahi saat melihat wajah gadis itu di tempel hansaplas
"pantas saja setelah bertemu gadis ini aku selalu terbayang bayang dengan wajahnya,ternyata dia begitu cantik dan imut"gumam dimas
sejak pertama kali bertemu dimas sudah jatuh cinta terhadap stefanie
lantas bagaimana reaksi dimas jika dia tahu stefanie adalah istri dari kakaknya
"stefanie!!"morgan berlari menghampiri stefanie
"siapa dia?"tanya morgan dalam hati
"ayo pulang!"morgan menarik tangan stefanie begitu saja
"sebentar!"stefanie menahan morgan
"kak dimas aku pulang dulu"stefanie pamit kepada dimas
"ayo!"morgan bersikap seolah olah dia cemburu saja melihat stefanie berbicara dengan pria lain
"hati hati di jalan"ucap dimas
"ada dia pacar stefanie?"tanya dimas dalam hati,hati nya tiba tiba saja terasa sakit
sementara itu,,
"lo nggak ada kapok kapok nya ya bikin bos raka marah"gerutu morgan sambil menarik tangan stefanie
"naik!"morgan menyuruh stefanie naik keatas motor
stefanie langsung naik
"pegangan!"titah morgan
"iya bawel!"gerutu stefanie
stefanie berpegangan di pundak morgan
setibanya di rumah nya stefanie langsung masuk kedalam kamar
morgan melangkah masuk kedalam rumah itu dengan santainya
"ada air dingin nggak?"tanya nya kepada sani
"ada"jawab sani
morgan langsung pergi menuju ruang dapur
"siapa sih orang ini?,main nyelong aja masuk ke dapur"gerutu sani dalam hati
stefanie mengetik sesuatu di ponselnya
ada sedikit rasa lega di hati stefanie saat mengetahui kalau baru sekali melakukan hubungan intim kemungkinan terjadi pembuahan sangat lah kecil
"aku sebaiknya kabur dari sini,aku nggak mau hamil.masa depan ku masih sangat panjang"ucap stefanie pelan,stefanie bergegas membereskan pakaiannya"tapi aku harus lari kemana?,sekolah ku gimana? "ia bimbang sendiri antara harus kabur atau tidak
"gue tinggal di tempat maysa aja dulu,kak raka nggak mungkin berani datang kesana"gumam stefanie
esok harinya stefanie membawa sedikit barangnya di dalam tas
__ADS_1
"apa Stef?"tanya maysa karna stefanie menariknya
"mana kunci mobil lo?,gue mau narok barang gue"tanya stefanie kepada maysa
"barang apaan?"tanya maysa lagi
"untuk sementara waktu gue mau numpang dirumah lo,gue nggak mau tinggal sama kak raka"jawab stefanie jujur
"kita ke mobil aja dulu"maysa langsung menarik stefanie menuju parkiran
di dalam mobil
"sebenarnya lo kenapa stef?,ada masalah apa?"tanya maysa serius
stefanie tertunduk,ia Bingung harus memberitahu maysa atau tidak
"kasih tau gue apa yang sebenarnya lo sembunyiin dari gue?"maysa merasa stefanie ada menyembunyikan sesuatu darinya
"sebenarnya gue sama kak raka udah nikah"ucap stefanie pelan
mata maysa seketika langsung melotot l"apa! nikah?"tanya maysa
stefanie mengangguk
"kapan?,kenapa lo nggak cerita?"tanya maysa lagi
stefanie langsung menceritakan semua yang terjadi di hari tragedi pernikahan nya dan raka
"oh my good!"jerit maysa
"terus kenapa sekarang lo mau kabur?"maysa tidak habis pikir dengan pola pikir stefanie
hiks,,
"gue takut hamil"stefanie merengek sambil nangis
deg,,
"sekali,itu juga terpaksa.kak raka marah gue deket sama kak juan jadi dia maksa minta hak nya ke gue"jelas stefanie sambil terisak
"enak nggak??
plak,,
kepala maysa di pukul oleh maysa karna pertanyaan konyol nya
"yaudah lo boleh tinggal di rumah gue"ucap maysa.maysa bingung bagaimana cara mengatasi persoalan rumah tangga
pulang sekolah stefanie ikut dengan maysa pulang ke rumah nya
malam harinya..
"kok non stefanie belum pulang juga ya?"tanya jum sambil mondar mandir di depan pintu
ada suara mobil di luar rumah
"ada apa ini?"tanya raka karna jum terlihat sangat panik
"itu tuan,nona stefanie belum pulang juga"jawab jum
deg,,
"kemana dia?"tanya raka dalam hati
"nanti saya suruh morgan untuk mencarinya"ucap raka,kemudian pria itu pergi kekamarnya
keesokan harinya..
__ADS_1
"stefanie!!!"teriak morgan sambil berlari menghampiri stefanie
"paan sih"gerutu stefanie
morgan mencoba mengatur nafasnya"lo kemana aja sih?,gue sampai nggak tidur karna nyari lo kemana mana"tanya nya
"bukan urusan lo"jawab stefanie jutek
"pasti dia yang nyuruh morgan nyari gue"gerutu stefanie
"bukan urusan gue?"tanya morgan sambil menunjuk pipi nya yang lebam
stefanie langsung melotot"jangan bilang kalau ini dia yang lakuin?"tanya stefanie
morgan mengerlingkan mata nya"siapa lagi kalau bukan dia"jawab morgan kesal
"pokonya lo harus pulang"morgan memaksa agar stefanie segera pulang
"nggak akan!"tolak stefanie mentah mentah
setelah bertemu stefanie morgan langsung mengabari raka
"biarkan saja kalau dia tidak mau pulang,cukup awasi saja,aku tidak mau mainan ku di sentuh orang lain"ujar raka
"baik"jawab morgan
satu bulan berlalu,entah kenapa stefanie merasa sedih"harusnya aku merasa senang dia nggak mengganggu ku lagi,tapi kenapa rasa sesih banget.seolah olah terbuang setelah di pakai"dlaam hati stefanie
saat baru bangun tidur tiba tiba kepala stefanie terasa pusing saat mencium aroma parfum yang di pakai maysa
"may kenapa bau parfum lo nggak enak banget si!,bikin mual aja"gerutu stefanie
"masa sih?,perasaan gue dari kemarin kemarin pakai parfum juga.kenapa lo protes nya sekarang"ucap maysa sambil mengendus ngendus aroma parfum di tubuhnya
huek,,
stefanie tidak dapat menahan gejolak dalam lambung nya
deg,,
maysa terkejut karna stefanie muntah muntah
"jangan jangan stefanie hamil?"tanya maysa dalam hati
"siapa yang bisa gue mintai tolong buat beli alat tes kehamilan di apotik,nggak mungkin banget kalau gue yang pergi"gumam maysa
stefanie masih terus terusan muntah di kamar mandi
"kayaknya nggak ada pilihan lain"ucap maysa pelan
maysa memakai jaket,masker,kacamata dan topi.ia terpaksa pergi ke apotik untuk membelikan alat tes kehamilan
tangan gadis itu tampak gemetar saat mengambil bungkusan yang di ia beli dari tangan kasir
"semua ini demi lo stef"rutuk maysa.kalau saja itu orang lain maysa tidak akan mau berkorban untuk nya
stefanie terbaring lemah di atas kasur
"nih coba lo tes"maysa memberikan bungkusan berisi alat tes kehamilan kepada nya
"apaan sih?"tanya stefanie sambil membuka isi bungkusan itu
deg,,
"i ini?"stefanie langsung gugup melihat alat itu,alat yang sangat dia takuti
"tes aja"maysa menyuruh stefanie melakukan nya
__ADS_1
"ba baiklah"stefanie langsung pergi ke kamar mandi