
Saat sedang makan tiba tiba ponsel raka berdering
"hem! "sahutnya
"tuan ada tamu yang datang,dia bernama dandi"ucap sang pembantu bernama gina
deg,,
"ingatan raka berputar kembali disaat adik dari ayahnya mengusirnya dan sang adik,mereka juga mengambil paksa perusahaan milik ayahnya
"apa mau nya? "nafsu makan raka tiba tiba hilang
rasa sakit kembali terasa dihati raka saat mendengar nama perusahaan itu
"biarkan saja"jawab raka, kemudian raka langsung mematikan panggilan telfon
raka langsung bangkit"saya pergi dulu,ada urusan penting,jangan berharap saya akan kembali cepat"ucap raka pada stefanie
deg,,
stefanie yang akan menyuapkan makanan kemulutnya langsung berhenti dan meletakkan sendoknya kembali di piring"ma maksud kak raka?"tanya nya
raka tidak menanggapi stefanie, dia hanya menatap stefanie sebentar kemudian pergi
raka langsung keluar ruamh setelah memakai helm nya kemudian pergi membawa motor
"ngapain gue sedih"gerutu nya.stefanie masih terpaku ditempatnya
raka kekantornya sebentar untuk untuk menanda tangani beberapa berkas penting
raka yang sebenarnya adalah ketua mafia langsung bergegas pergi menemui anak buah nya di markas
"apakah ada anggota kalian yang berumur sekitaran delapan belas tahun? "tanya raka kepada asisten nya di perkumpulan
"ada"jawab andre
"morgan! "andre langsung memanggil morgan
morgan bergegas menghampiri raka dan andre"saya tuan!"ucapnya
"kamu saya beri tugas untuk melindungi seorang wanita,nanti saja akan memasukkan kamu bersekolah di tempat gadis itu bersekolah"ujar raka
"siap tuan,saya akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kakak ipar! "jawab morgan tegas
raka mengerling kan matanya mendengar perkataan morgan,insting bocah itu memang benar benar kuat
bagas sudah mengatur semuanya untuk morgan
esok harinya morgan pergi bersekolah
"mana gadis nya? "morgan berdialog dengan dirinya sendiri sambil menatap layar ponselnya yang tertera foto stefanie
"nah itu dia! "mata morgan berbinar melihat orang ia cari
"tapi siapa cowok itu?"gumam morgan
stefanie sedang berhadapan dengan aldo, aldo belum bisa terima karna stefanie sudah menghajar dara hingga babak belur
bug,,
ekspresi wajah morgan langsung berubah sepet
bagai mana tidak,stefanie memukul aldo hingga membuat aldo terhuyung lalu jatuh dan tergeletak di lapangan itu
glek,,
morgan menelan ludah melihat nya
"jangan jangan gue salah orang"ucap morgan sambil menekan nama raka pada ponselnya
__ADS_1
tak lama kemudian raka mengangkat video call dari morgan
morgan langsung mengarah kamera ponselnya kearah stefanie yang sedang berdiri mengamati aldo yang tergeletak di tanah
"benarkah dia yang tuan minta saya menjaganya? "tanya morgan untuk memastikan bahwa ia tidak slaah orang
"benar,namanya stefanie"jawab raka
"ya sudah"morgan langsung mematikan panggilan begitu saja
raka sampai tercengang
morgan langsung menghampiri stefanie"hai"sapa nya
stefanie melirik sebentar,lalu kembali melihat kearah aldo
"banguuun! "teriaknya
"dia beneran perempuan apa bukan sih?"morgan meragukan stefanie karna biasanya perempuan akan berteriak histeris saat melihat seseorang tergeletak seperti itu, tapi stefanie malah bersikap biasa saja
"siapa lo? "tanya stefanie kepada morgan
"gue morgan, anak baru"jawab morgan jujur
"oh! "stefanie hanya ber oh ria
#next time
stefanie kembali di panggil ke ruang BK karna sudah memukul aldo hingga pingsan
tok,, tok,, tok,,
saat mereka sedang sibuk berdebat seseorang datang mengetuk pintu
"masuk!"seru danu
"maaf nyonya siapa ya? "tanya danu karna dia belum pernah melihat rosa sebelum nya
"saya rosa,ibu nya stefanie"jawab rosa sambil tersenyum ramah
stefanie mengerlingkan matanya"ngapain ular datang kesini?"tanya nya dalam hati
"kenapa lama sekali? "tanya morgan sambil sesekali melihat kearah jam tangannya
para sahabat stefanie langsung menoleh
"lo siapa? "tanya maysa
"jawab, siapa lo? "tanya ninda
morgan menghela nafas melihat ketidak sabaran mereka"gue morgan,teman baru stefanie"jawab,morgan
mereka saling tatap
"stefanie nggak pernah cerita deh"ucap maysa
"tentu saja dia nggak pernah cerita, kami baru berteman hari ini "ujar morgan
"gila nih orang"gerutu ninda
morgan tidak mempedulikan perkataan ninda
disisi lain raka sedang berjuang mempertahankan nyawanya,orang suruham paman nya membuat raka hampir saja kehilangan nyawa. untung saja anggota raka cepat sampai di sana
sebelumnya..
saat pulang ke mansion raka tertegun melihat begitu banyak orang di masion nya,raka langsung melangkahkan kaki nya masuk ke dalam mansion
"raka"
__ADS_1
suara seseorang yang memanggil nya membuat raka mengeratkan tinjunya
raka berbalik lalu langsung menghadiah kan sang paman dengan pukulan
setelah itu raka langsung pergi lagi
dandi mengelus luka lebam akibat tinjuan raka pada wajahnya
kemudian dandi mengirimkan pesan ke seseorang
raka mengemudikan mobil nya dengan perasaan kesal
brak,,
deg,,
raka terkejut tiba-tiba ada yang menabrak mobilnya daei belakang"sial! itu pasti kiriman si bandot tua! "gerutu nya. raka langsung menghubungi andre agar segera datang
mereka terus mengejar mobil raka
duarr,,
suara ledakan ban mobil raka, mereka menembak nya.tentu saja mobilnya akan oleng setelah di tembak
raka langsung banting stir ke kiri jalan, lalu berlari keluar dari mobilnya
dor,, dor,,
mereka terus menghujani raka dengan tembakan
akh!
teriakan raka tertahan,dua buah peluru berhasil mengenai lengan kirinya dan belakang punggung raka ,raka langsung bersembunyi di balik rerumputan rimbun
tak lama kemudian andre datang bersama yang lainnya
para penjahat sewaan dandi langsung melarikan diri saat melihat puluhan mobil berhenti di pinggir jalan
"akhirnya! "ucap raka sambil menekan luka pada lengannya
andre dan yang lain nya langsung mencari keberadaan raka
"andre!!"raka berteriak memanggil andre dari semak semak
"bos! "teriak andre sambil berlari menghampiri raka
deg,,
"kurang ajar! "umpat andre saat melihat luka di tubuh raka
"nanti saja mengumpatnya,saya bisa mati kalau kamu tidak segera mengeluarkan peluru sialan ini dari tubuhku"ucap raka.ia tidak habis pikir andre malah sibuk mengumpat di saat ia sedang dalam keadaan kritis
"oh iya"andre langsung membawa raka pergi dari sana
sementara itu saat ini stefanie sednag berada di ruangan kepsek bersama dengan rosa, ibu tiri stefanie
'maaf atas semua perbuatan anak saya kepada guru dan murid disini"ucap rosa dengan suara lemah lembut
huek,,
ingin sekali stefanie muntah mendengarnya
tak lama kemudian stefanie dan rosa keluar dari ruang kepsek
"cepat atau lambat kamu akan mati di tangan anak buah saya,jadi sebelum mati bisakah kamu tidak mempermalukan keluarga debora"permintaan yang terdengar seperti sumpahan itu membuat stefanie terkekeh
"cih,******"hanya dua patah kata yang di ucapkan oleh stefanie,kemudian ia langsung menghampiri teman temannya
"tunggu saja, waktu kematian kamu sudah dekat"gumam rosa, lalu ia pergi dari sana
__ADS_1