Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 35


__ADS_3

21++


stefanie berjalan ke tempat yang agak jauh dari tempatnya ,setelah mendapatkan sinyal pada ponsel nya ia langsung menelfon raka untuk memberithaiu raka


"stefanie cepat kirim lokasi kamu sekarang!"ucap raka dari seberang telfon


"oh oke"meskipun sedikit terkejut dan heran stefanie mengirim nya


"dapat!"seru bagas


Mereka berdua bergegas pergi ketempat stefanie berada


"eh!"stefanie sangat terkejut karna setyo tiba tiba ada di belakangnya


"eh bapak"ucap stefanie


"cepat berkumpul bersama teman yang lain"kata setyo


"baik pak"jawab stefanie,stefanie langsung bergegas menghampiri yang lainnya


Setyo menelfon seseorang"sudah siap"ucap nya lalu kemudian setyo langsung langsung mematikan panggilan telfon


Anak buah rosa langsung bergegas datang ketempat itu,tanpa mereka sadari ternyata bagas sudah menunggu mereka dijalan yang akan mereka lalui nanti


Sementara itu raka mengendap ngendap masuk ke area tempat stefanie dkk berada


"itu dia"gumam raka,raka diam diam mendekati setyo


tak!


Raka memukul belakang leher setyo menggunakan tangannya


bruk!


Tubuh setyo jatuh dan menggelinding kebawah karna kondisi tempat sedikit curam


"stef itu cowo lo!"pekik ninda


raka bergegas mendatangi stefanie


"kalian harus pergi dari sini"ujar raka


"apa!"


Semua orang dibuat panik karna perkataan raka


"ada beberapa orang membawa senjata api sedang dalam perjalananenuju kesini,bagas sedang berusaha menghadang mereka didepan,jadi kalian harus mencari jalan lain untuk menyelamatkan diri"ucap raka


"ayo ayo!"ucap nando


Mereka semua pergi kearah jalan yang sering dilalui otang orang tanpa mereka tahu jalan itu akan membawa mereka kemana


"pergi!"raka meminta stefanie untuk pergi tapi stefanie tidak kunjung pergi


"ayo!"maysa menarik tangan stefanie


Stefanie akhirnya ikut dengan mereka


Namun baru beberapa langkah stefanie langsung berhenti


"gue nggak bisa ninggalin kak raka sendirian!"ucap stefanie


"udah ka lo aja yang pergi,kasihan stefanie"ucap bagas


"baiklah!!"sahut raka,kemudian menyerahkan senjata ke bagas


baru berjalan sejauh lima puluh meter tiba tiba maysa berhenti"gu gue nggak bisa ninggalin kak bagas"maysa langsung berlari masuk kedalam hutan


"may!"andra ingin mengejarnya


"udah biarin,disana ada yang ngelindungin dia"nando melarang andra mengejar maysa


"kak bagas!!"panggil maysa


Deg!


bagas yang sedang bersembunyi terkejut oleh suara panggilan maysa


bagas bergegas menghampiri maysa


"kenapa tidak pergi?"tanya bagas sambil memperhatikan raut wajah istri kecilnya


"nggak mau"jawab maysa sambil ngos ngosan


"ayo"bagas menarik tangan maysa agar ikut bersamanya


Mereka berdua bersembunyi dibalik pohon besar

__ADS_1


"diam"bisik bagas


Dari kejauhan terlihat beberapa orang membawa senjata api mengobrak abrik semak semak disekitar


"bukankah setyo mengatakan anak anak itu sudah berada disini"ucap salah satu dari mereka


"takut"rengek masya


bagas berbalik menghadap kearah maysa"nggak usah takut"ucap nya


tanpa sadar maysa malah langsung memeluk bagas


yang dilakukan oleh maysa membuat bagas merasa mendapatkan angin segar


setelah satu jam para penjahat itu akhirnya pergi


morgan datang dari arah lain..


"bos anak anak itu sudah selamat"ucap morgan


"bagus!"sahut bagas"bawa guru itu"bagas menyuruh morgan membawa setyo


"ah!"eluh maysa karna kaki nya terkilir saat berlari tadi


bagas membungkukkan tubuhnya


"naik!"bagas menyuruh maysa naik ke punggungnya


dengan senang hati maysa menaiki punggung bagas


"makasih"ucap maysa


"hem"sahut bagas


Cupp


maysa semakin berani dan memberikan ciuman di pipi bagas


bagas tersenyum"apa sudah berani memulai?"tanya nya


"maksudnya?"tanya maysa balik karna dia benar benar tidak mengerti apa yang di maksud oleh bagas


bagas menghel Nafas


"nanti di rumah aku kasih tahu"jawab bagas


dimas sebelumnya mendapat kabar tentang stefanie dari orang yang dia suruh untuk melindungi stefanie langsung bergegas datang


"bang!"dimas memanggil raka


"dimas!"ucap raka


"apa kalian semua baik baik saja?"tanya dimas


"iya"jawab raka


"kak sakit"eluh stefanie


perhatian raka langsung beralih ke stefanie"ya sudah kita cari hotel terdekat saja,teman teman kamu juga kita ajak menginap dihotel"ujar raka


Sekarang mereka semua sudah sampai dihotel


Raka menggendong stefanie masuk kedalam kamar


"apa mereka akan tidur satu kamar?"tanya andra dalam hati


morgan menutup pintu kamar tempat raka dan stefanie menginap


"aku harus berjaga meskipun aku tidak mau"morgan menggerutu dalam hati


"apa yang kalian lakukan diluar sini!"anak buah raka yang lainnya memarahi andra dan beberapa orang lainnya karna mereka belum masuk ke kamar mereka


 akhir nya masuk kekamar juga


yang lainnya ikut menginap di hotel yang sama,hanya maysa dan bagas yang tidak,mereka berdua pergi mencari hotel lainnya untuk menginap


dua puluh menit kemudian..


"tahan"ucap bagas


"aaaa!! Pelan pelan kak sakit!!"jerit maysa


raka mengurut kaki stefanie dengan sangat pelan


"kak mau pipis"rengek maysa


"trus?"tanya bagas

__ADS_1


"anterin!"jawab maysa


"baiklah ayo"bagas membantu maysa berjalan kekamar mandi


karna kesusahan membuka celananya membuat maysa tidak sengaja kencing di celana saking kebelet nya


maysa langsung membuka celana lepis dan CD nya,lalu mencuci paha dan area sensitifnya


"kak!"panggil maysa lagi


bagas menoleh


"Em,nggak sengaja pipis dicelana"ucap nya malu malu


bagas bingung harus menangis atau tertawa mendengarnya


bagas langsung masuk kedalam kamar mandi


"aaa kak bagas kenapa masuk!"pekik maysa


bagas tidak peduli dengan jeritan maysa"mandi sekalian"ucap nya


bagas melepaskan pakaian yang melekat di tubunya lalu mengguyur tubuh di baya sower


setelah bagas mandi maysa juga mandi kemudian bagas langsung mengangkat maysa dan menaruh nya diatas kasur


maysa berusaha menutupi area sensitif nya menggunakan tangan


bagas mendekati maysa


"jika aku menginginkan nya tidak ada yang bisa kamu lakukan selain pasrah"ucap bagas sambil menatap maysa dengan tatapn genit


Kemudian bagas mengecup bibir maysa


maysa buru buru menarik selimut untuk menutupi bagian bawah nya


bagas sengaja menggoda maysa dengan cara memasukkan tangannya kedalam selimut"nggak berani?"tanya nya


maysa menjawab dengan gelengan kepala


"beneran? Nanti nangis"ledek bagas


"insya allah enggak"jawab maysa,ia berusaha untuk terlihat baik baik saja


maysa sadar kalau ia tidak Bisa menghindari bagas terus menerus


" masih saja bilang tidak takut,padahal terlihat jelas kalau kamu sedang takut"ucap bagas


"nggak!"jawab maysa


"buktikan kalau kamu tidak taku"bagas menantang maysa


maysa memejamkan matanya lalu membuka selimut yang sebelumnya dia gunakan untuk menutupi pahanya


Glek!


bagas menelan ludah nya saat paha mulus dan bagian sensitif maysa terpampang jelas didepan matanya


bagas tersenyum lalu mendekati maysa,kemudian perlahan bagas mendekatkan bibirnya ke bibir maysa


bagas memainkan tangannya dengan lembut di area sensitif maysa


"ah em!"lenguhan maysa mulai terdengar


bagas memberikan begitu banyak tanda kepemilikan ditubuh maysa


maysa yang tidak mengerti apapun hanya menerima apa yang di lakukan oleh bagas


"em kak"panggil mayza


"iya sayang"sahut bagas, bagas kembali membungkam mulut maysa menggunakan bibirnya lalu perlahan tapi pasti bagas memasukkan miliknya ke bagian intim maysa


air mata langsung membanjiri pelupuk mata gadis kecil itu


bagas melepas ciumannya"tahan sedikit lagi sayang!"ucap nya sambil terus berusaha menyatukan miliknya


Srek!


"aaaa sakiiit!!"tangis maysa langsung pecah


bagas kembali mencium bibir maysa


Setelah beberapa saat bagas kembali melanjutkan aktifitas


sepuluh menit kemudian bagas melakukan nya dengan cepat


"aaahh!!"erang bagas,cairan miliknya sudah menyembur di dalam rahim maysa untuk yang pertama kalinya"saking nikmatnya aku jadi lupa,harus nya aku membuang nya diluar"rutuk nya bagas

__ADS_1


__ADS_2