
Sementara itu dimas sedang bekerja seperti biasanya,meskipun rumah sakit itu milik sang kakak tapi dimas tidak memanfaatkannya untuk menindas para pekerja lainnya
"oh iya,kak raka kok nggak nelfon nelfon?"gumam dimas
dimas merogoh saku baju nya lalu menekan nomor sang kakak,panggilan pertama tidak diangkat
setelah beberapa kali mencoba baru berhasil
"apa?"sahut raka di ujung telfon
suara serak raka membuat dimas mengerutkan dahi,tidak mungkin kakak nya itu baru bangun dari tidur di jam segini
"kapan pulang?"tanya dimas
Lima hari lagi saya pulang,pekerjaan disini masih banyak"jawab raka,sebelumnya raka mengatakan kepada dimas bahwa dia akan pergi keluar kota untuk bekerja
"lain kali kasih kabar kek,minimal kirim pesan gitu,biar adek lo yang ganteng dan imut ini nggak merasa khawatir"ucap dimas pede
"baiklah"sahut raka sambil menahan sakit karna lukanya tidak sengaja membentur dinding
"dim, saya ada pertemuan,nanti saya telpon balik"ucap raka.raka mematikan sambungan telpon begitu saja
auwh,,
raka meringis menahan sakit
pulang sekolah stefanie dan para sahabat nya nongkrong di sebuah cafe yang berada tak jauh dari tempat sekolah mereka
"Ekhem"dehem seseorang dibelakang stefanie"hay kita ketemu lagi"ucap dimas
"hay juga"sahut stefanie sambil tersenyum canggung
mereka berdua pernah bertemu di tempat yang sama,saat karna sedang terburu buru dimas tidak sengaja menabrak stefanie.itu menjadi awal perkenalan mereka
"guys kenalin ini dimas"kata stefanie kepada teman temannya
naira,ninda dan maysa terpesona melihat ketampanan dimas
"dia sangat cool dan imuet,sangat menggemaskan"celetuk ninda
"hay stefanie!"tiba tiba saja morgan datang,tanpa di tawari lagi morgan langsung duduk di bangku kosong yang berada di samping stefanie
"saya dimas,teman stefanie"dimas menyapa semua teman stefanie
"saya maysa"ucap maysa tanpa berkedip
saya ninda
saya naira
dan seterusnya....
"kalau begitu saya pergi dulu, semoga harimu menyenangkan"ucap dimas sebelum pergi meninggal meja stefanie dkk
"makasih"sahut stefanie sambil melempar senyum manis
dimas membalasnya dengan senyum yang sangat manis hingga membuat semua wanita yang berada di kafe tersebut terpesona
hal itu membuat morgan sangat bete,bagai bisa calon istri bos nya dekat dengan pria lain
"stef ganteng banget"ucap maysa
"stef buat gue aja tu cowok"ucap ninda sambil melihat kearah dimas yang semakin menghilang dibalik daun pintu
__ADS_1
"cih,lebih tampanan gue daripada tu tikus got"gerutu morgan,ucapan morgan membuat yang lain menatap nya heran
"elo nggak diajak"ucap ninda dengan muka nyolot
morgan mengerlingkan mata mendengar ucapan ninda
"siapa cowok tadi stef?? "tanya maysa,ia sangat penasaran siapa pria yang terlihat akrab dengan sahabatnya itu
"ini baru kali kedua gue ketemu dia"jawab stefanie jujur
beberapa menit kemudian mata stefanie terbelalak saat melihat bagas memasuki pintu cafe
stefanie langsung menutupi wajahnya menggunakan rambut
"lo kenapa stef?"tanya ninda
"sut diem,jangan sebut nama gue"jawab stefanie pelan
wow tu cowok sama gantengnya kaya cowok yang tadi,gantengnya masya allah"celoteh ninda
"kok banyak banget cowok super tampan disini, pergi satu datang satu lagi,kan gue jadi punya saingan"celetuk nando
"bukankah dia tuan bagas?"gumam morgan, yang morgan kenali hanyalah bagas,sedangkan adiknya raka dia tidak pernah bertemu dengannya
"hai"sapa seseorang kearah bagas
bagas hanya diam tanpa ekspresi melihat wanita yang menyapanya
"siapa cewek itu?"tanya stefanie dalam hati
"kak bagas kok sombong banget si"ucapnya manja
bagas masih diam
bruk,,
wanita itu langsung tersungkur di lantai
"wanita murahan!,beraninya kay menyentuh ku"ucap bagas murka,bagas mengibas bekas sentuhan wanita itu tadi
semua orang langsung melihat kearah meja tempat bagas duduk
hiks,,hiks,,
wanita itu langsung menangis,rasa malu membuatnya sangat tidak berdaya
"lain kali jangan pernah berani menyentuh saya,saya tidak sudi disentuh oleh wanita murahan seperti kamu"lagi lagi bagas memberikan wanita itu perkataan kasar
"pergiiii atau,,
wanita itu langsung lari sambil berlinang airmata
gue pasti akan ngedapatin loe bagai manapun caranya "gumam sofia sambil mangis sesenggukan
"wuih,serem amat"ucap stefanie saat melihat kemarahan bagas
"gue harus pergi dari sini"stefanie sedikit takut
stefanie langsung pergi kekasir untuk membayar makanan
"kemana tu anak? "tanya rafa
"meja kasir"jawab maysa
__ADS_1
setelah itu stefanie langsung ngibrit lari keluar cafe
woy stef tungguin kitaaa"ucap ninda setengah berteriak
bagas menoleh kearah ninda dan melihat morgan berada di antara mereka
bukannya itu bawahan raka? kenapa dia ada di sini?"tanya bagas dlaam hati
"ini pesanan nya"pelayan mengantar pesanan bagas
"makasih"ucao bagas,saat bagas menoleh ternyata morgan sudah tidak ada disana
maysa dan yang lainnya langsung menyusul stefanie
sat minggu berlalu.raka sudah sembuh dan sudah bisa pergi bekerja
"gas tolong carikan rumah yang agak dekat dengan sekolah bima sakti"pinta raka kepada bagas
"sesuai keinginan,sore ini saya pasti akan mendapatkan rumah itu"jawab bagas mantap
sore harinya, seperti janjinya bagas sudah mendapatkan rumah mewah yang cukup dekat dengan sekolah stefanie
bagas langsung memberitahu raka tentang rumah tersebut..
saat stefanie sedang sibuk membersihkan tempat kost nya tiba tiba raka datang mengendarai mobil nya
"mau ngapain lagi tu orang?"tanya stefanie pelan
"stefanie"panggil raka
"hem,ada apa kak? "tanya stefanie,rambutnya acak acakan karna belum mandi
"bereskan semua barang kamu,kita pindah dari sini"jawab raka tanpa melihat kearah stefanie
"pindah kemana"tanya stefanie9ia sedikit terkejut mendengar ucapan raka
"rahasia,dan saya tidak menerima penolakan"ucap raka to the poin
nyali stefanie langsung menciut"tau aja kalau gue mau protes"rutuk stefanie
"iya"jawab stefanie terpaksa
stefanie langsung membereskan seluruh pakaiannya dan membawanya kedalam mobil kemudian stefanie pergi membersihkan badan
raka berdiri bersandar dipintu mobil sambil bersidekap menunggu stefanie
"lama amat si?"gerutu raka sambil bolak balik melihat jam yang menempel di pergelangan tangan nya
setelah setelam mandi stefanie mengembalikan kunci kos
raka masuk kedalam mobil dengan raut wajah kesal karna terlalu lama menunggu stefanie tadi
stefanie buru buru masuk ke mobil
"memangnya saya supir kamu"ucap raka marah saat stefanie duduk di kursi belakang
karna malas bertengkar dan hari juga sudah sangat sore akhirnya stefanie mengalah dan pindah kebangku depan
raka mengendarai mobil dengan cukup kencang
"kemana nih orang mau ngebawa gue?"stefanie bertanya tanya dalam hati
beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai oleh raka sampai di depan gerbang rumah yang sangat bagus,desain nya yang modern membuat siapapun menyakinya
__ADS_1