
Keesokan harinya,,di tempat kos
saat sedang asik membaca novel online sambil menunggu maysa datang menjemput,tiba tiba pintu kamar kos stefanie di ketuk oleh seseorang
"bentar!"stefanie bergegas membuka kan pintu
"raka nya ada? "tanya bagas,sejak kemarin ia mencari raka
"nggak ada"jawab stefanie jujur
"ngapain nih orang nyari kak raka sampai kesini dan bukan kerumah nya?"stefanie sedikit heran
brum,,brum,,
suara moge memasuki pekarangan tempat kos"itu kak raka"tunjuk stefanie kearah raka yang baru saja sampai
raka sengaja memakai jaket hitam agar darah yang mengenai jaket nya tidak kelihatan, rasa sakit harus raka tahan agar tidak membuat siapapun curiga
bagas sudah curiga sejak awal,
wajah raka yang pucat karna menahan sakit membuat bagas sangat yakin bahwa raka sedang terluka
"untung saja di mobil selalu ter sedia kotak obat"dalam hati bagas
ia sudah biasa melihat raka terluka,bahkan sebelumnya raka pernah koma selama beberapa hari karna mengalami luka yang serius pada tubuhnya
sebenarnya dokter priabadi rakq belum mengizinkan raka untuk beraktivitas,tapi karena dia seorang raka pratama,tidak satupun orang dapat melarang apa yang ingin ia lakukan dan tidak ingin ia lakukan,jika ada yang berani melarangnya maka bersiap siaplah untuk menghadapi raka pratama pria dingin dan kejam itu
stefanie mengajak mereka berdua masuk kedalam tempat kos
"kak raka sakit? "tanya stefanie
tangan stefanie reflek menyentuh kening raka, stefanie fokus kearah objek didepan matanya
"wajah kakak pucat banget? "tanya stefanie khawatir
raka tidak bergeming karna menahan rasa sakit sangat lah tidak mudah untuk dilakukan
tangan raka langsung bergerak meraih tangan stefanie yang terus menempel di jidatnya
tanpa raka duga ternyata tangannya sudah berlumuran darah
deg,,
raka langsung menarik tangannya kembali,namun stefanie dengan cepat menggapai tangan raka
"kok berdarah"tanya stefanie saat melihat tangan raka berlumuran darah
raka hanya terdiam kaku melihat raut wajah stefanie yang tiba tiba berubah menjadi sedih
__ADS_1
bagas pergi keluar lalu kembali sambil membawa kotak obat di tangannya"buka"pinta bagas.bagas mengeluarkan perban, gunting dan alat lain nya
bagas membantu raka membuka jaket dan baju kaos yang dia kenakan
deg,,
stefanie tercengang melihat perban yang menutupi tubuh raka
Setelah mengganti perban pada luka raka bagas pamit untuk kembali kekantor,dikantor masih sangat banyak pekerjaan yang harus di selesaikan
#next time
raka akhirnya bisa tertidur setelah menahan sakit yang luar biasa akibat kekerasan kepalanya sendiri
stefanie membereskan bekas perban dan baju baju raka yang tergelak dilantai,kemudian ia memesan makanan melalui aplikasi,stefanie tidak pernah memasak di tempat kos,dia biasanya membeli nasi bungkus atau mie instan karna hanya ada teko listrik dan beberapa piring,gelas dan sendok di tempat kos nya
hari ini stefanie terpaksa libur sekolah untuk merawat raka,walaupun tidak ada perasaan cinta tapi stefanie tetap tidak tega membiarkan raka begitu saja, terlebih lagi raka pernah menyelamatkan nyawa nya
derrt,,
ponsel stefanie bergetar
"maysa?"stefanie langsung mengangkat panggilan telfon dari maysa
"stefanie kenapa lo nggak sekolah?"tanya ninda dari ujung telfon.suara teriakan ninda membuat stefanie menjauhkan ponsel dari telinganya
"lama lama bisa budeg gue"gurutu stefanie"gue ada urusan ninda aninda"jawab nya,ninda selalu saja heboh
"nggak lah"jawab stefanie lagi
"udah dulu ya,guru udah datang"ucap ninda. telfon langsung di matikan
setelah itu stefanie berganti pakaian dengan pakaian biasa
malam harinya sitefanie tidak bisa tidur karna raka mengalami demam tinggi,gadis itu merawat dang suami di sepanjang malam.hingga pukul empat subuh stefanie baru bisa tertidur karna tubuh raka tidak terlalu panas lagi
keesokan harinya..
raka menatap stefanie yang sudah siap dengan seragam sekolah dan tas punggung miliknya
huam,,
sesekali stefanie menguap karna kurang tidur
"lucu banget kalau dipikir pikir"dalam hati raka
tanpa sadar raka tersenyum
ekhem "dehem stefanie..
__ADS_1
raka akhirnya tersadar kembali
kenapa kak raka senyum senyum gitu?" tanya stefanie dengan tatapan penuh curiga,tidak mungkin cowok muka datar itu tersenyum kalau nggak ada penyebabnya, pikir stefanie
"siapa juga yang rersenyum kamu salah lihat"raka membantah tuduhan stefanie
raka mengeluar kan dompet dari saku celananya,lalu mengeluarkan uang pecahan seratus ribu sebanyak sepuluh lembar
"ambil ini untuk uang saku,tidak mungkin kamu menggunakan kartu yang saya kasih hanya untuk membayar semangkuk bakso"ujar raka sambil mengacung kan uang kearah stefanie
stefanie langsung menyambar uang tersebut"makasih"ucapnya seraya memasukkan uang ke dalam saku
"pergi dulu ya kak, nanti kalau lapar pesan makanan online aja"stefanie mencium punggung tangan raka lalu pergi dengan perasaan senang karna mendapatkan uang saku sangat banyak
"dasar mata duitan"rutuk raka dalam hati
hacuh!
stefanie tiab tiba bersin
di tempat lain alan debora sedang menyantap sarapan bersama istri dan anak tirinya
"bagaimana keadaan stefanie?"tanya alan kepada rosa
raut wajah rosa berubah kesal"stefanie tinggal bersama teman prianya"jawab rosa,ia berharap alan akan membenci stefanie
ia mengetahui semua itu karna laporan dari orang suruhan yang sengaja ia perintahkan untuk mengawasi gerak gerik stefanie
deg,,
alan yang dikenal disiplinan dan sedikit kejam langsung terdiam,ia mengambil tisu lalu membersihkan mulutnya
alan beranjak dari tempat duduk nya,lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun
alan yang meninggal rosa begitu saja membuat rosa menggeram kesal
"aku akan membunuh anak itu,setelah itu baru kau akan meminta ku untuk nelahirkan pewaris dari rahimku ini"gumam rosa
api dendam rosa kian membara ketika alan mengatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak mau memiliki anak lagi, hal itu membuat rosa sangat marah karna rencana nya untuk menguasai seluruh harta milik keluarga debora akan gagal
"ma! minta uang"tiba tiba syanaz datang meminta uang
"apakah tidak ada kebisaan lain selain meminta uang syanaz! "teriak rosa marah
syanaz terkesiap,,
"mama kok ngebentak aku sih?"tanya syanaz dengan air mata berlinang
"kau tahu tidak kalau pria itu sedang mengunjungi anak nya"rosa melampiaskan kemarahannya kepada syanaz, anak dari pernikahan nya dengan mantan suami yang sengaja dia tinggal kan karna tidak sanggup hidup miskin
__ADS_1
"sudahlah ma! mama selalu saja memarahiku"syanaz marah lalu pergi masuk kedalam kamar nya
sementara itu dimas sedang bekerja seperti biasanya,meskipun rumah sakit itu milik sang kakak tapi dimas tidak permah memanfaatkannya untuk menindas para pekerja lainnya