Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 8:belajar merawat suami


__ADS_3

Keesokan harinya,,di tempat kos


saat sedang asik membaca novel online sambil menunggu maysa datang menjemput,tiba tiba pintu kamar kos stefanie di ketuk oleh seseorang


"bentar!"stefanie bergegas membuka kan pintu


"raka nya ada? "tanya bagas,sejak kemarin ia mencari raka


"nggak ada"jawab stefanie jujur


"ngapain nih orang nyari kak raka sampai kesini dan bukan kerumah nya?"stefanie sedikit heran


brum,,brum,,


suara moge memasuki pekarangan tempat kos"itu kak raka"tunjuk stefanie kearah raka yang baru saja sampai


raka sengaja memakai jaket hitam agar darah yang mengenai jaket nya tidak kelihatan, rasa sakit harus raka tahan agar tidak membuat siapapun curiga


bagas sudah curiga sejak awal,


wajah raka yang pucat karna menahan sakit membuat bagas sangat yakin bahwa raka sedang terluka


"untung saja di mobil selalu ter sedia kotak obat"dalam hati bagas


ia sudah biasa melihat raka terluka,bahkan sebelumnya raka pernah koma selama beberapa hari karna mengalami luka yang serius pada tubuhnya


sebenarnya dokter priabadi rakq belum mengizinkan raka untuk beraktivitas,tapi karena dia seorang raka pratama,tidak satupun orang dapat melarang apa yang ingin ia lakukan dan tidak ingin ia lakukan,jika ada yang berani melarangnya maka bersiap siaplah untuk menghadapi raka pratama pria dingin dan kejam itu


stefanie mengajak mereka berdua masuk kedalam tempat kos


"kak raka sakit? "tanya stefanie


tangan stefanie reflek menyentuh kening raka, stefanie fokus kearah objek didepan matanya


"wajah kakak pucat banget? "tanya stefanie khawatir


raka tidak bergeming karna menahan rasa sakit sangat lah tidak mudah untuk dilakukan


tangan raka langsung bergerak meraih tangan stefanie yang terus menempel di jidatnya


tanpa raka duga ternyata tangannya sudah berlumuran darah


deg,,


raka langsung menarik tangannya kembali,namun stefanie dengan cepat menggapai tangan raka


"kok berdarah"tanya stefanie saat melihat tangan raka berlumuran darah


raka hanya terdiam kaku melihat raut wajah stefanie yang tiba tiba berubah menjadi sedih

__ADS_1


bagas pergi keluar lalu kembali sambil membawa kotak obat di tangannya"buka"pinta bagas.bagas mengeluarkan perban, gunting dan alat lain nya


bagas membantu raka membuka jaket dan baju kaos yang dia kenakan


deg,,


stefanie tercengang melihat perban yang menutupi tubuh raka


Setelah mengganti perban pada luka raka bagas pamit untuk kembali kekantor,dikantor masih sangat banyak pekerjaan yang harus di selesaikan


#next time


raka akhirnya bisa tertidur setelah menahan sakit yang luar biasa akibat kekerasan kepalanya sendiri


stefanie membereskan bekas perban dan baju baju raka yang tergelak dilantai,kemudian ia memesan makanan melalui aplikasi,stefanie tidak pernah memasak di tempat kos,dia biasanya membeli nasi bungkus atau mie instan karna hanya ada teko listrik dan beberapa piring,gelas dan sendok di tempat kos nya


hari ini stefanie terpaksa libur sekolah untuk merawat raka,walaupun tidak ada perasaan cinta tapi stefanie tetap tidak tega membiarkan raka begitu saja, terlebih lagi raka pernah menyelamatkan nyawa nya


derrt,,


ponsel stefanie bergetar


"maysa?"stefanie langsung mengangkat panggilan telfon dari maysa


"stefanie kenapa lo nggak sekolah?"tanya ninda dari ujung telfon.suara teriakan ninda membuat stefanie menjauhkan ponsel dari telinganya


"lama lama bisa budeg gue"gurutu stefanie"gue ada urusan ninda aninda"jawab nya,ninda selalu saja heboh


"nggak lah"jawab stefanie lagi


"udah dulu ya,guru udah datang"ucap ninda. telfon langsung di matikan


setelah itu stefanie berganti pakaian dengan pakaian biasa


malam harinya sitefanie tidak bisa tidur karna raka mengalami demam tinggi,gadis itu merawat dang suami di sepanjang malam.hingga pukul empat subuh stefanie baru bisa tertidur karna tubuh raka tidak terlalu panas lagi


keesokan harinya..


raka menatap stefanie yang sudah siap dengan seragam sekolah dan tas punggung miliknya


huam,,


sesekali stefanie menguap karna kurang tidur


"lucu banget kalau dipikir pikir"dalam hati raka


tanpa sadar raka tersenyum


ekhem "dehem stefanie..

__ADS_1


raka akhirnya tersadar kembali


kenapa kak raka senyum senyum gitu?" tanya stefanie dengan tatapan penuh curiga,tidak mungkin cowok muka datar itu tersenyum kalau nggak ada penyebabnya, pikir stefanie


"siapa juga yang rersenyum kamu salah lihat"raka membantah tuduhan stefanie


raka mengeluar kan dompet dari saku celananya,lalu mengeluarkan uang pecahan seratus ribu sebanyak sepuluh lembar


"ambil ini untuk uang saku,tidak mungkin kamu menggunakan kartu yang saya kasih hanya untuk membayar semangkuk bakso"ujar raka sambil mengacung kan uang kearah stefanie


stefanie langsung menyambar uang tersebut"makasih"ucapnya seraya memasukkan uang ke dalam saku


"pergi dulu ya kak, nanti kalau lapar pesan makanan online aja"stefanie mencium punggung tangan raka lalu pergi dengan perasaan senang karna mendapatkan uang saku sangat banyak


"dasar mata duitan"rutuk raka dalam hati


hacuh!


stefanie tiab tiba bersin


di tempat lain alan debora sedang menyantap sarapan bersama istri dan anak tirinya


"bagaimana keadaan stefanie?"tanya alan kepada rosa


raut wajah rosa berubah kesal"stefanie tinggal bersama teman prianya"jawab rosa,ia berharap alan akan membenci stefanie


ia mengetahui semua itu karna laporan dari orang suruhan yang sengaja ia perintahkan untuk mengawasi gerak gerik stefanie


deg,,


alan yang dikenal disiplinan dan sedikit kejam langsung terdiam,ia mengambil tisu lalu membersihkan mulutnya


alan beranjak dari tempat duduk nya,lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun


alan yang meninggal rosa begitu saja membuat rosa menggeram kesal


"aku akan membunuh anak itu,setelah itu baru kau akan meminta ku untuk nelahirkan pewaris dari rahimku ini"gumam rosa


api dendam rosa kian membara ketika alan mengatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak mau memiliki anak lagi, hal itu membuat rosa sangat marah karna rencana nya untuk menguasai seluruh harta milik keluarga debora akan gagal


"ma! minta uang"tiba tiba syanaz datang meminta uang


"apakah tidak ada kebisaan lain selain meminta uang syanaz! "teriak rosa marah


syanaz terkesiap,,


"mama kok ngebentak aku sih?"tanya syanaz dengan air mata berlinang


"kau tahu tidak kalau pria itu sedang mengunjungi anak nya"rosa melampiaskan kemarahannya kepada syanaz, anak dari pernikahan nya dengan mantan suami yang sengaja dia tinggal kan karna tidak sanggup hidup miskin

__ADS_1


"sudahlah ma! mama selalu saja memarahiku"syanaz marah lalu pergi masuk kedalam kamar nya


sementara itu dimas sedang bekerja seperti biasanya,meskipun rumah sakit itu milik sang kakak tapi dimas tidak permah memanfaatkannya untuk menindas para pekerja lainnya


__ADS_2