
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
"bawa kerumah sakit aja!"ucap rafa pada akhirnya
"tidak perlu"tolak raka sambil menahan sakit"se sebentar lagi bagas akan datang"ucap nya
Stefanie melepas pelukannya lalu menarik raka agar bersandar pada nya"hiks trus ini gimana?"tanya stefanie,tangis nya kembali pecah saat melihat darah sudah menggenangi lantai berwarna putih
"tidak apa apa,aku hanya perlu menunggu bagas kembali"sahut raka
tak lama kemudian bagas datang sambil membawa beberapa minuman dingin dan kain kasa,kemudian dia pergi ke ruang kerja raka untuk mengambil kotak obat
"berbaring"ucap bagas
Raka pun berbaring
"tahan"ucap bagas lagi
Tanpa obat bius,raka hanya mengambil peluru menggunakan peralatan medis
"aarrgghh!!"raka menahan sakit
"hiks tenang kak"stefanie mengelus pipi raka agar rasa sakit nya dapat teralihkan
raka mengangguk kepala"cepat bagas! kenapa lama sekali!"gerutu nya
"sabar,ini sangat susah"jawab bagas
"huh! Lama lama kamu akan membuat ku mati karna kesakitan!"rutuk raka
"jangan ngomong yang aneh aneh!"ucap stefanie marah
"duh apa yang bisa bikin kak raka teralihkan?"stefanie mencari ide agar raka tidak terlalu merasakan sakit
maysa dan yang lainnya hanya melihat saja,mereka tidak bisa membantu apa apa
"ah! Cepat bagas!!"teriak raka
"ini saya sedang menjahitnya!"jawab bagas
"cup!"
Stefanie mencium bibir raka sekilas
Hal itu berhasil membuat raka melongo
andra dan yang lainnya kembali di buat terkejut
andra dan rafa menahan rasa cemburu melihat nya
"sudah"ucap bagas
"akhirnya"gumam raka
Raka mendekatkan bibirnya ke ke telinga stefanie "sepertinya istri ku sudah tidak tahan lagi ya"bisiknya dengan lembut
Tengkuk stefanie langsung meremang mendengarnya"mampus gue"rutuk nya
"berani beraninya lo ngebangunin singa yang lagi tidur stef stef"dalam hati stefanie
"gas antarkan mereka pulang,akan sangat berbahaya kalau para penjahat itu datang lagi dan mereka masih berada disini"raka menyuruh bagas mengantar maysa dkk pulang
"kalian tidak perlu khawatir tentang keselamatan stefanie,saya akan mempertaruhkan nyawa saya untuk melindunginya"jelas raka
"em,gue pulang dulu ya stef"ucap ninda
"semangat stef!"bisik maysa
stefanie mengerutkan dahinya"maksud nya?"tanya stefanie bingung
"lo tadi nyium kak raka,setelah ini siap siap aja,dia pasti mau ngajak berc***k tanam"jawab maysa
__ADS_1
"kalian berdua kenapa bisik bisik sih,kan gue mau dengar juga"gerutu ninda
"dasar!"gerutu stefanie
"tu kan gue nggak di tanggapin"ninda akhirnya merajuk
"ish lo kok suka banget ngambek si nin!"gerutu maysa
setelah mereka pergi stefanie membantu raka pergi kekamar
"ada apa dengan nya? kesannya malah seperti dia sengaja menghindar dari ku"gumam raka
"kenapa?"tanya raka
"em nggak ada"jawab stefanie
Stefanie naik ketempat tidur dan langsung berbaring
Keesokan harinya...
Stefanie pergi bersekolah seperti biasanya
Maysa dan yang lain berlari menghampiri stefanie
"stef nggak ada penyerangan lagi kan semalam?"tanya maysa
"nggak"jawab stefanie singkat
"gara gara lo sih gue jadi parnoan"gerutu stefanie
"emang nya maysa bilang apa sama lo?"tanya nando
"persoalan perempuan"bukan stefanie yang menjawab nya
"gue kan nanya sama stefanie bukan nanya sama lo may"gerutu nando
"ada nayla"ucap rafa
sementara itu ditempat lain raka menyuruh anak buah nya mencari dan menghabisi para penjahat yang menyerang nya
"aku tidak akan mengampuni kalian"geram raka
setelah itu raka langsung pergi ke rumah sakit miliknya
"bang!"sapa dimas
Dimas pura pura tidak tahu kalau stefanie adalah istri raka
"bang siapa orang yang ada di tempat abang kemarin?"tanya dimas
"itu"raka bingung bagaimana caranya memberitahu dimas tentang hubungannya dengan stefanie
"salah satu dari mereka ada kakak ipar kamu"jelas raka
Tangan dimas terkepal dibalik blezer yang dipakainya
"kakak ipar?"tanya dimas lagi
"ya,aku menikahinya hampir setahun yang lalu"jawab raka
mata dimas memerah,kemudian dia langsung memeluk raka" aku ucap kan selamat ya bang"ucap dimas
Tanpa raka ketahui dimas menangis karna orang yang disukai ternyata sudah menjadi kakak iparnya
"siapa namanya?"tanya dimas lagi
"stefanie"jawab raka
Dimas menahan tangis setelah mendengarnya
kemudian dimas melepas pelukan nya"aku mau cek pasien dulu"kata dimas sambil menepuk bahu raka lalu pergi
"kenapa hari ini sikap nya sangat aneh?"tanya raka dalam hati
__ADS_1
Dimas langsung keruangannya dan mengunci pintu
"kenapa harus dia?"tanya nya
*buk
Buk*
Dimas memukul dinding berkali kali
"stefanie kenapa kamu nggak bilang kalau kamu sudah nikah?!!"teriak dimas,dirinya merasa sangat frustasi
disisi lain andra terus mencoba mengambil hati stefanie dan hal itu membuat nayla sangat cemburu dan marah
"dasar murahan!"umpatnya dalam hati
"beaok kita ke mall yuk"ajak nayla
maysa sangat mendengarnya
"apa lo lupa kalau besok kita ada kegiatan bareng siswa lain nya?"tanya maysa balik
"oh iya gue lupa"jawab nayla
"sial!"umpatnya dalam hati
malam nya stefanie tidur sendirian karna raka tidak pulang
hingga esok hari raka belum juga pulang kerumah
"padahal gue kan mau minta izin"gerutu stefanie
"pergi aja deh"stefanie langsung pergi karna hari sudah siang
disini mereka sekarang
"ini sih kayak camping pak!"ucap rafa
"memang iya"jawa guru olahraga mereka yang baru
"berhubungan besok tanggal merah,kita akan pulang besok sore"ujar pak setyo
"gawat nih,mana gue nggak minta izin sama kak raka"rutuk stefanie
"yes ada waktu untuk PDKT sama stefanie"gumam andra,meskipun mulai meragukan stefanie tapi andra tetap berusaha untuk berpikir positif
"ck mana nggak ada sinyal"gerutu maysa
maysa juga belum memberitahu bagas tentang kepergiannya
"gue sebenarnya sudah curiga kenapa pak setyo nyuruh kita bawa tenda camping,baju dan makan cepat saji"ucap nando
"kenapa lo nggak ngomong dari kmarin!,jadi kita nggak perlu datang tadi"omel ninda
"ya maaf"ucap nando
"ck"ninda berdecak kesal
"dia mau main main dengan ku!!"teriak raka murka
"bagas cepat siapkan perlengkapan!,kita harus menemukan stefanie sebelum bedebah itu berhasil dengan rencananya"teriak raka
Dirinya sudah tidak sabar ingin menghabisi orang yang ingin menyakiti istri tercintanya
ternyata setyo adalah orang yang dibayar oleh rosa agar membawa stefanie kehutan dan stefanie tidak mengetahuinya
"pak kenapa harus di tempat yang nggak ada sinyal sih?!"protes siswa lainnya
"agar kalian tidak main ponsel terus"jawab sentyo
"maaf kan saya anak anak,seperti nya hari ini beberapa orang dari kalian akan kehilangan nyawa disini"dalam hati setyo
Disisi lain raka dan bagas terus mencari keberadaan stefanie
__ADS_1