Stefanie Untuk Raka

Stefanie Untuk Raka
bab 25


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


Rosa mengangkat tangannya ingin menampar stefanie namun ditahan oleh maysa


"anda jangan berani berani kasar sama sahabat saya"ucap maysa sambil mencengkram tangan rosa


"lepas!! dasar anak ingusan"ucap rosa murka


"kalian "geram rosa


" apakah alan debora mengetahui apa yang anda lakukan disini? "tanya raka


rosa mengepal tangannya, ia pergi begitu saja meninggalkan stefanie dkk


"awasi mereka dan ikuti mereka,begitu sampai dijalan sepi hab*si mereka dan bawa ****** itu hidup hidup"perintah rosa


"baik bos"ucap anak buahnya


stefanie dkk kembali melanjutkan aktifitas belanja mereka


beberapa jam kemudian mereka selesai belanja dan makan


"kita ke tempat wisata yang ada di ujung kota mau nggak??"ajak ninda


"ayo,sekarang masih jam 4 juga"ucap ninda setuju


"jam 4?"maysa seperti mengingat sesuatu


Derrttt..


ponsel maysa berbunyi


"halo"ucap maysa


"maysa lo dimana?"tanya arif di seberang telfon


deg,,


"astaga maafin gue rif,karna keasikan belanja gue lupa sama lo"sahut maysa


"gue sekarang di pintu keluar mall lo kesini aja"ucap maysa


"loe mau kan stef??"tanya ninda


stefanie melihat kearah raka


raka mengangguk tanda mengiyakan


"ok gue mau"jawab stefanie


"kalian??"tanya ninda kepada andra rafa nando dan naira


"gue mau"ucap andra


"gue juga


"gue juga


"gue juga mau


"ucap yang lainnya


tak lama kemudian arif datang"may!!"sapa nya


"oh iya kenalin ini teman gue nama nya arif"ucap maysa


mereka langsung berkenalan satu sama lain


"teman?"tanya bagas dalam hati,sepertinya bagas tidak menyukai arif


"oh iya,rif ikut kita aja"ajak maysa


"kemana?"tanya arif


"tempat wisata,motor lo tinggal aja,lo naik mobil bareng kami"ajak maysa


"boleh juga"sahut arif


"ayo kita berangkat"seru ninda


Awalnya perjalanan mereka tidak ada yang janggal hingga mereka melihat beberapa mobil mengikuti mereka


stefanie sangat ketakutan melihat mobil mobil yang mengikuti mereka

__ADS_1


ketujuh mobil yang dikendarai oleh mereka terpaksa berhenti karna ada beberapa mobil dengan sengaja menutupi jalan didepan


"keluar!!!"teriak para brandal yang ternyata adalah anak buah rosa


 "mereka hanya berjumlah 10 orang tapi setiap dari mereka membawa senjata tajam dan senjata api"batin raka


semua orang keluar dari dalam mobil masing masing


"di dia kan anak buah nyokap nya stefanie"ucap ninda pelan


arif di buat kebingungan


"apa mau kalian??"bentak andra


"saya mau menghabisi nyawa kalian,karna wanita itu"tunjuk salah satu dari mereka kearah stefanie


"kalau kalian mau menghabisi saya silahkan aja,tapi jangan kalian apa apakan sahabat sahabat saya"pinta stefanie sambil menangis


stefanie gemetar ketakutan melihat tiga penjahat mendekatinya


raka langsung menggenggam erat tangan stefanie


sementara yang lainnya menodongkan senjata api kearah maysa dan yang lainnya


sebelum keluar dari dalam mobil raka menyelipkan beberapa barang dibelakang jaketnya dan mengirim pesan ke anak buahnya


"ulur waktu"bisik raka ketelinga stefanie


maysa langsung bersembunyi di belakang bagas"kak aku takut"cicitnya


"tenang saja,tidak akan terjadi sesuatu"sahut bagas


"saat saya berteriak nanti,kamu harus menunduk"bisik raka lagi


stefanie langsung mengangguk tanda mengerti dengan apa yang dikatakan oleh raka


"apa yang kalian mau dari gue??"tanya stefanie


"kami menginginkan nyawa kamu,kalau kami berhasil menghabisi nyawa kamu maka wanita itu akan membayar sangat mahal"jawabnya


GLEK!!!


stefanie susah payah menelan ludahnya saat mendengar perkataan penjahat tersebut


sementara tangan raka terus mengotak ngatik sesuatu dibelakang tubuhnya


para penjahat itu hanya diam saja


mereka tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan yang diajukan stefanie


"sekarang!!!!!"teriak raka


"nunduk!!"teriak stefanie sambil menunduk


dor dor dor


raka menembak para penjahat tersebut..


tidak ada peluru yang salah sasaran


semua peluruh tepat sasaran


mobil berwarna hitam berhenti tepat disamping stefanie


ceklek pintu terbuka


"menunduk"teriak morgan pada stefanie dan yang lainnya


morgan mengokang senjata api laras panjang dan langsung menembak para penjahat tersebut..


semua penjahat sudah ambruk keaspal


raka langsung menyerahkan senjata kepada bagas"lain kali bawa senjata"ucapnya


"ya maaf"sahut bagas


stefanie langsung berlari kearah raka


raka melihat salah satu dari penjahat yang terbaring tersebut mengarahkan pistol kearah stefanie


awas!!!!!"teriak raka sambil berlari kearah stefanie


dor,,dor, !! dua kali tembakan melesat


raka dan bagas langsung berlari menghadang peluru,raka langsung memeluk stefanie dan berputar beberapa kali

__ADS_1


bagas langsung menghujani penjahat yang menembak tadi dengan puluhan peluruh


hening....


tidak ada yang bergerak diantara keduanya


raka tersenyum melihat stefanie


kemudian raka memeluknya sangat erat


"kak kak raka"panggil stefanie


semua orang langsung berlari mendekat untuk melihat keadaan raka


"raka lo nggak papa??"tanya bagas khawatir


"nggak"jawab raka sambil tersenyum paksa


"terus siapa yang tertembak??"tanya maysa panik


"lo stef??"tanya ninda sambil memeriksa bagian belakang stefanie


"gu gue nggak ketembak"jawab stefanie sambil terus mencoba menahan tubuh raka


"stef lo nggak papa kan??"tanya andra khawatir


stefanie hanya menggeleng


"kak raka"panggil stefanie


"hem"sahut raka


raka kemudian melepas pelukannya


"lo beneran nggak papa??"tanya bagas curiga


raka hanya menanggapi bagas dengan senyuman


saat raka melangkah ingin mengambil kunci mobilnya yang terjatuh karna aksi tembak menembak tadi tiba tiba darah segar menetes dari lengan kirinya


"woy lo memang iblis rak!!!"teriakan bagas membuat semua orang menoleh kearahnya


"ada apa??"tanya stefanie


"tanya saja sama dokter gil* itu"tunjuk bagas kearah raka


stefanie melihat ada darah mengalir di tangan raka


"kak raka terluka??"tanya stefanie


"nggak"jawab raka


"loe memang iblis,jangan jangan lo iblis yang berwujud manusia "ucap bagas kesal


"kak bagas kok ngomongnya gitu"ucap stefanie marah


wajah raka kian lama kian memucat karna menahan sakit


raka memegang pundaknya yang tertembak,kemudian langsung terduduk menahan sakit


jangan heran kenapa yang lain tidak mengetahui kalau raka tertembak,karna raka memakai baju warna hitam jadi darah yang keluar tidak terlihat


"akhirnya lo nyerah juga"ucap bagas


"diam!!!"bentak raka


bagas langsung terdiam saat mendengar suara bariton milik raka menggema


"kak raka nggak papa??"tanya stefanie sambil membantu raka berdiri


stefanie tanpa sengaja memegang pundak raka yang tertembak


stefanie mengangkat tangannya dan melihat darah berlumuran ditangannya


"da darah"ucap stefanie gemetar


maysa dan yang lainnya terkejut bukan main saat melihat tangan stefanie berlumuran darah


"di dia tertembak,tapi kenapa dia bisa menyembunyikan itu dari kita"ucap rafa


andra terpaku melihat raka


"kalau gue diposisi dia mungkin gue sudah terbaring dirumah sakit"batin andra


stefanie memeriksa luka di tubh raka"satu tembakan"ucapnya

__ADS_1


"bukannya tadi suara tembakan nya dua kali? apa satu nya meleset atau.."tanya ninda


maysa langsung menatap bagas


__ADS_2