
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Rosa mengangkat tangannya ingin menampar stefanie namun ditahan oleh maysa
"anda jangan berani berani kasar sama sahabat saya"ucap maysa sambil mencengkram tangan rosa
"lepas!! dasar anak ingusan"ucap rosa murka
"kalian "geram rosa
" apakah alan debora mengetahui apa yang anda lakukan disini? "tanya raka
rosa mengepal tangannya, ia pergi begitu saja meninggalkan stefanie dkk
"awasi mereka dan ikuti mereka,begitu sampai dijalan sepi hab*si mereka dan bawa ****** itu hidup hidup"perintah rosa
"baik bos"ucap anak buahnya
stefanie dkk kembali melanjutkan aktifitas belanja mereka
beberapa jam kemudian mereka selesai belanja dan makan
"kita ke tempat wisata yang ada di ujung kota mau nggak??"ajak ninda
"ayo,sekarang masih jam 4 juga"ucap ninda setuju
"jam 4?"maysa seperti mengingat sesuatu
Derrttt..
ponsel maysa berbunyi
"halo"ucap maysa
"maysa lo dimana?"tanya arif di seberang telfon
deg,,
"astaga maafin gue rif,karna keasikan belanja gue lupa sama lo"sahut maysa
"gue sekarang di pintu keluar mall lo kesini aja"ucap maysa
"loe mau kan stef??"tanya ninda
stefanie melihat kearah raka
raka mengangguk tanda mengiyakan
"ok gue mau"jawab stefanie
"kalian??"tanya ninda kepada andra rafa nando dan naira
"gue mau"ucap andra
"gue juga
"gue juga
"gue juga mau
"ucap yang lainnya
tak lama kemudian arif datang"may!!"sapa nya
"oh iya kenalin ini teman gue nama nya arif"ucap maysa
mereka langsung berkenalan satu sama lain
"teman?"tanya bagas dalam hati,sepertinya bagas tidak menyukai arif
"oh iya,rif ikut kita aja"ajak maysa
"kemana?"tanya arif
"tempat wisata,motor lo tinggal aja,lo naik mobil bareng kami"ajak maysa
"boleh juga"sahut arif
"ayo kita berangkat"seru ninda
Awalnya perjalanan mereka tidak ada yang janggal hingga mereka melihat beberapa mobil mengikuti mereka
stefanie sangat ketakutan melihat mobil mobil yang mengikuti mereka
__ADS_1
ketujuh mobil yang dikendarai oleh mereka terpaksa berhenti karna ada beberapa mobil dengan sengaja menutupi jalan didepan
"keluar!!!"teriak para brandal yang ternyata adalah anak buah rosa
"mereka hanya berjumlah 10 orang tapi setiap dari mereka membawa senjata tajam dan senjata api"batin raka
semua orang keluar dari dalam mobil masing masing
"di dia kan anak buah nyokap nya stefanie"ucap ninda pelan
arif di buat kebingungan
"apa mau kalian??"bentak andra
"saya mau menghabisi nyawa kalian,karna wanita itu"tunjuk salah satu dari mereka kearah stefanie
"kalau kalian mau menghabisi saya silahkan aja,tapi jangan kalian apa apakan sahabat sahabat saya"pinta stefanie sambil menangis
stefanie gemetar ketakutan melihat tiga penjahat mendekatinya
raka langsung menggenggam erat tangan stefanie
sementara yang lainnya menodongkan senjata api kearah maysa dan yang lainnya
sebelum keluar dari dalam mobil raka menyelipkan beberapa barang dibelakang jaketnya dan mengirim pesan ke anak buahnya
"ulur waktu"bisik raka ketelinga stefanie
maysa langsung bersembunyi di belakang bagas"kak aku takut"cicitnya
"tenang saja,tidak akan terjadi sesuatu"sahut bagas
"saat saya berteriak nanti,kamu harus menunduk"bisik raka lagi
stefanie langsung mengangguk tanda mengerti dengan apa yang dikatakan oleh raka
"apa yang kalian mau dari gue??"tanya stefanie
"kami menginginkan nyawa kamu,kalau kami berhasil menghabisi nyawa kamu maka wanita itu akan membayar sangat mahal"jawabnya
GLEK!!!
stefanie susah payah menelan ludahnya saat mendengar perkataan penjahat tersebut
sementara tangan raka terus mengotak ngatik sesuatu dibelakang tubuhnya
para penjahat itu hanya diam saja
mereka tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan yang diajukan stefanie
"sekarang!!!!!"teriak raka
"nunduk!!"teriak stefanie sambil menunduk
dor dor dor
raka menembak para penjahat tersebut..
tidak ada peluru yang salah sasaran
semua peluruh tepat sasaran
mobil berwarna hitam berhenti tepat disamping stefanie
ceklek pintu terbuka
"menunduk"teriak morgan pada stefanie dan yang lainnya
morgan mengokang senjata api laras panjang dan langsung menembak para penjahat tersebut..
semua penjahat sudah ambruk keaspal
raka langsung menyerahkan senjata kepada bagas"lain kali bawa senjata"ucapnya
"ya maaf"sahut bagas
stefanie langsung berlari kearah raka
raka melihat salah satu dari penjahat yang terbaring tersebut mengarahkan pistol kearah stefanie
awas!!!!!"teriak raka sambil berlari kearah stefanie
dor,,dor, !! dua kali tembakan melesat
raka dan bagas langsung berlari menghadang peluru,raka langsung memeluk stefanie dan berputar beberapa kali
__ADS_1
bagas langsung menghujani penjahat yang menembak tadi dengan puluhan peluruh
hening....
tidak ada yang bergerak diantara keduanya
raka tersenyum melihat stefanie
kemudian raka memeluknya sangat erat
"kak kak raka"panggil stefanie
semua orang langsung berlari mendekat untuk melihat keadaan raka
"raka lo nggak papa??"tanya bagas khawatir
"nggak"jawab raka sambil tersenyum paksa
"terus siapa yang tertembak??"tanya maysa panik
"lo stef??"tanya ninda sambil memeriksa bagian belakang stefanie
"gu gue nggak ketembak"jawab stefanie sambil terus mencoba menahan tubuh raka
"stef lo nggak papa kan??"tanya andra khawatir
stefanie hanya menggeleng
"kak raka"panggil stefanie
"hem"sahut raka
raka kemudian melepas pelukannya
"lo beneran nggak papa??"tanya bagas curiga
raka hanya menanggapi bagas dengan senyuman
saat raka melangkah ingin mengambil kunci mobilnya yang terjatuh karna aksi tembak menembak tadi tiba tiba darah segar menetes dari lengan kirinya
"woy lo memang iblis rak!!!"teriakan bagas membuat semua orang menoleh kearahnya
"ada apa??"tanya stefanie
"tanya saja sama dokter gil* itu"tunjuk bagas kearah raka
stefanie melihat ada darah mengalir di tangan raka
"kak raka terluka??"tanya stefanie
"nggak"jawab raka
"loe memang iblis,jangan jangan lo iblis yang berwujud manusia "ucap bagas kesal
"kak bagas kok ngomongnya gitu"ucap stefanie marah
wajah raka kian lama kian memucat karna menahan sakit
raka memegang pundaknya yang tertembak,kemudian langsung terduduk menahan sakit
jangan heran kenapa yang lain tidak mengetahui kalau raka tertembak,karna raka memakai baju warna hitam jadi darah yang keluar tidak terlihat
"akhirnya lo nyerah juga"ucap bagas
"diam!!!"bentak raka
bagas langsung terdiam saat mendengar suara bariton milik raka menggema
"kak raka nggak papa??"tanya stefanie sambil membantu raka berdiri
stefanie tanpa sengaja memegang pundak raka yang tertembak
stefanie mengangkat tangannya dan melihat darah berlumuran ditangannya
"da darah"ucap stefanie gemetar
maysa dan yang lainnya terkejut bukan main saat melihat tangan stefanie berlumuran darah
"di dia tertembak,tapi kenapa dia bisa menyembunyikan itu dari kita"ucap rafa
andra terpaku melihat raka
"kalau gue diposisi dia mungkin gue sudah terbaring dirumah sakit"batin andra
stefanie memeriksa luka di tubh raka"satu tembakan"ucapnya
__ADS_1
"bukannya tadi suara tembakan nya dua kali? apa satu nya meleset atau.."tanya ninda
maysa langsung menatap bagas