
Song Ya Ran kesulitan memejamkan kedua matanya malam ini. Untuk menenangkan hatinya, gadis itu berjalan mondar-mandir di depan rumahnya.
Udara dingin membelai rambut panjangnya, sesekali Ya Ran tampak memejamkan kedua matanya dan berusaha menyatu dengan suasana.
"Haruskah aku bermeditasi malam ini?" gumamnya seperti menemukan sebuah ide.
Bagaimana tidak, jantung Ya Ran masih berdegup kencang jika mengingat kejadian sore tadi di rumah keluarga Lin. Atas bantuan para pegawai keluarga Lin lah, Ya Ran bisa terbebas dari kejaran pengawal Nyonya Lin.
Kejadian mendebarkan bukan tanpa alasan, selain Ya Ran dicurigai sebagai seorang pencuri yang masuk ke kamar Bai Qin, Ya Ran juga sempat mencuri dengar seorang yang Ya Ran tahu sebagai salah satu keluarga Bai Qin berbicara dengan seorang pria asing.
Lin Peng Xuan, saudara sepupu Bai Qin dan juga merupakan keponakan Lao Lin tampak memberikan sekantong besar yang berisi tael kepada pria bertopeng.
Dan yang membuat hati Ya Ran begitu sakit adalah Lin Peng Xuan mengatakan jika tugas pria bertopeng itu telah usai setelah membunuh Bai Qin.
"Jadi selama ini Bai Qin hidup dalam kesusahan, pantas saja pria itu begitu tenang dalam menghadapi masalah."
Rupanya sejak kecil Bai Qin telah berusaha untuk tetap menjaga nama keluarga Lin. Tetapi siapa sangka jika jauh di dalam keluarga Lin terhadap orang yang tidak suka dengan Lin Pei dan putranya Lin Bai Qin.
Tanpa disadari oleh Ya Ran, Bai Qin terus memperhatikan sang istri dari kejauhan. Bahkan tepat pada hari di mana Ya Ran kembali lagi ke dunia manusia, Bai Qin terus mengawal Song Ya Ran. Tak terkecuali ketika Ya Ran dikejar pengawal Nyonya Song. Bai Qin yang kala itu mengubah penampilannya sebagai pelayan meminta bantuan teman pelayanan lainnya untuk mengecoh penjaga rumah.
__ADS_1
"Apa yang membuatmu tampak murung, Ran er?"
Sepertinya Ya Ran mendengar sayup-sayup suara yang memanggil namanya. Sontak saja wanita berambut panjang itu menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sumber suara yang memanggil namanya.
Dari jauh Ya Ran bisa melihat seorang pria dengan wajah pucat namun tak menyurutkan aura bijaksananya sedang melihatnya dengan intens.
"Bai Qin?" tanyanya tanpa rasa takut sedikitpun, tidak seperti ketika ia pertama kali didatangi oleh Bai Qin.
"Kenapa? Kulihat kau tak bersemangat," Bai Qin berjalan mendekati Ya Ran guna menyingkirkan pikiran buruk yang bersarang di benaknya.
"Harusnya aku tahu, harusnya aku bisa melindungimu." Song Ya Ran tak kuasa menahan tangis setelah wajah Bai Qin semakin dekat dengannya.
"Ada apa? Katakan saja padaku! Apa yang membuatmu seperti ini, Ran er?"
"Sudahlah, jangan terlalu membenci mereka. Bukankah aku sudah mengatakan agar kau bahagia setelah kembali pulang, Ran er?"
"Bagaimana aku bisa berbahagia jika kau seperti ini?" Ya Ran menyalahkan dirinya yang telah egois dengan memilih pulang daripada tetap tinggal di dunia arwah.
"Relakan saja, kita hidup hanya menjalani dan membayar karma. Aku sudah menerima."
__ADS_1
Tentu saja Ya Ran keberatan dengan sikap Bai Qin. Ia tidak rela jika harus diam dan menerima ketidakadilan ini.
"Tidak Bai Qin, aku harus membayar semua uang telah mereka lakukan padamu! jika bukan karena mereka membunuhmu, kita pasti akan bersama."
Benarkah apa yang dikatakan oleh Ya Ran? Jika Bai Qin tidak dibunuh, apakah Bai Qin dan Ya Ran bisa bersama? Semua itu hanya nasib saja yang bisa mengetahui.
Bai Qin meminta Ya Ran untuk tidak melakukan hal yang bisa membahayakan dirinya. "Kenapa harus takut? Bukankah kau berjanji akan selalu membantu?"
Bai Qin memang telah mengucap sebuah janji jika ia akan selalu berada di samping Ya Ran jika sang istri berada dalam bahaya.
"Jadi aku tidak perlu takut lagi, bukan?'
Bai Qin memang selalu bisa diandalkan dalam setiap hal, oleh karena itulah Ya Ran bisa tenang jika Bai Qin terus bersamanya.
Dan meski Bai telah melarangnya untuk kembali berurusan dengan keluarga Lin, Ya Ran tetap ngotot ingin kembali mencari perhitungan dengan keluarga dari sang suami.
**
Pagi buta, Ya Ran telah bersiap dengan penampilan yang berbeda dari gaya berpakaiannya selama ini. Istri mendiang Bai Qin itu ingin mencari informasi tentang siapa sebenarnya Lin Peng Xuan.
__ADS_1
Ya Ran datang ke rumah Peng Xuan dengan cara mengendap-endap agar tidak terlihat oleh penjaga rumah keluarga Lin. Selain itu, Ya Ran juga bisa bersiap jika sesuatu terjadi padanya. Dengan datang secara misterius seperti ini, tentu saja Song Ya Ran sangat diuntungkan. Apalagi kini ia tidak memiliki teman lagi seperti di alam arwah.
Terkadang, Song Ya Ran juga merindukan Xiao Lan. Bagaimanapun juga gadis berwajah pucat itu sering membantu Ya Ran selama tinggal di alam arwah.