Suami Hantuku

Suami Hantuku
Legenda Phoenix Api


__ADS_3

Dengan wajah menahan marah, Ya Ran maju selangkah ke depan. Hatinya benar-benar dikuasai oleh emosi hingga tidak tertahankan. Hingga Ya Ran meminta Lu Ming dan Mo Lan untuk meninggalkannya melawan Li Tei.


"Apa kau akan berduel dengannya, Kak?" Mo Lan protes kepadanya. Dia yang telah menerima tugas dari Yang Mulia untuk menjaga kakak iparnya.


Namun, Ya Ran tetap bersikukuh melarang Mo Lan menemaninya. "Bantulah Baginda! Yang Mulia memerlukan bantuan kalian."


Benar seperti yang Ya Ran katakan, Yang Mulia Bai Qin memerlukan bantuan mereka untuk menghabisi seluruh pasukan Iblis yang menghadang langkahnya.


Bai Qin muak karena jumlah mereka tidak terbatas hingga harus mengeluarkan Renjie dari tempatnya.


Renjie menari di tengah kerumunan Iblis yang menyerang Bai Qin. Cukup mudah bagi Dewa itu untuk menghabisi nyawa ratusan Iblis. Darah klan Iblis membanjiri lembah Kunlun.


Tiba-tiba, serangan dari Renjie ditangkis oleh sebuah senjata bermata empat. Pedang Bai Qin itu terjatuh oleh tubrukan senjata itu.


Bai Qin cukup tahu siapa pemilik bilah bermata empat yang menangkis serangannya. "Azura?" umpat Bai Qin.


"Kenapa? Kau merindukan aku?"


Azura adalah penguasa alam Iblis, dia bermukim di Gunung Kunlun ini. Selama ini, Klan Iblis telah tunduk dengan Kerajaan Langit ketika Bai Qin mampu mengalahkan Azura, Raja mereka. Namun, kini Sang Raja dari Klan Iblis itu keluar dari singgasananya untuk menuntut balas atas dendam yang selama ini dia simpan rapat.


"Cuih, kau pikir kau siapa?" sindir Bai Qin.


Namun, air muka Bai Qin berubah keruh karena melihat kehadiran Mo Lan dan juga Lu Ming menuju ke arahnya untuk memukul mundur pasukan Yang Iblis.


"Apa yang kau lakukan, Mo Lan? Di mana Ya Ran?" Bai Qin mendatangi adik angkatnya itu dengan wajah tersulut emosi.

__ADS_1


Dia yakin jika Ya Ran tidak kenapa-kenapa, buktinya tidak ada tanda kritis pada segel di pergelangan tangannya. Dan Mo Lan juga berucap, "Kakak ipar ingin membalas dendamnya," Bai Qin paham maksud adik angkatnya itu. "Dia sudah tahu yang sebenarnya?"


Kenyataan bahwa Li Tei lah dalang di balik penculikan serta pembunuhan ayah Ya Ran sudah diketahui oleh Song Ya Ran sendiri. Sehingga, Bai Qin semakin mengkhawatirkan keadaan Ya Ran, karena yang dihadapi oleh wanita itu adalah Dewa dengan kultivasi tingkat tinggi seperti Bai Qin juga.


Untung saja, Fu Tong dan Yu Tong bisa menahan serangan dari Azura. Sehingga Bai Qin bisa membagi energinya menjadi dua. Sebagian energi Dewa itu, dia masukkan ke dalam Renjie. Sedangkan sisanya, akan Bai Qin gunakan untuk melawan Azura.


Renjie yang telah terisi oleh sebagian energi Dewa milik Bai Qin kini mencuat terbang menuju Song Ya Ran yang kini tengah bertarung melawan Li Tei.


Dalam keadaan mendesak seperti ini, Renjie hadir di depan mata Ya Ran. Sekilas, Ya Ran sempat melihat pedang ini. "Bukankah pedang ini adalah pedang yang dia lempar ketika berada di alam roh?" Ya Ran masih teringat pertemuannya dengan Bai Qin di alam arwah. Dan arwah Bai Qin dulu memberinya tugas membantu para roh penasaran.


Song Ya Ran menangkap pedang yang berada di depannya. Dia merasa pedang ini bukanlah benda tajam yang sering dia jumpai. Serta jika dilihat dari besarnya, orang pasti mengira jika Ya Ran pasti tidak sanggup mengangkatnya.


Dan Ya Ran sendiri seperti merasakan kehadiran penguasa Xuedong itu menyatu pada pedangnya. "Kalau dia memberiku ini lalu, dia sendiri bagaimana?"


Melihat Song Ya Ran menerima bantuan, Li Tei semakin benci hingga berencana untuk segera menghabisi nyawa Song Ya Ran.


"Kau pikir dengan senjata seperti itu mampu mengalahkan aku?" Raja Azura mencemooh lawannya yakni Bai Qin karena ia anggap lemah jika hanya mengandalkan senjata seperti itu.


Namun, Bai Qin tidak tinggal diam. Dia harus segera melenyapkan Pemimpin Iblis itu dengan sisa tenaganya. Tentu saja tenaga Bai Qin cukup banyak terkuras karena harus membaginya dengan Renjie. Selain itu, jumlah pasukan Iblis yang terus bertambah membuatnya kewalahan.


"Bunuh mereka pada titik terlemahnya, tepat di jantung sebelah kiri." saran Ya Ran melalui hewan tak kasat mata miliknya. Ya Ran bisa mengetahui kelemahan musuh itu dari caranya dia membunuh kelompok pengkhianat di bawah kepemimpinan Li Tei. Mereka telah menerima kekuatan dari Klan Iblis.


Atas saran dari Ya Ran itulah, Bai Qin menyerukan kepada para pasukan Langit untuk lebih waspada lagi dan menghentikan perlawanan para Iblis dengan membunuhnya melalui cara tersebut.


Bai Qin semakin terpojok, Azura terus menerus membabi buta dan melancarkan serangan ke arahnya. Bahkan Raja dari Iblis itu tidak pandang bulu lagi bagi siapapun yang menghalangi jalannya membunuh Bai Qin.

__ADS_1


"Mati kau!" Azura mengarahkan bilah Iblisnya kepada Bai Qin.


Darah mulai berceceran menetes ke tanah. Bau anyir dari darah korban yang berjatuhan memenuhi lembah tersebut. Salah satunya Lu Ming. Dewa itu menjadikan tubuhnya sebagai perisai serangan dari Raja Azura kepada Bai Qin. "Tidak, Lu Ming ... "


"Yang Mulia harus bertahan dan memenangkan perang ini, hamba rela melakukan apapun demi Istana Langit."


Bai Qin tersentuh dengan pengorbanan Lu Ming. Padahal di antara mereka tidak ada hubungannya sama sekali. Lu Ming hanya dianggap orang lain, meski teman lama dari Song Ya Ran.


**


Mendengar temannya gugur karena sabetan bilah Iblis, membuat Ya Ran semakin gelap mata. Dia bahkan tidak mampu lagi menguasai hatinya lagi. Mata Ya Ran berpijar seperti ada api yang menjalar di selilingnya. Tidak hanya itu saja, badan Ya Ran terangkat hingga meninggalkan tanah yang dia pijak.


Sepertinya Ya Ran terasuki roh atau semacamnya, "Mungkinkah Renjie masuk ke tubuh Ya Ran?' Mo Lan terus bertanya-tanya.


"Phoenix api?" gumam Li Tei tidak memercayai apa yang dia lihat saat ini.


Li Tei mundur selangkah. Kini gugup mulai menjalar hingga ke relung hati Li Tei. Keturunan Phoenix api yang selama ini melegenda rupanya muncul begitu saja. "Pantas saja Bai Qin selalu melindunginya,"


"Ran er!" seru Bai Qin melihat perubahan pada tubuh Song Ya Ran.


Bai Qin hendak menahan perubahan Ya Ran, dia mengangkat tubuhnya tinggi dan terbang menuju tempat Ya Ran. Namun, Azura menghadangnya.


Mau tidak mau, Bai Qin harus melayani Raja Bedebah itu. "Makhluk legenda itu rupanya dia?"


Dan Bai Qin tidak tinggal diam, Dewa Agung itu menyerang Azura dengan tombaknya. Kedua senjata itu berbenturan hingga menimbulkan kilatan cahaya karena bersentuhan. Baik Bai Qin maupun Azura tidak ada yang mau mengalah.

__ADS_1


Karena senjata Azura lebih unggul, tombak Bai Qin kalah hingga patah. Dan lengan sebelah kiri Bai Qin sempat tergores bilah Iblis itu.


...****************...


__ADS_2