Suami Hantuku

Suami Hantuku
Jatuh Cinta Bukanlah Hal Yang Salah


__ADS_3

Terlalu kesal dan bahkan bisa membuatnya semakin frustasi, menyebabkan Peng Xuan segera beranjak pergi dan mengenyahkan diri dari Ya Ran serta paman kecilnya.


Namun, Peng Xuan tidak menerima begitu saja. Ia yakin jika Ya Ran melakukan semua ini demi menghindari dirinya, "Tetapi, kenapa harus paman?" gerutu sambil berjalan kembali ke meja perjamuan.


Kepergian Peng Xuan, dimanfaatkan dengan baik oleh Song Ya Ran untuk segera melepaskan dirinya dari Bai Qin yang masih menatapnya dengan tatapan penuh penyelidikan.


Meski begitu, bohong jika Bai Qin keberatan dengan apa yang dilakukan oleh gadis itu. Ia sungguh menikmati setiap detik dari momen yang disuguhkan oleh Song Ya Ran. Tetapi, Bai Qin tetap harus bersikap normal seperti pria yang tak tahu menahu pada umumnya.


"Sebaiknya kau punya alasan yang kuat, Nona Song."


"Maafkan aku, sungguh maafkan aku, Tuan. Aku terdesak dan harus melakukan hal seperti itu. Sekali lagi maafkan aku. Kumohon!" Tentu saja Song Ya Ran merasa bersalah. Kini nasibnya berada di ujung tanduk. "Bagaimana jika pria breng sek itu tidak mau memaafkan aku dan akan memperkarakan masalah barusan?" Ya Ran sungguh menyadari kebodohannya. "Oh, Song Ya Ran kau bodoh sekali bertindak sembarangan."


"Lalu menurutmu aku harus bagaimana?" Keduanya terlibat perdebatan sengit sebelum kembali ke tempat sebelumnya.


"Ah ... Tuan, jangan marah. Pikiranku kacau. Bisakah Anda melupakan saja?' Pelan-pelan Ya Ran menyarankan agar Bai Qin melupakan tindakan bodohnya yang telah mencuri sebuah cium an tadi.


"Apa? Bagaimana bisa? Kau pikir aku ini pria penghibur?"


"Aduh, aku salah mencari dukungan rupanya."


Bai Qin tak ingin membahas masalah ini di tempat umum seperti ini, sehingga pria itu menyarankan agar Ya Ran membahas masalah yang bisa mempengaruhi kontrak mereka di tempat yang lebih privasi dari keluarganya.


"Baiklah!" Ya Ran setuju untuk menjeda perdebatan mereka berdua.


Dan kini, Bai Qin bersama Ya Ran kembali ke tempat perjamuan seperti tidak terjadi apa-apa. Namun, ada hal yang makin mengejutkan bagi anggota keluarga Lin. "Bagaimana bisa, sosok A Qin yang mereka kenal kini menggandeng wanita dengan manisnya?"


Hal yang paling menarik perhatian Nyonya Lin hingga wanita tua itu menegur Ya Ran adalah, Nyonya Lin terus menatap Ya Ran yang sejak tadi tidak fokus. Tak hanya itu saja, Nyonya Lin juga melihat lipstik yang menghiasi bibir tipis Ya Ran sedikit memudar. "Mungkinkah mereka memang menjalin hubungan yang sudah serius?"


Atas dasar itulah, sebelum Ya Ran pulang, Nyonya Lin mengajaknya untuk berbincang meski hanya sebentar saja.


"Nona, Song? Bisakah kau jelaskan padaku seperti apa hubungan di antara kau dan Xiao Qin kami?"

__ADS_1


Sejujurnya, Ya Ran ingin menjelaskan perihal yang sesungguhnya pada Nyonya Lin. Namun, di satu sisi Ya Ran melihat Peng Xuan diam-diam menguping pertemuannya dengan Nyonya Lin. Sehingga Ya Ran kembali harus berpura-pura perihal hubungannya dengan Bai Qin.


"Sebelumnya, maafkan saya, Nyonya. Saya sudah lancang dengan berani melakukan hal seperti ini kepada keluarga Lin. Saya sadar, bahwa status saya tidak sepadan dengan keluarga Lin." jelas Ya Ran panjang lebar, seakan ia memerankan sosok Cinderella yang mendamba cinta sang pangeran.


"Benarkah? Aku tidak pernah berpikir demikian." Nyonya Lin tentu saja paham isi hati Ya Ran. Bagaimanapun juga, wanita tua itu adalah sosok yang tidak bisa dianggap remeh ketika berada di istana langit dulu.


"Benar, Nyonya. Tetapi, cintaku tulus padanya. Maksudku pada A Qin." Ya Ran terpaksa berbohong. Mau tidak mau, Ya Ran harus memutus ikatan simpul yang sempat terjalin pada kehidupan kini bersama dengan Peng Xuan.


Dan kini, Ya Ran berusaha menarik simpati Nyonya Lin agar dia percaya padanya. Kini simpul benang merah itu tak lagi Ya Ran tali pada tangan Peng Xuan, melainkan Ya Ran tali dengan menjerat Bai Qin seperti rencana pada awalnya tadi.


"Apakah yang kulakukan ini salah? Oh ... Ya Ran, kenapa kau mencari masalah dengan mereka?"


Cemas dengan apa yang akan dilakukan oleh pelayannya di Istana Langit dulu kepada Ya Ran, membuat Bai Qin masuk kembali ke dalam vila untuk mencari Ya Ran.


"Ibu, sudahlah ... jangan menakutinya! Bagaimana dia bisa menjadi menantu keluarga Lin, jika ibu terus menginterogasi dia?" Selain mengkhawatirkan jawaban sembrono Ya Ran, Bai Qin juga ingin menyelamatkan gadis itu dari cercaan Peng Xuan nantinya. Bagiamana pun juga, Peng Xuan selalu menghormati dan tunduk padanya, sehingga dengan mudah bagi Bai Qin untuk menyelamatkan Ya Ran darinya.


"Bocah tengik! apa kau takut sekali jika ibumu ini merundung menantu ibu?"


Bai Qin tak menjawab, tanpa sepatah katapun pria itu membawa Ya Ran pergi dan terus mengomeli Ya Ran dalam perjalanan pulang karena tidak mengikutsertakan dirinya dalam pembicaraan itu. "Apa kau tidak takut jika rencanamu tadi akan ketahuan? Otak kecilmu itu tak bisa berpikir jernih."


Belum sampai Bai Qin melanjutkan kalimatnya, dengan sigap Ya Ran menutup mulut tajam Bai Qin dengan tangan kanannya. "Ssssttt ... jangan dibahas! Anda bisa menghukumku."


"Menghukummu? Enak saja, aku yang rugi."


"Baiklah, apa aku harus membayarnya?"


"Dengan apa? Kau saja tak memiliki apapun."


"Aku bisa menambah masa kontrak kita, satu tahun." usul Ya Ran sebagai sarana ganti ruginya.


Bai Qin tak langsung menjawabnya, dia berpikir sejenak. Barulah kemudian menjawab Ya Ran. "Enak saja, dua tahun." jawab Bai Qin.

__ADS_1


"Tidak, itu hanya hal kecil. Seharusnya tidak mahal. Bagaimana jika 1,5 tahun?"


"Tidak bisa! tiga tahun. Semakin kau menawar maka, aku akan menaikkan jangka panjang."


"Mampus ... benar sekali, aku salah mencari pendukung"


"Kenapa? Kau keberatan? Jika tak bisa, kau bisa mengembalikan semua uangku dua kali lipat."


"Baiklah ... baiklah. Anda yang menang. Dua tahun, aku menambah dua tahun." Akhirnya, Ya Ran mengalah. Bagaimanapun juga ia harus bertanggungjawab dengan semua risikonya.


"Menurutku, sebelum satu tahun kau pasti jatuh cinta padaku." goda Bai Qin kemudian. Ia yakin, jika cinta mereka abadi meski telah melewati beberapa kehidupan.


"Cuiiih ... apa yang kau punya hingga begitu percaya diri, Tuan?" Ya Ran tidak terima jika Bai Qin menyebutnya akan mudah jatuh cinta pada pria itu.


"Am rich ... "


"Kaya?"


"Kau tak perlu alasan, Ran er! karena cinta akan membawamu berlayar padaku seperti sebelum-sebelumnya. Karena kita berdua terikat takdir yang kita bawa dari kerjaan Langit."


**


(Flashback)


Tepat ketika Ya Ran menyatukan bibirnya pada bibir Bai Qin, ada hal aneh yang melintas di benaknya. Meski dalam keadaan menutup mata, Ya Ran sempat melihat sekelebat bayangan tangan yang menariknya. "Di mana ini?" Meksi Ya Ran tidak tahu tempatnya, tetapi gadis itu merasa tak asing.


Selain tangan yang membangunnya berdiri, Ya Ran juga melihat punggung kekar seorang pria yang membelakangi dirinya.


"Jika jatuh cinta adalah hal yang salah, aku tidak keberatan jika harus menerima hukuman dari kesalahanku." Lantang, Ya Ran mendengar sosok yang membelakangi dirinya.


"Siapa dia?"

__ADS_1


...****...



__ADS_2