
Mendengar bahwa Bai Qin seperti akan pergi dalam waktu yang tak diketahui oleh dirinya, membuat Ya Ran mau tidak mau harus memikirkan kalimat berpamitan dari Bai Qin.
Hati gadis itu semakin tidak tenang, dengan tidak adanya kabar dari Bai Qin sejak kepulangannya dari mengantar Ya Ran semalam. Pria itu tak segalak biasanya. Bai Qin yang selama ini terus memarahi Ya Ran ini dan itu, sejak pagi tadi sama sekali tidak meminta apapun kepada Ya Ran dalam pesan-pesan seperti biasanya.
"Apa pria itu baik-baik saja? Atau dia sedang menyamar? Atau ... ah sudah lah!" keluh Ya Ran yang bingung sendiri dengan berbagai pikiran di dalam benaknya.
Selama menjalani kelas, pikiran Ya Ran tak lepas dari Bai Qin. Bahkan ketika Xiao Lan mengajaknya berbicara saja, Ya Ran sama sekali tidak merespon. Hingga Xiao Lan berpikir jika Ya Ran sedang tak enak badan.
"Apa kau sedang tak enak badan, Ran er?"
"Eh ... Apa? Bagaimana?" Berulangkali Ya Ran tidak merespon pertanyaan Xiao Lan, hingga teman baiknya itu mengkhawatirkan keadaannya.
"Sepertinya kau sakit, Ran er! kalau begitu istirahat saja di rumah. Aku akan mengisi daftar kehadiranmu nanti," Xiao Lan adalah teman Ya Ran yang mengerti baik dalam keadaan susah serta senang. Sehingga, Ya Ran merasa berterimakasih padanya.
**
Ya Ran pulang lebih awal dari jadwal kuliahnya. Gadis itu bergegas ke griya tawang Bai Qin untuk menyelesaikan tugasnya dan segera pulang ke rumah.
Bak rumah sendiri, Ya Ran sangat terbiasa dengan gedung tinggi itu. Bahkan para petugas kemanan sering mengucapkan salam padanya.
Gadis manis berambut sebahu itu memainkan jari jemarinya di atas tombol sebagai akses keamanan rumah Bai Qin. Ya Ran sangat terampil layaknya penghuni rumah.
Namun, tak terduga. Saat gadis itu masuk melalui pintu utama, hidung Ya Ran dikejutkan oleh bau minuman yang begitu menyengat. Dia menduga jika semalam Bai Qin baru saja minum banyak. Hingga tanpa sadar Ya Ran mengeluh, "Tugasku bertambah!'
Langkah kaki Ya Ran mulai berjalan lebih dalam lagi dari griya tawang mewah itu. Tak ada yang aneh bagi Ya Ran, lagi pula Bai Qin memiliki sifat yang perfeksionis. Sehingga rumah pria itu rapi seperti biasanya.
Ya Ran mulai membersihkan lantai rumah pada setiap ruangan. Namun, pandangan mata Ya Ran dikejutkan oleh sosok pria dingin itu.
Bai Qin terlihat buruk dengan duduk bersila di bawah tempat tidurnya. Di tangan pria itu terdapat segelas whiskey. Selain itu, di sisi kanannya ada sebotol kosong minuman keras berwarna cokelat golden itu.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" gumam Ya Ran pelan.
__ADS_1
Tanpa sadar, nurani gadis itu menuntunnya mendekati Bai Qin dan memeriksa keadaan pria yang tampak payah itu.
Dengan kepala ditekuk ke bawah, Bai Qin tak terlihat seperti pria kuat yang Ya Ran kenal.
"Tuan, apa kau baik-baik saja?" tanya Ya Ran.
Dalam keadaan antara sadar dan tidak, Bai Qin mengangkat kepalanya dan mendapati Song Ya Ran yang begitu ia kasihi.
"Kau sudah datang?' Suaranya parau, sepertinya Bai Qin memendam beban yang berat di hatinya.
"Ada apa? Apa Anda perlu sesuatu?"
"Aku perlu kau, Ran er!"
Bai Qin tak seperti yang Ya Ran kenal, Ya Ran bahkan sama sekali tidak mengenali sosok pria yang telah banyak membantunya. Hingga membuat gadis itu mensejajarkan tubuhnya di sebelah Bai Qin. "Katakanlah, ada apa? Apa yang bisa aku bantu?"
"Maafkan aku, aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk terus menjagamu." jelas Bai Qin terbata-bata.
"Ada apa? Aku bukan anak kecil, jadi kau tak perlu menjagaku, Tuan!'
Dengan sentuhan itu, Ya Ran merasa canggung. Hingga Ya Ran bergeser sedikit dari Bai Qin. Tak ingin gadis itu jauh darinya, membuat Bai Qin menarik tangan Ya Ran seperti kata Chu Yan, asistennya. Chu Yan berkata, "Jika ingin mendapatkan cinta wanita, kita tak perlu menggunakan logika. Tinggalkan rasa tak tahu diri dan rebut hatinya." Meski Bai Qin sempat memarahi Chu Yan karena pemimpin Xuedong Investment itu tidak percaya dengan saran Chu Yan.
Namun kini, Bai Qin benar-benar menghilangkan rasa malunya dengan menarik Ya Ran semakin mendekat ke arahnya dan membaringkan kepalanya ke pangkuan Song Ya Ran.
"Ini nyaman! biarkan aku di sini sebenar saja," pinta pengusaha investasi itu pada Ya Ran.
"Eh ... hm ... " Ya Ran semakin canggung, pasalnya dia dan Bai Qin memiliki hubungan sebatas bos dan karyawan biasa.
Lagipula, bantuan dari Bai Qin ketika di vila keluarga Lin beberaa hari yang lalu hanya sebatas kebohongan belaka.
"Aku gagal menjagamu, Ran er. Maafkan aku!'
__ADS_1
Sontak, tangan Ya Ran seperti dituntun untuk bergerak ke kepala Bai Qin dan membelainya dengan lembut. Ya Ran menghela rambut hitam Bai Qin dengan penuh kasih, hingga membuat pria itu terlena.
"Jika seperti ini, aku teringat ketika kita berada di hutan Plum." Bai Qin teringat kebersamaan bersama Ya Ran seperti ini ketika masih berada di Istana Langit.
"Bicara apa?"
Bai Qin bangun dari pangkuan Ya Ran dan terus menatapnya, "Ya Ran, dengarkan aku!"
'Ada apa?"
"Ada satu hal yang harus kau ingat, bahwa aku akan selalu mencintaimu pada setiap Kehidupan."
Deg ... jantung Ra Yan seperti terhenti seketika. Bukan sekali ini saja Ya Ran menerima pernyataan cinta dari pria. Tetapi, kenapa setiap kata dari pernyataan cintai Bai Qin begitu menusuk ulu hatinya hingga membuat Ya Ran sesak dan tak mampu berkata apa-apa.
"A-apa? Kau meracau, aku akan membuatkan sup pengar untukmu." Ya Ran tahu ini salah, ia tidak seharunya mendengarkan pengakuan cinta Bai Qin. Hingga membuat gadis itu berniat menjauhi Bai Qin.
Tetapi, Bai Qin tak ingin hal itu terjadi. Tekadnya sudah bulat. Bos Xuedong Investment itu akan mengungkapkan perasaannya pada Ya Ran. Sebelum Ya Ran bangkit, lebih dulu Bai Qin menarik tangan Ya Ran hingga gadis itu terjatuh tepat di atas pangkuannya.
Kesempatan ini, tak ingin disia-siakan oleh Bai Qin. Sebenarnya Bai Qin memiliki cukup banyak kesadaran daripada mabuknya. Maka, tak ingin membuang-buang waktu lagi, pria dingin itu segera meraih wajah Ya Ran agar bisa lebih dekat denganmu. Sedetik kemudian, Bai Qin memberanikan diri mencium bibir Ya Ran sama seperti di kehidupan sebelum-sebelumnya.
Ciuman manis itu belum bersambut, rupanya Ya Ran cukup kaget dengan ulah bosnya. Ya Ran sempat menghindari. Tetapi usahanya sia-sia saja. Bai Qin mengekang tubuhnya hingga ... Ya Ran pun mulai menerima perlakuan khusus itu.
Detik demi detik mereka lewati, hingga hati Ya Ran seperti tersentak seketika. Dalam pandangan matanya yang terpejam ini, Ya Ran melihat sepasang muda-mudi.
Yang aneh bagi Ya Ran adalah, gadis itu cukup mirip dengannya. Bahkan yang membuat Ya Ran semakin tercengang adalah, pria yang ia lihat dalam pandangan itu tak lain dan tak bukan adalah Bai Qin.
Sontak, Ya Ran membuka matanya lebar-lebar. "Ini tidak mungkin," Ya Ran menarik kepalanya dan berakhir dengan tarikan kuat dari Bai Qin yang tak ingin wanitanya lepas begitu saja. Bai Qin benar-benar tak memberikan kesempatan bagi Ya Ran, bahkan hanya untuk bernapas saja.
"Aku harus melakukan sesuatu!" Ya Ran menggigit lidah pria yang kini mempermainkan rongga mulutnya.
Hal tersebut membuat Bai Qin sontak melepaskan aksi nekatnya. "Yang Mulia!' panggil Ya Ran dengan suara hampir tercekat tak percaya.
__ADS_1
Hal mengejutkan itu, seperti sambaran petir di terik mentari bagi Bai Qin. Ia tidak menyampaikan jika Ya Ran telah mengingat dirinya. Jika hal itu terjadi, maka usaha Bai Qin untuk pergi ke Istana Langit bisa tertunda. Karena Ya Ran pasti bisa membaca gelagat kekasihnya itu.
Tak ingin membuat Ya Ran khawatir, Bai Qin segera menyegel aliran Cakra spiritual milik Ya Ran hingga membuat gadis itu lemas tak sadarkan diri.