
Ratusan tahun selanjutnya ...
Tampak seorang gadis muda dengan kedua pipinya yang merah sedang tersenyum menatap kedatangan seorang pria yang beberapa saat terakhir ini menjadi kekasihnya.
Mahasiswi muda itu memang tengah menunggu kedatangan sang kekasih hati. "Xuan ... kau telat lima belas menit," serunya mengagetkanku Peng Xuan dengan celotehan manjanya.
Sang pemuda yang begitu ia cintai itu tak bisa menahan rasa rindu juga pada Song Ya Ran. Dalam beberapa bulan terakhir ini, Peng Xuan memang telah menargetkan Ya Ran sebagai pujaan hati, tak hanya itu saja, tuan muda dari keluarga Lin itu tak ubahnya bagai pujangga yang terus mengagumi Ya Ran.
"Maafkan aku, Ran er. Jika kau keberatan memaafkan aku, bagaimana jika aku mentraktirmu es krim?"
"Ide bagus, karena kau bersungguh-sungguh. Maka aku tidak bisa lagi marah pada Lin Peng Xuan." Ya Ran memikul pelan pundak Peng Xuan.
Keduanya langsung tancap gas menuju tempat yang ingin didatangi oleh Ya Ran.
Meski beridentitas sebagai putra dari keluarga Lin, Peng Xuan tidak ragu untuk berjalan. Dan meski harus berpanas-panasan bersama Ya Ran, Peng Xuan rela. Apalah arti menderita jika ia bisa bersama dengan Song Ya Ran. Gadis yang ia cintai.
"Ran er, kau tahu bukan? Minggu depan aku ulang tahun? Dan nenek serta pamanku telah berencana membuat sebuah pesta kecil untukku."
"Hm ... aku ingat dong, kau ingin kado apa dariku?" tanya Ya Ran dengan nada usil.
"Aku hanya ingin bersamamu saja, itu cukup untukku." jawab Peng Xuan. Pemuda itu tak menginginkan hal lain, selama ini neneknya telah banyak memanjakan dirinya.
Meski kedua orangtuanya telah meninggal, Peng Xuan tidak pernah kekurangan kasih sayang meski bukan dari orangtuanya.
__ADS_1
Keluarga Lin dikenal sebagai pebisnis di kota Beijing. Bisnis apapun yang disentuh oleh Tuan Lin muda ataupun adiknya selalu meledak. Bahkan seluruh cabang bisnisnya berkembang pesat di setiap kota di Tiongkok ini.
"Dasar anak orang kaya yang manja," ejek Ya Ran.
Berbeda dengan Peng Xuan, Ya Ran adalah gadis yang berasal dari keluarga sederhana. Demi bisa menuntut ilmu di universitas terkemuka, Song Ya Ran harus berjibaku dan berjuang bersama pemburu beasiswa lainnya.
Dengan cara seperti itulah, Ya Ran bisa belajar satu kampus dengan Lin Peng Xuan. Dan menjadi gadis yang dicintai oleh Peng Xuan, bukanlah mimpi besar Ya Ran. Selain tidak menyangka, Ya Ran memang kagum dengan sikap rendah hati Peng Xuan.
Pemuda itu berbeda dengan pria kaya atau tuan muda pada umumnya. Peng Xuan tidak ragu berteman dengan siapa saja. Hal itulah yang membuatnya memiliki nilai plus di mata Song Ya Ran.
"Terimakasih, Xuan!"
"Hanya terimakasih saja? Kita sudah dua bulan berpacaran." Peng Xuan menggoda Ya Ran. Pria itu juga menginginkan seperti pasangan lain pada umumnya. Hanya saja, Ya Ran memang kurang peka.
Song Ya Ran sering menolak bermesraan dengan Peng Xuan dengan alasan belum saatnya. Namun, Peng Xuan tidak keberatan dengan alasan Ya Ran.
Hari terus berlanjut dengan cepat, tanpa terasa hari ulang tahun Peng Xuan telah tiba. Ya Ran telah menyiapkan hadiah spesial untuk sang kekasih.
Sebelum malam ulang tahun Peng Xuan, Song Ya Ran kebingungan memilih busana yang akan ia gunakan ke pesta itu. Sebagai anak dari keluarga yang sangat sederhana, membuat Ya Ran tidak memiliki banyak koleksi gaun. Selain itu, Ya Ran juga tidak memiliki banyak biaya untuk membeli gaun baru.
Sehingga Song Ya Ran harus me-remake gaun lamanya untuk ia kenakan di pesta Peng Xuan nanti malam.
Untung saja, Ya Ran memiliki wajah yang cantik, sehingga mau memakai busana apa saja, Ya Ran akan terus saja cantik.
__ADS_1
"Ah ini sudah pas, pasti Peng Xuan akan senang nanti." Ya Ran girang sekali dengan hasil karyanya.
Kehidupan yang sulit, membuat gadis manis berlesung pipi itu memiliki kreativitas lebih. Tak ingin terkesan biasa, membuat Ya Ran harus memutar otaknya.
...****...
Visualisasi
Dari jaman dulu hingga reinkarnasi Song Ya Ran
Nah, pangling kagak?
Tokoh siapa ini?
__ADS_1
Iyes, dese pembunuh Ya Ran di kehidupan yang lampau.