Suami Hantuku

Suami Hantuku
Aku


__ADS_3

Setelah mengingat kenangan sebelum terlahir kembali, Ya Ran merasa sedikit ketakutan. Hal itu lumrah ia rasakan. Karena, Ya Ran telah bisa mengatasi ilmu Langitnya. Selain itu, dengan kemampuan yang telah kembali, Ya Ran kini bisa melihat beberapa makhluk lain selain manusia. Seperti roh, iblis dan juga bentuk abadi lainnya.


Tetapi, Ya Ran harus menyembunyikan identitasnya sebagai mahluk Abadi di alam manusia ini. Agar, tidak merubah tatanan sejarah nantinya. Sehingga, Ya Ran tidak boleh memakai kekuatannya di alam manusia.


Selain itu, Ya Ran juga bingung tentang bagaimana cara menghadapi Bai Qin ketika Dewa Agung itu kembali dari Istana langit. Hal yang sangat Ya Ran hindari adalah menjalin hubungan dengan orang yang telah menyebabkan dirinya dihukum di alam manusia ini.


"Baiklah, dia memang orangnya. Lalu kenapa? Bukankah masalah itu sudah selesai? Aku juga sudah mendapatkan balasan atas kesalahanku." gumam Ya Ran dalam kamarnya. Gadis berambut sebahu itu ingin agar hidupnya di kehidupan saat ini tak terusik oleh masalah pada kehidupan sebelumnya.


"Bukankah ini menguntungkan aku? Alangkah baiknya jika dia tidak kembali ke dunia ini dan aku tidak perlu lagi bekerja dengannya." imbuh Ya Ran.


**


Perbedaan waktu antara dunia Surgawi dan dunia manusia sangat berbeda. Jika di dunia Ya Ran telah berlalu berhari-hari, maka di Istana Langit baru memasuki malam hari.


Dalam kembalinya ke Istana Langit, Bai Qin juga ingin memastikan keamanan Istana tersebut. Hal itu ia lakukan demi kedamaian semua alam. Salah satunya dengan Bai Qin pergi ke Gunung Kunlun untuk memeriksa kerajaan Iblis di sana. Tak sendiri, Dewa tinggi itu ditemani oleh jendral setianya.


Dewa tingkat tinggi tersebut ingin memastikan sendiri jika ada pergerakan mencurigakan dari klan iblis.

__ADS_1


Meski begitu, Bai Qin tidak langsung mengkonfrontir pihak lawan. Ia hanya ingin memastikan kebenaran saja.


Begitu kaki Bai Qin menginjakkan kakinya ke gunung Kunlun, Dewa itu merasakan energi jahat yang cukup kuat. Secara naluri, Bai Qin bisa langsung mengamankan keselamatannya.


"Apa kita harus maju lagi, Yang Mulia?" tanya Fu Tong dengan nada waspada jika Bai Qin akan mengirim dirinya untuk mengintai.


"Tidak perlu, kita jangan terlalu mencolok. Jika kita gegabah, raja iblis akan semakin menganggap kita mulai melakukan agresi. Biar aku saja yang datang sendiri ke sana." terang Bai Qin.


Sebagai Dewa yang dihormati, Bai Qin tidak mau gegabah. Untuk mengawasi wilayah perbatasan, Dewa Agung itu menanamkan sebuah makhluk tak kasat mata. Selain untuk berjaga di area tersebut, makhluk sihir itu bisa mengabarkan kepada Bai Qin jika terjadi hal yang mencurigakan.


"Jika Yang Mulia terdesak, Yang Mulia bisa memanggil kami." Yu Tong mengingatkan Bai Qin bahwa Dewa Agung itu tidaklah sendirian. Yu Tong takut jika Bai Qin menerima perlakuan tidak menyenangkan di Istana Iblis itu.


"Tenang saja," Bai Qin langsung terbang ke arah gerbang penjagaan Gunung Kunlun yang merupakan kerajaan Iblis.


**


Selama beberapa hari tidak datang ke rumah Bai Qin, hidup Ya Ran terasa tenang. Gadis itu tidak perlu mendengar kata-kata pedas Bai Qin setiap hatinya. Selain itu, Ya Ran juga tidak harus mengeluarkan dana transportasi lebih untuk ke rumah Bai Qin.

__ADS_1


Seperti siang ini, Ya Ran berdendang ria karena salah satu design yang ia buat mendapatkan nilai memuaskan dari dosennya. Ya Ran sangat senang hingga tak menyadari jika ada sepasang mata yang terus mengawasi dirinya.


Lama hidup di alam manusia dan tidak pernah menggunakan ilmu sihirnya, membuat semua panca indera Ya Ran kurang sensitif lagi. Meski tak sehebat Bai Qin ataupun yang lainnya. Tetapi, Ya Ran memiliki inti roh abadi yang bisa melindungi dirinya.


Namun, apa yang terjadi? Tiba-tiba kaki Song Ya Ran sulit untuk digerakkan. Gadis itu tak bisa lagi melanjutkan langkahnya seusai turun dari bis yang telah ia naiki. Rencananya, Ya Ran akan melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah. Tatapi, Ya Ran benar-benar tidak bisa menggerakkan kedua kakinya.


"Ada apa ini? Apa ada roh jahat di dekat sini? Tapi, aku tidak bisa merasakannya." Dalam keadaan terjebak seperti ini, Ya Ran menjulurkan jari telunjuknya untuk membebaskan kakinya dari formasi yang ia injak tadi.


Satu ... Dua ... Tiga ... Tetapi sia-sia saja. Ya Ran tidak bisa keluar dari formasi yang menjeratnya. "Iblis mana yang berani melawanku?" maki Ya Ran dengan kesal.


"Aku ... "


Song Ya Ran menoleh ke arah suara yang menjawab pertanyaannya.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2