
Seperti yang Ya Ran inginkan, Dewi itu tidak meminta untuk diselamatkan lebih awal. Dan meskipun nurani Bai Qin meronta untuk segera menyelamatkan Ya Ran, tetapi jika diingat-ingat jika Bai Qin melakukan kesalahan yang sesuai yang Ya Ran mau, Dewi itu bisa marah berkepanjangan.
"Ide bodoh macam apa itu?" Bai Qin sempat tidak menyetujui ide Ya Ran. Namun, dia juga tak bisa menolak hal tersebut.
Ya Ran sengaja mengulur waktu serta ingin tahu siapa di balik dalang penyerangan. Sudah pasti hal ini berhubungan dengan posisi Bai Qin yang tak lagi aman di Istana Langit.
"Oh, ayolah! kalian salah menculik orang. Aku ini bukan makhluk abadi yang begitu penting di Istana Langit." gertak Ya Ran kepada penjaga di depan penjara beralasakan tanah itu.
Para penjaga hanya melongos tanpa memedulikan ucapan Ya Ran. Meski telinga penjaga itu telah panas oleh suara-suara cempreng Ya Ran. Namun, pria-pria penjaga itu diutus untuk tetap mengawasi tahanan hingga keinginan mereka terpenuhi.
Yakni, ada seseorang yang diharapakan kehadirannya oleh ketua kelompok mereka. Seseorang yang tidak mungkin akan membiarkan Ya Ran kesulitan seperti ini. Pasti akan datang dengan sikap kesatria menolong Ya Ran yang dia kasihi.
Merasa ucapannya tidak digubris sama sekali, Ya Ran terus memutar otak untuk menjebak pelaku. Hingga pada salah satu kesempatan, Ya Ran menggunakan otak udangnya untuk memikirkan cara.
Tepat menjelang petang, sosok bertopeng mendekati penjara Ya Ran dengan ditemani oleh beberapa penjaga yang bertugas mengamankan tempat.
Jika dilihat-lihat, Ya Ran menemukan kecurigaan. Dari sikap hormat para penjaga yang begitu tunduk dengan pemimpin mereka. Sehingga Ya Ran sengaja memancing keributan dengan ketua kelompok.
"Hei dengarkan aku, kalian semua pengecut. Bisa-bisanya menculik wanita lemah seperti aku!" Tak hanya mengolok-olok saja, Ya Ran juga mengatakan jika mereka sungguh bodoh.
"Jika kalian berencana menculik, tolonglah culik wanita cantik untuk ketua kalian yang tidak laku itu."
__ADS_1
Ketua kelompok yang mengenakan topeng itu, tersulut emosi. Sehingga mendatangi penjara Ya Ran dengan berapi-api. Wajahnya yang tidak diketahui itu cukup mengerikan jika dilihat dari gerak-geriknya.
"Tetapi, aku tidak merasakan energi iblis di sini!" Ya Ran menduga jika penculikan ini bukan berasal dari klan iblis.
Sosok pemimpin kelompok itu membuka pintu jeruji yang menahan Ya Ran dan langsung menampar pipi mulus itu dengan tangannya.
Kesempatan serta hal baik itu digunakan semaksimal mungkin oleh Ya Ran. Bukan melawan, tetapi Ya Ran sengaja menyebarkan serbuk sari bunga plum yang sempat menempel di hanfunya.
Pipi Ya Ran terasa panas. Namun, ia malah tersenyum licik karena sosok bodoh itu telah masuk ke dalam jebakannya. Kini Ya Ran hanya butuh memancing kemarahan pemimpin itu lagi.
"Rupanya aku salah, kukiran Dewa Agung Bai Qin akan menolongmu, rupanya tidak! Kau hanya pengganggu ambisinya saja." ucap sosok itu dengan suara tak dikenali oleh Ya Ran. Siapa sangka jika pemimpin itu telah menggunakan ilmu pengubah bentuk wajah serta suara.
"Benar ... kau salah orang, karena aku bukanlah prioritas Dewa Agung." Tidak takut sama sekali, bahkan Ya Ran terus membuat seolah-olah dirinya hanya orang biasa.
Ingin rasanya Song Ya Ran meludahi sosok itu. Namun, sebagian besar energi spiritualnya terkuras. Bagaimanapun juga, Ya Ran masih beradaptasi kembali di Istana Langit dari bentuk manusianya.
"Cuih ... "
Sosok itu kemudian pergi setelah memperingatkan Ya Ran agar diam, Song Ya Ran segera merangkak ke pojok penjara untuk manggil hewan tak kasat mata miliknya.
Ya Ran menyebutkan jika dalang di balik penculikan dirinya bisa diketahui dengan cara Bai Qin bisa memeriksa bau serta hanfu setiap Dewa atau makhluk abadi lainnya. Jika pemimpin itu telah menukar pakaiannya, Ya Ran telah mengolesi telapak tangan si pemimpin dengan serbuk sari bunga plum.
__ADS_1
Saat suhu semakin dingin dan angin bertiup kencang, pohon plum blossom tetap bertahan dan seiring berjalannya waktu, kuncup-kuncup bunga mulai bermunculan dan mekar satu persatu.
Seperti plum blossom yang tetap tegar, saat hidup dan tekanan semakin berat, tetaplah percaya bahwa masih ada harapan-harapan baru, bahwa akan selalu ada hikmah di balik cobaan dan masalah yang ada.
Phoenix tak kasat mata itu segera terbang menemui si penerima pesan. Siapa lagi jika bukan Lin Bai Qin.
Plum blossom atau bunga plum merupakan salah satu jenis pohon yang bertahan dalam dinginnya musim dingin. Ini disebabkan akar pohon plum blossom yang tertanam kuat sampai kedalaman beberapa meter di dalam tanah. Akar yang kuat tertanam membuat pohon plum blossom bisa bertahan diterpa tiupan angin dan suhu yang dingin.
Melihat hal ini, banyak hal yang bisa kita petik dari plum blossom, salah satunya adanya pondasi yang kuat yang menjadi sumber kekuatan dan ketegaran. Salah satu sumber pondasi yang kuat dalam menjalani kehidupan adalah hubungan yang mendalam dengan Tuhan.
Dan untuk memastikan perkataan dari Ya Ran, sengaja Bai Qin merencanakan rapat tertutup hanya untuk para Dewa Tingkat tinggi. Kecurigaan Bai Qin cukup kuat, jika akar dari masalah ini bersumber dari orang dalam di Istana Langit. Namun, Bai Qin tidak akan gegabah. Meski jauh di dalam lubuk hatinya, dia merasa sangat mengkhawatirkan Ya Ran dengan otak udangnya.
"Ini semua terjadi karena dia merengek ingin keluar Istana Xuedong untuk bermain-main, coba saja dia menjadi Nyonya penurut." keluh Bai Qin kepada Mo Lan sebelum menghadiri konferensi tertutup.
"Bukankah kakak ipar baik-baik saja? Lagi pula, dia tidak akan menuruti kemauanmu!"
"Aku bersumpah akan menyegel Xuedong agar dia tidak bisa keluar lagi nantinya."
"Kenapa dia menjadi lebih posesif seperti ini setelah kembali dari alam manusia? Sebenarnya apa yang telah terjadi antara mereka berdua?" Mo Lan tertegun dengan perubahan sikap Bai Qin saat ini. Bai Qin yang sekarang, sungguh berbeda dengan Bai Qin yang dulu cuek serta tidak peduli dengan apapun.
"Apakah kini kau telah banyak menyerap gaya manusia? Hei, kurasa kau seperti pria arogan di luar sana, Yang Mulia."
__ADS_1
...****************...