Suami Hantuku

Suami Hantuku
Reinkarnasi


__ADS_3

Darah pun menetes di lantai marmer kediaman Lin. Pada pagi buta seperti ini, di kediaman orang kaya terjadi pertumpahan darah.


Tubuh Ya Ran jatuh tersungkur karena menangkis serangan Peng Xuan untuk ayah mertuanya. Iya Ya Ran menjadikan tubuhnya sebagai perisai bagi Lao Lin.


"Ran er? Song Ya Ran?" Suara Lin Pei menggema hinga memenuhi seluruh ruangan.


Ya Ran terluka, demi menyelamatkan ayah Lin, Ya Ran merelakan dirinya sebagai penahan serangan dari Peng Xuan.


Mengetahui hal tersebut, Lin Pei semakin murka karena Peng Xuan tega melakukan hal keji seperti ini. Lin Pei tidak tahan lagi dan segera menghunuskan pedangnya tepat ke jantung Peng Xuan.


Selama ini, keluarga Lin yang begitu dihargai oleh masyarakat desa kini menjadi kocar-kacir. Percikan darah serta keributan menjadi saksi betapa bobroknya keluarga Lin. Dan bahkan beberapa orang yang tiba di tempat kejadian tidak menyangka jika keluarga bermartabat seperti keluarga Lin begitu amoral.


Lin Pei segera memapah tubuh bersimbah darah Song Ya Ran. Air matanya tak bisa terbendung lagi, ia tidak menyangka jika gadis yang selama ini ia anggap sebagai orang tak berguna, nyatanya telah menyelamatkan nyawanya.


"Kenapa kau melakukan hal ini, Ran er?"


"Tuan harus hidup dan membereskan kekacauan ini, Bai Qin telah mengorbankan nyawanya untuk keluarga Lin. Jadi, Tuan harus membersihkan nama Bai Qin!" Permintaan Ya Ran tidak muluk-muluk. Ia bahkan sama sekali tidak takut mati, buktinya Ya Ran dengan bangga menerjang bahaya demi membersihkan nama baik keluarga Lin.


"Maafkan ayah, Anakku! sungguh ayah telah banyak menyakitimu," Lin Pei menyesal karena selama ini ia menganggap remeh Ya Ran dan ikut menyakiti hati Ya Ran seperti istrinya.


"Kalian berdua telah banyak menderita, aku bodoh Ran er!" Benar saja, Lin Pei juga menyesal karena tidak bisa melindungi Bai Qin dan juga Ya Ran.


Namun, Ya Ran sungguh tidak keberatan jika nyawanya melayang.


"Kini, aku tahu seperti apa rasanya sekarat. Aku akan meregang nyawa seperti orang-orang." batin Ya Ran.


Gadis itu mengulas senyum sebelum benar-benar mengembuskan napas terakhirnya. Ya Ran bisa mati dengan tenang dalam dekapan ayah Lin. Ia berhasil menjalankan misinya untuk melindungi nama keluarga Lin seperti yang ia janjikan kepada Bai Qin.


Dan Bai Qin sendiri melihat sang istri tengah tersenyum sebelum rohnya terangkat. Tuhan telah menggariskan nasib makhluknya. Dan mereka harus menebus apa saja yang telah mereka perbuat di kehidupan terdahulu. Termasuk Bai Qin dan juga Song Ya Ran.

__ADS_1


Lin Pei menyaksikan Ya Ran meregang nyawa di depannya. Baru kali ini, dada Lin Pei sesak seperti tidak bisa bernapas lagi. Entah bagaimana Lin Pei akan menjelaskan kepada keluarga Song mengenai kematian Song Ya Ran.


Meraung-raung? Tentu saja tidak, Lin Pei seperti sedang memikul beban di pundaknya. Bukan sekali ini saja Lin Pei kehilangan, setelah kematian anak satu-satunya, Bai Qin kini Lin Pei seperti kehilangan arah dalam hidupnya.


**


Upacara kematian Song Ya Ran begitu khidmat, baik keluarga Song ataupun keluarga Lin benar-benar berkabung. Semua itu tampak dari raut wajah sendu serta busana putih tanpa ornamen hiasan apapun.


Cara menghormati mendiang adalah dengan melakukan upacara kematian dengan cukup baik. Berbagai barang kesukaan Ya Ran disusun rapi menghiasi rumah duka.


Sebagai rasa menyesal serta ingin mengabadikan jasa Ya Ran, Lin Pei meminta keluarga Song agar menempatkan Ya Ran di rumah keluarga Lin. Dengan tujuannya nanti, abu sisa pembakaran jasad Ya Ran akan disatukan dengan abu dari Bai Qin.


Di rumah keluarga Lin itulah, berbagai tangis duka mengiringi prosesi upacara kematian Song Ya Ran. Namun, di sisi lain, Ya Ran bisa tersenyum lega melihat dari kejauhan. Karena ia dan Bai Qin bisa bertemu kembali tanpa harus terpisah lagi.


Namun, hingga detik ini, roh Bai Qin belum juga mendatangi dirinya. "Apa dia melupakan aku? Ataukah kami tidak bisa bertemu lagi?"



Lama Ya Ran menunggu, tetapi Bai Qin tak juga datang. Tentu saja hal ini membuat Ya Ran kecewa. Muara takdir akankah tidak berpihak padanya?


"Nona?" panggil suara yang begitu dikenal oleh Ya Ran. Song Ya Ran menoleh dan mendapati gadis berwajah pucat yang sempat membantunya ketika berada di alam arwah dulu, "Xiao Lan?"


"Iya, Nona ... ayo kita pergi!" Xiao Lan mengajak Ya Ran meninggalkan kediaman Lin dan pergi ke alam yang berbeda.


"Tunggu dulu! kenapa bukan Bai Qin yang menjemputku? Apa dia lupa janjinya?" Ya Ran masih bertanya-tanya mengapa Bai Qin tidak datang ke hadapan dan membawa Ya Ran menuju alam lain.


"Tuan menunggu Anda di gerbang reinkarnasi,"


"Benarkah? Kami akan terlahir kembali? Jadi kami tidak bisa bersama lagi?" Langkah kaki Ya Ran mengendur, lututnya semakin lemas. Bagaimana bisa? Padahal Ya Ran telah menunggu hingga waktu ini, tetapi kenapa suratan takdir begitu mempermainkan mereka.

__ADS_1


Reinkarnasi berasal dari kata latin re in carnis. Re berarti kembali atau pengulangan. In berarti di dalam, dan Carnis berarti daging. Sehingga secara etimologi reinkarnasi dapat diartikan kembali menjadi daging, menjelma menjadi daging, dilahirkan kembali menjadi mahluk yang berdaging.


Reinkarnasi merujuk kepada kepercayaan bahwa akan ada masa dimana seseorang mati dan kemudian dilahirkan kembali dalam bentuk kehidupan lain. Yang terlahir kembali bukanlah wujud fisik melainkan jiwa atau ruh dari orang tersebut yang kemudian mengambil wujud tertentu sesuai dengan hasil pebuatannya terdahulu.


Dalam perjalanan menuju alam baka, Ya Ran di temani oleh Xiao Lan. Di sisi kanan dan kiri perjalanan mereka, Ya Ran melihat berbagai roh atau jiwa-jiwa yang nantinya akan terlahir kembali. Entah terlahir ke alam manusia, binatang atau bahkan ke alam setan.


Beberapa di antara mereka meraung dan berteriak menolak diturunkan ke alam yang buruk. Bahkan ada yang meronta sebelum di jatuhkan ke lembah reinkarnasi.


"Ran er?" panggil Bai Qin begitu melihat kedatangan sang kekasih hatinya.


Ya Ran yang sejak tadi memendam duka karena ketakutan jika ia dan Bai Qin akan dipisahkan, tak bisa lagi menahan perasaanya. Gadis itu segera berlari dan menghamburkan diri ke dalam dekapan Bai Qin.


"Aku takut sekali, bagaimana jika aku tidak melihatmu?"


Bukan menenangkan, Bai Qin malah mencubit pucuk hidung Song Ya Ran. Ia tidak tahan dengan tingkah lucu Ya Ran yang kini tak lagi sungkan mengatakan jika menyukai Bai Qin.


"Kita pasti akan bertemu kembali, Ran er! percayalah padaku!"


"Bagaimana bisa aku percaya jika kita terus saja menjalani takdir ini?"


"Aku percaya pada takdir, takdir akan mempertemukan kita kembali di kehidupan selanjutnya. Jadi, percayalah pada takdir kita!" ucap Bai Qin meyakinkan Ya Ran jika mereka akan kembali dipertemukan di kehidupan selanjutnya.


"Bai Qin, aku mencintaimu baik itu di kehidupan terdahulu atau bahkan di kehidupan selanjutnya."


"Song Ya Ran, aku menginginkan dirimu. Baik itu di kehidupan terdahulu atau di kehidupan selanjutnya."


Keduanya menyatukan perasan dan saling menjanjikan akan berbahagia di kehidupan selanjutnya. Tak hanya itu saja, sebelum keduanya menjatuhkan diri ke lembah reinkarnasi, Bai Qin dan Song Ya Ran sempat berciu man manis. Tangis haru dan bahagia mengiringi kepergian mereka menuju kehidupan selanjutnya.


...****...

__ADS_1



__ADS_2