Suami Hantuku

Suami Hantuku
Kelahiran dan Keabadian


__ADS_3

Perang telah usai, suasana di alam Dewa kembali kondusif. Kerajaan Langit sedang berduka. Seluruh Dewa tingkat tinggi berkumpul di aula utama. Termasuk Bai Qin dan juga Mo Lan.


"Bagaimana dengan Kakak Ipar?" tanya Mo Lan ketika keduanya datang secara bersamaan di aula utama.


"Dalam masa penyembuhan, dia banyak mengeluarkan tenaga dalamnya." sahut Bai Qin singkat.


Kini, Ya Ran berada di Istana Xuedong dengan seorang tabib Dewa yang terus menemaninya. Bahkan tabib itu juga melarang Bai Qin terus berada di kamar Ya Ran karena bisa menggangu istirahat Song Ya Ran.


"Bagaimana Yang Mulia bisa cepat sembuh jika Dewa Agung terus di sini?" sindir Tabib itu pada Bai Qin.


"Hei ini Istanaku! aku berhak di manapun,"


"Tetapi jangan menganggu, Yang Mulia!"


Akhirnya Bai Qin mengalah dan meninggalkan Ya Ran bersama tabib perempuan yang cerewet itu.


Di Xuedong Bai Qin mengindari makhluk abadi cerewet, di Aula utama Bai Qin harus berurusan dengan Mo Lan. Terlebih lagi, dirinya diajukan sebagai pengganti Kaisar Langit selanjutnya oleh beberapa Dewa Agung yang hadir.


"Maaf aku tidak bisa, Dewa Agung Mo Lan ... mungkin kau bisa menggantikan Baginda?"


"Bagaimana bisa? Yang Mulia Dewa Agunglah yang lebih pantas." ucap Mo Lan dan dibenarkan oleh yang lainnya.


"Aku masih memiliki keperluan lagi, bahkan Dewi Agung juga masih belum sembuh sepenuhnya."


"Mohon, Yang Mulia menimbang permintaan kami."


"Iya, Yang Mulia. Bagaimana dengan nasib Istana Langit tanpa Anda? Setelah kami kehilangan pemimpin kami."


Semua Dewa saling berbisik dan meminta Bai Qin menggantikan Kisar Langit selanjutnya. Namun, pertemuan mereka harus terhenti tiba-tiba oleh kedatangan sosok di aula utama.


"Aku akan membangkitkan Yang Mulia Kaisar dan Dewa lain yang gugur di Lembah Kunlun." Rupanya Song Ya Ran yang datang dengan wajah pucat dengan tabib wanita yang menemaninya.


"Ran er! jangan bercanda! kau masih belum sepenuhnya sembuh."


"Tutup mulutmu, Bai Qin. Aku bisa cepat sembuh jika kau tidak sering menggangguku seperti semalam." Ya Ran emosi karena Dewa itu terus saja mengacaukan dirinya.


"Kakak Ipar?" Hanya Mo Lan yang berani menyebut Ya Ran. Sedangkan Dewa lainnya hanya menutup mulut serta telinga mereka dengan perdebatan pengusaha Xuedong itu.

__ADS_1


"Hubungan mereka memang seperti itu," bisik Mo Lan kepada Dewa di sampingnya.


"Tidak, aku tidak setuju! itu bisa membahayakan nyawamu. Apa kau tahu? Aku mengkhawatirkan dirimu?"


Pertemuan di tutup darurat atas saran Mo Lan. Semua Dewa keluar dari aula utama hingga menyisakan dua Dewa bodoh yang sedang bertengkar layaknya dua negara.


"Aku tidak apa-apa, Phoenix api adalah lambang kelahiran dan keabadian. Aku bisa membangkitkan mereka."


"Tapi itu membahayakan nyawamu, aku tidak setuju!"


"Bai Qin ... aku serius!"


"Song Ya Ran, aku lebih serius!"


"Aaarggghh ... " Keduanya frustasi dengan argumentasi masing-masing tanpa memedulikan di sekitar mereka kini tidak ada satupun Dewa.


"Aku akan baik-baik saja, Yang Mulia harus percaya padaku. Karena aku ini Nyonya Xuedong."


Meski pengakuan tadi hanya rayuan belaka. Alih-alih marah, Bai Qin malah tersenyum geli mendengarnya.


"Sayang, kita bisa cari cara lain. Tanpa melakukan ritual itu." Lin Bai Qin memeluk Ya Ran untuk meyakinkan Dewi itu untuk mengurungkan niatnya saja.


**


Sepertinya Lin Bai Qin tidak mampu lagi jika harus berdebat dengan Ya Ran. Cara ampuh yang Ya Ran inginkan ini sebenarnya cukup baik agar Bai Qin tidak tertekan menggantikan Yang Mulia Kaisar.


"Aku tidak ingin berakhir di Istana Langit karena menjadi Permaisurimu. Aku ingin hidup bebas." Itulah kata-kata dari Ya Ran yang akhirnya bisa meluluhkan hati Bai Qin.


"Lalu hidup bebas di mana? Bersama siapa?"


"Di manapun asal tidak di Istana Langit, begitu banyak aturan. Bersama siapa itu tidak penting. Asal kita bisa bersama." jawab Ya Ran


"Kau yakin? Apa kau sudah mengakui aku sebagai suamimu?"


"Jangan banyak berpikir, kau harus menuruti semua permintaanku, Yang Mulia." pinta Ya Ran setelah keduanya sepakat membangkitkan Yang Mulia Kaisar.


"Baiklah."

__ADS_1


**


Tepat seperti yang telah mereka sepakati, Semua Dewa Istana Langit hadir di Komplek Pemakaman Para Kesatria serta Dewa Langit lainnya. Puluhan ribu peti mati berjejer rapi di sana. Termasuk peti mati Kaisar dan juga Lu Ming.


"Ran er, katakan saja jika kau sudah tak mampu. Kita bisa menghentikan ini." Mau bagaimanapun, Bai Qin masih belum sepenuhnya menyetujui ide gila Ya Ran ini. Karena Ya Ran akan kembali menggunakan roh Dewa serta bantuan dari Phoenix api di dalam tubuhnya.


"Aku bisa, percayalah padaku, Yang Mulia! aku hanya minta semua yang hadir meminjamkan sedikit tenaga dalam kalian untuk memasukkan roh Langit para Dewa ini ke dalam jasadnya."


Tepat pada saat waktu yang telah ditentukan oleh Ya Ran. Langit alam Dewa yang tadinya gelap, kini berubah kemerahan. Mungkin semua itu karena kekuatan spiritual dari Phoenix api Ya Ran.


Song Ya Ran menggerakkan tangannya dengan memanggil energi spiritual Phoenix api yang akan mengalir ke dalam darahnya. Dan dari tetesan darah itu akan dia satukan dengan roh Langit masing-masing korban.


Satu per satu buturan darah Ya Ran mulai keluar dari celah tangannya dan menyatu atas perintah Ya Ran. Tugas para Dewa adalah mengarahkan perpaduan darah dan roh tadi untuk masuk ke jasad yang gugur.


Yang Mulia Kaisar lah yang terlebih dahulu dibangkitkan oleh Ya Ran kemudian menyusul Lu Ming dan seterusnya. Wajah Bai Qin semakin merah padam karena melihat Ya Ran kehilangan banyak darah.


"Jika tahu seperti ini, aku melarangnya!" umpat Bai Qin.


Namun, Yang Mulia kaisar yang telah sadar dan melihat Ya Ran melakukan ritual ini tidak bisa diam saja. Pria paruh baya itu melakukan hal yang sama dengan Ya Ran dan membagi darahnya ke Rakyatnya.


"Selamat datang kembali, Yang Mulia Kaisar!"


"Selamat datang kembali, Yang Mulia Kaisar!"


"Ya Ran cukup! aku akan melanjutkannya." Kaisar meminta Ya Ran berhenti karena bisa menghilangkan nyawanya.


Bai Qin, mepinjamkan Energi Naganya karena energi Kaisar masih belum cukup membangkitkan 10.000 rakyat mereka.


Song Ya Ran ditarik oleh Bai Qin yang sejak tadi melarangnya. "Ini akibat tidak nurut!" Bai Qin menggendong Dewi itu untuk berhenti dan menemani Kaisar membangkitkan Dewa lainnya yang masih cukup banyak.


"Itulah untungnya memiliki pria yang bisa diandalkan!" puji Ya Ran masih sempat bisa menggoda Bai Qin.


"Sudah kukatakan dari dulu, aku ini suami yang bertanggungjawab."


**


Kekuatan spiritual Phoenix api dan Naga bersatu membangkitkan seluruh korban perang. Jika darah Yang Mulia Kaisar yang digunakan, maka Bai Qin ada di belakang Kaisar dengan terus memberikan aliran cakra Naganya agar Kaisar tidak kelelahan.

__ADS_1


Nyatanya, darah keturunan Suku Phoenix api akan menghidupkan mereka karena Phoenix adalah hewan legendaris yang memiliki arti kelahiran dan keabadian.



__ADS_2