Suami Hantuku

Suami Hantuku
Silakan Pilih!


__ADS_3

Sesuai janji Bai Qin ketika menolong keluarga Ya Ran, pemimpin Xuedong Investment itu berbesar hati menerima kedatangan sang lintah darat serta anak buahnya yang telah memberi hutang dengan bunga yang mencekik leher keluarga Song.


Selain membayar hutang dasar dan juga bunganya, Bai Qin juga meminta rentenir itu untuk menjauhi keluarga Lao Song jika tidak ingin bisnisnya hancur. Ancaman itu tak main-main, hingga membuat rentenir kejam itu tak berkutik dengan kekuasaan serta harta dari Bai Qin.


Selain menunggu kedatangan rentenir itu, Bai Qin juga mengharapkan kedatangan Song Ya Ran ke kantornya. Bahkan pria itu sampai meminta orang untuk memeriksa jadwal kuliah Ya Ran agar ia yakin jika Ya Ran tidak akan lari dari janjinya.


Pukul dua siang, asisten Bai Qin melaporkan jika Ya Ran telah keluar dari kampusnya. "Nona Song seharusnya berada di jalan menuju ke mari," lapor Chu Yan, pria berkacamata yang terus menjadi tangan kanan sang pemimpin itu.


Iris kecoklatan Bai Qin bergerak ke kanan dan ke kiri menyapu seluruh ruangannya. Hal tersebut, memancing keingintahuan Chu Yan untuk bertanya, "Apa Anda memerlukan sesuatu, Tuan?"


Bai Qin tersentak dari pandangannya, hingga ia menutupi kegugupannya dengan menanyakan perihal kontraknya. "Kau sudah menyiapkan kontrak yang diminta, Chu Yan?"


"Sudah Tuan. Kontrak yang akan mengikat Nona Song," Chu Yan tahu seperti apa bosnya, selama kurun waktu lima tahun ini, Chu Yan mengamati cara kerja Bai Qin yang tidak ingin terkalahkan. Ia akan melakukan segala macam cara untuk menjatuhkan lawannya, baik itu dengan jebakan atau ancaman.


Sudut bibir Bai Qin terangkat sedikit, yang menandakan jika ia puas dengan jebakannya. "Tunggu saja, kau akan dengan sukarela mendekati aku!'


**


Seperti yang telah diharapkan oleh Bai Qin, Song Ya Ran dengan napas terengah-engah menuju lobi utama Xuedong Investment. Seusai pulang dari kuliah, gadis itu mengumpulkan keberanian untuk menemui Bai Qin seperti janjinya malam itu.


Meski rasa sedih masih bersarang di hatinya, Ya Ran harus tetap bangkit. Sejak keputusannya untuk mengalah dan meminta Peng Xuan kembali ke mantan pacarnya, ponsel Ya Ran berulang kali berdering dari Peng Xuan. Pria itu masih mengharapkan hubungannya dengan Ya Ran agar tak berakhir.


Dan bahkan, kabar kandasnya hubungan Ya Ran dan Peng Xuan telah menyebar hingga ke kampusnya. Banyak orang yang menyayangkan putusnya hubungan itu, tetapi tak sedikit pula banyak yang bertepuk tangan dengan adanya kabar itu. Selain para penggemar Peng Xuan, para mantan pacar Peng Xuan juga berbahagia atas kabar keretakan hubungan antara Peng Xuan dan Ya Ran.


'Apa dia akan memintaku bekerja di sini?" keluh Song Ya Ran meratapi nasibnya, karena Ya Ran tidak mendalami bidang seperti itu.


Ya Ran segera menukar kartu identitasnya dengan kartu pengunjung untuk memasuki kantor Bai Qin. Hal seperti umum terjadi, karena banyak perkantoran yang memberlakukan peraturan seperti ini untuk menjaga keamanan kantor mereka.

__ADS_1


Seorang wanita berpakaian tapi mempersilakan dan menemani Ya Ran menuju kantor pimpinan mereka tanpa Ya Ran perlu membuat janji terlebih dahulu.


"Tuan Lin telah menunggu, Anda!"


"Menunggu? Apa dia benar-benar akan mengkomersialkan aku?" keluh Ya Ran pelan karena gelisah. Selama ini Ya Ran tidak pernah berurusan dengan konglomerat atau orang kaya semacam ini. Bahkan meski mantan kekasihnya yang notabenenya Tuan Muda dari keluarga Lin saja, Ya Ran tidak pernah meminta perlakuan khusus.


Pegawai itu menemani Ya Ran dan mengarahkan gadis muda itu menuju lift khusus untuk pemimpin mereka. Tak ada sama sekali rasa kagum di hati Ya Ran mengenai kesan pertamanya di kantor ini, karena hatinya terisi rasa kekhawatiran jika Bai Qin akan melakukan kejahatan padanya. "Seperti menjualku mungkin?"


Ya Ran dipersilakan masuk ke ruangan pimpinan. Gadis itu masuk setelah pegawai wanita itu juga membukakan dua daun pintu ruangan Bai Qin. Seusai mengantar Ya Ran, pegawai wanita itu bergegas kembali ke tempat kerjanya untuk melanjutkan tugasnya.


Tanpa Ya Ran duga, Bai Qin telah menunggu kedatangannya. Hal itu dapat Ya Ran ketahui dengan cara Bai Qin menatap Ya Ran dengan tajam.


Bohong jika Ya Ran tidak ketakutan, gadis itu bahkan tampak menelan ludahnya merasa takut jika pria itu akan menelan bulat-bulat dirinya.


Melihat keresahan di kedua mata Ya Ran, Bai Qin bersikap lebih lunak. Pria itu sedikit melonggarkan ikatan dasinya guna memberi kesan sedikit santai dari penampilannya. "Aku lupa jika di kehidupan ini dia masih gadis muda,"


Song Ya Ran merapatkan kedua kakinya, sangat kentara jika ia gugup di depan Bai Qin. Tak jauh berbeda dengan Ya Ran, Bai Qin juga merasa gugup. Namun, pria itu masih bisa menyembunyikan kegelisahannya.


"Chu Yan, bawakan kontrak kerja untuk Nona Song!" perintah Bai Qin tanpa basa-basi.


"Kontrak kerja?" tanya Ya Ran mengulangi kalimat Bai Qin.


"Tentu saja, jika tidak ada kontrak yang legal, bagaimana jika kau kabur? Lagipula aku tipe orang yang to the point'."


Chu Yan membawa dua buah dokumen untuk ditandatangani kedua belah pihak. Bai Qin mempersilakan Ya Ran untuk membaca kontrak kerja itu sebelum menandatangani.


Sembari menunggu Ya Ran menyelesaikan tugasnya, Bai Qin berjalan ke arah jendela guna memecah rasa gugupnya.

__ADS_1



"Waktu kerja tidak terikat bukan? Aku masih harus bersekolah." pinta Ya Ran memastikan.


"Tidak masalah," sahut Bai Qin.


"Tunggu dulu, aku hanya menawarkan 1 atau 2 tahun, kenapa di kontrak tertera 3 tahun?" Ya Ran tidak terima dengan tenggang waktu yang Bai Qin inginkan.



"Yang benar saja, aku sudah mengeluarkan ratusan ribu Yuan demi orang lain. Sekarang coba kau cari tahu berapa upah minimum pekerja di negeri ini?" terang Bai Qin panjang lebar.


Ya Ran tampak kesal, benar saja jika ia mengira jika Bai Qin adalah lintah darat yang telah menipunya. "Dasar ke pa rat! kau bilang membantu kami, rupanya hanya mencari keuntungan." umpat Ya Ran di dalam hatinya. Ia mengutuk sikap penuh kelicikan Bai Qin.


"Namun, aku tidak memiliki kemampuan di bidang investasi sekuritas."


"Siapa yang akan memintamu bekerja di kantor ini? Aku tahu kau adalah mahasiswa seni rupa."


"Breng sek ... dia telah mencari informasi tentang aku."


"Lalu? Di mana aku akan bekerja?" Kesal, Ya Ran mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.


"Di rumahku!" jawab Bai Qin singkat.


"Rumah? Apa aku tidak salah dengar? Kau pikir aku ini siapa?" Emosi Ya Ran berapi-api. Kini, ia tak dapat lagi menahannya.


"Jadi kau keberatan? Baiklah ... Chu Yan, hubungi kuasa hukum Xuedong Investment agar melayangkan tuntutan pada Nona Song." perintah Bai Qin, hingga membuat Ya Ran meringis ketakutan.

__ADS_1



__ADS_2