Suami Hantuku

Suami Hantuku
Teteup Fantasi, Ya


__ADS_3

Ya Ran membantu Bai Qin pulang dengan selamat hingga ke rumah mewahnya. Meski pria itu mati-matian berdalih jika dirinya tidak apa-apa, Ya Ran tetep bersikeras untuk mengajak Bai Qin memeriksakan keadaan pinggangnya ke rumah sakit.


Alhasil, Ya Ran lah yang harus kerepotan meladeni Bai Qin yang memiliki banyak akal bulus untuk mengerjai Song Ya Ran.


Pria itu berubah menjadi sosok manja yang minta diperhatikan dan diladeni. Hingga membuat Ya Ran harus kerepotan.


"Bukankah dokter pribadi Anda tadi mengatakan jika keadaan tulang Anda tak berbahaya, lalu mau sampai kapan aku harus di sini?"


"Xiao Ran, jangan lupa! aku menjadi seperti ini karena siapa?" Kembali Ya Ran diingatkan oleh Bai Qin agar ia merasa harus membayar budi setelah diselamatkan olehnya.


Benar seperti yang Ya Ran katakan, Bai Qin terlalu berlebihan. Bahkan dokter yang menanganinya saja menyatakan jika sakit yang diderita oleh Bai Qin tidak perlu dirisaukan. Dokter berkata bahwa, "Anda akan segera sembuh dengan daya tahan tubuh Anda yang seperti ini, Tuan."


Atas dasar itulah, Ya Ran sedikit mengesampingkan rasa Kekhawatiran terhadap Bai Qin. Tetapi, Bai Qin tidak tinggal diam. Ia akan merundung Ya Ran dengan caranya sendiri. Seperti sekarang ini, Bai Qin minta dibuatkan bubur karena dia merupakan seorang pasien.


"Tulangku bermasalah, jadi aku ingin makan makanan yang mengandung kalsium.'


Dan Ya Ran hanya bisa mengalah demi secarik kontrak kerja yang telah ia tanda tangani. "Mungkin aku pernah memiliki hutang budi di kehidupan yang lampau, hingga dia berbuat seenaknya padaku."


**


Gadis beranjak dewasa itu masuk ke kamar Bai Qin dengan membawa satu baki berisi bubur rumput laut dan sup tulang sapi yang menjadi keinginan Bai Qin untuk mengkonsumsi makanan berkalsium. Selain itu tak lupa Ya Ran membawakan segelas susu hangat untuk Bai Qin.


"Sudah ... tugasku hari ini telah usai, aku pamit pulang dulu." ucap Ya Ran dengan nada menahan rasa lelah.


"Tunggu dulu!" Bai Qin menahan kepergian Song Ya Ran dengan menahan tangannya. "Aku sudah menyelamatkanmu, lalu membelikan baju ganti karena bajumu basah."


"Menolong, baju baru ... oke oke iya, lalu Anda ingin apa lagi?" tanya Ya Ran dengan kesal, tetapi ada rasa aneh menyerang pikiran Ya Ran. Gadis itu seperti pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Dalam sekelebat bayangan Ya Ran, gadis itu seperti baru saja bertukar pakaian. Dan ekspresi Ya Ran begitu girang.


"Suapi aku!"


"Tuan ... yang sakit itu pinggang Anda, bukan tangan Anda."

__ADS_1


"Ribuan tahun kita hanya bisa seperti ini saja, apa di kehidupan ini kita juga akan mengalami hal seperti kata ini?" batin Bai Qin begitu tersiksa jika mengingat kenangan bersama Ya Ran mulai dari ketika keduanya berada di Kerajaan Langit hingga di dunia ini.


Bai Qin dan Song Ya Ran memang ditakdirkan bertemu dan bersama, tetapi selalu saja dipisahkan oleh kematian. "Semoga di kehidupan ini, kita bisa selalu bersama."


"Baiklah," jawab Ya Ran.


Lin Bai Qin merasa lega dengan jawaban Ya Ran, jawaban "Baiklah" tadi seperti sebuah penerimaan untuk harapan yang baru saja diucapkan oleh Bai Qin.


Ya Ran mulai memberi makan Bai Qin seperti yang diinginkan oleh pria itu, mulai dari meminum sup yang terbuat dari kaldu tulang sapi yang dimasak dengan panci bertekanan tinggi serta ditambah rempah. "Kemampuan masakku tidak sebaik ibuku."


"Aku tahu, ini sup paling tidak enak yang pernah kuminum,"


"Kalau begitu jangan dilanjutkan," protes Ya Ran.


"Tidak, mubazir. Lagipula kau susah payah membuatnya untukku."


Selain menyuapi Bai Qin, Ya Ran juga mendinginkan sup dengan meniup sup itu sebelum disendokkan ke mulut Bai Qin. Hal itu begitu manis bagi siapapun yang melihatnya termasuk Nyonya besar Lin.


Wanita berambut putih dengan dengan penambahan modis itu hanya mematung menatap putra bungsunya.


Sontak, karena tersentak Ya Ran refleks menjatuhkan kuah sup di dada bidang Bai Qin hingga wanita itu harus mengelapnya dengan telapak tangannya. Hal tersebut menyebabkan kedua pipi Bai Qin merona. "Jangan bergerak aneh-aneh!" perintah Bai Qin.


"Kenapa ibu tidak memberikan kabar padaku?" Bai Qin mencoba bangun dari tidurnya dan duduk bersandar di headboard dengan bantuan Ya Ran.


"Untuk apa ibu harus memberi kabar terlebih dahulu jika harus masuk ke rumah putra ibu," Nyonya besar Lin berjalan mendekati sang putra.


Song Ya Ran terus saja menundukkan kepalanya, ia dalam keadaan terpojok karena ibu dari Bai Qin menyergap mereka berdua.


"Nyonya, ini bukan seperti yang Anda kira." Bagaimanapun Ya Ran harus menjelaskan kepada yang sebenarnya. Sehingga Ya Ran memberanikan diri menghadapi Nyonya besar Lin.


"Oh, rupanya putraku yang menjalani kehidupan Biarawan itu kini telah berakhir," sindir Nyonya Lin.

__ADS_1


Bai Qin memberikan kode berupa kedipan mata untuk Ya Ran agar meninggalkan ia dan ibunya. Bai Qin tidak ingin Ya Ran terjebak dan Nyonya Lin akan bertanya macam-macam dengannya.


"Jadi ... siapa dia?" tanya Nyonya Lin.


"Ibu ... "


"Saya permisi dulu,"


**


Nyonya Lin mendekati sang putra dengan duduk di tepi ranjang menggantikan posisi Ya Ran tadi.


"Apa dia? Maksudku Yang Mulia?" Nyonya Lin menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Selain itu, kedua matanya bersinar girang.


Bai Qin mengangguk. Namun, tidak banyak berbicara.


"Tetapi, kenapa energi Yin-nya?"


"Ya Ran kehilangan sebagian besar tenaga Yin-nya setelah melintas dari lembah nestapa."


Yin-Yang atau Yin dan Yang adalah konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain. Konsep tersebut didasarkan pada asal muasal dari banyaknya cabang ilmu pengetahuan klasik dan filosofi Tionghoa serta dapat digunakan sebagai pedoman pengobatan Cina dan menjadi prinsip dari seni bela diri yang ada di Tiongkok


"Yang Mulia, apa Dewi juga kehilangan ingatannya?"


Kembali Bai Qin mengangguk untuk menjawab pertanyaan Nyonya Lin.


"Hamba akan terus setia melayani Anda dalam kehidupan-kehidupan Anda. Agar kejadian seperti kehidupan sebelum ini tidak lagi terjadi."


Nyonya Lin yang merupakan Reinkarnasi dari pengawal setia Bai Qin merasa menyesal karena membiarkan Dewa Langit itu menjalankan hukumnya tanpa dirinya hingga meninggal di tangan Peng Xuan pada kehidupan sebelum ini.


"Tetaplah bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, Ya Ran sempat meminum sedikit ramuan amnesia sebelum terjun ke lembah Reinkarnasi, sehingga membuat sebagian ingatannya hilang,"

__ADS_1


Malang sekali nasib Bai Qin dan Ya Ran, keduanya harus menjalani hukuman dari sang Kaisar karena melanggar aturan Langit, karena keduanya jatuh cinta. Song Ya Ran yang memiliki energi Yin yang berasal dari kedua orangtuanya dan Bai Qin yamg memiliki energi Yang yang cukup kuat dari sejal dilahirkan.


__ADS_2