
Sebelum malam semakin larut lagi, Bai Qin mengantar Ya Ran pulang ke rumahnya agar kejadian seperti siang tadi tidak terulang kembali. Meski berulang kali Ya Ran mengatakan agar bosnya itu tak perlu repot-repot mengantarnya, Bai Qin tidak peduli. Ia hanya ingin memastikan Ya Ran pulang dengan selamat.
Seusai punggung gadis itu menghilang di balik pintu rumahnya, Bai Qin lega sehingga dia bisa pulang tanpa rasa khawatir lagi.
Namun, sebelum Bai Qin masuk ke dalam mobilnya. Salah satu Dewa Agung di Istana Langit itu dikejutkan oleh hadirnya dua makhluk abadi di depannya.
"Salam, Yang Mulia."
"Salam, Yang Mulia," Dua pria berpakaian hanfu lengkap dengan senjata di tangan, mengaturkan hormat kepada junjungan mereka.
"Bangunlah, Yu Tong dan Fu Tong." ucap Bai Qin yang mengenali dua pengawal setianya ketika masih menjabat sebagai Dewa perang di Istana Langit.
Dan kedua pria yang baru saja memberi hormat kepada Bai Qin adalah jendral di bawah kepemimpinan Bai Qin dulu.
"Maaf, Yang Mulia. Ada hal penting yang harus kami sampaikan kepada Yang Mulia." jelas Fu Tong, pria dengan sebuah kapak berada di tangan kanannya.
"Ada masalah penting apa hingga kalian berdua turun ke dunia fana ini?" Untung saja, Ya Ran tidak bersama Bai Qin. Setidaknya, gadis itu tidak perlu tahu masalah Bai Qin. Selain itu, sebagai seorang Dewi yang mengalami hilang ingatan, Ya Ran bisa dengan mudah melihat dua makhluk abadi itu.
"Semenjak kepergian Dewa, divisi militer banyak mengalami masalah. Dewa Li Tei yang ditunjuk menggantikan Anda berlaku seenaknya." Yu Tong si pendiam, kini mengeluarkan isi hati yang selama ini ia simpan rapi setelah kepergian Yang Mulia.
Namun, Bai Qin tak menanggapinya. Ia hanya bergeming meski memikirkan masalah itu sesaat. Karena, Bai Qin masih harus menjalani hukuman atas kesalahannya.
"Bersabarlah, aku masih menyelesaikan ujianku di dunai fana ini. Setelah selesai, aku akan menyelesaikan kemelut di tubuh divisi militer." Ucapan Bai Qin yang tegas seperti biasanya, kini terasa hambar di telinga kedua jenderalnya. Baik Yu Tong maupun Fu Tong saling melempar pandangan satu sama lain.
"Maaf jika kami lancang, Yang Mulia. Yang Mulia bisa kembali. Kaisar pasti dengan senang hati menyambut Anda." Fu Tong merayu dan menyakinkan Bai Qin agar bersedia kembali ke Istana Langit dan menjaga perdamaian seluruh alam semesta dengan kekuasaannya.
Selain kemelut di tubuh divisi militer, perseteruan antara laut Utara dan Selatan juga tak luput dari laporan kedua Jendral Bai Qin.
"Aku harus menyelesaikan tujuh ujian, tujuh penderitaan dan tujuh siksaan di alam manusia."
__ADS_1
Apa yang dikatakan oleh Bai Qin benar, seusai di adili karena kesalahannya, Dewa Agung Lin Bai Qin dan juga Dewi Kesuburan Song Ya Ran dilahirkan ke alam lain selain alam Langit.
"Jika jatuh cinta itu kesalahan, aku rela menerima akibat dari kesalahan yang kulakukan." ucap Bai Qin sebelum meninggalkan Istana Langit dan menerima hukumannya.
Dengan alasan cinta, kedua Dewa Dewi itu dituduh dari jebakan yang dibuat oleh Dewa pesaing Bai Qin. Karena kebolehannya memimpin pasukan dan kepiawaiannya mengatur siasat, Bai Qin telah menempati posisi tertinggi di divisi militer. Sejak kecil, Dewa Abadi itu memang telah terlahir dengan kecakapan. Dan pada usia ke 40.000 tahun, Bai Qin telah diangkat menjadi jenderal. Tak berselang lama, karena kesetiaannya pada Istana Langit, Bai Qin ditunjuk menjadi pemimpin pasukan perang suku Langit.
Muda, berkharisma serta berilmu pengetahuan yang tinggi membuat Bai Qin banyak dikagumi baik itu oleh para Dewa serta Dewi. Tak jarang, banyak Dewi ataupun peri pelayan Langit yang berlomba-lomba mendapatkan kasih sayang seorang Dewa Perang Bai Qin.
Tetapi, hanya ada satu Dewi yang begitu menarik perhatian Bai Qin. Dilalah Dewi Kesuburan Song Ya Ran. Berwajah cantik dan penuh enerjik, membuat Ya Ran begitu berbeda dari para Dewi ataupun peri yang ada di Istana Langit.
Terlahir dalam Paviliun Zhiwu, Ya Ran menjadi putri dari Dewa Abadi Pertanian. Seorang putri satu-satunya dan memiliki banyak cinta kasih membuat Ya Ran hidup dalam lingkungan aman serta dilimpahkan kebagian serta rahmat. Hal itulah, yang membuat Ya Ran bersikap periang serta energik hingga mampu menjinakkan hati seorang Dewa Perang Bai Qin.
Pertemuan pertama keduanya adalah di perpustakaan. Kala itu, Ya Ran dan teman baiknya Lu Ming, Dewa yang betugas menjaga cuaca sedang mencari jawaban atas sebuah masalah. Tepat pada saat itu, Bai Qin juga datang ke perpustakaan Langit dan menegur Ya Ran karena cukup berisik hingga membuatnya sakit kepala.
Buru-buru Si Ming melerai perdebatan keduanya, Si Ming lah yang mengatakan bahwa Bai Qin adalah salah satu Dewa tingkat atas di Istana Langit.
"Apa kau kenal be debah itu?' bisik Ya Ran pada temannya.
"Aku bisa mendengar umpatanmu,"
Ya Ran sedikit mendekati Si Ming, hingga bibirnya hampir menyentuh telinga kanan teman prianya itu. "Si Ming, apa kau kenal dia?"
"Ssssttt ... Baginda adalah Dewa Agung."
**
"Yang Mulia bisa kembali ke Istana Langit sekarang? Dan segera menyelesaikan konflik di tubuh divisi militer. Kami membutuhkan Yang Mulia."
__ADS_1
"Bagaimana bisa, kami ... maksudku aku dan Dewi Kesuburan sedang menjalani ujian." Bai Qin menatap lurus ke arah rumah Ya Ran. Ia teringat sebelum keduanya masuk ke lembah reinkarnasi, Bai Qin bersumpah akan terus melindungi Ya Ran di alam manapun.
"Dewi adalah makhluk abadi. Meski kultivasi Dewi tidak setinggi Anda. Tetapi, tubu Dewi masih menyimpan energi spritual dan memiliki roh langit." bujuk Fu Tong.
"Yang Mulia telah menempuh banyak ujian serta siksaan, sudah waktunya Yang Mulia kembali. Jangan hukum jiwa Yang Mulia di dunia fana ini." imbuh Fu Tong.
"Aku menunggu, ingatan Dewi kembali."
Dua Jenderal itu menyerah dengan keteguhan hati Bai Qin. Pasalnya hampir satu milenium ini, Bai Qin telah menjalani ujian di dunia manusia dan menjalani siksaan berupa kesengsaraan hidup tanpa Ya Ran.
"Yang Mulia bisa membawa Dewi kembali ke Istana, dan menyembuhkan Dewi dengan meminum cairan ingatan." bujuk Yu Tong
Selain memiliki cara seperti yang disebutkan oleh Yu Tong, Bai Qin juga bisa menggunakan mutiara air mata dari suku duyung di Barat Daya untuk mengembalikan ingatan Ya Ran. Namun, semua itu tak dilakukan oleh Bai Qin. Rasa cintanya itulah yang membuat Bai Qin setia menunggu ingatan Ya Ran kembali. Bai Qin ingin ingatan itu kembali dengan alami tanpa cara yang disebutkan oleh Yu Tong.
"Yang Mulia, kami membutuhkan Anda." Kedua Jendral itu kompak berlutut di kaki Bai Qin. Yu Tong dan Fu Tong tak bisa lagi menyakinkan Bai Qin.
"Kenapa belum pulang?" tegur Ya Ran dari arah belakang.
Untung saja, Yu Tong dan Fu Tong sudah kembali sebelum Ya Ran muncul. Bai Qin berbalik ke arah gadis yang mengenakan piyama katun bermotif kuda laut itu.
"Kenapa? Aku masih merindukanmu."
"Pulanglah, ini sudah larut!"
Sebelum pulang, Bai Qin mendekati Ya Ran dan menggenggam kedua pundak Ya Ran dengan tangan kokohnya. "Aku akan pergi agak lama, tinggallah di vila ibuku atau di rumahku. Karena di sana, kau akan aman." Ucapan Bai Qin ini terdengar oleh Ya Ran seperti sebuah perpisahan.
"Kenapa? Apa kau akan meninggalkan aku seperti dulu?" tanya Ya Ran dengan nada mengintervensi Bai Qin.
"Seperti dulu? Maksudmu?"
__ADS_1