Suami Hantuku

Suami Hantuku
Buah Persik


__ADS_3

Song Ya Ran menoleh ke arah suara yang menjawab pertanyaannya. Betapa jantung ingin copot, Ya Ran melihat bayangan Bai Qin di depan matanya.


"Kau? Bukankah kau telah menyelesaikan hukumanmu?" Ya Ran kini tak lagi menggunakan bahasa sopan pada Bai Qin, terlepas dari berakhirnya ujian Bai Qin di dunia manusia, menandakan jika hubungan kerjasama di antara keduanya telah berakhir juga.


Bai Qin mendekat ke arah formasi sihir yang ia gunakan untuk menangkap Ya Ran, "Kenapa? Kau merindukan aku?"


"Cih .... merindukan? Kurasa otaknya telah bergeser setelah bertarung di alam Surgawi." umpat Ya Ran dalam hatinya.


"Hentikan mengumpat suamimu, Dewi. Aku pulang menjengukmu." Langkah Bai Qin terhenti tepat ketika pria itu di dekat Ya Ran tanpa jarak sedikitpun.


Song Ya Ran memiringkan kepalanya dan menatap Bai Qin penuh pertanyaan, "Suami? Mimpi."


Bai Qin lalu mengingatkan Ya Ran tentang kehidupan sebelum ini, keduanya telah menikah meski pada saat itu keadaan Bai Qin telah menjadi seorang arwah. Namun, Ya Ran berdalih jika tidak ada hubungannya di antara kehidupan ini dan kehidupan sebelumnya.


"Namun, aku sudah lupa," ucap Ya Ran, gadis itu belum juga bisa melepaskan diri dari formasi sihir yang Bai Qin buat.


"Tidak masalah, kita masih memiliki banyak waktu untuk mengingatnya," Bai Qin mengumpul tangannya yang telah terkumpul aliran cakra lalu mulai merapal mantra pembebasan untuk Ya Ran.


Dewa Agung akan mendisplinkan Ya Ran karena tidak mau menuruti aturannya. Meski begitu, Ya Ran terus saja bersikeras jika ia telah melakukan hal yang benar. "Hei ... aku memiliki hidup sendiri, dan aku akan menjalani ujianku hingga selesai."


"Jadi kau lebih memilih tetap di sini?" Bai Qin menyeret Ya Ran untuk masuk ke dalam kendaraannya, meski telah menyadari identitasnya, Ya Ran tidak bisa melakukan hal yang mencolok agar tidak merubah sejarah di alam manusia.


"Lepaskan aku! aku tahu, kita pernah terikat karma di kehidupan sebelumnya. Namun, bukankah Kaisar telah mengatakan jika aku harus menebus semua itu dalam 7 penderitaan dan 7 ujian?"


"Ran er, jika kau tidak keberatan, kita bisa kembali ke Istana Langit. Mereka merindukanmu." Bai Qin terus merayu Ya Ran agar menerima ajakannya untuk kembali menjadi identitas abadi yang seharusnya.


Perdebatan alot itu tanpa mereka sadari telah membawa Ya Ran pulang ke rumahnya. "Tidak, aku akan tetap di sini hingga ujianku selesai. Kendatipun aku rindu, aku bisa mengunjungi mereka."

__ADS_1


Ya Ran keluar dari mobil Bai Qin dan segera masuk ke dalam rumahnya. Namun, siapa sangka Bai Qin mengikuti langkahnya kemudahan menutup kedua mata Ya Ran dengan tangannya yang kokoh dari belakang.


"Patuhilah aturanku, Nyonya muda Lin.' ucap Bai Qin dan langsung membawa Ya Ran terbang tinggi ke atas.


Kedua mata Ya Ran masih ditutup oleh tangan Bai Qin, dan tangan satunya pria itu memeluk tubuh Ya Ran dan membawakan menembus lapisan langit.


Barulah ketika berada tak jauh dari gerbang Istana Langit, Bai Qin melepas tangannya sebagai penutup mata Ya Ran.


"Kenapa kau membawa aku ke mari? Bagaimana jika aku dihukum lagi?" Ya Ran trauma. Dia teringat bagaimana mengenaskan dihukum di melintasi sungai akhirat dan berakhir turun ke lembah reinkarnasi.


"Kenapa kau ragu? Posisiku telah kembali, aku akan mengubah semuanya. Dan membalaskan dendam kita,"


Tetapi, Ya Ran tak bisa melanjutkan langkahnya melintasi gerbang utama Istana Langit. Kakinya seperti kebas dan tak bisa digerakkan. "Aku takut, aku sudah melewati ratusan tahun dalam hukuman ini."


"Tenang saja, siapa yang berani melawan Nyonya Istana Xuedong?" Bai Qin menggenggam tangan Ya Ran dan membawanya berjalan ke arah pintu masuk utama Istana Langit.


"Salam, Yang Mulia!"


"Game over? Aku tidak mau berakhir di sini lagi."


"Di sini atau tidak, kau akan abadi sebagai Nyonya Lin!" Dewa Agung memperingatkan Ya Ran agar tidak lupa identitasnya.


**


"Mo Lan?"


"Kakak Ipar?" Ya Ran dan Mo Lan berseru ketika Bai Qin membawa Ya Ran ke Istana Xuedong tempat tinggalnya

__ADS_1


Tepat di bawah pohon persik inilah, Ya Ran mengingat kenangannya sebagai Dewi di tempat tinggal Bai Qin. Bahkan Mo Lan sendiri sempat menitihkan air matanya karena terharu, Dewa itu sangat berharap jika Kakak angkatnya akan bahagia.


Tersentuh dengan sikap Mo Lan, membuat Ya Ran memeluk Dewa penasihat itu dengan spontan. Mo Lan yang awalnya girang, berubah masam karena Ya Ran memeluknya.


"Kakak Ipar?"


"Ada apa?"


"Bisakah kau lepaskan? Aku masih menyayangi nyawaku. Jika kita seperti ini, Pria di depanku ini akan memenggal kepalaku." pinta Mo Lan begitu melihat wajah penuh emosi Bai Qin.


Ya Ran terheran, "Heh?" meski begitu, ia langsung melepas pelukannya terhadap Mo Lan. Dia langsung menatap Bai Qin seperti yang dikatakan Mo Lan dan melihat pria itu kini bersedekap dengan menahan emosi.


"Seremoni pertemuannya sudah?"


"Oh, ya Mo Lan? Apa kau merindukan aku?" goda Ya Ran agar menarik perhatian Bai Qin.


"Nyonya Lin, jaga sikapmu pada bawahan suamimu!'


"Tenang saja, Kak. Aku merindukan kalian berdua." Mo Lan lalu meredam ketegangan dengan memeluk dua Dewa Dewi yang tengah berseteru itu. "Dan aku merindukan buah persik yang kakak ipar rawat ini." kata Mo Lan dengan menunjuk ke atas pohon.


Pohon persik di Istana Xuedong bergeming dan mulai hidup kembali setelah Bai Qin pulang ke kediamannya. Dia diam dan akan mengikuti perintah Dewi Kesuburan sekaligus Nyonya rumahnya.


Dengan kekuatannya, Ya Ran membuat persik ribuan tahun itu hidup kembali, daunnya kini mulai tumbuh sedikit demi sedikit. "Sebentar lagi kau bisa menikmati buahnya, bahkan jika aku tidak ada nanti."


"Bukankah kakak dan kakak ipar telah pulang?" Mo Lan heran dengan ucapan Ya Ran yang menyebutkan jika ia tidak ada nantinya. Mo Lan merasa jika ada yang tidak beres dengan hubungan kakak angkatnya.


...----------------...

__ADS_1



__ADS_2