
"Tapi, Yang Mulia ... hamba benar-benar tidak bisa membantu Anda."
Ya Ran harus memutar otak kecilnya. Dia tidak bisa terus berada di tempat ini. Karena hidupnya harus terus berjalan. Sebagai cara Ya Ran untuk menjalankan hukuman dari Istana Langit. Untung saja Yang Mulia Kaisar masih sudi berbelas kasih kepada Ya Ran. Jika tidak, mungkin Ya Ran akan kehilangan inti roh Langit dengan dihancurkan seperti yang dikehendaki oleh musuhnya.
Ya Ran dan Bai Qin dituduh dengan tidak menyenangkan. Tuduhan itu tanpa alasan sama sekali, Bai Qin dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin militer karena jatuh cinta. Atas alasan konyol itulah, Ya Ran ikut mendapatkan hukuman.
"Aku harus pergi dari sini! lagipula aku juga harus mengindarinya. Aku tidak mau disalahkan untuk kedua kalinya." Otak Ya Ran terus bekerja tiada henti. Hingga terlintas dalam benaknya cara untuk melarikan diri.
"Hamba akan menyiapkan sarapan untuk Anda, sebagai seorang makhluk dunia, Yang Mulia perlu makan." usul Nyonya Lin.
Ya Ran paham dengan perkataan Nyonya Lin, selama memiliki bentuk sebagai manusia, roh ataupun Dewa memiliki perasaan serta hawa naf su. Selain perlu makan dan minum, mereka juga perlu istirahat.
Dan, kesempatan baik ini tidak akan disia-siakan oleh Ya Ran. Nyonya Lin beranjak ke dapur guna menyiapkan sarapan untuk Ya Ran. Hal ini digunakan oleh Ya Ran untuk kabur.
Dewi Kesuburan itu, mencari celah yang tak diberi mantra penghalang oleh Bai Qin. Sebagai Dewi tingkat yang lebih rendah, Ya Ran cukup sulit jika harus melawan pria itu.
Song Ya Ran mencoba berbagai cara untuk menerobos keluar, mulai dari lewat angin-angin hingga lewat lubang pendingin udara.
Namun, tak satupun berhasil membuat Ya Ran kabur. Frustasi akan hal itu, membuat Ya Ran pergi ke kamar mandi guna membasuh muka.
Ya Ran memandangi dirinya di depan cermin kamar mandi griya tawang Bai Qin. Dalam bayangan di cermin, Ya Ran mampu melihat seperti apa rupa wajahnya dulu ketika masih menjadi seorang Dewi penerima persembahan dari para manusia.
"Mengapa aku merasa lebih bahagia menjadi seorang manusia?" gumam Ya Ran seusai membasuh wajahnya yang cantik.
Tak bisa dipungkiri lagi, sebagai seorang Dewi, dia memiliki banyak tanggungjawab dan tidak bisa seenaknya. Hal ini tentu saja jauh berbeda dibandingkan menjadi seorang manusia. Ya Ran bisa melakukan apa saja. Mencintai orang yang ia suka, berjalan bersama hingga menonton film bersama.
__ADS_1
"Maafkan aku ... aku tidak bisa!" Ya Ran mengusap ari matanya. Gadis itu teringat seperti apa sakitnya dihukum oleh Istana Langit. Hal itu membuatnya trauma untuk kembali lagi dan melanjutkan hubungannya.
Sejenak, Ya Ran memikirkan ide. Dan ide gila itu tiba-tiba muncul. Dengan sisa kekuatan spiritual yang ia miliki, Ya Ran mengubah dirinya menjadi lebih kecil hingga bisa melewati saluran pembuangan air di wastafel kamar mandi. Cara menjijikkan itu dipilih oleh Ya Ran agar bisa keluar dari rumah Bai Qin.
Gadis itu jatuh hingga bermeter-meter panjangnya dan berhenti di sebuah selokan di belakang gedung.
Kepergian Ya Ran tentu saja diketahui oleh si pemilik griya tawang Bai Qin. Pria yang kini berada di Istana Xuedong itu, mendengus kesal.
"Dia lebih memilih kabur daripada hidup bersamaku." Bai Qin meremas cangkir teh yang ia gunakan untuk minum bersama dengan Mo Lan temannya.
"Kurasa setelah beratus-ratus tahun dan banyak melewati ujian, Dewi Ya Ran tak ingin lagi bersamamu, Kak!"
"Mustahil, aku ini Dewa Agung dan salah satu dari tiga Dewa Tertinggi di Istana Langit."
"Mo Lan, katakan padaku! apa aku kurang tampan?" tanya Bai Qin. Namun, ia melanjutkan, "Lupakan saja, kepulanganku kali ini hanya untuk membahas konspirasi tersembunyi. Aku memiliki tugas untukmu."
"Apa itu? Kau tahu bukan, aku selalu menuruti perintahmu, Kak." Bukan karena lebih muda atau berpangkat lebih rendah, Mo Lan memang sangat menghormati kakak angkatnya.
Dengan posisi tinggi di bawah naungan penasehat kerajaan. Mo Lan bisa dengan mudah menyusup dan mengamini gerak-gerik di lingkungan Istana.
"Aku mendapatkan laporan dari jenderalku, bahwa ada sekelompok pemberontak yang mengatasnamakan klan iblis."
"Bukankah raja iblis telah kau kalahkan, Kak?"
"Iya, dan aku tidak yakin jika dia akan menyerah begitu saja."
__ADS_1
**
Nyonya Lin datang membawa makanan untuk Ya Ran, tetapi tak mendapati Ya Ran di setiap sudut rumah Bai Qin. Tentu saja Nyonya Lin begitu takut jika Dewa Agung akan menghukumnya karena tidak bisa menjaga Ya Ran.
"Dewa Agung, maafkan hamba. Tugas semudah ini saja hamba tidak bisa menjalankannya." Nyonya Lin bersimpuh dan meminta ampun pada Bai Qin.
Di tempat lain, Ya Ran menuju rumah Xiao Lan dengan baju basah serta berbau got. Xiao Lan begitu shock melihat Ya Ran seperti itu. Dan menyuruh Ya Ran berganti pakaian dengan pakaian miliknya.
"Ini belum Halloween, kenapa kau meng-cosplay tuna wisma, Ya Ran?"
"Jangan banyak tanya, aku baru saja kabur dari lintah darat."
"Kenapa? Apa dia mau menjadikan kau isterinya?"
Ya Ran bingung mau menjawab apa, "Haruskah aku menjawab tidak, atau iya? Pada kenyataannya, kami memang tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.'
"Tidak, dia mau menjualku."
Untuk kesekian kalinya Bai Qin mengeram karena ulah Ya Ran. "Bagaimana bisa dia berpikir aku akan menjualnya? Apa aku begitu kekurangan uang hingga menjualnya? Lagipula siapa yang mau membelinya selain aku?'
...****************...
__ADS_1