Suami Hantuku

Suami Hantuku
Ending


__ADS_3

Yang Mulia Kaisar datang ke Xuedong untuk menanyakan perihal keadaan Ya Ran, "Bagaimana dengannya?"


"Seperti biasa, dia seperti burung beo yang sulit dikandang."


"Dewa Agung jangan terlalu memaksakan kehendak, dia suka hidup bebas seperti jiwanya." Nasihat Kaisar ini ditujukan agar Bai Qin bisa lebih memahami keinginan Ya Ran agar bisa membebaskan Dewi itu seperti keinginannya.


"Hamba tahu bahwa Baginda sangat menyayanginya. Tetapi, sampai kapan Yang Mulia akan menyembunyikan ini darinya?"


"Dia telah banyak melewati masa sulit, beruntung bagiku memiliki Dewa Agung sepertimu yang bisa terus menjaganya."


Tidak banyak yang mengetahui rahasia bahwa Yang Mulia Kaisar memiliki hubungan dekat dengan Song Ya Ran. Hanya orang-orang tertentu lah yang mengetahui rahasia besar ini. Kaisar Langit ingin merahasiakan asal-usul Ya Ran. Semua itu dilakukan hanya karen tidak ingin Ya Ran berada dalam bahaya. Jika ada yang tahu bahwa Ya Ran adalah keturunan terakhir suku Phoenix api, Dewa ataupun makhluk abadi lain akan memburunya untuk diambil darah agar mereka bisa hidup abadi.


Kaisar Langit tidak berharap Ya Ran akan mendapatkan bahaya seperti kedua orangtuanya. Orangtua Ya Ran diburu dan dibunuh oleh bangsa Iblis untuk dijadikan alat keabadian. Sehingga Yang Mulia Kaisar sebagai seorang paman ingin selalu melindungi Ya Ran bagaimanapun caranya. Termasuk memberikan Ya Ran ketika masih bayi kepada ayah angkatnya yaitu Dewa Pertanian.


"Yang Mulia bisa memercayakan semuanya pada hamba."


"Bai Qin, sebagai paman kecilmu, aku berharap kau bisa terus melindunginya."


Dan setelah rahasia itu terbongkar pada saat perang dan ketika Ya Ran melakukan ritual membangkitkan orang mati, keselamatan Ya Ran semakin kritis karena khalayak telah mengetahui jati diri Song Ya Ran yang sebenarnya.


"Selama ini, hamba selalu mengikuti apa yang Baginda katakan. Hamba akan melakukan semua yang Baginda inginkan bukan hanya sebagai seorang anak angkat ataupun menantu."


"Kau ini ... "


**


Atas jasanya pada perang yang lalu, semua Dewa yang terlibat dalam peperangan menerima penghargaan kesatria dari Yang Mulia Kaisar. Bukan hanya para Dewa saja, Song Ya Ran yang tadinya hanya seorang Dewi biasa, kini mendapatkan penghargaan sebagai Dewi Agung atas jasanya melindungi rakyat dari perang hingga membangkitkan korban yang gugur.


Selain itu, Yang Mulia Kaisar juga menwarkan agar Ya Ran bisa mengajukan satu keinginan dan akan dipenuhi oleh Kaisar sendiri.


"Apa yang kau inginkan, Ran er?" Yang Mulia memberi kesempatan Song Ya Ran untuk meminta hadiah dari kesetiaan serta pengorbanannya.

__ADS_1


Namun, Ya Ran berkilah jika, "Hamba melakukan semua ini tanpa mengharapakan imbalan, Yang Mulia."


Sang Kaisar pun tertawa mendengar jawaban dari Dewi Agung. Dia merasa jika Ya Ra tidak seperti Dewa lain pada umumnya yang mengharap hadiah ataupun promosi pangkat jika telah berjuang dengan jerih payahnya.


Hanya saja, ada sedikit hal yang masih mengganjal di benak Ya Ran. Ya Ran selalu berpikiran tentang alam manusia yang telah dia tinggalkan selama ini. "Bagaimana dengan kedua orangtuaku? Pasti mereka sangat mengkhawatirkan aku."


"Namun, jika Yang Mulia memaksa, hamba menginginkan satu hal. Hamba ingin kembali ke alam manusia dan menjalani sisa kehidupan saya hingga ajal di alam manusia. Selanjutnya, hamba akan mengikuti takdir di alam Dewa ini."


Yang Mulia Kaisar dan para kasim tercengang dengan permintaan Ya Ran. Mereka tidak menyangka jika Ya Ran menginginkan hal yang tidak berharga seperti ini. Dewa mana yang ingin hidup di alam fana menjadi makhluk fana? Setiap makhluk pasti menginginkan tinggal dan hidup abadi di Alam Surgawi tanpa kekurangan apapun.


"Kau yakin, Ya Ran?"


"Tentu saja, dan Yang Mulia pasti tidak akan diam saja jika hamba kesulitan di alam manusia, bukan?"


"Hei, kau ini pandai tawar-menawar denganku. Jika kau ingin menjalani hidup fana, lakukan lah seperti apa yang makhluk fana lakukan!"


**


Kaisar ataupun Bai Qin kesulitan menahan kerasnya hati Song Ya Ran. Dewi itu bersikukuh ingin kembali turun ke alam manusia dan memilih tinggal di sana hingga akhir hayatnya.


Lu Ming menghadiahkan sebuah jimat keberuntungan kepada Ya Ran agar Dewi itu senantiasa terlindungi. Dan Mo Lan juga tak kuasa menahan haru karena harus berpisah dengan kakak serta kakak iparnya. Maksudnya?


Karena Mo Lan sempat melarang kedua turun ke bumi ketika Bai Qin sempat berpamitan padanya. "Tidak bisakah kalian tetap di sini saja?"


**


Tanpa upacara pelepasan ataupun ucapan selamat tinggal dari orang terdekatnya, Ya Ran akan turun ke Bumi melalui gerbang utama Kerajaan Langit.


Dia, Song Ya Ran telah bersiap terjun dari Istana Langit menuju alam manusia. Namun, Song Ya Ran tidak sendiri, Bai Qin menyusul dan menarik tangan Ya Ran dari belakang.


"Kenapa kau ikut juga, Yang Mulia?"

__ADS_1


Begitu tangan Bai Qin menyentuh tangan Ya Ran, Dewa itu segera menarik Ya Ran ke dalam pelukannya dan terbang secara bersamaan.


"Aku tidak akan membiarkan kau berbuat onar dan menyakiti Manusia, Ya Ran!"


"Dewa tengik, harusnya kau tetap di Xuedong saja dan menjadi pria tua di sana."


"Kau bilang tidak masalah hidup di mana, asalkan bersama denganku?"


Keduanya terus terjun dari lapisan langit teratas hingga ke lapisan langit paling bawah. Daratan bumi mulai terlihat dari ketinggian. Aroma lautan dan pepohonan yang selama ini dirindukan oleh Ya Ran telah tercium di depan mata. Tetapi, "Aku tidak bebas jika ada dia!"


Kaki mereka mulai menyentuh tanah dan berhasil tiba dengan selamat di alam manusia. Tetapi, tunggu dulu, "Ini di mana?" tanya Ya Ran seolah asing dengan lingkungan sekitarnya.


"Kau pikir ini di mana? Tempat apa yang sejak tadi kau pikirkan? Maka kita tiba di tempat yang kau inginkan." jelas Bai Qin dengan kesal.


"Aku tidak memikirkan apa-apa, aku hanya rindu dunia manusia."


Bai Qin mencoba mengamati keadaan di sekitar mereka. Untung saja dia segera mengubah penampilannya sesuai alam manusia masa kini. Selain melihat langit, pria itu juga mengamati tanah dan melihat struktur penyusunnya.


"Jika dilihat dari kecepatan angin dan struktur tanah, kita berada di dekat laut."


"Yang Mulia, bisakah jangan banyak teka-teki? Lakukan sesuatu dengan kekuatan Dewamu dan kita keluar dari tempat asing ini!"


Tetapi Bai Qin tidak bisa sembarang menggunakan kekuatan Dewanya. Kekuatan itu diperlukan jika dalam keadaan terdesak, dan hal seperti ini tidak cukup mendesak bagi Bai Qin. Alhasil, keduanya hanya bisa berjalan untuk keluar dari tempat asing ini.


Keduanya tiba di daerah yang lebih ramai. Sehingga Bai Qin berniat untuk bertanya pada penduduk sekitar. Jika dilihat dari etnis dan juga bentuk bangunannya, mereka berdua mendarat sangat jauh dari Daratan Tiongkok.


Mayoritas penduduk sekitar menggunakan bahasa asing, dan bahasa Italia yang mereka gunakan cukup sulit dikuasai oleh Bai Qin dan Ya Ran tentunya. Sehingga mereka hanya bisa bertanya kepada penduduk yang mengerti dan paham bahasa Inggris saja.


"Apa? Kita di Malta?" Ya Ran shock karena


tempatnya jatuhnya sangat jauh dari yang dia kira.

__ADS_1


...****************...



__ADS_2