Suami Hantuku

Suami Hantuku
Dendam Masa Lalu


__ADS_3

Penyelamatan Ya Ran telah disusun dengan matang. Selain meminimalisir korban yang nantinya akan berjatuhan, Bai Qin juga bersiap untuk risiko terbesarnya. Bai Qin telah menduga jika penculikan Ya Ran ini akan membawa dampak besar di klan Iblis. Sehingga Bai Qin telah mempersiapkan segala sesuatu dengan penuh perhitungan.


Bai Qin dan pasukannya berangkat menuju perbatasan Gunung Kunlun seperti yang telah diketahui. Lokasi itu adalah lokasi di mana Ya Ran disekap.


Panji-panji telah dikibarkan pertanda jika pasukan Langit siap berperang. Tidak hanya Bai Qin saja, sebagian besar Dewa Agung juga tampak hadir dalam pasukan. Xiao Mo berbaris di belakang Bai Qin dan juga Lu Ming. Baru kali ini dia merasakan jantungnya berdegup kencang. Karena selama ini, Mo Lan tidak pernah tahu seperti apa sepak terjangnya Bai Qin.


Selain Dewa Agung tersebut, Dewa Agung Li Tei juga turut serta dalam aksi penyelamatan Song Ya Ran. Meski Bai Qin sempat menolak karena ini bukanlah hal yang penting.


"Mana mungkin hamba diam saja melihat, Dewa Agung berperang?"


"Perang? Hei aku hanya ingin menyelamatkan Nyonya Xuedong saja." sindir Bai Qin dengan wajah culas.


Untung saja, Bai Qin masih bisa menahan rasa kesalnya. Dia tidak berminat menghabisi nyawa Li Tei di jalan. Meski sebenarnya, Dewa Agung itu telah berambisi ingin memenggal kepala Li Tei.


**


Sebelum fajar menyingsing, pasukan Istana Langit telah sampai ke tempat yang diduga digunakan untuk penyerangan klan Iblis.


Aroma kebencian serta energi negatif begitu kental di lembah kaki Gunung Kunlun ini. Meski letaknya masih cukup jauh dari Istana Klan Iblis. Namun, tempat gersang ini tidak bisa dianggap remeh. tenaga Kekuatan jahat sangat terasa di tempat ini.


Dari atas sebuah bukit, dua makhluk abadi dengan topeng di wajahnya menyeret Song Ya Ran. Meski wajah mereka tidak terlihat, Ya Ran merasa jika kedua makhluk itu sangatlah jahat. Entah berasal dari Klan Dewa ataupun Klan Iblis, yang jelas keduanya memiliki energi jahat yang luar biasa.


Kedua tangan Ya Ran diikat ke belakang, dengan mulut tersumpal. Ya Ran digiring untuk menuruni lembah sebagai alat penebus kemenangan kelompok jahat itu.


"Jalan!" hardik salah satu sosok yang membawa Song Ya Ran.


Namun, tidak tampak sedikitpun rasa takut di wajah cantik Ya Ran. Meski begitu, tidak lantas membuat Ya Ran putus asa. Dia yakin jika pasukan Bai Qin bisa memenangkan perang kali ini.


selain kelompok yang menculik Ya Ran, rupanya ada pasukan Klan Iblis yang datang membantu. Penyerangan ini memang telah diprediksi oleh pihak Bai Qin.

__ADS_1


Dan perang pun tidak bisa dihindari lagi. Untuk kali ini, pasukan Langit tidak hanya melawan kelompok jahat yang menculik Ya Ran. Tetapi juga melawan pasukan Iblis yang jumlahnya lebih dari 50.000 pasukan.


Jumlah mereka sedikit lebih banyak dari pasukan Langit. Hingga membuat pasukan Langit kewalahan dibuatnya.


"Mereka tidak habis-habis!" keluh Mo Lan. Meski Dewa Agung itu baru pertama kali ini mengikuti perang. Tetapi tidak lantas membuatnya berkecil hati. Mo Lan bertarung dengan semangat perang yang tinggi demi melindungi Istana Langit.


Tidak hanya Mo Lan saja yang mengeluh jika pasukan Iblis cukup kuat. Lu Ming juga merasa jika pihak lawan terus berdatangan bahkan setelah dia selesai menebasnya.


Rupanya pasukan lawan telah berlatih selama beratus-ratus tahun demi peristiwa ini. Mereka bersumpah akan mengalahkan pasukan Langit dan menduduki Istana Langit setelah Raja Iblis dikalahkan oleh Bai Qin dan harus tunduk dengan Istana Langit.


"Kalian jangan berharap kami akan menyerah, lupakan saja mimpi kalian!" seru pasukan Langit.


"Kalian kira dengan menang melawan kami, lantas membuat Istana Langit cukup hebat? Kalian semua bodoh." Panglima Iblis juga tidak tahan lagi.


Jenderal Yu Tong dan Fu Tong juga berambisi seperti pemimpin mereka, Bai Qin saja sampai harus memanggil Renjie pedangnya. Pedang mematikan itu adalah pedang kebanggaan Dewa Perang Lin Bai Qin. Selain dibuat khusus untuknya, pedang itu juga memiliki energi spiritual layaknya kekuatan Dewa.


Di tengah peperangan, Renjie serta Bai Qin membabi buta dengan menyerang dan juga bertahan. Tetapi, ada hal yang cukup membuat pasukan Langit heran.


Sedangkan Ya Ran, gadis itu mulai melakukan segala macam cara untuk bisa bebas dari dua penjahat yang terus mengawasinya. Nasih baik menghampirinya, Lu Ming datang dengan Mo Lan yang akan menyelamatkan kakak iparnya dari penjahat tersebut.


Penyelamatan dua Dewa itu digagalkan oleh salah satu dari sosok bertopeng tersebut. Tidak ingin gagal lagi, melihat kesempatan terbuka lebar. Ya Ran menendang penjahat satunya karena teman mereka sedang mengadang Mo Lan dan juga Lu Ming.


"Breng sek ... " umpat penjahat itu mengaduh kesakitan karena tendangan mendadak Ya Ran.


Song Ya Ran tidak ingin kehilangan kesempatan lagi, segera ia menarik pedang yang berada di pinggang penjahat itu dan menusuknya.


Setelah bebas, Ya Ran berlari mendekati Lu Ming dan juga Mo Lan untuk membantu keduanya berkelahi. "Hati-hati, Jie! mereka sangat kuat."


"Benarkah? Aku baru saja membunuh salah satunya." jelas Ya Ran dengan nada sombong.

__ADS_1


Sontak Lu Ming dan Mo Lan melirik ke arah tubuh yang terkapar bersimbah darah di tanah. Benar seperti yang dikatakan oleh Ya Ran. Dia baru saja membunuh penjahat.


"Lu Ming ... awas!" Ya Ran berteriak ke arah sosok yang hendak menusuk punggung Lu Ming temannya. Lu Ming tidak menyadari ada bahaya dari belakang.


Untung saja, kepala sosok itu telah terlepas dari badannya akibat tebasan Renjie. Renjie terbang tanpa pemiliknya. Rupanya, Bai Qin melempar Renjie untuk membantu Lu Ming. Dan roh abadi di dalam pedang itu menuntun benda tajam itu untuk menolong Lu Ming.


Song Ya Ran sempat shock hingga menutup mulutnya. Kejadian mengerikan seperti terlepasnya kepala adalah kali pertama bagi Ya Ran.


"Terimakasih, Yang Mulia!" Lu Ming memberi hormat kepada pemilik Renjie karena telah menyelamatkannya.


Mo Lan dan Lu Ming segera mendatangi Ya Ran yang tampak shock. Lu Ming juga memercikkan Ya Ran dengan serbuk Langit yang ia bawa khusus untuk teman baiknya itu.


"Kau beruntung, Lu Ming!" ucap Ya Ran.


"Dan kau juga beruntung, Ya Ran. Yang Mulia begitu perhatian padamu."


Tetapi, suasana pertemuan mereka dirusak oleh Jendral Li Tei. Dewa tua itu mendekati mereka bertiga dengan wajah merah padam.


"Sudah cukup, aku sudah tahu semuanya. Kaulah yang telah memfitnah Yang Mulia dan membunuh ayahku, Li Tei!" Emosi Ya Ran berapi-api, karena dia tahu seperti apa busuknya hati Li Tei.


Sedangkan Mo Lan dan Lu Ming hanya tertegun saja mendengar ucapan Ya Ran.


"Kenapa? Kau kaget? Dewi rendahan sepertimu tidak layak berada di Istana Langit. Hingga aku memfitnah Bai Qin dan membuat Kisar menjatuhkan hukuman pada kalian."


Bara api dendam di hati Ya Ran tidak pernah padam, bahkan ketika dia tahu bahwa Li Tei lah yang menyamar sebagai Bai Qin dengan memberi perintah menyerang pada perang dahulu sehingga 10. 000 pasukan tewas semakin jadi. Song Ya Ran juga sakit hati karena Li Tei lah yang telah membunuh ayahnya.


"Kau pikir dengan Bai Qin sebagai pelindungmu, kau akan aman?"


"Aku aman atau tidak, yang jelas aku akan membunuhmu!" ucap Ya Ran bersumpah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2