Suami Hantuku

Suami Hantuku
Jangan Sakiti Ayah!


__ADS_3

Song Ya Ran berjalan mengendap-endap di kediaman keluarga Lin. Selain ingin mencari informasi tentang kematian sang suami, Ya Ran juga berniat untuk membalas dendam kepada Lin Peng Xuan yang telah membunuh Bai Qin.


Tentu saja Ya Ran tidak tinggal diam, ia merasa harus membantu roh sang suami. Karena bagaimanapun juga Bai Qin adalah orang yang sangat baik, sehingga Ya Ran tidak terima begitu saja jika Bai Qin mati dengan sia-sia.


Jangankan Bai Qin, roh orang lain saja dibantu oleh Ya Ran, apalagi suaminya sendiri. Oleh karena itu, Ya Ran berniat membalas dendam untuk sang suami.


Berbekal pisau kecil yang pernah Bai Qin berikan padanya, Ya Ran menjadikan benda itu untuk melumpuhkan musuhnya nanti.


Tepat sebelum fajar menjelang, Ya Ran telah bisa masuk ke dalam kediaman Lin. Selain berpakaian hitam, Ya Ran juga menutup wajahnya agar tidak mudah dikenali.


"Bai Qin, jika aku harus mati kali ini, aku rela mati demi membalaskan dendamu!" gumam Ya Ran seusai menuruni pagar tinggi di kediaman Lao Lin.


Blak ... kaki Ya Ran mendarat tepat di bangunan yang terpisah dari rumah utama. Ya Ran tahu jika bangunan tersebut dihuni oleh saudara Lin Pei.


Ya Ran seperti seorang kriminal saja dengan masuk secara diam-diam ketika orang lain masih terlelap.


Gadis itu terus bersiaga dengan menegang erat pisau yang ia bawa ke manapun. Dengan alat itulah Ya Ran merasa cukup berani untuk melangkah.


"Pokoknya, hari ini juga kau akan mati, Lin Peng Xuan!" Tekad Ya Ran sudah bulat, dengan cara seperti inilah ia akan membalaskan dendam Bai Qin sang suami.


Ya Ran mulai berjalan tanpa suara hingga tiba di jendela kamar Lin Peng Xuan, dilihatnya sosok pria jahat yang tega membunuh Bai Qin.


Pantas saja ia ingin Bai Qin mati, rupanya Lin Peng Xuan ingin mengambil alih kepemimpinan keluarga Lin. Semua itu terlihat dari banyaknya buku laporan keuangan keluarga Lin yang kini berada di kamar Lin Peng Xuan. Peng Xuan sudah memiliki rencana dari dulu yakni ingin menghabisi nyawa Bai Qin.


Song Ya Ran dengan mudah masuk ke dalam kamar Peng Xuan dan mengamati pria yang tengah tertidur itu, Ya Ran lalu menghunuskan sebilah pisau yang ia bawa.


Namun, sial! Peng Xuan terbangun dan sempat memukil tangan Ya Ran hingga hadis itu mengaduh kesakitan.


Tak ingin kalah dari orang asing, membuat Peng Xuan berteriak hingga membuat pengawal di rumah Lin masuk.


Alhasil, Ya Ran yang telah diajari ilmu bela diri dasar, kini bertaruh melawan anak buah Peng Xuan. Ya Ran merasa terdesak, hingga anak buah Peng Xuan mampu menangkapnya.

__ADS_1


"Bawa dia ke aula utama untuk diadili!"


Song Ya Ran dibawa oleh pengawal Peng Xuan ke aula utama untuk diserahkan kepada Lao Lin, mertua sekaligus tuan rumah.


Ya Ran tidak takut sama sekali, dendam yang membara di dalam hatinya tidak membuatnya goyah sedikitpun. Bahkan ia sempat meronta hingga melukai salah satu penjaga dengan gigitannya. Atas ulah Ya Ran ini lah, gadis itu sampai mendapat sebuah tamparan dari Peng Xuan. Peng Xuan menarik paksa penutup wajah Ya Ran hingga melihatnya sosok istri dari Bai Qin yang telah ia bunuh.


"Dasar wanita ja lang! pantas saja kau melakukan hal ini, kau ingin membantu suami Hantumu itu? Bodoh!" Peng Xuan menghina Song Ya Ran.


Atas keributan itu, Tuan dan Nyonya Lin bangun lebih awal dan pergi ke aula utama untuk memeriksa.


Tatapan mata Nyonya Lin bertemu dengan gadis pembawa sial yang pernah tinggal di rumahnya. Nyonya Lin sangat murka kepada Ya Ran yang ia nilai tidak bertanggungjawab karena pergi semaunya.


"Nyonya, Anda salah! pria inilah yang telah melukai Bai Qin hingga tewas," Ya Ran mengatakan kejujuran jika Peng Xuan lah yang telah membunuh Bai Qin.


Nyonya Lin tidak percaya dengan apa kata Ya Ran. Ia bahkan sampai memukuli Ya Ran karena kesal.


"Jika Nyonya tidak suka padaku, aku tidak masalah! kumohon Nyonya harus tahu jika orang ini hanya baik di depan Nyonya saja."


Namun, Tuan Lin tidak seperti istrinya. Ia sedikit mencurigai kata-kata Ya Ran. Karena selama ini, sang putra memang tengah menyelidiki keuangan keluarga Lin dan kecurigaan Bai Qin tertuju pada Peng Xuan.


Lin Pei hanya diam dan menelisik kebenaran dari perkataan Ya Ran. Selain itu, Lin Pei juga tidak punya bukti.


"Lao Lin, percayalah padaku! Bai Qin sangat tersiksa jika keluarganya tidak percaya padanya." Ya Ran terus memohon kepada ayah Bai Qin untuk percaya padanya.


"Diam kau gadis tak tahu diri!" maki Nyonya Lin dengan emosi.


"Nyonya sudah cukup, selain kau berkhianat dari keluarga Lin, kau juga berkhianat dari suamimu!" Dan plak ... Ya Ran menerima sebuah tamparan keras di pipinya. Nyonya Lin menampar Ya Ran lagi.


Tetapi, kini Tuan Lin tidak tinggal diam. Ia segera menarik Ya Ran dari penjaga Peng Xuan. Seraya berkata, "Kau mengkhawatirkan aku dan Bai Qin?"


"Tentu saja, Tuan!" jawab Ya Ran.

__ADS_1


Lao Lin semakin tersadar jika Ya Ran begitu peduli dengan Bai Qin dan dirinya, hingga meminta Peng Xuan melepaskan Ya Ran.


"Tidak bisa, Xiao shu-shu!" kilah Peng Xuan, "Gadis ini telah ikut campur dengan keluarga Lin."


"Diam kalian semua, aku sudah tahu kebusukanmu, Peng Xuan. Selama ini aku diam karena kedua orangtuamu adalah kakakku, tetapi kau telah berselingkuh dengan istriku," Kata-kata dari Lin Pei seperti sebuah petir tanpa hujan. Bahkan pengawal yang tidak mengetahui rahasia ini sontak terkejut.


"A-apa kau bilang, Suamiku? Kau jangan percaya kata-kata gadis tengik itu!" kilah Nyonya Lin.


"Aku sudah tahu sejak dulu jika kalian bermain api, tapi aku baru saja sadar jika kau Lin Peng Xuan telah memalsukan laporan keuangan keluarga Lin,"


Peng Xuan yang diliputi amarah kini sudah tidak tahan lagi, Peng Xuan memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mengerang Lin Pei agar tidak semakin banyak omong.


"Baik!" jawan anak buah Peng Xuan.


Mengetahui hal itu, Ya Ran tidak tinggal diam, ia berusaha membantu sang ayah mertua menghadapi anak buah Peng Xuan meski dengan keadaan terluka.


Ya Ran dan Lin Pei berkelahi dengan anak buah Peng Xuan, sedangkan Nyonya Lin sibuk menyelamatkan diri.


Mereka jika Nyonya Lin hendak kabur, Ya Ran berniat menjegal langkah Nyonya Lin hingga wanita itu jatuh tepat di atas pasukan Peng Xuan yang membawa pedang. Atas hal tersebut, Nyonya Lin meregang nyawa tanpa sengaja.


Melihat Nyonya Lin bersimbah darah, emosi Peng Xuan semakin menjadi hingga ia berniat membabi buta dengan menyerang ayah Lin.


Tentu saja Ya Ran tidak mau hal itu terjadi, Ya Ran tidak bisa membiarkan ayah Lin disakiti oleh Peng Xuan.


Peng Xuan melangkah maju membawa pedang hendak menusuk perut Lao Lin. Sungguh tidak bisa dibiarkan, Ya Ran menerjangnya dengan sekuat tenaga.


Darah pun menetes di lantai marmer kediaman Lin. Pada pagi buta seperti ini, di kediaman orang kaya terjadi pertumpahan darah.


Tubuh Ya Ran jatuh tersungkur karena menangkis serangan Peng Xuan untuk ayah mertuanya. Iya Ya Ran menjadikan tubuhnya sebagai perisai bagi Lao Lin.


"Ran er? Song Ya Ran?" Suara Lin Pei menggema hinga memenuhi seluruh ruangan.

__ADS_1


__ADS_2