
Bai Qin merencanakan pertemuan rahasia untuk membahas klan Iblis yang mulai bergejolak dan berpengaruh melakukan pemberontakan terhadap Kerajaan Langit.
Penglihatan Dewa Agung Bai Qin juga tak lepas dari setiap gerak-gerik mencurigakan dari anggota parlemen ataupun Dewa Agung lain. Selain mempertajam penglihatannya, Bai Qin juga menambah tajam indra penciumannya. Bahkan Bai Qin yang dikenal tidak pandai bersosialisasi, kini mendekati anggota rapat dan mengalami mereka.
Ada hal yang cukup menyita perhatian Bai Qin, yakni kedatangan Dewa Agung Li Tei yang dulu sempat mengisi posisi Dewa Perang ketika Bai Qin turun ke alam manusia.
Tanpa bantuan Fu Tong dan Yu Tong, Bai Qin sengaja mendekat dan menyapa Dewa Agung yang berusia lebih tua 10.000 tahun dari Bai Qin itu.
"Salam Dewa Agung, lama kita tidak berjumpa."
"Yang Mulia terlalu berlebihan, hamba hanya makhluk abadi biasa. Tidak sepantasnya mendapatkan perhatian dari Yang Mulia." sahut Li Tei dengan nada licik seperti biasanya.
Api permusuhan itu tidak pernah padam, meski Bai Qin sempat memberikan posisinya pada Dewa Agung Li Tei. Bai Qin juga ingin menguji sejuah mana Li Tei mampu bermain-main dengan mengusik kehidupan dewanya
Untuk menghemat waktu, semua peserta pertemuan langsung menempati posisi masing-masing. Bahkan Yang Mulia Kaisar juga hadir pada malam hari ini.
Mo Lan sendiri didaulat oleh Bai Qin sebagai pengarah pertemuan kali ini. Mo Lan akan memimpin jalannya pertemuan. Sedangkan tugas Bai Qin sendiri akan mengumpulkan semua informasi yang didapatkan dari jenderal-jenderal yang telah ditugaskan pada masing-masing titik vit al.
Kaisar cukup lega karena pihak mereka masih berperan teguh dalam menjaga kedamaian semua alam. Tak hanya membahas klan Iblis saja, Bai Qin juga sempat menyebut geliat di keempat lautan.
"Kudengar, Dewi Ya Ran sedang mengalami penyekapan, Dewa Agung?" Berita penculikan Song Ya Ran telah sampai di telinga Yang Mulia Kaisar. Pemimpin Istana Langit itu bahkan cukup heran mengapa Bai Qin tak kunjung menyelamatkannya dan malah menjadwalkan pertemuan mendadak ini.
"Terimakasih atas perhatian, Yang Mulia. Tetapi, hamba tidak khawatir." Santai, Bai Qin benar-benar menampilkan mimik wajah datarnya. Semua itu dia sengaja lakukan untuk menguji sosok yang Bai Qin curigai.
"Kenapa? Bukankah Nyonya Xuedong dalam bahaya?" selidik Dewa yang lainnya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa Dewa bodoh seperti Song Ya Ran dijadikan alat penebusan? Sudah hilang akalkah kelompok itu hingga menculik Dewi tanpa kualitas seperti Ya Ran?" jelas Bai Qin seperti tidak memedulikan Ya Ran sama sekali.
Semua anggota pertemuan cukup terkejut dengan jawaban Bai Qin. Pasalnya sejak dulu, Bai Qin dan Ya Ran adalah sepasang Dewa Dewi yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan Dewa yang lain juga tidak sampai hati ketika keduanya dihukum dengan diturunkan ke Alam Manusia.
"Oh, jadi apa rencanamu, Yang Mulia?" kejar Li Tei meminta jawaban dari Bai Qin.
"Aku akan memastikan klan Iblis tetap bisa kita kontrol. Dan jika mereka memberontak, aku tidak segan-segan menyegel Kerajaan Iblis." Tanpa ragu, Bai Qin bersumpah akan melindungi Kerajaan Langit seperti janjinya kepada semua alam di seluruh dunia ini.
Tentu saja jawaban dari Bai Qin mencengangkan semua Dewa. Bahkan Dewa Agung lain tidak percaya jika Bai Qin lebih memilih mengkonfrontir klan Iblis daripada menyelamatkan Song Ya Ran.
"Aku percaya padanya! meski cerewet seperti itu, Ya Ran adalah Dewi yang cukup cakap." ucap Bai Qin pada Mo Lan setelah Dewa itu mendesak alasan kenapa gege nya tidak menyelamatkan Dewi jelita itu.
"Kesetiaan serta kepatuhan Jiejie tidak diragukan lagi. Sebagai Nyonya besar Xuedong, kakak ipar harus menggantungkan kemampuannya? Seperti itu, ya?" Mo Lan menebak jika Bai Qin sengaja menguji Nyonya Xuedong.
"Kita bersiap melakukan penyergapan sebelum fajar!" ucap Bai Qin kepada Mo Lan sebelum Dewa Agung itu terbang ke Istana Xuedong karena Fu Tong dan anak buahnya yang lain telah menunggunya.
Sebagai salah satu Dewa berpengaruh di Istana Langit, setiap perintah Bai Qin selalu menjadi pengganti titah Kaisar. Jangankan sebelum fajar, detik ini juga Dewa itu ingin berperang, maka para pasukan akan dengan senang hati maju ke medan perang.
Menunggu datangnya waktu penyergapan, Bai Qin dan panglimanya akan berkumpul untuk membahas sistem penyerangan kelompok yang menculik Song Ya Ran.
Di samping itu, Bai Qin juga telah mengumpulkan bukti keterlibatan musuh seperti ciri-ciri yang Ya Ran sebutkan pada hewan tak kasat mata. Selain itu, Bai Qin juga mengirimkan pesan untuk Ya Ran agar Dewi itu tidak perlu khawatir karena sebentar lagi dirinya akan diselamatkan secepatnya.
Mo Lan yang begitu kagum dengan kedua kakaknya yang saling terikat dan saling melindungi itu bahkan sampai menitihkan air mata. Terlebih lagi, Mo Lan tidak pernah melihat Bai Qin berubah hingga seperti ini.
Tidak hanya Bai Qin dan pasukannya saja yang bersiap. Lu Ming, Dewa cuaca juga akan bergabung dengan rencana penyelamatan Song Ya Ran teman baiknya. Meski Bai Qin sempat melarang Dewa itu, Tetapi Lu Ming bersikeras untuk ikut menyelamatkan Ya Ran. Dia bahkan telah mengumpulkan banyak serbuk langit dan telah mengasah ilmu bela dirinya untuk menghadapi musuh Bai Qin.
__ADS_1
"Jangan salahkan aku jika kau sampai terluka!" pinta Bai Qin.
"Yang Mulia jangan khawatir, matipun aku rela. Karena baru kali ini aku melakukan tugas mulia bersama Yang Mulia." Lu Ming merasa terberkati karena bisa berperang bersama Bai Qin. Sosok Dewa yang dia kagumi selama ini.
"Aku berterimakasih padamu, Lu Ming."
Selain penyergapan, Bai Qin juga mendapatkan laporan jika energi Iblis di perbatasan semakin meningkat. Bai Qin sendiri telah bisa memprediksi pemberontakan klan Iblis sebelumnya. Hanya saja, "Kenapa waktunya bertepatan dengan penculikan Ya Ran?'
"Tenang saja, Ge! kakak ipar akan baik-baik saja."
"Kau jangan menggurui aku! aku tahu seperti apa isi kepalanya. Dia akan melakukan hal semaunya tanpa memedulikan keselamatannya. Wanita keras kepala itu sungguh merepotkan."
Mo Lan terheran, bagaimana bisa keduanya menjalin hubungan suami istri selama ini jika sering bersitegang seperti ini. Baik Ya Ran ataupun Bai Qin sama-sama tidak bisa mengalah satu sama lain. Ya Ran sering melawan Bai Qin, sedangkan Bai Qin juga sering memperlakukan Ya Ran seenaknya saja.
"Aku heran dengan kalian berdua, sebenarnya apa yang bagus dari kalian. Bagaimana bisa kalian menjalin hubungan jika kalian terus memaki satu sama lain?"
"Itu adalah hal romantis yang bisa kami lakukan selain bercinta, bodoh!"
...****************...
preview next chapter
__ADS_1