Suami Hantuku

Suami Hantuku
Kandas Hubungan Ya Ran


__ADS_3

Semua mata tak berkedip melihat keanggunan serta kecantikan Song Ya Ran di pesta ulang tahun Lin Peng Xuan. Gadis cantik itu bak magnet yang menarik hati setiap orang yang melihatnya.


Tidak hanya Peng Xuan saja yang begitu mengagumi sosok rendah hati seperti Ya Ran. Tak sedikit orang memerhatikan kecantikan wajah serta sikap Ya Ran malam hari ini.


"Kau begitu cantik malam ini, Ran er!" puji Peng Xuan yang tak berkedip melihat kedatangan kekasihnya itu.


"Malam ini saja? Hari lain bagaimana?" Dengan wajah juteknya Ya Ran berpura-pura merajuk dengan pujian Peng Xuan malam ini.


"Ya Ran-ku selalu cantik," imbuh Peng Xuan. Tidak bisa berkelit lagi, Peng Xuan benar-benar bersyukur bisa mendapatkan gadis yang begitu baik untuknya.


Pesta ulangtahun Peng Xuan begitu meriah, beraneka makanan serta camilan manis disiapkan untuk menyambut para tamu yang datang. Berbagai jenis anggur juga tersedia untuk melengkapi pesta mewah ini. Semua itu bukan hal yang mustahil bagi keluarga Peng Xuan, keluar Lin adalah ujung pondasi perekonomian Beijing bahkan gaungnya hingga ke seluruh negeri Tiongkok ini.


"Aku bersyukur memiliki kamu, Ran er!"


"Ah, kamu berlebihan Xuan. Kamu sangat baik padaku,"


Semua orang berdecak kagum dengan pasangan muda itu. Dan lagi-lagi Peng Xuan memperlakukan Xiao Ran dengan baik.


**


Suasana pesta yang begitu meriah, berangsur mereda dengan kedatangan seorang wanita berambut sebahu. Kedatangan wanita muda cantik itu bak sambaran petir tanpa hujan.


"Aku hamil anak Peng Xuan," sebutnya dengan nada sedikit tegas. Sepertinya ia telah lama memendam kesedihan yang mendalam.


Dari nada bicaranya yang lugas, bisa dipastikan ia adalah gadis yang pemberani. Suasana yang tadinya meriah, kini berubah muram. Bukan hanya Song Ya Ran saja yang terpukul, nenek Peng Xuan lagi-lagi harus merasakan guncangan yang kuat dalam hatinya karena cucu satu-satunya telah mencoreng nama baik keluarga Lin.


"Sejak kapan? Kita sudah pisah dua bulan yang lalu?" tolak Peng Xuan dengan tegas. Ia sangat tidak menghendaki kenyataan ini.


Selain emosi, Peng Xuan juga merasa bersalah pada Ya Ran. Karena rasa cintanya yang begitu dalam pada Ya Ran.


"Iya, aku tahu hubungan kita telah berakhir. Tapi tepat sebelum kita pisah, kita sempat berhubungan. Dan aku telah menutupi ini darimu, Xuan!"


Peng Xuan menatap sang kekasih yang begitu ia cintai seperti hendak meminta kepercayaan dirinya.


Namun apa? Song Ya Ran menepis tangan Peng Xuan yang hendak meraihnya.


"Stop, Xuan! selesaikan dulu masalahmu dengannya." Ya Ran kecewa, bukan karena Peng Xuan telah tak setia. Tetapi, Ya Ran kecewa karena Peng Xuan telah meno dai seorang wanita sebelum terjadinya sebuah pernikahan.


"Ya Ran aku bersumpah, aku dan dia tak ada hubungan lagi setelah kami putus," Peng Xuan meyakinkan Ya Ran untuk mempercayainya.

__ADS_1


"Dia membutuhkan kamu, Xuan! dia dan anak uang berada di dalam perutnya. Tolonglah ... hargai mereka!"


Peng Xuan tak bisa lagi menahan kepergian Song Ya Ran dari rumahnya. Hati pemuda tampan itu teriris karena telah membuat wanita yang ia cintai mengeluarkan air mata kesediaan.


Sedangkan Ya Ran sendiri? Gadis yang begitu percaya pada Peng Xuan itu, kini melepaskan masa depannya yang indah bersama sang kekasih.


Ditatapnya rumah Peng Xuan sebelum ia pergi, berkali-kali Ya Ran mengingat bagaimana romantisnya perlakuan Peng Xuan padanya. Peng Xuan yang begitu penuh cinta dan selalu memberikan perhatian padanya.


Ya Ran pergi dengan hati yang penuh luka, langkah gontai-nya membawa gadis itu menapaki jalan kota. suramnya lampu jalan, tak lebih suram dari masa depan cintanya.


Dengan perasaan hancur, gadis itu melepaskan cintanya. Cinta yang selalu ia jaga dan tak pernah Ya Ran lupakan. "Maafkan aku, Xuan! mereka lebih memerlukan dirimu,"


**


Song Ya Ran tiba di rumah sederhana milik kedua orangtuanya. Di tempat inilah, gadis itu tumbuh hingga remaja. Jika beberapa jam yang lalu Ya Ran melewati jalanan ini dengan riang gembira, maka berbendera terbalik. Kini ia berjalan dengan bermuram durja.


"Bayar hutanhmu! jika kau miskin makanya jangan hutang!"


Ya Ran tersentak dengan suara riuh di depan rumah sederhananya. Gadis itu berjalan mendekat hingga melihat segerombolan orang telah merusakkan bagaian depan rumahnya.


"Siapa kalian?" tanya Ya Ran dengan suara lantangnya.


"Hai gadis manis ... jangan ikut campur! ini masalah orangtuanya." Salah seorang preman yang telah mengenali dirinya sempat beberapa kali datang ke rumah Ya Ran untuk menagih hutang.


"Bayar dengan apa? Dengan tubuhmu? Kalian orang miskin yang bikin masalah!"


Seorang preman bergerak mendekati Ya Ran dan dengan sigap menarik tangannya untuk ia bawa ke tempat debitur mereka.


"Putrinya yang cantik ini, mungkin akan laku keras di rumah bor dil." usul salah satu orang preman.


Song Ya Ran berusaha meronta. Namun, dengan tubuh kecilnya ia tidak mampu melepaskan diri dari genggaman pria jahat itu. Sedangkan kedua orangtuanya tak bisa berbuat apa-apa.


"Tolong kasihanilah kami, kami akan mengusahakan untuk membayar kalian," ucap Song Yi Bo ayah dari Ya Ran.


"Membayar? Kau sudah tiga bulan telat membayar bunga." tegur salah satu preman. Tak hanya itu saja, mereka juga memukuli ayah Ya Ran.


Kedua orangtua Ya Ran terpaksa meminjam uang dari rentenir untuk modal usaha ayam goreng keluarga mereka. Selain itu, untuk modal mereka juga memerlukan biaya yang besar untuk mengobati penyakit tumor ibu Ya Ran.


"Lepaskan dia!"

__ADS_1


Segerombolan preman itu menoleh ke arah suara dari seorang pria yang baru datang. Salah satu preman bahkan menatap pria itu dengan pandangan meremehkan.


"Siapa kau? Jangan ikut campur urusan kami!"


"Urusan mereka kini menjadi urusanku! jadi lepaskan tangan kotormu darinya," tegur pria itu dengan intonasi tinggi.


Tak ada rasa resah ataupun takut sedikitpun di mata pria yang baru saja datang itu. Bahkan hanya dengan sekali menghentakkan tangannya pada tangan preman yang memegangi Ya Ran, semua orang jahat itu takut.


"Sudah kubilang lepaskan tangan kotormu itu darinya," Dan "Krak ... " Suara tulang hasta itu patah hanya dengan sekali sentak.


"Si- siapa kau?" tanya Preman yang telah merasakan sakit di tangannya.


"Aku yang akan menyelesaikan urusan keluarga ini!"


Selain sekumpulan preman penagih utang itu, Ya Ran serta keluarganya juga heran dengan kedatangan sosok yang telah membantunya mereka. "Siapakah gerangan pria itu?"


...****...


Ada masa saat air mata tak terbendung


Saat isakan tangis menyesakkan


Saat kehilangan sangat menyakitkan


Saat hati terluka oleh kekecewaan


Menangislah, bila ingin menangis


Marahlah, bila ingin marah


Berdukalah, saat kepedihan tak terpri


Merataplah, saat tiada yang mengerti


Memendam rasa takkan menyelesaikan


Mengingkari luka takkan menyembuhkan


Menyambut dan menerima dengan terbuka,

__ADS_1


setiap kesedihan dan penderitaan


menjadi setitik cahaya di jalan kebahagiaan


__ADS_2