Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Pernikahan 2


__ADS_3

Sampai akhirnya aku pun duduk di samping kak damar...


aku sangat gugup dan tidak berani menatap wajah kak damar, aku hanya menunduk sampai akhirnya ibu meletakkan selendang putih di atas kepala ku dan kak damar...


aku pun hanya terdiam karena aku tidak tau harus berbuat apa, rasa cemas dan gugup, bercampur aduk dalam perasaan ku. Aku pun mencoba menenangkan diri ku dengan menarik nafas panjang, lalu setelah itu aku memejamkan mata ku


lni adalah acara di mana ayah kak damar memberikan sambutan, sepatah dua patah kata pada para tamu undangan...


setelah itu Penghulu bersama kak damar berbincang-bincang, entah apa yang mereka bicarakan. Karena aku tidak mendengarkan mereka dengan jelas, aku lebih memilih untuk menenangkan diriku...


Beberapa saat kemudian...


Setelah perbincangan itu, acara ijab kabul pun di mulai. Aku yang di wali kan oleh paman lndra, paman indra adalah adik dari ayahku...


kemudian akhinya adalah giliran kak damar...


tiba-tiba saja badan ku gemetar, aku terus meyakinkan diri ku untuk tetap tenang...


"SAYA TERIMA NIKAHNYA VIVIAN PUTRI BINTI BAPAK BIMA PUTRA DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUNAI" ucap kak damar dengan suara lantang


"Bagaimana saksi, SAH?" ucap penghulu


"SAH..." ucap para saksi serempak


"Alhamdulilah, kalian sudah resmi menjadi suami, istri" ucap penghulu


Aku pun mengusap wajahku, tak terasa aku menitihkan air mata, aku sedikit terharu dan tidak menyangka bahwa diriku sekarang telah menjadi seorang istri.


lstri dari seorang Damar, Damar Aditya Tenggara adalah nama lengkapnya. Selain namanya aku tidak tau apapun tentang dirinya...


tiba-tiba aku teringat akan ayah...


tak kuasa aku menahan air mata yang mengalir dari mata ku...


"Ayah, apakah ayah tau, sekarang vivian sudah menjadi seorang istri. Vivian telah menikah ayah, Dan nama suami vivian adalah Damar Aditya Tenggara. saat ijab kabul tadi dia menyebut nama Ayah


Ayah, sekarang dia adalah suami vivian, Suami yang ibu pilihkan untuk ku.


Ayah, sekarang ayah bisa tenang karena sekarang tanggung jawab ayah sepenuhnya akan menjadi milik suami vivian, vivian meminta restu ayah semoga vivian bisa bahagia bersamanya


walaupun sekarang vivian belum bisa mencintai nya, tapi vivian akan berusaha membuka hati vivian untuk menerimanya. Terimakasih ayah, untuk semua yang ayah lakukan untuk vivian.

__ADS_1


"Ya allah, aku memohon kepadamu. Tolong berikanlah tempat terindah untuk ayahku di sisi mu ya allah... Aamiin..."


Setelah itu, kak damar mengecup kening ku dan kak damar memegang tangan ku dan membantu ku untuk berdiri.


aku pun di tuntun oleh kak damar menuju kursi penangantin


Tiba saatnya resepsi pernikahan...


Akupun duduk besampingan dengan kak damar, kak damar terus memegang tangan ku. Tiba-tiba saja kak damar mendekatkan kepalanya ke arah telingaku, dan membisikkan sesuatu...


"Istriku, hari ini kamu cantik sekali..." ucap kak damar sambil membisikkannya di telinga ku


Akupun hanya tertunduk malu karena nya, tidak tau mengapa jantung ku berdegup kencang, tapi aku merasa mungkin aku sedang gugup saja...


tapi kak damar sungguh membuat ku bingung, dia tidak mau melepaskan tangan ku walaupun ada tamu yang ingin bersalaman dengan ku, apalagi tamu pria, dia langsung berdiri sendiri dan bersalaman dengannya...


terkadang membuat ku tertawa melihat tingkahnya yang seperti itu...


kak damar pun memperkenalkan beberapa teman kerja nya kepadaku, aku hanya tersenyum dan menyapa dan kak damar lah yang berbincang-bincang dengan mereka...


setelah itu aku bertemu dengan teman-teman ku semasa sekolah dulu, yaitu Tia dan Dina


"lya nih vivian, diem-diem malah ngeduluin kita..." ucap dina gurau


aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang tidak pernah berubah dari dulu...


"Kalian ini yah, makanya cepet nyusul. Tapi gimana mau nyusul, orang kalian masih pada jomlo, hehe..." ucap ku gurau


"Kamu curang, masa gak bilang punya pacar, tiba-tiba langsung kasih surat undangan aja. Bikin syok tau" ucap tia


"iya nih, vivian bener-bener deh. Bikin iri aja" ucap dina


aku pun hanya tersenyum lalu...


"Aku enggak pacaran sama kak damar, aku dan kak damar itu di jodohkan oleh ibu ku" ucap ku menjelaskan pada mereka


"Apa? yang bener?" ucap tia penasaran


"seriusah nih?" ucap dina penasaran


aku pun menceritakan kepada mereka tentang apa yang terjadi, mereka sudah seperti saudara untukku. bahkan di antara kami tidak ada rahasia

__ADS_1


setelah berbincang-bincang akhirnya mereka pun pergi...


aku pun menengok ke samping, aku melihat ibu tersenyum dan dengan raut wajah yang memancarkan kebahagiaan, seperti melepas semua beban nya


Aku pun senang melihat ibu akhirnya bisa tersenyum bahagia seperti ini lagi setelah kepergian ayah...


"Ibu, pengorbanan vivian ini sebanding dengan senyuman penuh kebahahiaan ibu"...


Beberapa saat kemudian...


Aku sungguh tidak sanggup lagi, menjadi pengantin itu sungguh melelahkan, aku bahkan sudah tidak sanggup berdiri lagi, di tambah dengan gaun ku yang lumayan berat ini...


Aku pun hanya duduk dan menghela nafas, dan tiba-tiba saja...


"Vivian, apakah kamu lelah?" ucap kak damar


"Eh, ti..dak apa-apa kak, vivian baik-baik saja kok" ucap ku gugup


"BENARKAH?" ucap kak damar sambil tersenyum aneh


aku pun hanya terdiam, lalu...


"KA..KAK MAU NGAPAIN?" teriak ku yang kaget dan gugup karena tiba-tiba saja kak damar menggendong ku


"Istriku sedang lelah, jadi aku perlu membantunya" ucap kak damar


Aku sungguh gugup bercampur malu, bagaimana bisa kak damar melakukan hal seperti ini, ini pun membuat ku sedikit terkejut


"Ti..dak usah kak, vivian bisa sendiri" ucap ku malu


"lstriku, biarkan aku melakukan ini untuk mu" ucap kak damar berbisik di telingaku


tiba-tiba saja kak damar berjalan...


akupun tidak bisa melakukan apa-apa, aku hanya memegang leher ka damar...


jantung ku berdegup kencang selama kak damar berjalan selangkah demi selangkah, membuat ku berfikir yang aneh-aneh


"Semoga jangan terjadi apa-apa dulu, aku belum siap"...


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2