
Keesokan harinya...
Perpustakaan...
Saat ini aku sedang berada di perpustakaan
Aku sedang duduk di kursi sambil memegang buku, awalnya aku ingin membaca buku. tapi kejadian semalam membuatku tidak bisa fokus. sebenarnga aku hanya memengang buku sambil melamun
sampai tiba-tiba
"VIVIAN..."
"AAHH..." Teriakku kaget
"Hahaha..." Dina tertawa keras
"Kamu apaan sih din, ngagetin aku aja" ucapku kesal karena dina tiba-tiba saja mengagetkan aku
"Abisnya kamu sih ngelamun terus" ucap dina
"Aku gak ngelamun kok, orang aku lagi baca buku" ucapku mengelak ucapan dina
"Vivian, Sejak kapan kamu bisa baca tulisan kebalik?" ucap tia yang tiba-tiba saja duduk di depan ku
"Maksudnya gimana, aku gak ngerti?" ucap ku bingung
Tiba-tiba saja tia mengambil buku yang ada di tangan ku
"Kamu lihat baik-baik, ini posisi bukunya benar atau enggak saat kamu baca tadi" ucap tia sambil memperlihatkan buku yang posisinya terbalik itu kepada ku
Aku terkejut karena buku yang aku pegang dari tadi ternyata terbalik
"Kenapa buku nya bisa terbalik yah, padahal tadi masih baik-baik aja" ucapku untuk mengelak perkaaan tia
"Iya, yah... buku jaman sekarang memang canggih, bisa muter sendiri" ucap dina menyindirku
Akupun hanya terdiam mendengar ucapan dina
Sebenarnya aku pergi ke perpustakaan karena aku ingin menenangkan diriku, aku masih kepikiran kejadian tadi pagi saat aku bangun tidur aku melihat mas damar ada di sampingku, aku tidur di lengan mas damar dan mas damar memeluk ku, mas damar memeluk ku semalaman bahkan sampai aku terbangun pun mas damar masih memeluk ku.
Aku jadi malu karena saat aku menatap wajah mas damar, tiba-tiba saja mas damar membuka matanya dan kami jadinya saling tatap satu sama lain... itu membuat ku malu hanya karena membayangkan kejadian itu
******
Sebenarnya saat di kelas tadi aku tidak merasa nyaman karena tidak bisa berkonsentrasi, lalu setelah itu aku berfikir untuk pergi ke perpustakaan menenangkan diriku dengan membaca buku, tetapi tetap saja bayangan mas damar itu selalu muncul dalam fikiranku dan membuatku tidak bisa berkonsentrasi.
"VIVIAN..." ucap Tia sambil melambaikan tangannya di wajahku
"Eh, iya..." ucapku kaget
"kamu kenapa bengong lagi?" ucap tia bertanya padaku
"Tidak apa-apa kok" ucapku
Tetapi tiba-tiba
Kring... kring... kring... suara ponsel berbunyi
"Eh, ponselku berbunyi" ucapku sambil mengambil ponselku yang berada di dalam tas
"Hah, mas damar..." ucapku terkejut karena mas damar tiba-tiba menelponku
"Yaudah angkat dong" ucap dina
"Tunggu sebentar yah" ucapku sambil berjalan menjauh dari Tia dan dina
Aku pun mengangkat telpon mas damar
******* (pembicaraan lewat telpon)
"Halo, vivian..." ucap mas damar
"Halo mas... ada apa yah mas?" ucapku penasaran
"Emm... vivian, Mas telpon kamu begini kira-kira ganggu kamu gak?" ucap mas damar
"Eh, tidak kok mas... vivian sedang ada di perpustakaan bersama tia dan dina" ucapku
"Oh... begitu" ucap mas damar
"iya mas" ucapku
kak damar terdiam sebentar, lalu...
"Hmm... setelah ini kamu ada acara tidak?"
"Tidak kok, vivian tidak ada acara apa-apa. kemungkinan sebentar lagi juga sudah bisa pulang" ucapku
"Oh begitu... kalau mas ingin mengajakmu pergi jalan-jalan kira-kira kamu bersedia tidak?"
Mas damar ingin mengajaku jalan-jalan... Batinku
"Jalan-jalan kemana mas?" ucapku penasaran
"Emm... Sebenarnya mas ingin mengajakmu kencan" ucap mas damar
__ADS_1
"Kencan?" aku terkejut mendengar ucapan mas damar
"I..ya, tapi mas juga tidak memaksamu, kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa" ucap mas damar
"AKU MAU" ucapku sepontan saja
aku setuju karena tidak ingin membuat mas damar kecewa
"Eh..." ucap mas damar seakan terhenti
"Emm.. Karena kamu bersedia, maka mas akan menjemputmu ke kampus" ucap mas damar
"Emm... mas, bagaimana kalau mas menunggu vivian di taman saja. nanti vivian ke sana" ucapku
"Oh, baiklah kalau begitu... nanti mas tunggu kamu di taman" ucap mas damar
"Iya mas..." ucapku
"Kalau begitu, mas tutup dulu telpon nya yah" ucap mas damar
"Iya mas" ucapku
"jangan lupa dengan kencan kita" ucap mas damar mengingatkan aku
"Iya mas... vivian tidak akan lupa kok, nanti vivian kesana setelah urusan di kampus selesai" ucapku
"Baiklah, mas akan menghubungimu lagi nanti" ucap mas damar
"Iya mas..." ucapku
"Assalamu'alaikum..." ucap mas damar
"wa'alaikum salam..." ucapku
*****
Aku pun menutup telpon ku dan sontak saja aku berlari ke arah tia dan dina...
"TIA, DINA... AKU BUTUH BANTUAN KALIAN" ucapku sambil menepuk pundak Tia dan Dina
"Eh, kaget aku..." ucap Tia
"Iya nih, ada apaan sih antusias begitu" ucap dina
"Emm... Mas damar ngajak aku kencan" ucapku canggung
"HAH... trus?" ucap Tia dan Dina serempak
Aku hanya terdiam sebentar, lalu...
"Hohoho... vivian apanya yang mau di ubah, kamu kan udah cantik" ucap dina
"Bukan begitu dina, karena ini kencan pertamaku dan mas damar, jadi aku ingin terlihat berbeda" ucap ku
"Oh begitu, tenang aja... kalau masalah seperti itu serahkan saja pada tia" ucap tia
"Terimakasih, aku percaya padamu tia" ucapku
Sebenarnya aku percaya pada Tia kalau soal fashion, tia adalah orang yang paling fashionable di antara kami
"Hei hei hei... aku juga bisa kali bantu kamu kalau soal yang kayak begituan mah, apalagi aku kan punya salon rambut" ucap Dina komplen
"Iya mohon bantuannya juga dina" ucapku sambil menunduk
Tiba-tiba
Tia dan Dina menatap satu sama lain dan setelah itu menatapku sambil tersenyum...
"Ada apa kalian ngeliatin aku kayak begitu" ucapku bingung
"Udah jangan banyak tanya, ayo..." ucap Dina sambil menarik tanganku
"Kemana?" ucapku penasaran
"Udah ikut aja vivian..." ucap Tia
Beberapa saat kemudian...
Aku pun di ajak oleh dina dan Tia ke sebuah toko baju...
"Kenapa kita kesini?" ucapku bingung
"Vivian, coba ini" ucap dina sambil memberikan aku beberapa helai baju
"Untuk apa ini?" ucapku bingung
"Yang ini juga coba..." ucap tia sambil memberikan aku beberapa helai baju juga
"Apa apaan ini, baju sebanyak ini mau di apaain?"
"Jangan banyak tanya, udah coba aja" ucap Dina sambil mendorongku ke ruang ganti
Beberapa saat kemudian...
Aku berjalan ke luar ruang ganti mengenakan baju yang di berikan dina
__ADS_1
"Gimana, bagus gak?" ucapku meminta pendapat
"GANTI!" ucap tia
"Kok di ganti kenapa?" ucapku bingung
"Selera Dina jelek, kamu pake baju yang aku kasih tadi aja" ucap tia
"Sembarangan lo bilang selera gue jelek, itu bagus tau tia. mata lo buta yah" ucap dina kesal
"Vivian itu mau kencan, bukan mau kondangan. lo kira dia cocok pake baju yang banyak manik-manik nya kayak emak-emak rempong mau kondangan gitu" ucap tia
"Iya emang gak cocok sih, tapi seenggaknya kan lo hargain pendapat gue tia, itu juga gue cuma asal pilih aja" ucap dina kesal
"Emang selera baju lo itu jelek-jelek" ucap tia
"APA KATA LO TIA?" ucap dina dengan nada tinggi
"Udah... udah... jangan ribut, kalau masalah baju gampang kok aku tinggal ganti lagi aja. kalau kalian ribut kayak gini karena aku, aku kan jadinya gak enak" ucapku merasa bersalah
"Maaf vivian aku gak bermaksud" ucap Tia
"iya vivian, maaf yah" ucap Dina
"Untuk apa kalian minta maaf, ini bukan salah kalian kok. malahan aku yang harusnya berterimakasih karena kalian mau bantuin aku" ucapku
Tia dan Dina pun terdiam mendengar ucapan ku
"Yaudah kamu ganti baju yang aku pilih tadi yah" ucap tia
Aku hanya mengangguk mendengar ucapan tia
Beberapa saat kemudian...
"Nah, itu baru cocok... simple tapi anggun" ucap Tia sambil mengangkat kedua jempolnya
"Hei tia, gue gak nyangka selera lo keren juga" ucap Dina
"Gue dari dulu emang fashionable, tapi gue gak sombong aja" ucap tia
"Nyesel gue bilang kayak tadi..." ucap Dina
Aku pun hanya tertawa kecil melihat tingkah mereka
"Ayo vivian kita ke ruang make up" ucap tia sambil menarik tangan ku
Aku hanya mengangguk dan mengikuti mereka
Tia dan Dina bekerjasama untuk merias diriku, itu mengingatkanku saat aku menjadi pengantin waktu itu. Bedanya sekarang aku sudah menjadi istri mas damar
Beberapa saat kemudian...
"Waah..." ucapku terkejut karena melihat diriku sendiri di cermin
"Gimana?" ucap tia
"Terimakasih Tia, Dina" ucapku senang karena mereka membantuku
"Sama-sama, gausah sungkan gitu, kita kan teman" ucap dina
"Oh yah vivian, kamu itu emang dasar nya cantik di tambah make up malah lebih cantik lagi" ucap tia
"Iya bener, bisa-bisa kak damar klepek-klepek lihat kamu yang kayak begini hehehe" ucap dina
aku hanya tertawa kecil mendengar perkataan dina
"Jangan lupa pakai ini" ucap Tia sambil memberikan aku sepatu hak tinggi
"Terimakasih Tia" ucapku sambil memakai sepatu hak tinggi itu dan memakainya
"Wah, kamu beneran cantik vivian" ucap Dina
"Terimakasih, ini juga berkat kalian berdua" ucapku senang
"Baiklah, lebih baik kamu cepat temui kak damar" ucap tia
Aku pun tersadar bahwa aku menghabiskan banyak waktu untuk berdandan, aku harus secepatnya bertemu dengan mas damar
"Aku pergi dulu yah, terimakasih semuanya" ucapku sambil memeluk Tia dan Dina
"Udah sana cepet pergi, sang pangeran sedang menunggu..." ucap dina
"Iya..." ucapku yang langsung saja berjalan meninggalkan tia dan dina
karena buru-buru aku pun menghentikan taksi
"Pak, ke taman di sebelah sana yah" ucapku yang baru masuk kedalam mobil
"Baik, Mba..." ucap sopir taksi itu yang langsung mengemudikan mobil nya
******
Mas damar tunggu aku, sebentar lagi aku sampai... batinku
Saat ini aku berfikir, apakah mas damar akan suka dengan penampilanku atau tidak yah...
__ADS_1
*Bersambung...