
Beberapa saat kemudian...
Kak damar pun pergi meninggalkan ku...
Aku pun berjalan memasuki rumah dan duduk di sofa
"fyuuh..." menghela nafas panjang
Aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku tidak punya rencana apapun walaupun kak damar mengizinkan aku untuk pergi kemana pun yang aku mau
Rasanya aku tidak berani pergi meninggalkan rumah, seperti ada perasaan tak enak, walaupun sebenarnya aku ingin pergi ke rumah ku untuk bertemu ibu. Tapi tetap saja ada perasaan mengganjal dan seperti tidak rela untuk ku melangkah meninggalkan rumah
Sebagai seorang istri aku merasa memiliki amanah agar tidak bisa pergi kemana-mana saat suami ku tidak ada di rumah
mungkin lebih baik tinggal di rumah saja menjalankan tugas ku sebagai seorang istri yang menyiapkan keperluan suami, mengurus rumah dan menunggu kak damar pulang nanti
Sampai akhirnya malam hari pun tiba...
Ting... tong... ting... tong suara bel pintu
Aku pun spontan saja berlari menuju pintu...
Ceklek... suara pintu terbuka
"Aku pulang..." ucap kak damar yang sedang berdiri di depan pintu menatap ku dan tersenyum ke arahku
Aku hanya membalas senyumannya dan mencium tangannya, mengambil tas dan jas yang berada di lengan kak damar...
"Kamu pergi ke mana hari ini?" ucap kak damar sambil melangkah
masuk ke dalam rumah
"Vivian tidak pergi ke mana-mana, vivian hanya di rumah saja seharian ini" ucap ku sambil melangkah dan menyimpan tas dan jas kak damar ke dalam lemari
Kak damar hanya terdiam dan melihat ke arah ku...
"Kakak mandi dulu yah, vivian sudah siapkan air nya... setelah itu kita makan bersama" ucapku untuk mengalihkan topik pembicaraan
"Baiklah, Istri kecil ku tersayang... aku mandi dulu yah..." ucap kak damar dengan lembut sambil mengusap rambut ku, dan setelah itu melangkah ke kamar mandi
Aku hanya tertegun, ucapan kak damar itu sungguh membuat ku terkejut. Aku merasa sedikit senang karena kak damar tampaknya merasa bahagia
*****
Beberapa saat kemudian...
Kami pun sudah selesai makan dan akhirnya kembali ke kamar...
Aku hanya terdiam dan duduk di samping ranjang
"Vivian..." ucap kak damar sambil duduk di ranjang dan sekarang berada di samping ku
"Ada apa kak?" ucap ku penasaran
__ADS_1
Kak damar hanya terdiam, lalu...
"Vivian, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu..." ucap kak damar
"Bertanya apa kak?" ucap ku penasaran
kak damar hanya menatap ku, lalu
"Apakah kamu bersedia kalau aku menyuruhmu kuliah?" ucap kak damar
"kuliah...?" ucap ku terkejut
"Iya, kuliah... aku ingin kamu pergi kuliah" ucap kak damar
Aku hanya terdiam... lalu
"Kenapa kakak tiba-tiba meminta vivian untuk kuliah" ucapku penasaran
"Aku berfikir kamu pasti bosan di rumah, walaupun aku mengizinkanmu untuk pergi, pasti kamu juga tidak akan pergi. Kamu hanya di rumah seharian dan menungguku pulang, rasanya aku tidak tega membuatmu seperti tahanan rumah" ucap kak damar
"Tidak apa-apa kak, vivian tidak masalah kok... ini kan memang tugas utama vivian sebagai seorang istri, jadi kakak tidak perlu khawatir" ucap ku agar kak damar tidak perlu mencemaskan aku
"Vivian... aku mengerti perasaan mu, teman-teman seusia mu sekarang ini pasti sedang mengejar mimpi mereka, aku tidak ingin menghalangi mimpi mu walaupun kamu sudah menjadi istriku. Jadi aku ingin agar kamu kuliah dan mengejar mimpi mu seperti mereka" ucap kak damar
Aku hanya terdiam mendengar ucapan kak damar, kak damar ingin aku kuliah. Sungguh hal yang tidak pernah terfikirkan oleh ku sebelumnya
tetapi, ada hal yang perlu aku pastikan, kalau aku kuliah siapa yang akan mengerjakan pekerjaan rumah, itu adalah masalahnya, selain seorang istri, aku juga bisa di anggap sebagai ibu rumah tangga. Kalau aku kuliah siapa yang akan menjaga dan membereskan rumah
"Apakah kakak tidak masalah vivian kuliah, kalau vivian kuliah siapa yang akan mengerjakan pekerjaan rumah" ucap ku sedikit keberatan dengan keputusan kak damar
"Vivian, aku tidak masalah dengan hal itu, yang terpenting kamu kuliah dulu kalau soal pekerjaan rumah itu gampang, aku bisa membantumu kalau kamu butuh bantuan ku. Kita bisa mengerjakan pekerjaan rumah bersama. Sekarang yang ingin aku dengar bukan hal itu, tapi aku hanya ingin tau jawabanmu, apakah kamu mau kuliah?" ucap kak damar meminta jawabanku
Aku pun sepertinya tidak punya pilihan lain, sebenarnya memang sebelum aku menikah dengan kak damar. Keinginan terbesar ku adalah kuliah, apalagi sikap kak damar juga menunjukan bahwa kak damar berharap aku bisa kuliah...
Aku pun sudah tidak perlu berfikir apa-apa lagi, karena kak damar yang memintanya. Permintaan kak damar merupakan perintah yang harus aku lakukan
"Hmm... iya kak, vivian mau kuliah" ucap ku memberikan jawaban kepada kak damar
"Aku senang mendengarnya, karena kamu sudah setuju, besok kita akan pergi ke tempat kuliah mu" ucap kak damar
"besok? " ucap ku terkejut mendengar ucapan kak damar
kak damar hanya tersenyum.. lalu
"iya besok vivian, sebenarnya aku tadi sudah mendaftarkan mu terlebih dahulu, karena kamu sudah setuju maka kamu sudah boleh masuk kuliah besok" ucap kak damar
"Benarkah..." ucapku senang bercampur rasa tak percaya
kak damar hanya mengangguk
"Tapi, kakak mendaftarkan vivian di Universitas mana?" ucap ku penasaran
"Aku mendaftarkan mu di Universitas A" ucap kak damar
__ADS_1
"Universitas A?, itu kan tempat kuliahnya teman2 vivian" ucap ku terkejut
kak damar hanya tersenyum...
"Iya..., aku tau teman2 mu yang kemarin datang ke acara pernikahan kita itu adalah mahasiswa Universiras A, jadi aku berfikir untuk menguliahkan mu di universitas itu agar kamu bisa sekalian berkumpul bersama teman-teman mu" ucap kak damar
Aku hanya terdiam mendengar ucapan kak damar, aku tidak menyangka kak damar melakukan ini untukku
"Terimakasih kak..." ucapku yang tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi selain berterimakasih
Aku merasa tersentuh dengan kebaikan kak damar kepadaku, tak terasa air mata terjatuh dan membuatku tidak bisa membendung rasa haru dan bahagia
"Vivian, kenapa kamu menangis?" ucap kak damar sambil mendekat ke arah ku dan mengusap air mata yang ada di wajahku
"Jangan menangis, itu membuatku terlihat buruk" ucap kak damar
"Vivian tidak apa-apa kak, vivian hanya merasa senang" ucap ku sambil menggengam tangan kak damar
kak damar hanya tersenyum menatap wajahku
"Vivian hanya bisa berterimakasih kepada kakak, maafkan vivian yang belum bisa membalas kebaikan kakak kepada vivian..." ucap ku
"Jangan berkata seperti itu, aku adalah suamimu dan ini adalah tugasku. Dan aku akan berusaha semampuku untuk membuat mu bahagia" ucap kak damar sambil menatap mata ku dalam-dalam
Aku hanya terdiam dan menatap wajah kak damar
"Sudah malam, cepat tidur besok kamu harus pergi ke kampus" ucap kak damar
"Iya kak..." ucapku yang langsung membaringkan tubuhku di tempat tidur dan menyelimuti tubuhku menggunakan selimut
beberapa saat kemudian...
Kak damar merangkak mendekat ke arahku
Aku hanya memejamkan mata ku berpura-pura tidur...
"Selamat malam vivian..." ucap kak damar sambil mengecup belakang kepalaku
Setelah itu kak damar kembali ke posisinya dan tertidur
Beberapa saat kemudian...
Aku pun membalikan badanku dan melihat kak damar yang sudah tertidur pulas...
*****
Kak damar, Kenapa kamu begitu baik kepadaku... kamu membuat ku tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Setiap perkataannya dan juga perlakuannya kepadaku semakin membuatku merasa berhutang kepadanya, kenapa kau begitu baik kepada ku kak, kenapa? itu membuat ku semakin merasa bersalah karena belum bisa menjadi istri yang baik untuk mu
kamu adalah seorang pria sekaligus suami yang baik, adanya dirimu, sepertinya aku tidak perlu meminta apa-apa lagi
*Bersambung.....
__ADS_1