Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Kehangatan


__ADS_3

Sesampainya di rumah...


Aku pun masuk ke dalam rumah, setelah itu aku tetap melakukan tugasku sebagai seorang istri, karena tadi pagi aku buru-buru pergi ke kampus jadi tidak sempat beres-beres


Jadi aku pun beres-beres dan memasak sambil menunggu Mas damar pulang...


Aku akan memanggilnya mas damar mulai sekarang


Beberapa saat kemudian...


Ting...tong...ting...tong suara bunyi bel


"Iya, sebentar..." ucap ku yang berjalan menuju pintu


"Aku pulang..." ucap mas damar sambil tersenyum dengan wajah lelah


"Mas Damar sudah pulang..." ucapku sambil mencium tangan mas damar


Mas damar hanya terdiam dan menatapku...


"Mas, ayo masuk..." ucap ku yang langsung mengambil tas dan jas mas mas damar yang ada di lengannya


"Eh, i..ya..." ucap mas damar yang sedikit canggung dan bingung


"Mas mandi dulu yah, setelah itu kita makan bersama" ucap ku sambil tersenyum


"Baiklah..." ucap Mas damar sambil mengelus rambutku


Beberapa saat kemudian...


Kami pun sudah selesai makan dan masuk ke dalam kamar


Aku pun duduk di samping ranjang...


"Vivian..." panggil mas damar


"Iya, mas" ucapku


"Kamu memanggiku Mas" ucap mas damar seperti tidak percaya


"Iya, Mulai sekarang vivian akan memanggil kakak menjadi mas damar" ucapku


Mas damar hanya terdiam dan menatapku


"apakah vivian tidak boleh mengganti panggilan kakak menjadi mas" ucapku


"Bo...leh, tentu saja boleh. Vivian mau panggil kakak boleh, mau panggil Mas boleh, mau panggil nama langsung juga boleh, terserah vivian saja nyamannya bagaimana" ucap mas damar sedikit canggung

__ADS_1


Akupun senang mendengar ucapan mas damar


"Tapi, kenapa kamu tiba-tiba berfikir untuk memanggilku mas" ucap mas damar


Aku bingung harus menjawab apa, masa aku akan berkata bahwa aku mengganti panggilannya karena tia komplen sih, kan nantinya terkesan seperti aku tidak berniat mengganti panggilannya atas kemauanku sendiri


"Emm... vivian berfikir kalau memanggil mas damar dengan sebutan kakak jadi seperti adik memanggil kakaknya, bukan seperti istri memanggil suaminya" ucap ku spontan saja berkata seperti itu kepada mas damar


Mas damar tampak senang saat aku mengatakan hal itu...


"Oh begitu, Mas juga merasa senang kalau kamu berfikir seperti itu" ucap mas damar


Aku sedikit terkejut mendengar ucapan mas damar, biasanya mas damar selalu memanggil dirinya sendiri aku. tapi sekarang dia menggantinya menjadi mas...


"Iya mas" ucap ku senang


"Yasudah, sekarang lebih baik kamu tidur saja, mas masih ada pekerjaan..." ucap mas damar


"Mas kan baru pulang kerja, masa sudah bekerja lagi, lagipula ini sudah malam" ucap ku yang khawatir kepada mas damar


"Ada beberapa hal yang harus mas kerjakan, dan mas fikir untuk mengerjakannya lebih cepat lebih baik" ucap mas damar


aku pun sepertinya tidak punya hak untuk melarang, karena mas damar yang menginginkannya, aku juga tidak mengerti pekerjaannya seperti apa. terserah mas damar saja, karena aku tau mas damar adalah tipe orang yang tau apa yang harus dia lakukan. yang terpenting aku harus tetap mengingatkan mas damar


"Baiklah kalau begitu, tapi mas jangan tidur terlalu malam yah. Besok kan mas harus bangun pagi dan berangkat ke kantor" ucap ku mengingatkan mas damar


aku pun hanya mengangguk dan membaringkan tubuhku di ranjang...


mas damar pun terlihat berjalan keluar kamar, sepertinya dia mau pergi ke ruang kerjanya


Setelah itu aku pun memejamkan mataku...


Beberapa saat kemudian...


Tidak tau mengapa aku tidak bisa tertidur, aku sudah membolak balikan tubuh ku tapi tetap saja tidak bisa tertidur. Aku pun melihat jam dingding dan ternyata sekarang hampir jam 12 malam, tapi mas damar belum kembali juga ke kamar. sebenarnya aku khawatir, tapi aku juga tidak mau menggangunya bekerja...


Aku pun berusaha memejamkan mataku dan tertidur, tetapi tetap tidak bisa tertidur juga, akhirnya aku pun bangun dan duduk...


Tetapi tiba-tiba


"AAAHHHHH..." Teriaku karena tiba-tiba mati lampu, dan semua nya terlihat gelap


aku pun membungkus tubuhku menggunakan selimut sampai akhirnya


Beberapa saat kemudian...


BRAAKKK... seperti suara pintu yang di tendang keras

__ADS_1


"VIVIAN..." Teriak mas damar


"Mas....." ucap ku sedikit gugup bercampur takut


Tiba-tiba saja aku mendengar suara langkah mas damar dan langsung memeluk ku dengan erat


"Sudah tidak apa-apa" ucap mas damar memelukku sambil mengusap rambutku


Aku pun memeluk mas damar dengan erat


"Mas... vivian takut" ucap ku sedikit gugup dan takut


"Ada mas, jangan takut" ucap mas damar menengkanku


Aku pun merasa mas damar memberiku perasaan hangat dan juga rasa aman, tiba-tiba saja aku teringat kepada ayah ku. sewaktu ayahku masih hidup saat aku ketakutan, ayah selalu ada untukku dan juga memberiku rasa aman dan juga kehangatan yang sama seperti yang mas damar lakukan sekarang ini


"Hiks... hiks..." aku pun menangis karena teringat ayah


"Vivian, kenapa kamu menangis. Maaf kan mas karena terlambat datang ke sini, maafkan mas" ucap kak damar sambil memelukku lebih erat seperti merasa bersalah


"hiks... Ini bukan salah mas, vivian hanya teringat ayah" ucapku sambil menenangkan diriku


"Sttt... sudah jangan menangis lagi, ayah mu sudah tenang di alam sana. Sekarang biarkan mas yang melindungimu menggantikan ayah mu" ucap mas damar begitu lembut dan membuatku tenang hanya karena ucapannya


Aku pun berhenti menangis dan merasakan pelukannya yang hangat dan penuh kasih sayang...


"Lebih baik kamu tidur, mas akan menemanimu" ucap mas damar sambil membaringkan tubuhku di ranjang dan memelukku


"Mas..." ucapku sedikit gugup dan mendorong mas damar


"Vivian, biarkan mas memelukmu, menghilangkan rasa takut dan juga kesedihanmu" ucap mas damar


Aku hanya terdiam mendengar ucapan mas damar, mas damar berusaha untuk membuatku nyaman dan juga menjadikan dirinya sendiri sebagai sandaran, akupun sepertinya tidak punya alasan lagi untuk mendorongnya. Karena saat ini aku pun merasa membutuhkan seseorang yang bisa menghilangkan rasa takut dan juga kesepianku


"Terimakasih banyak mas, untuk semuanya" ucapku sambil menyamankan diriku dalam pelukan mas damar...


"Sudah jangan bicara lagi, tidurlah..." ucap mas damar sambil mengelus rambutku


Aku fikir mas damar tidak gugup seperti diriku, tapi saat aku dalam pelukannya aku mendengar suara jantungnya berdetak begitu kencang dan juga tidak beraturan, aku merasa bahwa mas damar juga gugup sama seperti diriku


Namun mas damar berusaha tidak menunjukan rasa gugup dan canggung di hadapanku, mas damar selalu saja menunjukan sosok nya yang lembut dan hangat


tidak tau mengapa suara detak jantung mas damar membuat ku tenang. aku merasakan perasaan nyaman dan hangat sehingga rasa takut dan kekhawatiranku pun menghilang begitu saja seperti sihir...


karena kehangatan dan kenyamanan itu pun membuat ku jadi mengantuk dan tak terasa aku pun tertidur lelap...


aku tertidur lelap dalam pelukan mas damar...

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2