
Beberapa saat kemudian...
Mas damar melepaskan tangannya dari wajahku
"Haah" aku menghela nafas panjang dan kemudian menatap mas damar
"Eh..."
"Eh..." Aku dan mas damar terkejut bersamaan
Spontan saja aku mengalihkan pandangan ku dari mas damar
Suasana menjadi canggung...
Sampai akhirnya
"Emm... vivian, mas mau ke kamar mandi dulu yah" ucap mas damar
"Emm... iya mas, vivian juga sekalian mau pergi memasak" ucap ku sambil berdiri dan melangkah meninggalkan kamar
*****
Dapur
"Haah..." mengehela nafas
Tenang vivian, ini sudah terjadi juga jangan di fikirkan lagi...
Setelah itu aku mengalihkan fikiranku dan berfikir apa yang harus aku masak untuk makan malam kali ini
"OH IYA, NASI GORENG" ucap ku yang spontan saja teringat mas damar yang suka sekali makan nasi goreng
*****
Beberapa saat kemudian...
Aku pun memasak nasi goreng
dengan senang hati
Sebenarnya mas damar adalah pria yang sederhana, walaupun dia kaya tapi makanan yang di sukainya hanya makanan yang biasa saja, dan mudah di buat...
tiba-tiba
"Wah... masak apa nih, wanginya harum sekali" ucap mas damar yang tiba-tiba saja berada di samping ku
"Vivian sedang memasak nasi goreng" ucap ku sambil terus mengaduk masakanku
"Emm... istriku ini pintar sekali, tau saja mas sedang ingin makan nasi goreng" ucap mas damar sambil berdiri di belakangku
"Mas sedang apa?" tanya ku gugup
"Tidak apa-apa, lanjutkan saja. Mas hanya ingin melihat mu memasak" ucap mas damar sambil memeluk ku dari belakang
Perasaan tadi bilangnya melihat, tapi malah memeluk juga...
mas damar ini, aku kan jadi gugup...
"Wah... seperti nya enak, mas jadi lapar" ucap mas damar sambil mendekatkan kepala nya ke wajahku
Mas damar... mana aku fokus memasak kalau begini...
Aku sebenarnya merasa sedikit tidak nyaman, rasanya badanku jadi kaku dan sulit bergerak. Aku berusaha tenang dan hanya terus mengaduk masakan ku
"Sepertinya sudah matang mas" ucapku memberikan kode agar mas damar melepaskan pelukannya
"Wah, kenapa cepat sekali matangnya" ucap mas damar
Memangnya mas mau aku memasak berapa lama lagi... Batinku
"Mas, masakannya sudah matang, vivian mau ambil piring dulu" ucap ku sambil tersenyum
Sebenernya aku memberikan kode halus
"Emm... iya" ucap mas damar sambil melepaskan pelukannya
aku menghela nafas
Syukurlah... akhirnya lepas juga...
*****Beberapa saat kemudian...
Karena semuanya sudah siap, aku pun mengambil piring dan menyajikan makanan itu untuk mas damar terlebih dahulu
"Terimakasih istri kecil ku..." ucap mas damar sambil tersenyum kepadaku
aku hanya tersenyum dan kemudian duduk di kursi
Aku menikmati makanan yang ada di hadapanku, sampai akhirnya aku tersadar bahwa mas damar sedang menatapku
"Emm... mas, kenapa mas menatap vivian begitu" ucap ku gugup
"Eh, tidak apa-apa mas hanya ingin melihatmu saja" ucap mas damar yang kemudian memalingkan wajahnya
Aku pun menghela nafas dan kemudian melanjutkan makan
Aku baru saja melahap nasi goreng itu ke mulutku, tetapi
Tiba-tiba
__ADS_1
"Vivian, Kamu sangat cantik, aku jadi tidak bisa mengalihkan pandanganku darimu" ucap mas damar
"UKhuk... uhuk..." aku yang terkejut dan kemudian tersedak nasi goreng yang ada di mulutku
"Vivian, kamu kenapa?" ucap mas damar yang spontan saja berdiri dan bergegas melangkah ke arahku
"Uhuk...uhuk..." aku hanya batuk dan tidak bisa berkata apapun
"Ini minum dulu" ucap mas damar sambil menyuguhkan aku segelas air
Aku pun meminum air itu
"Vivian, kamu tidak apa-apa kan" ucap mas damar sambil mengusap punduk ku
"Iya mas vivian tidak apa-apa" ucap ku yang merasa sedikit lega karena meminum air
"Kamu kenapa bisa tersedak begitu?" tanya mas damar
Aku hanya terdiam mendengar ucapan mas damar
Aku tersedak begini kan gara-gara mas... Batinku menggerutu
"Vivian tidak apa-apa mas tadi hanya kurang hati-hati saja makannya" ucapku agar mas damar tidak tersinggung
"Apakah kamu tersedak karena mas" ucap mas damar sambil menatapku
"Eh, tidak mas ini bukan salah mas, ini salah vivian yang terlalu terburu-buru makannya" ucapku yang langsung saja menjelaskan
"Emm... begitu, yasudah sekarang kamu lanjutkan makannya lagi saja" ucap mas damar
"Emm... tidak apa-apa mas, vivian sudah kenyang kok" ucap ku
"Kamu ini kenyang di mana, makanan kamu saja masih sisa banyak" ucap mas damar sambil menunjuk piring yang berada di samping ku
aku pun melihat ke arah piring itu...
Memang benar makanan ku masih sisa banyak, Karena memang aku baru memakannya beberapa sendok sampai akhirnya aku tersedak
tiba-tiba
KRETT... suara kursi di geser
"Eh, kenapa mas duduk di sini" ucap ku yang terkejut karena mas damar duduk di kursi di sebelahku
"Hmm... karena kamu tidak mau makan sendiri, sepertinya mas yang harus menyuapi mu" ucap mas damar
Aku hanya terdiam dan kemudian tersadar
"Eh, Jangan mas... vivian makan sendiri saja" ucapku gugup
Mas damar menarik piring ada di sampingku dan memengangnya
Alasan macam apa itu mas... Batinku menggerutu
Sepertinya aku juga tidak punya pilihan lain, rasanya seperti aku menggali lubangku sendiri
"Ayo buka mulutnya..." ucap mas damar sambil mengarahkan sendok berisi nasi goreng itu ke arah mulutku
Aku merasa seperti anak kecil yang di suapi ibunya...
"Aaa..." Aku pun membuka mulutku
"Aamm... gimana enak kan" ucap mas damar sambil memasukan sendok itu ke mulutku
Aku hanya mengangguk
Aku sebenarnya merasa gugup, tapi aku juga tidak mau menolak mas damar yang sudah berniat baik untuk menyuapiku
Sampai kemudian...
"Pesawat Damar Aditnya nomor penerbangan 123 akan segera lepas landas menuju vivian putri" ucap mas damar sambil mengoyang-goyangkan sendok itu seperti pesawat terbang
"Hihihi..." Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah mas damar
"Emm... kenapa malah tertawa, ayo di makan lagi" ucap mas damar
"Bagaimana vivian mau makan kalau mas nya begitu" ucapku
"Begitu bagaimana?" ucap mas damar dengan nada seperti menggoda ku
Mas damar ini menyebalkan sekali...
"Sudahlah kalau tidak mengerti, di jelaskan juga percuma" ucap ku mengambek
"Aish... mas cuma becanda, jangan mengambek gitu dong..." ucap mas damar membujuk ku
"Tidak mau, mas menyebalkan" ucapku sambil mengalihkan pandangan ku
"Aduh, istriku ini imut sekali kalau sedang mengambek" ucap mas damar sambil mencubit hidungku
"Huh..." aku berpura-pura tidak peduli dan mengalihkan pandangan ku dari mas damar
"Jangan mengambek terus dong, nang ning nang ning keng" ucap mas damar sambil berekspesi lucu
Aku sebenarnya tidak tahan untuk tertawa, tapi aku kan sedang mengambek jadi tahan dulu
"Nang ning nang ning keng..." ucap mas damar sambil mendekatkan wajahnya ke arahku
"Mas jangan begitu ih..." ucapku sambil mengalihkan pandanganku dan mendorong wajah mas damar menggunakan tanganku
__ADS_1
"Kalau begitu tidak boleh berarti begini boleh dong" ucap mas damar sambil menggelitiki aku
"Hihihi... mas sudah, geli tau" ucapku karena merasa geli
"Mas tidak akan berhenti sampai kamu berhenti mengambek" ucap mas damar sambil terus menggelitiki aku
"Hahaha.. Ampun mas ... vivian udah gak ngambek lagi" ucap ku pasrah
"Yang bener?" tanya mas damar
Mas damar masih terus menggelitiki aku, aku yang tidak tahan pun, akhirnya tidak punya pilihan lagi...
"Iya benar, udah dong mas geli Hahaha" Ucapku
Kemudian mas damar melepaskan tanganya
"Yaudah sekarang lanjutin lagi makannya, sedikit lagi abis" ucap mas damar sambil mengarahkan sendok berisi nasi goreng itu ke arah mulutku
"emm..." ucap ku sambil mengangguk
Beberapa saat kemudian...
***** (Selesai makan)
Aku pun sudah selesai makan dan membereskan bekas makan ku dan mas damar
Setelah itu aku pun berjalan ke kamar
*****
Kamar
Aku sedang duduk di samping ranjang
tiba-tiba
Ceklek.... Suara pintu
Terlihat mas damar baru saja masuk ke dalam kamar dan tiba-tiba saja membuka baju nya
"Eh, Mas mau apa?" tanya ku gugup bercampur rasa penasaran
"Mas mau mandi, tentu saja buka baju" ucap mas damar dengan santai
"Kenapa tidak buka bajunya di kamar mandi saja" ucap ku gugup
"Mas fikir buka di sini dan di kamar mandi sama saja" ucap mas damar
Memang sama saja, beda nya adalah aku masih berada di sini... dan mas membuka bajunya tepat di depan mataku...
"Vivian kamu kenapa?" tanya mas damar
"Emm... vivian tidak apa-apa mas" ucapku
Aku sangat gugup dan mengalihkan pandangan ku dari mas damar
tiba-tiba
"Vivian, mau mandi bersama" ucap mas damar
"Eh..."
Apa yang mas damar katakan...
"Tidak... vivian sudah mandi, mas cepat sana mandi" ucapku gugup
Mas damar hanya menatapku dan tidak menghiraukan perkataan ku
Aku pun bingung harus bagaimana karena suasananya cukup canggung, tetapi aku pun akhirnya memberanikan diriku
"Sudah, cepat sana mandi" ucap ku yang spontan saja berdiri dan mendorong mas damar ke kamar mandi
"Hahaha... iya sabar, ini juga mau" ucap mas damar sambil tertawa
Mas damar pun masuk ke dalam kamar mandi...
*****
Aku merasa tenang setelah mas damar masuk ke kamar mandi
Mas damar ini suka sekali membuat perasaan ku campur aduk...
Setelah itu aku pun duduk di samping ranjang
Aku merasa lelah dan aku membaringkan tubuhku di ranjang
Mataku rasanya berat sekali, dan perlahan aku menutup mataku
Tanpa ku sadari aku telah tertidur...
*Bersambung....
................................................................
Curhat Author: Pembaca jangan lupa tinggalkan jejak yah... Like, Comment
Pembaca yang baik ingin Vote Author juga boleh :)
*Jangan lupa terus ikuti kisah selanjutnya yaa...
__ADS_1