
Beberapa saat kemudian...
setelah berganti pakaian aku pun berjalan ke arah kak damar
"sudah selesai?" ucap kak damar
"iya..." ucap ku
kak damar pun berjalan ke arah pegawai toko
"Tolong siapkan gaun yang di pakai calon istriku, dan beberapa pakaian yang aku pilihkan tadi"
ucap kak damar
"Baik tuan Tenggara, pesanan tuan akan segera kami siapkan dan akan segera kami kirimkan ke kediaman anda"
ucap manager itu
"Baiklah terimakasih..." ucap kak damar
aku pun hanya terdiam melihat kak damar...
"Vivian..." ucap kak damar
"Eh, iya..." ucap ku terkejut
"Apa masih ada sesuatu lagi yang kamu inginkan?" tanya kak damar
"tidak kak, vivian tidak mau apa-apa lagi. Vivian mau pulang saja..." ucap ku
"Baiklah kalau begitu, ayo kita pulang..." ucap kak damar sambil memegang tanganku keluar dari toko
aku tidak tau mengapa selama seharian ini kak damar memegang tangan ku seperti tidak mau melepaskan diri ku...
Akhirnya kak damar membawaku masuk kedalam mobil
kak damar mengemudikan mobilnya sedikit pelan, berbeda dengan saat kami perjalanan menuju kemari...
tapi selama perjalanan pulang, tidak ada di antara kami yang saling bicara, sampai akhirnya...
Sampai di rumah...
kak damar turun dari mobil, dan juga masih membukakan pintu mobil nya untukku...
aku pun turun dari mobil kak damar, tapi sebelum aku melangkah pergi...
"Vivian..." ucap kak damar
aku pun membalikkan badanku ke arahnya
"iya kak..." ucap ku
setelah itu kak damar terdiam...
__ADS_1
lalu menatap wajahku
"Mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita sebelum acara pernikahan, aku hanya berharap kamu dapat menjaga dirimu baik-baik..." ucap kak damar
aku pun hanya terdiam mendengar ucapan kak damar, lalu aku pun menatap wajahnya dan tersenyum...
"iya,,, kak damar juga jaga diri kakak baik-baik, jangan sampai kecapean" ucap ku
kak damar menatap wajahku dalam-dalam dan bersenyum kepadaku...
"Baiklah..." ucap kak damar
kak damar pun berjalan dan memasuki mobil nya...
"kalau begitu aku pergi dulu yah"
ucap kak damar
"iya kak, hati-hati di jalan..." ucap ku sambil melambaikan tanganku
lalu kak damar pun pergi meninggalkan aku...
aku pun berjalan memasuki rumah...
"Eh, vivian sudah datang" ucap ibu
"iya bu" ucap ku
"Lebih baik vivian istirahat saja, pernikahannya kan sebentar lagi, mulai sekarang vivian jangan pergi ke mana-mana dulu. kalau kata orang jaman dulu pamali" ucap ibu memperingatkan ku
"Baiklah kalau begitu" ucap ibu
Di kamar...
Aku pun membaringkan tubuh ku di ranjang, aku menarik nafas dalam-dalam..
kalau di fikir-fikir aku masih tidak menyangka bahwa aku akan segera menikah, ini seperti mimpi untukku...
Aku tidak tau apa yang akan terjadi setelah aku menikah nanti, sampai saat ini pun aku masih belum ada perasaan apa-apa kepada kak damar
Tak terasa hari-hari pun berlalu...
aku malah semakin cemas dan khawatir, Bagaimana ini...
aku memang berusaha untuk tenang dan berkata kepada diriku sendiri untuk berjalan apa adanya...
tapi tetap saja diriku merasa khawatir, aku tidak tau harus bagaimana. pernikahanku pun tinggal menghitung hari...
tiba-tiba
tok... tok... tok... suara pintu
"Vivian, apa ibu boleh masuk?" ucap ibu di balik pintu
__ADS_1
"Masuk saja bu..." ucap ku
ibu pun masuk ke dalam kamar ku...
"Vivian..." ucap ibu sambil duduk di samping ranjang ku
"ada apa bu?" tanya ku penasaran
ibu hanya terdiam sejenak lalu...
"Vivian ibu tau kamu pasti cemas dan khawatir, ibu mengerti perasaan mu. ibu hanya ingin bertanya sekali lagi, apakah vivian tetap mau melanjutkan pernikahan ini" ucap ibu sambil menatap ku
aku pun bingung dengan perkataan ibu, sudah sejauh ini mau membatalkan pernikahan. Apa yang akan orang-orang fikirkan, aku pun sudah berusaha sejauh ini, dan akan menjadi sia-sia kalau saat ini aku mementingkan ego ku dan menolak pernikahan ini.
Selain nantinya aku mengecewakan ibu, juga akan membuat orang tua kak damar kecewa, orang tua kak damar begitu baik padaku
apalagi kak damar, bagaimana cara ku untuk menghadapinya nanti, kalau dia tau aku yang membatalkan pernikahan ini
sudahlah, semuanya sudah terlambat, tidak ada lagi yang bisa aku lakukan, mungkin ini sudah takdir ku, jalan yang allah berikan kepada ku...
yang terpenting sekarang adalah berusaha membuat ibu percaya bahwa aku tidak apa-apa
"kenapa ibu berbicara seperti itu, vivian baik-baik saja" ucap ku sambil tersenyum menatap ibu
"apakah itu benar vivian?" ucap ibu seperti meragukan perkataan ku
aku pun menghela nafas
"vivian tidak apa-apa bu, kak damar sangat baik kepada vivian,dan kak damar juga berkata bahwa dia tidak akan memaksa vivian melakukan apa pun yg tidak vivian sukai" ucap ku
ibu pun tampak senang mendengar perkataan ku...
"baiklah kalau begitu, ibu pun jadi tenang karena vivian sendiri sudah setuju" ucap ibu
aku pun hanya mengangguk
"vivian, nak damar adalah orang yang baik, bukalah hatimu untuk memerima nya, suatu hari nanti kamu pasti akan mengerti, kenapa ibu memilihkan nak damar untuk mu..." ucap ibu sambil tersenyum kepada ku
Aku pun tidak mengerti apa maksud ibu sebenarnya, tapi aku hanya berharap ibu bahagia itulah yang terpenting...
"Baiklah bu..." ucapku
"yasudah, sekarang lebih baik vivian istirahat dulu, besok adalah hari pernikahan, jangan tidur terlalu malam ya" ucap ibu
"iya bu..." ucap ku
ibu pun pergi meninggalkan kamar ku...
aku pun membaringkan tubuhku di ranjang...
aku masih tidak percaya,Besok adalah hari pernikahan ku...
"Ya allah pernikahan ini adalah keinginan ibuku, apabila memang ini adalah takdir yang engkau berikan kepadaku, aku hanya memohon kepadamu, mudahkanlah segala urusan ku, dan aku mohon agar semua yang aku lakukan mendapatkan berkah dari mu... aamiin..."
__ADS_1
*Bersambung...