Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Kencan 3


__ADS_3

Di dalam bianglala...


Aku pun duduk berhadapan dengan mas damar, aku melihat mas damar tersenyum kepada ku dan aku pun membalas senyumannya...


Kemudian perlahan bianglala pun naik, tiba-tiba diriku merasa tidak tenang dan sedikit cemas, aku menghela nafas dan menenangkan diriku...


"Kamu tidak apa-apa kan vivian" ucap mas damar sambil memegang tanganku


"Vivian tidak apa-apa kok mas..." ucapku agar mas damar tidak khawatir


"Tapi kenapa tanganmu dingin sekali" ucap mas damar sambil memegang tanganku menggunakan kedua tangannya


"Vivian tidak apa-apa mas, vivian hanya gugup saja" ucapku memberikan alasan kepada mas damar


Mas damar hanya terdiam dan menatap wajahku...


kemudian...


"Vivian lihat itu, pemandangannya sangat indah bukan..." ucap mas damar sambil menunjuk


Aku pun menengok dan melihat pemandangan yang di tunjuk mas damar


"Iya mas, sangat indah..." ucapku senang


Aku bahagia sekali bisa berkencan dengan mas damar, Sudah lama sekali sejak kejadian itu. Aku bahkan tidak pernah membayangkan bisa duduk di sini dan melihat pemandangan yang indah ini


"Terimakasih mas..." ucap ku


Mas damar hanya tersenyum kepadaku


Aku fikir mungkin rasa takutku perlahan sudah menghilang terkikis oleh waktu, atau mungkin karena ada mas damar di sampingku jadi aku tidak merasa takut lagi


Aku menikmati momen yang kami habiskan bersama, malam ini di atas bianglala sambil memandangi lampu-lampu yang berkilauan menghiasi malam dengan cahayanya yang berwarna warni


Mas damar hanya memegang tanganku dan menatap wajahku, perlahan mas damar menatapku dalam dan mendekat... tetapi


Tiba-tiba


"AAAHHHH" teriak ku sambil menutup mata


Aku kaget karena tiba-tiba bianglala berhenti...


"Vivian, kamu kenapa?" ucap mas damar yang spontan saja terkejut dan memeluk ku


tiba-tiba saja bayangan kejadian masa lalu itu muncul seketika di kepalaku seperti ombak, aku pun merasa tidak tenang, aku takut. Aku tidak bisa menahan diriku dan akhirnya berteriak


"Mas vivian takut, vivian ingin turun sekarang juga hiks... hiks..." ucapku sambil menangis


"TURUNKAN KAMI" teriak mas damar


Aku tidak berani melihat apapun, aku hanya menutup mata menggunakan kedua tanganku, sampai akhirnya bianglala sampai di bawah dan berhenti.


BRAAKKK!!


Aku kaget karena tiba-tiba mas damar menendang pintu bianglala itu


"Ayo keluar vivian..." ucap mas damar sambil menuntunku keluar


Setelah itu orang-orang berkerumun dan melihat ke arahku dan mas damar


Aku hanya menunduk karena malu...


"Ada apa ini?" ucap seorang pria penjaga bianglala itu yang langsung saja menghampiri kami


Mas damar hanya terdiam dan tidak menghiraukan perkataan pria itu


mas damar melepaskan jas yang dia kenakan dan meletakannya di pundak ku kemudian mas damar merangkul ku.


"Ayo kita pergi..." ucap mas damar sambil menuntunku untuk berjalan

__ADS_1


Aku pun berjalan sambil menundukan kepalaku, aku sangat malu dan menyesal dengan kejadian ini.


Tidak jauh dari tempat itu ada beberapa tempat duduk untuk para pengunjung, mas damar pun melangkah membawaku ke tempat itu


"Duduk dulu..." ucap mas damar sambil mempersilahkan aku duduk


Aku pun duduk di kursi itu


"Mas beli minuman sebentar, kamu tunggu di sini dulu yah" ucap mas damar


"Iya mas..." ucapku sambil mengangguk


Mas damar pun pergi membeli minuman...


Aku hanya duduk dan menunggu mas damar...


*****


"Hahaha" terdengar suara tawa seorang pria


Aku pun menengok ke samping, ternyata ada beberapa orang pria yang sedang duduk tidak jauh dari tempat duduk ku


"Makanya kalau takut naik yah jangan naik" ucap seorang pria mengenakan baju merah


"Sepertinya mereka sedang membicarakan aku..." batinku


"Aku fikir ribut-ribut karena apa, ternyata ribut hanya karena hal sepele.." ucap pria yang ada di sampingnya itu seperti sedang menyindir ku


Aku hanya menunduk malu mendengar ucapan mereka


Aku juga merasa sedih dengan kejadian ini, di tambah lagi mereka membicarakan kejadian itu di hadapanku sungguh membuat ku terluka. Sebenarnya aku ingin menangis, tetapi di sini bukanlah tempat yang tepat untukku menangis


Aku tidak ingin mas damar melihatku bersedih, jadi aku hanya bisa menahan air mata yang hampir terjatuh dari mataku, setidaknya untuk saat ini aku harus kuat untuk mas damar. Apapun yang mereka katakan aku tidak peduli


Beberapa saat kemudian...


"Vivian... ini minumannya..." ucap mas damar sambil menyodorkan minuman itu di depanku


"Kamu kenapa?" ucap mas damar sambil mengangkat dagu ku


"Vivian tidak apa-apa mas..." ucap ku yang hanya bisa tersenyum untuk menunjukan bahwa aku baik-baik saja


Tetapi di sisi lain...


Para pria itu masih saja membicarakan aku sampai akhirnya...


"Beberapa waktu ini aku sedikit tidak percaya dengan hal-hal yang terjadi, karena hal seperti ketakutan akan sesuatu di depan umum atau semacamnya itu biasanya dilakukan oleh beberapa orang dengan sengaja" ucap salah seorang pria yang duduk di samping pria baju merah itu


"Tidak heran, Kebanyakan orang-orang jaman sekarang itu biasanya melakukan hal-hal seperti itu cuma buat cari perhatian saja" ucap pria baju merah itu


Sementara teman-teman yang ada di sampingnya hanya tertawa mendengar ucapan pria itu


Di sisi lain, aku yang tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa berkata apa-apa hanya menundukan kepala ku dan berusaha agar tidak terbawa emosi dan bersikap tenang...


Tetapi,,,


"BRAAAKKK!!!"


tiba-tiba saja mas damar menendang meja yang ada di depan mereka


Aku terkejut karena mas damar melakukan hal itu


"Hei, apa yang kau lakukan..." ucap pria itu yang spontan saja berdiri


"AKU TIDAK SENGAJA" ucap mas damar dengan aura yang sangat seram, bahkan aku sendiri pun takut melihat raut wajahnya yang seperti itu


"Hei, jelas-jelas tadi kau sengaja..." ucap pria itu mengelak dan sekarang berdiri berhadapan dengan mas damar


"Jadi kau mau ribut denganku..." ucap mas damar sambil menggulungkan lengan baju nya

__ADS_1


Spontan saja aku memegang lengan mas damar


Mas damar kemudian menengok dan menatap wajahku


"Mas... jangan..." ucapku sambil menggelengkan kepalaku


Mas damar menatapku dengan tatapan hangat dan menundukan kepalanya


"Kamu pergilah dulu, nanti mas menyusul" ucap mas damar


"Tapi... mas..." ucapku yang sedikit cemas


"Tidak apa-apa, percayalah padaku..." ucap mas damar


"Iya mas..." ucapku sambil mengangguk


Aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti perintah mas damar...


Aku hanya berjalan sampai akhirnya aku sampai di taman, aku duduk di kursi taman sambil menunggu mas damar. Aku tidak tau apa yang mas damar lakukan tapi aku percaya mas damar tidak akan bertindak sembrono


aku sangat menyesali apa yang terjadi saat ini


Beberapa saat kemudian...


Mas damar belum kunjung datang juga, aku pun bertambah cemas dan khawatir


"Semuanya terjadi karena aku, semuanya salahku... hiks... hiks" ucapku sambil menutupi wajah menggunakan kedua tanganku sambil menangis, dan terus menyalahkan diriku sendiri dengan kejadian ini.


"Semua ini bukan salahmu..." ucap mas damar yang tiba-tiba saja duduk di sampingku


"Mas..." ucapku sambil menengok ke arah mas damar


"Vivian, kenapa kamu tidak bilang dari awal kalau kamu takut naik bianglala. Kalau aku tau dari awal aku tidak akan mengajakmu untuk naik" ucap mas damar


Aku hanya terdiam lalu...


"Vivian tidak ingin mas kecewa..." ucapku


"Vivian, aku sudah bilang kepadamu. Jangan pernah memaksakan dirimu, kalau kamu tidak suka katakanlah jangan membuat dirimu tidak nyaman karena aku" ucap mas damar seperti merasa bersalah


"Hiks... mas maafkan vivian, karena vivian sudah membuat mas malu..." ucapku sambil memeluk mas damar


"Sudah jangan menangis, ini semua bukan salahmu... jangan menyalahkan dirimu sendiri lagi" ucap mas damar sambil mengusap rambutku


"Hiks... hiks... tapi ini memang salah vivian, vivian tidak bisa berbuat apa-apa untuk mas. vivian hanya menjadi beban untuk mas dan membuat mas berada dalam masalah..." ucap ku yang merasa bersalah kepada mas damar


tiba-tiba mas damar mendorong tubuhku


"Vivian lihat aku..." ucap mas damar


Aku pun menatap wajah mas damar


"Vivian, Aku tidak pernah menganggapmu sebagai beban, Vivian aku tulus melakukan semua ini karena aku mencintaimu..." ucap mas damar sambil mendekatkan wajahnya


"Hiks... hiks..." Mendengar ucapan mas damar aku pun tidak bisa membendung kesedihanku


"Jangan menangis lagi..." ucap mas damar sambil mengusap air mata yang membasahi pipiku


"Hiks... hiks... hiks..." Aku tidak bisa berhenti menangis, selain merasa bersalah aku juga merasa malu kepada diriku sendiri, sampai saat ini mas damar selalu ada untuk ku, tapi aku bahkan tidak bisa melakukan apa-apa untuknya


"Jangan menangis lagi..." ucap mas damar sambil memegang wajahku menggunakan kedua tangannya dan mendekatkan wajahku ke wajahnya


Kemudian mas damar mencium bibirku...


"Ummm..." aku yang terkejut dan menatap wajah mas damar yang begitu dekat


Mas damar mencium bibirku dengan sangat lembut, aku pun perlahan menutup mataku...


Ini adalah ciuman pertama kami setelah menikah, sebenarnya aku sangat gugup. Tapi aku tidak bisa melakukan apapun, aku hanya menikmati ciuman mas damar yang begitu lembut dan membuatku berhenti menangis...

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2