
Keesokan harinya...
"Hoam..." aku yang baru bangun tidur sambil merenggangkan tubuh ku
Aku bangun begitu pagi tapi aku melihat kak damar sudah tidak ada di ranjang, aku pun turun dari ranjang untuk mencari kak damar...
Tetapi tiba-tiba
"Eh, vivian sudah bangun..." ucap kak damar sambil mengusap kepalanya menggunakan handuk dan berjalan ke arahku
"AHHH..." ucapku kaget karena melihat kak damar terlanjang dan hanya menggunakan handuk kecil yang melekat di pinggangnya
aku pun spontan saja menutupi wajahku menggunakan kedua tangan ku
"Eh, maaf vivian aku ke kamar mandi dulu" ucap kak damar sambil berlari ke kamar mandi
setelah itu aku membuka kedua mataku dan ternyata kak damar sudah pergi ke kamar mandi
Aku sebenernya merasa bersalah, apakah yang aku lakukan tadi terlalu berlebihan. Aku sekarang adalah istri dari kak damar, bagaimana bisa aku berbuat seperti itu, apa yang akan kak damar fikirkan nanti
Tapi tadi aku sungguh benar-benar kaget dan spontan saja berteriak, semoga saja kak damar tidak mempermasalahkan hal itu
"Lebih baik aku pergi ke dapur, menyiapkan sarapan untuk kak damar" ucapku sambil berjalan ke arah dapur
Beberapa saat kemudian...
Aku pun sudah selesai memasak, tapi kak damar belum kunjung datang ke dapur, apakah ada sesuatu yang terjadi.
aku pun berjalan ke kamar, aku khawatir terjadi sesuatu pada kak damar, dan mungkin ada sesuatu yang perlu aku bantu
"Kak damar..." ucap ku sambil berjalan ke arah kamar
"Vivian... kenapa kamu kesini?" ucap kak damar yang sedang memakai baju
aku sedikit terkejut tetapi aku tidak boleh berbuat ceroboh seperti tadi, lagi pula saat ini kak damar sudah berpakaian aku harus bersikap sebagai seorang istri yang sewajarnya...
"Vivian sudah selesai masak, tapi kakak belum datang ke dapur juga, vivian hanya khawatir terjadi sesuatu" ucapku sambil melangkah ke arah kak damar
kak damar hanya terdiam lalu...
"Tadi sebenarnya aku masuk ke kamar mandi dan menunggumu pergi, aku takut kamu akan terkejut melihatku tidak berpakaian lagi, aku menunggu beberapa saat dan setelah aku menengok, ternyata kamu sudah pergi maka dari itu aku keluar dan langsung mengenakan pakaian" ucap kak damar menjelaskan kepadaku
aku pun hanya terdiam mendengar ucapan kak damar, kak damar sampai seperti itu karena aku...
__ADS_1
"Tapi kak damar tidak perlu melakukan hal itu, vivian tidak apa-apa kok" ucapku yang merasa bersalah kepada kak damar
"Tidak apa-apa vivian, bukankah aku sudah berkata kepadamu bahwa aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai" ucap kak damar
aku hanya terdiam mendengar ucapan kak damar
kak damar pun memberbaiki kerahnya dan mengambil dasi
"Kakak..." ucap ku spontan saja
"Eh, ada apa vivian?" ucap kak damar terkejut
"Bolehkah kalau vivian yang memakaikan dasi ini untuk kak damar" ucapku berjalan ke depan kak damar dan mengambil dasi yang berada di tangan kak damar
"Oh... Bo..leh, tentu saja boleh..." ucap kak damar yang tampak canggung
Aku pun berjinjit untuk memakaikan dasi itu di leher kak damar, setelah aku lihat kak damar memang tinggi jadi aku sedikit sulit untuk memakaikannya
mungkin kak damar menyadari aku yang kesusahan memakaikan dasi di lehernya karena terlalu tinggi, akhirnya kak damar menundukan kepalanya...
aku pun senang dan langsung memakaikan kak damar dasinya
"Sudah selesai..." ucapku yang sudah memakaikan dasi itu di leher kak damar
"Kenapa berterimakasih, ini adalah kewajiban vivian sebagai istri kak damar" ucap ku sambil tersenyum kepada kak damar
"Ehem..." ucap kak damar yang salah tingkah dan menggaruk kepalanya
"Haha..." ucapku sambil membalikan badanku dan tertawa kecil melihat tingkahnya yang seperti ini, kebiasaan menggaruk kelapa ini menunjukan saat kak damar merasa canggung dan salah tingkah
"Kak, ayo kita makan..." ucap ku sambil menengok ke arah kak damar
"Oh iya, ayo..." ucap kak damar yang melangkah bersamaku untuk pergi ke dapur
Sesampainya di dapur...
"Wah, Ternyata istri ku memasak nasi goreng... pasti rasanya enak sekali" ucap kak damar memujiku
Aku pun hanya tersenyum dan menghidangkan nasi dan beberapa lauk yang ada di meja ...
Beberapa saat kemudian...
Aku pun sudah selesai sarapan dan membereskan bekas makan kami
__ADS_1
Setelah itu, aku pun berjalan ke kamar untuk mengambil tas kak damar
"Kak ini tas nya" ucap ku memberikan kak damar tas nya
"Terimakasih..." ucap kak damar mengambil tas itu dari tangan ku
kak damar pun hendak memakai jas yang dia pegang
tapi spontan saja aku mengambilnya dari tangan kak damar
"Eh..." ucap kak damar terkejut
"Biar vivian saja yang memakaikannya" ucap ku sambil hendak memakaikan kak damar jas nya
kak damar pun hanya tersenyum dan merentangkan tangannya, lalu aku pun memakaikan jas kak damar
Setelah itu kak damar melangkah ke arah pintu...
"Aku pergi ke kantor dulu yah, kamu baik-baik di rumah. kalau ada apa-apa telpon aku, kalau kamu bosan kamu boleh pergi kemana pun yang kamu mau, aku sudah mengizinkannya" ucap kak damar sambil mengusap kepala ku
Aku pun memegang tangan kak damar dan mencium tangan kak damar
"iya kak..." ucap ku sambil mengangguk dan tersenyum kepada kak damar
"Aku pergi dulu yah
Assalamu'alaikum..." ucap kak damar sambil membalikan badannya dan melangkah masuk ke dalam mobil
"Wa'alaikum salam..."
"Hati-hati kak..." ucapku sambil melambaikan tangan ku
Kak damar pun membalas lambaian tanganku dan pergi ke kantor mengendarai mobil...
*****
Saat ini aku hanya bisa berusaha melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri yaitu melayani suami ku, walaupun aku belum bisa melakukan kewajiban ku yang sesungguhnya, tapi aku akan berusaha untuk membuka hatiku, sedikit demi sedikit agar hatiku mulai bisa menerima kak damar.
Mungkin cinta akan bertumbuh di hatiku seiring berjalannya waktu, aku pun menunggu saat itu terjadi, nantinya aku pun merasa pernikahan ini bukan hanya karena keinginan ibuku namun karena aku benar-benar mencintai kak damar...
Kak damar, aku hanya berharap kamu bisa menunggu sampai aku benar-benar mencintaimu. setelah itu aku akan menyerahkan diriku sepenuhnya kepadamu sebagai seorang istri yang sesungguhnya...
*Bersambung.....
__ADS_1