Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Membuka hati


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


Rumah


Aku baru saja pulang ke rumah, suasana hatiku sedikit lebih baik setelah mendengar ucapan tia dan dina siang tadi.


Aku pun segera membersihkan diriku, memasak dan menyiapkan segala keperluan mas damar


Setelah semuanya beres aku hanya duduk di sofa menunggu mas damar pulang


Beberapa saat kemudian...


Ting... tong... ting... tong... suara bel pintu


Aku pun spontan saja berdiri dan berlari menuju pintu


Aku pun menghela nafas panjang menenangkan diriku, kemudian...


Ceklek... suara pintu


"Aku pulang..." ucap mas damar yang sekarang berada di depan pintu


"Mas sudah pulang" ucapku yang langsung saja meraih tangan mas damar dan menciumnya


"Iya..." ucap mas damar yang tersenyum kepadaku


Aku pun mengambil jas dan tas yang berada di tangan mas damar


"Ayo masuk mas..." ucapku


Mas damar pun melangkah masuk ke dalam rumah


"Mas mandi dulu yah, setelah itu kita makan malam bersama" ucap ku


"Iya..." ucap mas damar sambil melangkah ke kamar mandi


Aku hanya terdiam karena mas damar bersikap seperti ini, sebelumnya mas damar selalu mengusap rambutku dan berkata... Istri kecilku yang baik


Sekarang mas damar bersikap berbeda dari sebelumnya selama beberapa hari ini, itu membuatku cemas dan khawatir. Aku tidak tenang dengan keadaan seperti ini, bahkan saat kami tidur pun mas damar hanya terdiam dan tidak bersikap seperti sebelumnya, walaupun sesekali dia tersenyum kepadaku tetapi aku tau, dia seperti merasa tertekan.


Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, aku harus segera jelaskan kepada mas damar tentang kesalahpahaman ini. Dan mulai sekarang aku harus bisa lebih mengerti perasaan mas damar...


*****


Beberapa saat kemudian...


Saat ini aku sedang berada di dapur dan menyiapakan makan malam


Setelah itu aku melihat mas damar yang baru saja duduk di meja makan


Aku pun dengan sigap langsung mengambil piring yang berada di depan mas damar dan mengambil beberapa makanan yang berada di atas meja dan menaruhnya di piring mas damar


"Ini mas..." ucapku sambil menaruh piring yang berisi makanan itu di depan mas damar


"Terimakasih..." ucap mas damar


Setelah itu aku duduk dan mulai makan


Sebenarnya aku sedikit tidak berselera makan karena banyak hal yang aku fikirkan, aku tidak ingin mas damar khawatir ataupun salahfaham kepadaku. Jadi aku hanya berpura-pura menikmati makanan yang ada di depanku


Sebenarnya dalam fikiranku adalah kapan waktu yang tepat untukku menjelaskan hal ini kepada mas damar, Aku tidak ingin berlama-lama sehingga kesalahfahaman ini terus berlanjut


Beberapa saat kemudian...


*Selesai makan malam*


"Mas pergi ke kamar duluan saja, biarkan ini vivian saja yang bereskan..." ucapku


Mas damar hanya terdiam dan tidak mengatakan sepatah katapun


Melihat mas damar bersikap seperti itu membuatku tidak berani berkata apa-apa lagi, aku hanya membereskan bekas makan kami. Setelah itu aku pergi mencuci piring.


Beberapa saat kemudian...

__ADS_1


Setelah selesai mencuci piring aku membalikan badanku, dan aku terkejut melihat mas damar yang masih duduk di meja makan dan menatapku...


Aku terdiam sejenak dan kemudian berjalan ke arah mas damar


"Mas..." ucapku sambil duduk di kursi di depan mas damar


"Iya..." ucap mas damar


Aku berfikir sejenak, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuku menjelaskan kesalahpahaman ini, aku berusaha tenang dan memberanikan diriku untuk mengatakannya kepada mas damar


"Apakah mas marah kepada vivian?" ucapku sambil menatap mas damar


"Kenapa kamu berfikir seperti itu..." ucap mas damar dengan raut wajah bingung


"Selama beberapa hari ini mas seperti menjuhi vivian, dan juga mas lebih pendiam dari sebelumnya, vivian jadi merasa bersalah karena telah membuat mas seperti ini. Maafkan vivian mas" ucapku merasa bersalah kepada mas damar, aku mengingat kejadian hari itu dan juga kejadian beberapa hari terakhir ini kembali, dan itu membuatku bersedih


Aku menitihkan air mataku karena tak kuasa menahan kesedihanku


"Vivian kenapa kamu menangis, ini bukan salahmu..." ucap mas damar sambil memegang tanganku


"Kalau mas marah kepada vivian, ataupun kecewa kepada vivian katakan saja, tapi vivian mohon jangan menjauhi vivian. Hiks..." ucapku sambil menangis


"Apa yang kamu katakan, mas tidak marah kepadamu, apalagi kecewa kepadamu. Maafkan mas kalau vivian merasa begitu..." ucap mas damar dengan suara lembut


"Hiks... hiks...hiks" Aku tidak bisa mengatakan apapun, dan hanya menangis


"Ini bukan salahmu vivian, ini sebenarnya adalah salah mas, mas berfikir kamu akan marah atas kejadian malam itu. Maka dari itu mas ingin menjaga jarak dengan mu karena mas malu karena telah memakasamu melakukannya" ucap mas damar sambil mengusap rambutku


Aku hanya terdiam mendengar ucapan mas damar, ternyata memang benar mas damar bersikap seperti ini karena kejadian malam itu. Sungguh membuatku terkejut...


Kalau laki-laki lain mungkin saja tidak akan mempermasalahkan hal itu, tapi mas damar... Sungguh membuatku terkejut bercampur malu


Memang dari awal sebelum kami menikah mas damar pernah berkata bahwa dia tidak akan memaksaku melakukan hal yang tidak aku sukai


Tapi itu sudah berlalu, aku awalnya berfikir bahwa itu hanyalah omongan biasa saja yang spontan keluar dari mulut mas damar pada waktu itu, tetapi dan mas damar masih saja menepati nya seperti sebuah janjinya untuk ku...


Sebenernya ada apa dengan mu mas, kenapa kamu membuatku seperti ini, kamu membuatku tersentuh oleh sikap mu dan sifatmu, kenapa pria sempurna seperti dirimu ini memilihku sebagai istrimu... Pasti di luar sana banyak sekali wanita yang ingin menjadi istrimu


*****


Mas damar hanya mengusap air mata yang membasahi pipiku


"Jangan menangis lagi..." ucap mas damar sambil mengusap rambutku


Mas damar melakukan semua ini karena aku, aku harus berbuat sesuatu untuk membalas mas damar


"Mas... " ucapku


"Iya... ada apa vivian?" ucap mas damar


Aku menghela nafas, kemudian...


"Vivian ingin kita membuka lembaran baru, vivian ingin kita menjadi suami istri seperti layaknya suami istri pada umumnya, vivian ingin menjadi seorang istri yang baik untuk mas..." ucapku


"Ap... apakah kamu bersungguh-sungguh mengatakannya?" ucap mas damar gugup, dan seperti tidak percaya dengan apa yang dia dengar


"Iya mas... vivian bersungguh-sungguh mengatakan hal ini" ucapku meyakinkan mas damar


"Apakah kamu mengakatakan hal ini karena terpaksa?" ucap mas damar mempertanyakan hal ini


"Tidak mas... ini adalah keinginan vivian sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun..." ucapku


Mas damar hanya terdiam sejenak, lalu...


"Terimakasih vivian" ucap mas damar sambil memeluk ku


Aku merasa tenang karena sepertinya mas damar bahagia mendengarku berkata seperti itu...


"Vivian, kamu tenang saja, kalau kamu belum siap, mas tidak akan memaksamu melakukan hal itu..." ucap mas damar


Seperti biasa mas damar selalu mengerti aku...


"Tapi apakah yang lainnya boleh?" ucap mas damar sambil mendorongku dan melepaskanku dari pelukannya

__ADS_1


Apa sebenarnya maksud mas damar, sungguh membuatku bingung


"Maksudnya apa mas?" ucapku penasaran


Mas damar tiba-tiba berdiri...


Aku hanya terdiam melihat mas damar


"Eh, mas..." ucapku yang terkejut karena tiba-tiba mas damar menggendongku


"Ayo kita pergi ke kamar..." ucap mas damar sambil menggendongku melangkah ke arah kamar


Aku yang terkejut spontan saja merangkul leher mas damar, entah kenapa jantungku berdegup kencang


Mungkin aku gugup... Batinku


Beberapa saat kemudian...


Kamar


Setelah sampai di kamar mas damar menaruhku di ranjang, aku hanya duduk dan kemudian mas damar duduk di sampingku


"Tidurlah sudah malam." ucap mas damar sambil mengusap rambutku


"Iya mas..." ucapku sambil membaringkan tubuhku di ranjang


Kemudian mas damar merangkak ke atas ranjang


Aku memiringkan posisi tidurku membelakangi mas damar, setelah itu aku mencoba memejamkan mataku dan tertidur


Tiba-tiba


"Eh..." aku terkejut karena tiba-tiba mas damar memelukku dari belakang


Sebelum aku sempat merespon


"Apakah boleh seperti ini?" ucap mas damar bertanya kepadaku


Sebenarnya aku sedikit canggung, tapi aku tidak bisa mengatakan tidak...


"Boleh..." ucapku


Kemudian mas damar menarik tubuhku dan memelukku dengan erat di dalam pelukannya...


"Biarkan kita tidur seperti ini saja" ucap mas damar membisikannya di telingaku


"iya mas..." ucapku


Beberapa saat kemudian...


Aku memejamkan mataku dan berpura-pura tidur, sebenarnya aku tidak bisa tertidur dengan posisi seperti ini. karena jantungku berdetak tak karuan


Tapi aku tidak bisa mengatakan apapun karena aku tidak mau nantinya mas damar salahfaham lagi terhadap ku...


Setelah itu...


"Mimpi indah istri kecilku..." ucap mas damar membisikannya di telinga ku


kemudian mas damar terbangun dan mencium keningku, dan setelah itu mas damar kembali membaringkan tubuhnya dan memelukku lagi


*****


Di sisi lain aku merasa senang karena mas damar bersikap seperti sebelumnya, dan kesalahpahaman di antara kami sudah terselesaikan


Tetapi di sisi lainnya lagi, aku harus berusaha agar terbiasa dengan hal ini. Sebagai seorang istri aku masih memiliki kewajiban yang belum aku lakukan, ini merupakan hutang ku kepada mas damar...


*****


Aku telah membuka hatiku untuk mas damar, dan sebenarnya aku juga sudah yakin dengan mas damar... Tapi aku masih memerlukan sedikit waktu lagi untuk mempersiapkan diriku...


Mas damar maafkan aku, semoga kamu masih bisa menunggu sampai aku benar-benar siap, aku berjanji itu tidak akan lama. Dan setelah itu aku bisa menjadi istrimu sepenuhnya tanpa keraguan lagi di dalam hatiku...


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2