Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Hari pertama menjadi istri 2


__ADS_3

Setelah itu aku memberikannya kepada kak damar...


"Vivian tidak tau makanan kesukaan kakak, jadi vivian hanya memasak apa yang mungkin kakak suka. Vivian juga tidak jago masak kalau makanan nya tidak enak... " ucap ku yang terputus


"WAH... Makanan nya enak sekali, aku tidak tau ternyata istriku pandai memasak" ucap kak damar memujiku


Aku pun hanya menunduk dan tersenyum...


"Vivian, apapun makanan yang kamu masak akan menjadi makanan kesukaan ku. Jadi jangan bertanya lagi tentang makanan kesukaan ku" ucap kak damar


"iya kak, tapi tetap saja vivian penasaran kakak suka makan apa, nanti kan vivian bisa buatkan..." ucap ku dengan nada sedikit manja


kak damar hanya menatap ku dan tersipu


"Aku sebenarnya suka nasi goreng, tapi ternyata kamu sudah membuatkannya lebih dulu. Jadi aku tau bahwa kita memiliki selera yang sama" ucap kak damar


"Benarkah?... sebenarnya tadi vivian hanya mengira-ngira apakah kakak suka atau tidak" ucapku


"Aku suka nasi goreng karena selain makanannya mudah untuk di buat, dan juga memiliki rasa yang enak, tapi saat kamu yang membuatnya malah terasa lebih enak" ucap kak damar memujiku


"Rasanya biasa saja, sama seperti nasi goreng pada umumnya..." ucapku yang merendahkan diri


"Tidak kok, semua masakanmu ini benar-benar enak, kamu memang pintar memasak. Masih semuda ini kamu sudah bisa melakukan tugas rumah dengan sangat baik" ucap kak damar memuji ku


"Semua ini karena ibu, ibu yang mengajarkan vivian memasak dan melakukan tugas rumah tangga karena ibu fikir suatu hari nanti vivian akan menikah dan akan menjadi seorang ibu rumah tangga, jadi ibu mengajarkan semuanya kepada vivian" ucapku


"Istri ku dan ibu mertua ku dua-dua nya adalah wanita yang sangat hebat, beruntungnya aku menjadi keluarga kalian" ucap kak damar


"Ada juga vivian yang beruntung bisa memiliki suami seperti kak damar, kak damar begitu baik dan juga pengertian" ucap ku yang spontan saja keluar dari mulutku


Kak damar hanya terdiam dan menatapku...


"KAK damar.... kakak kenapa?" ucapku sambil melambaikan tanganku di wajahnya


"Eh, aku tidak apa-apa. Aku hanya sedikit terkejut saja saat kamu berkata seperti tadi" ucap kak damar sambil menggaruk kepalanya


Aku pun hanya tersenyum melihat tingkahnya...


"Oh ya kak, berapa lama kakak tinggal di sini dan apakah kakak tinggal di sini sendirian selama ini" ucap ku yang bertanya-tanya sejak siang tadi


"Hmm... aku sudah lama tinggal di sini, ini adalah rumah pribadi ku. sebenernya aku tidak tinggal sendirian, tapi aku tinggal berdua bersama Bibi lnah, dia yang membantu membersihkan rumah dan juga tinggal di sini saat aku tidak ada, tapi karena aku sudah menikah jadi bibi memutuskan untuk pulang kampung" ucap kak damar menjelaskan


Aku pun hanya terdiam dan mendengarkan penjelasan kak damar, lalu aku teringat dengan kejadian waktu aku bangun kesiangan tadi

__ADS_1


"Oh ya kak, maaf kan vivian yang tadi pagi bangun kesiangan..." ucap ku merasa bersalah


"Tidak apa-apa aku tau kamu pasti lelah, aku mengerti kok" ucap kak damar


Aku hanya bisa tersenyum karena tidak tau apalagi yang harus aku katakan, aku pun berdiri dan membereskan bekas makan kami


"Sini, biar aku bantu..." ucap kak damar mengambil piring yang ada di tangan ku


"Tidak apa-apa kak biar vivian saja, kakak kan lelah lebih baik kakak pergi ke kamar saja" ucap ku menyuruh kak damar ke kamar


"Sudah biar aku bantu, aku senang bisa membantu istri ku membersihkan rumah" ucap kak damar


aku pun tidak punya pilihan lain, karena kak damar yang menginginkannya...


lalu aku pun membereskan bekas makan kami bersama, aku mencuci piring, kak damar membantuku untuk mengelap dan menyimpan piringnya ke rak piring


setelah itu kami berdua berjalan ke kamar...


aku pun duduk di samping ranjang...


"Vivian tutup mata mu" ucap kak damar yang tiba-tiba menyuruhku menutup mata


"Ada apa kak?" ucap ku penasaran


aku pun menutup mataku seperti kata kak damar, kak damar pun berjalan mendekat ke arah ku dan memasangkan sesuatu di leherku


"Sekarang buka mata mu..." ucap kak damar


aku pun melihat ke arah leher ku


"Apakah ini kalung itu..." ucap ku yang terhenti karena melihat kalung berbentuk hati yang pernah aku pakai saat di toko perhiasan


"Benar itu kalung yang kamu pakai di toko perhiasan itu, aku sengaja memberikannya kepadamu karena kalung itu sangat cocok untuk mu" ucap kak damar


"Apakah kalung ini untukku" ucap ku yang masih tidak percaya


"Tentu saja kalung ini untukmu, apakah kamu tau kamu sangat cantik memakai kalung ini vivian... jadi jangan lupa di pakai terus yah" ucap kak damar sambil tersenyum dan menatap wajahku


"iya... terimakasih" ucap ku sambil tersenyum dan menatap balik kak damar


aku merasa hubungan ku dengan kak damar sedikit demi sedikit mengalami perubahan...


"Sudah malam, ayo tidur..." ucap kak damar

__ADS_1


"lya..." ucap ku sambil mengangguk


aku pun merangkak ke ranjang dan menyelimuti diriku dengan selimut


"Vivian..." ucap kak damar


"Iya kak..." ucap ku sambil membalikan badanku ke arah kak damar


"Aku tau saat ini kamu masih belum mencintaiku, tapi aku akan tetap berusaha agar suatu hari nanti kamu bisa menerima ku di hatimu dan juga mencintai ku. Karena saat itulah baru aku akan merasa tenang


vivian apakah kamu tau, aku tidak ingin kehilangan dirimu. Kamu adalah seseorang yang sangat berharga untukku, jadi aku hanya ingin kamu berada di sisi ku apapun yang terjadi" ucap kak damar sambil menatap mataku dalam-dalam


Aku tidak tau mengapa kak damar mengatakan hal itu, tetapi aku hanya bisa mengiyakan perkataan kak damar.


perkataan kak damar begitu dalam sehingga membuat jantung ku berdegup kencang seperti ada sesuatu yang terjadi pada diriku, tapi aku tidak tau apa itu... aku hanya merasakan kak damar seperti orang yang berbeda dia tampak seperti seorang pria yang gagah perkasan yang membuat orang bergetar hanya karena kata-kata nya


Tapi kak damar tetap lah kak damar, walaupun seperti itu tapi dia tetap memberikan aku tatapan hangat yang membuat ku nyaman berada di dekatnya


"Baiklah... kalau begitu, Berjuanglah Sayang!!!" ucap ku yang langsung membalikan badanku dan membungkus diriku dengan selimut


"Apa yang kamu bilang tadi..." ucap kak damar terkejut


aku hanya terdiam dan tidak menghiraukan ucapan kak damar


"vivian katakan padaku apa yang kamu ucap kan tadi" ucap kak damar sambil mencolek tubuhku


"Ini sudah malam, ayo cepat tidur" ucap ku yang malu dan mengalihkan pembicaraan


"Bukan itu yang kamu katakan tadi, vivian ayo katakan sekali lagi" ucap kak damar antusias


"Sudah malam cepat tidur..." ucapku yang enggan mengatakan itu lagi


"Baiklah kalau begitu, aku akan mendengarnya nanti langsung dari mulutmu..." ucap kak damar


"selamat malam sayang..." ucap kak damar sambil mengecup bagian bawah kepalaku yang tertutup selimut...


Sebenarnya aku juga tidak tau mengapa aku mengatakan hal itu tadi, aku hanya merasa aku harus berbuat sesuatu agar kak damar senang, tapi tidak ku sangka hanya perkataan seperti itu saja bisa membuat kak damar sesenang itu sungguh membuatku terkejut...


*****


Aku menunggu mu kak damar, aku menunggumu membuatku jatuh cinta kepadamu...


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2