
Sesampainya di taman...
Aku merasa sedikit cemas karena aku terlambat dari waktu yang aku janjikan dengan mas damar. aku pun berjalan dan mencari mas damar...
melihat dari kejauhan aku seperti mengenali punggung seorang pria yang mengenakan setelan jas berwarna hitam
Sepertinya itu mas damar... Bantinku
Mas damar sedang berdiri di samping kolam, aku pun terburu-buru berjalan ke arah Mas damar...
"Mas..." ucapku yang sekarang berada di belakang mas damar
Mas damar membalikan badannya
"Akhirnya kamu datang ju...ga" ucap mas damar seakan terhenti dan terkejut melihatku
Setelah itu mas damar terdiam dan fokus melihat wajahku
"Mas..." ucap ku sambil mengaruk kepalaku karena canggung
"Eh, iya..." ucap mas damar tersadar
"Mas, maafkan vivian karena datang terlambat. Vivian terlambat karena tadi vivian bersiap-siap dulu" ucapku merasa bersalah
"Tidak apa-apa kok, mas juga baru sampai, mas hanya menunggumu sebentar sebelum akhirnya kamu sampai" ucap mas damar
"Oh begitu, syukurlah... vivian cemas dari tadi karena vivian fikir mas menunggu lama, dan itu membuat vivian tidak enak" ucapku merasa lega karena ucapan mas damar
Mas damar menatap diriku, kemudian...
"Emm... vivian, kamu terlihat cantik hari ini..." ucap mas damar sambil menggaruk kepalanya dan mengalihkan pandangannya dariku
Aku hanya terdiam, kata-kata mas damar itu membuatku canggung
"Maksudku kamu biasanya juga sangat cantik, tapi hari ini kamu terlihat berbeda..." ucap mas damar
"Emm... Karena hari ini mas damar mengajak vivian kencan, makanya vivian mengubah penampilan vivian" ucapku canggung
Mas damar hanya tersenyum kepadaku
"Terimakasih karena kamu bersedia untuk kencan bersama ku" ucap mas damar
Aku hanya tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan mas damar
Tiba-tiba mas damar memegang tanganku
"Ayo kita pergi vivian..." ucap mas damar sambil memegang tanganku
Aku hanya mengangguk
Mas damar pun berjalan ke arah mobil dan membukakan pintu mobil nya untuk ku...
Aku pun masuk ke dalam mobil, setelah itu mas damar mengendarai mobilnya...
Aku tidak tau mas damar mau membawaku ke mana, aku hanya menikmati waktu yang kami habiskan bersama
Di dalam mobil pun mas damar tidak mengatakan apapun, dia hanya fokus menyetir mobil. tampaknya mas damar masih canggung sama seperti ku
Beberapa saat kemudian...
Mas damar pun menghentikan mobilnya, setelah itu dia membukakan pintu mobilnya untuk ku...
"Terimakasih..." ucapku yang baru turun dari mobil
Aku sebenarnya merasa gugup, walaupun kami sudah menikah beberapa waktu yang lalu, tapi baru kali ini kami berkencan. Rasanya seperti sepasang kekasih yang baru saja pacaran
"Vivian, tutup matamu..." ucap mas damar
"Kenapa vivian harus menutup mata mas?" ucapku penasaran
"Mas ingin memberimu kejutan, kalau kamu tidak menutup matamu dan tau semuanya, namanya bukan kejutan dong" ucap mas damar
"I..ya mas..." ucapku gugup, tapi aku tetap mengikuti perintah mas damar yaitu menutup mataku
Tiba-tiba mas damar meletakan kedua tangannya di wajahku dan menutup mataku...
"Kenapa mas menutup mata vivian..." ucaku terkejut bercampur penasaran
"Mas takut kamu mengintip. Makanya Mas menutup matamu..." ucap mas damar
__ADS_1
Aku hanya terdiam mendengar ucapan mas damar
Memangnya mas fikir aku anak kecil apa... Batinku
"Memangnya mas bisa berjalan sambil menutup mata vivian..." ucapku bertanya kepada mas damar
"Tentu saja bisa, mas bahkan bisa berjalan sambil menggendong mu kalau kamu mau..." ucap mas damar yang membisikan nya di telingaku
"Eh, tidak perlu... tidak usah... Biarkan seperti ini saja..." ucap ku gelagapan
Mas... bukankah kamu ini seseorang yang hangat dan lembut, kenapa tiba-tiba berkata seperti tidak punya malu begini... Batinku menggerutu
"Hahaha... mas hanya bercanda" ucap mas damar sambil tertawa
Tapi rasanya tadi mas damar berkata serius... Batinku
"Vivian ingat satu hal, kamu harus megikuti kata-kataku yah..." ucap mas damar
"iya mas..." ucapku
"Ayo kita jalan..." ucap mas damar sambil mendorongku untuk melangkah
Aku pun berjalan mengikuti arahan mas damar, entah kemana mas damar membawaku pergi... sungguh membuatku penasaran
Beberapa saat kemudian...
"Kita sudah sampai..." ucap mas damar yang tiba-tiba menghentikan langkahnya
"Apakah vivian sudah boleh membuka mata" ucapku yang sudah tidak sabar lagi untuk secepatnya tau sebenarnya apa yang terjadi
"Sekarang silahkan membuka mata..." ucap mas damar sambil melepaskan tangannya dari wajahku
"Lihatlah..." ucap mas damar
"WAH..." ucapku terkejut karena mas damar membawaku ke pasar malam
"Apakah kamu suka?" tanya mas damar
"Vivian suka sekali, terimakasih mas..." ucapku senang
"Maaf yah vivian karena kita kencan dadakan jadi aku belum sempat menyiapkan apa-apa, jadi aku hanya berfikir membawamu kemari, entah kamu suka atau tidak" ucap mas damar seperti sedikit kecewa
"Benarkah?" ucap mas damar
"Tentu saja, vivian sangat suka dan tidak mengangka mas membawa vivian kemari" ucapku senang
Mas damar hanya tersenyum menatapku
"Kalau begitu ayo kita jalan" ucap mas damar sambil berjalan di depanku
aku hanya berjalan mengikuti mas damar, sampai akhirnya aku melihat penjual permen kapas
Aku ingin rasanya memakan permen kapas...
"Mas, apakah vivian boleh pergi membeli permen kapas itu" ucapku bertanya kepada mas damar
"Tentu saja boleh, tapi di sana ramai sekali, kamu tunggu dulu di sini yah biar mas yang pergi belikan..." ucap mas Damar
"iya, mas..." ucapku sambil mengangguk
Mas damar pun pergi membeli permen kapas...
Beberapa saat kemudian...
Tiba-tiba ada seorang pria yang berjalan mendekat ke arahku...
"Mba, sendirian aja..." ucap pria itu yang sekarang berada di depanku
"Ti..dak, aku bersama suami ku" ucapku gugup
"Oh, Mba ternyata sudah punya suami, tapi kemana suami nya mba, dari tadi saya lihat mba sendirian berdiri di sini..." ucap pria itu
"SUAMINYA ADA DI SINI, KAMU ADA MASALAH DENGANKU" ucap mas damar yang tiba-tiba berada di belakang pria itu dan menepuk pundaknya
"Eh, maaf Mas saya tidak tau, saya permisi dulu..." ucap pria itu yang bergegas melangkah pergi
"Mas..." ucapku yang ingin menjelaskan kepada mas damar karena berfikir mas damar salah faham dan marah kepadaku
"Ini permen kapas nya..." ucap mas damar sambil tersenyum dan memberika permen kapas itu kepadaku
__ADS_1
"Terimakasih mas..." ucap ku
Apakah mas damar akan bertanya mengenai pria tadi... batinku
"Ayo vivian kita pergi..." ucap mas damar sambil menggengam tanganku dengan erat
Syukurlah sepertinya mas damar tidak marah dan tidak mempermasalahkan hal itu... aku merasa lega
*****
Mas damar membawaku berkeliling pasar malam sambil memegang tanganku dan tidak melepaskannya dari tadi, Rasanya seperti mas damar ingin memamerkan hubungan kami di depan umum
"Mas... apakah tidak masalah kita terus berpegangan tangan seperti ini di depan umum?" ucapku yang sedikit malu karena seperti ada perasaan orang-orang sedang menatap kami
"Tidak apa-apa, biarkan mereka tau bahwa kamu ini adalah pasanganku. jadi tidak ada pria lain yang berani mendekatimu lagi" ucap mas damar seperti merasa kesal
Sepertinya mas damar cemburu... batinku
Aku hanya terdiam, karena aku tau tidak baik aku mengelak atau mengatakan apapun karena saat ini suasana hati mas damar sedang tidak baik...
"vivian, kita makan dulu yuk..." ucap mas damar
"iya, mas..." ucapku
Mas damar pun berjalan menuju sebuah tempat makan yang berada di pasar malam itu...
"Kamu duduk dulu di sini yah" ucap mas damar sambil mendorong kursi kebelakang
"iya mas..." ucapku sambil duduk di kursi itu
Beberapa saat kemudian...
"Pelayanan spesial untuk wanita yang paling cantik malam ini" ucap mas damar sambil membawa beberapa piring makanan dan menghidangkannya di meja
Aku hanya tersenyum melihat mas damar
"Silahkan dinikmati Ratu ku..." ucap mas damar
Aku terkejut dan tertawa kecil melihat tingkah mas damar yang seperti ini, mas damar memang pria yang penuh dengan kejutan...
"Ehem... vivian makan yah" ucapku gugup
"silahkan ratu ku..." ucap mas damar
Beberapa saat kemudian...
Setelah itu mas damar membawaku berjalan-jalan lagi sambil memegang erat tanganku... entah apa yang di fikirkan orang-orang aku tidak peduli, yang terpenting mas damar bahagia
Tiba2 mas damar berhenti
"Ada apa mas?" ucapku penasaran
"Kita naik itu yuk" ucap mas damar sambil menunjuk bianglala
"Bianglala?" ucapku kaget
"Iya... Vivian apa kamu mau naik bianglala itu bersamaku, pemandangan pasar malam yang indah ini akan terlihat dengan jelas di atas bianglala?" ucap mas damar
"Emm..." Aku sedang berfikir
*****
Sebenarnya aku takut naik bianglala, sewaktu aku kecil aku suka pergi ke pasar malam dengan ibu dan ayah, ayah mengajak ku naik bianglala, awalnya aku senang karena semuanya terlihat indah di atas. Tetapi tiba-tiba bianglala yang aku naiki bersama ayah macet dan tidak bisa turun, aku menangis karena ketakutan
Untunglah ada ayah yang memeluk ku dan menenangkanku di saat aku ketakutan. dan ibuku yang berada di bawah berteriak-teriak meminta tolong. setelah itulah aku tidak pernah lagi naik bianglala walaupun aku suka pergi ke pasar malam. Kejadian itu masih membekas dalam memoriku
tapi aku tidak mau mengecewakan mas damar yang sudah berniat mengajak ku
"Boleh..." ucapku tidak ada pilihan lain
"Baiklah... ayo" ucap mas damar sambil menarik tanganku
Mas damar pun masuk terlebih dahulu dan mengulurkan tangannya kepadaku
"fyuh..." aku mengeha nafas
Tenanglah vivian... itu adalah kejadian masa lalu, kau tidak boleh mengingatnya lagi, Ada mas damar di sampingmu, kamu akan baik-baik saja ... bantin ku
Akhirnya aku pun naik ke dalam biangalala...
__ADS_1
*Bersambung...