
Beberapa saat kemudian...
Aku hanya duduk dan menunggu mas damar pulang, aku merasa gelisah perasaan ku campur aduk tak menentu
aku merindukan mas damar, aku ingin melihatnya...
Kenapa hari ini terasa lebih panjang dari biasanya, aku ingin bertemu dengan mas damar...
Aku ingin segera bertemu dengan mas damar, tetapi yang terpenting aku harus tetap tenang dan bersabar menunggu mas damar pulang
Tiba-tiba
Ting...tong...ting...tong Suara bel pintu
Mas Damar...
Spontan saja aku berdiri, dan kemudian aku berlari menuju pintu...
Ceklek... Suara pintu di buka
"Mas pulang..." ucap mas damar yang saat ini berdiri di depan pintu
Aku hanya tertegun dan menatap wajah mas damar...
Mas damar pun melangkah masuk ke dalam rumah
Aku menatap wajah mas damar, wajah suamiku yang membuat diriku tidak tenang
Aku hanya terdiam dan terus menatap mas damar, rasanya saat ini aku seperti bermimpi, aku bermimpi melihat suamiku yang menatapku dengan tatapan hangat nya
Aku belum bereaksi apapun sampai akhirnya
"Vivian, kamu kenapa?" tanya mas damar
"Eh..."
Aku terkejut dan tersadar bahwa ini bukan mimpi, mas damar memang ada di hadapanku saat ini
Aku pun tidak dapat membendung perasaan ku yang sejak tadi merindukannya, dan spontan saja aku melangkah mendekati mas damar dan memeluknya...
"Mas... " ucapku sambil memeluk erat mas damar
"Eh..." ucap mas damar yang kemudian menjatuhkan tas yang ada di tangannya dan memeluk tubuhku
Saat mas damar memeluk ku aku merasa tenang dan nyaman, perasaan cemas dalam diriku hilang seketika
Dan tak terasa air mata mengalir begitu saja dari mataku
"Maafkan mas karena sudah membuatmu menunggu lama" ucap mas damar
Aku hanya tenggelam dalam fikiranku dan tidak menghiraukan perkataan mas damar
"Vivian... kamu tidak apa-apa kan?" tanya mas damar
"Vivian tidak apa-apa mas, vivian hanya merindukan mas saja" ucap ku yang kemudian melepaskan diriku dari pelukan mas damar
"Mas juga merindukanmu..." ucap mas damar dan mengusap rambutku dan kembali memelukku dengan erat
Aku memejamkan mataku dan aku mencium aroma tubuh suamiku ini, aku merasa sangat senang dan nyaman berada di pelukan mas damar
Selama kami menikah aku belum pernah sedekat ini dengan mas damar, rasanya kali ini aku memang sudah tidak bisa menyembunyikan apapun lagi
Perasaan ku sekarang sudah berbeda dari sebelumnya kepada mas damar
*****
Kamar
Aku hanya duduk di samping ranjang dengan perasaan sedikit canggung
Apakah tadi aku melakukan hal yang benar, aku hanya spontan saja ingin memeluk mas damar... apa yang akan di fikirkan mas damar nanti
Aku memang tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku memang orang yang payah kalau dalam hal keromantisan, aku selalu saja merasa canggung dan gugup walaupun aku sudah meyakinkan diriku untuk menerima mas damar
Tiba-tiba
__ADS_1
"Vivian, kamu kenapa melamun begitu?" Tanya mas damar yang kemudian duduk di sampingku
"Vivian tidak apa-apa mas" ucap ku sedikit canggung
Kenapa aku masih saja canggung di depan mas damar...
"Apakah kamu baik-baik saja" tanya mas damar sambil mengusap rambutku
"Vivian baik-baik saja mas" ucap ku
Setelah itu suasana menjadi hening karena mas damar hanya menatap ku dan tidak berkata sepatah katapun
"Mas tadi Vivian menelpon ibu, kata ibu mas kemarin mampir ke rumah" ucap ku untuk mengawali pembicaraan, dan aku pun memang sebenarnya penasaran juga
"Emm, kemarin itu mas hanya kebetulan lewat saja, jadi mas sekalian mampir ke rumah ibu" ucap mas damar
Aku tau rasanya tidak mungkin sesederhana itu, tapi yasudah lah aku juga tidak perlu memperpanjang masalah ini, mas damar mengunjungi ibu saja aku sudah cukup senang
"Oh Begitu..." ucapku
"Maafkan mas yah karena tidak memberitahu mu terlebih dahulu" ucap mas damar
"Tidak perlu meminta maaf mas, vivian tidak marah kok, Vivian malah senang mas meluangkan waktu untuk mengunjungi ibu" ucapku
"Baiklah, nanti saat ada waktu luang kita berkunjung ke rumah ibu, Bagaimana?" ucap mas damar
"Iya mas..." ucap ku sambil mengangguk
Aku merasa senang mendengar mas damar mengatakan hal itu
Tetapi tiba-tiba...
"Emm... Vivian, tadi kamu kenapa?" tanya mas damar
"Eh..." Ucapku yang terkejut karena mas damar menanyakan hal itu
"Emm... Vivian tidak apa-apa mas" ucapku
"Kamu tadi berkata kamu merindukan mas, apakah itu benar?" tanya mas damar
Kenapa mas damar malah menanyakan hal ini...
"Emm... vivian, mas senang sekali saat kamu mengatakan hal itu" ucap mas damar
Aku hanya terdiam dan menatap mas damar, mas damar tampak senang. Aku pun hanya tersenyum
Tiba-tiba
"Vivian, mas ingin mengatakan sesuatu kepadamu" ucap mas damar
"Apa itu mas?" tanya ku penasaran
"Vivian apakah kamu tau, mas sangat senang karena kamu bisa menerima mas dengan tulus, mungkin mas terkesan egois karena dulu mas memaksamu menikah dengan mas, mas tidak tau perasaan mu saat itu, mas hanya ingin kamu bisa menerima mas saja itu sudah cukup membuat mas bahagia" ucap mas damar
"Tidak mas, mas tidak pernah memaksa vivian untuk menikah, itu adalah keinginan vivian sendiri untuk menikah dengan mas. Dan vivian sangat beruntung memiliki suami seperti mas damar, mas adalah suami yang baik dan juga bertanggung jawab, vivian tidak pernah menyesal menikah dengan mas malah vivian sangat beruntung memiliki suami seperti mas" ucapku
"Apakah kamu merasa begitu" tanya mas damar
"Tentu saja..." ucapku
Mas damar tersenyum mendengar aku mengatakan hal itu, aku senang karena mas damar tampaknya merasa bahagia
tetapi, tiba-tiba
"Mas kenapa?" tanya ku penasaran karena melihat wajah mas damar tiba-tiba muram
"Vivian mas tidak ingin menyembunyikan apapun darimu, mas ingin mengutarakan perasaan mas kepadamu, tapi mas takut kamu marah" ucap mas damar
Aku pun memberanikan diriku memegang tangan mas damar...
"Kalau mas ingin mengatakan sesuatu katakan saja, vivian tidak akan marah, vivian malah senang mas mau terbuka kepada vivian tentang perasaan mas" ucap ku
Mas damar menghela nafas, dan menatapku...
"Vivian, sebenarnya mas masih memiliki keluhan di hati mas, awal nya mas mengatakan padamu bahwa mas hanya ingin kamu menerima mas, dan setelah itu mas memintamu membuka hatimu untuk mas dan sekarang mas ingin memiliki mu seutuhnya, apakah mas egois karena terkadang mas berfikir ingin kamu menjadi milik mas seutuhnya" ucap mas damar
__ADS_1
Mendengar ucapan mas damar, aku merasa bersalah...
"Tidak mas, mas tidak egois... ini hak mas sebagai suami vivian, Sebenarnya di sini yang egois adalah vivian sendiri karena telah membuat mas menunggu begitu lama" ucapku merasa bersalah
"Eh, vivian bukan begitu maksud mas... Mas tidak menyalahkan mu" ucap mas damar seperti merasa bersalah
"Vivian mengerti mas, mas adalah suami yang baik, vivian tau mas tidak akan memaksa vivian melakukan hal yang tidak vivian sukai" ucapku agar mas damar tidak salah faham
"Tidak Vivian, mas tidak akan melanggar janji mas, selama kamu tidak menginginkanya maka mas juga tidak akan memaksamu" ucap mas damar
"Tapi sepertinya vivian sudah tidak masalah lagi dengan hal itu" ucapku
"Apa yang kamu katakan?" ucap mas damar dengan nada tinggi
Mungkin sudah saatnya aku mengatakan hal ini... aku tidak mau terus merasa bersalah kepada mas damar
"Mas, dengarkan Vivian baik-baik" ucapku yang kemudian memegang wajah mas damar
Mas damar hanya menatap ku dengan raut wajah yang tampak bingung
"Vivian ingin menjadi milik mas, Vivian ingin menjadi milik mas sepenuhnya, apakah boleh" ucapku yang sedikit lega karena telah mengatakannya
"Apakah kamu yakin dengan apa yang kamu katakan" ucap mas damar dengan raut wajah yang tampak terkejut
"Vivian yakin mas" ucap ku
"Apakah kamu bersungguh-sungguh" tanya mas damar
"Iya vivian bersungguh-sungguh mengatakannya" ucapku
"Apakah itu benar?" tanya mas damar
Kenapa mas damar banyak tanya sekali sih...
aku merasa mas damar sedikit menyebalkan, dia bertanya terus sehingga membuat suasana romantisnya menjadi hilang
"Kalau mas bertanya terus, vivian akan menarik kembali kata-kata vivian itu" ucap ku sambil berdiri
Dan tiba-tiba
Mas damar menarik tangan ku dan memeluk ku
"Ahhh" Teriak ku...
"Emm... kamu tidak boleh menarik kembali kata-katamu" ucap mas damar sambil menggosokan kepalanya ke kepalaku
Mas damar hanya tersenyum dan setelah itu dia memegang wajahku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku
Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa, dan aku hanya memejamkan mataku
Kemudian bibir mas damar itu menyentuh bibirku dan kemudian...
"UMMM..."
"EMMM..."
"Haah..." Nafas berat
Mas damar melepaskan tangannya dari wajahku dan kemudian membalikan badannya dan membaringkanku di ranjang...
"Mas..." ucapku dengan suara lemah
Aku melihat mas damar yang berada di atas tubuhku
"Vivian apakah kamu bersedia melakukan itu..." ucap mas damar dan kemudian menggengam tanganku
Aku hanya terdiam...
Aku tidak tau harus mengatakan apa, dalam situasi saat ini aku malah merasa bimbang
apakah benar aku memang harus melakukannya malam ini, tapi aku merasa cemas dan ada rasa takut di dalam hatiku
mungkin ini adalah perasaan alami yang di rasakan wanita pada malam pertama pernikahannya, walaupun ini bukan termasuk ke dalam istilah malam pertama setelah menikah, tapi tetap saja ini adalah malam pertama bagiku...
*****
__ADS_1
Aku melihat wajah mas damar yang tampak menunggu jawaban ku
*Bersambung...