
Keesokan harinya...
Keluarga kak damar datang pagi sekali ke rumahku, dan sibuk mempersiapkan semuanya. aku pun ingin membantu mereka,Tapi saat aku hendak membantu
"sini ibu biar vivian bantu" ucap ku
"sudah jangan, biar ibu saja" ucap ibu ku
"vivian, biarkan ini kami yang urus, kamu lebih baik pergi bersama damar saja " ucap bapak kak damar
aku hanya mengangguk mendengar perkataan bapak kak damar...
"Damar, lebih baik kamu ajak vivian untuk mencoba gaun pengantin"
ucap ibu kak damar
"iya bu..." ucap kak damar
kak damar pun berjalan menghampiri ku, kak damar tampak gagah memakai setelan jas berwarna abu-abu dan memakai dasi
"ayo, vivian..." kak damar mengajak ku pergi
"iya..." aku pun mengangguk dan mengkuti kak damar
akhirnya aku pun pergi bersama kak damar...
"kita sudah sampai, ayo turun..." ucap kak damar sambil membuka pintu mobil nya dan membukakan pintu mobilnya untuk ku
aku pun turun dari mobil
"vivian, ayo ikut aku..." ucap kak damar
aku hanya berjalan mengikuti kak damar
Sesampainya di toko perhiasan...
Aku sedikit terkejut melihat toko perhiasan sebesar ini, kalau di ukur ini sama dengan 10 kali toko perhiasan yang ada di pasar, mungkin lebih...
aku pun hanya terdiam, sampai akhirnya...
"Vivian, ayo masuk..." ucap kak damar
aku pun bingung dengan ucapan kak damar, ibu menyuruh aku untuk mencoba gaun pernikahan, tapi kak damar malah mengajakku ke toko perhiasan...
aku yang bingung pun hanya mengikuti perkataannya, dan masuk ke dalam toko perhiasan
"kak damar, bukankah kita seharusnya pergi untuk mencoba gaun pernikahan, kenapa malah ke toko perhiasan?" ucap ku bingung
kak damar hanya tersenyum mendengar perkataan ku
"Sudah kamu ikuti aku saja, setelah ini kita akan pergi untuk mencoba gaun nya" ucap kak damar
kak damar pun menarik tangan ku ke dalam toko, aku hanya mengkuti langkahnya...
Sesampainya di dalam toko perhiasan...
"tuan, nyonya, selamat datang..." ucap ramah seorang pegawai toko
"Ayo vivian..." ucap kak damar
kak damar pun mengajak aku melihat-lihat perhiasan...
"ada yang bisa kami bantu tuan?" ucap seorang pegawai toko
__ADS_1
"Saya hanya ingin mengambil pesanan saya atas nama Damar Aditya Tenggara" ucap kak damar
tiba-tiba seorang pria paruh baya mengenakan setelan jas berwarna hitam datang menghampiri aku dan kak damar...
"Oh, tuan Tenggara sudah datang, silahkan masuk tuan" ucap pria itu
"senang sekali bertemu dengan mu Tuan Bai" ucap kak damar
"Tadi saya di beritahu bahwa tuan Tenggara datang, maka dari itu saya langsung kemari" ucap pria bernama bai itu
"saya datang kemari hanya ingin mengambil pesanan saya" ucap kak damar
"Oh begitu, silahkan tuan..." ucap pria itu
"ayo vivian..." ucap kak damar sambil mempersilahkan aku untuk berjalan terlebih dahulu
aku hanya mengangguk dan mengikuti pria bernama bai itu
pria bernama bai itu memperlihatkan semua perhiasan yang ada di toko itu, perhiasannya banyak dan indah, membuat ku kagum walau hanya melihatnya
"Tolong ambilkan kalung itu tuan bai" ucap kak damar sambil menunjuk sebuah kalung berbentuk hati
"Silahkan tuan Tenggara, anda pintar sekali memilih. ini adalah perhiasan yang baru saja keluar pekan ini, dan kalung ini memiliki arti cinta sejati" ucap tuan bai itu sambil memberikan kalung berbentuk hati itu kepada kak damar...
"Vivian, balik badan" ucap kak damar
aku pun membalikkan badan ku seperti perintah kak damar...
aku terkejut karena kak damar memakaikan kalung berbentuk hati itu di leher ku...
"Coba kamu menghadap ke arah ku" ucap kak damar
aku pun membalikkan badan ku kearah kak damar
kak damar hanya tersenyum mendengar perkataan tuan bai itu...
"Tuan Bai, mana cincin pesanan ku" ucap kak damar
"ini pesanan anda tuan Tenggara" ucap tuan Bai itu sambil memberikan kotak cincin berwarna merah
kak damar mengambil kotak cincin itu dan membuka nya
"vivian, kemarikan tangan mu..." ucap kak damar
Aku pun memandang kak damar dan memberikan tangan ku kepadanya, lalu kak damar pun memakaikan cincin itu di jariku...
"cincin nya sangat cantik di jarimu" ucap kak damar sambil memandang cincin yang ada di jari ku
aku pun hanya terdiam dan menunduk...
"Tuan Bai, tolong bungkus kalung dan juga cincinnya..." ucap kak damar
"baik Tuan Tenggara, akan secepatnya saya bungkus dan mengirimkan nya ke kediaman anda" ucap tuan bai itu
"baiklah kalau begitu..." ucap kak damar
setelah itu kak damar memegang tangan ku
"Vivian ayo kita pergi..." ucap kak damar sambil menarik tangan ku
aku pun hanya berjalan mengikuti langkah kak damar sampai akhirnya...
"kita sudah sampai..." ucap kak damar
__ADS_1
aku melihat sekeliling, dan sepertinya ini adalah toko pakaian pengantin
kak damar pun menarik tangan ku masuk, dan terlihat beberapa pegawai toko menyapa
"Selamat datang, tuan, nyonya..." ucap pegawai toko
setelah itu seorang wanita muda mengenakan kemeja berwarna putih tampak rapih dan serasi menggunakan rok hitam selutut, datang dan menyapa...
"Selamat datang tuan Tenggara, tadi saya di beritahu bahwa tuan akan datang kemari..." ucap wanita itu ramah
"Manager, tolong berikan calon istriku beberapa gaun yang indah, dan biarkan dia yang memilihnya sendiri..." ucap kak damar
"baik Tuan Tenggara..." ucap manager itu
"Silahkan nyonya..." ucap manager itu sambil mempersilahkan aku untuk melihat-lihat gaun pengantin
Aku penasaran siapa sebenarnya calon suami ku ini, dia tampak tegas dan gagah seperti seorang pemimpin, tapi saat bersama ku dia sangat pendiam, pemalu dan kadang hanya memberikanku senyuman
Oh ibu, siapa sebenarnya calon suami yang engkau pilihakan ini...
Di sisi lain...
Para pegawai toko sibuk mengeluarkan semua koleksi gaun mereka
"Silakan di pilih nyonya..." ucap manager itu
aku pun bingung ingin memilih yang mana, karena semuanya tampak indah. tapi aku tidak mau gaun yang terlalu banyak hiasannya...
akhirnya aku memilih satu gaun berwarna putih yang sederhana dan indah menurutku...
"Aku mau yang ini" ucap ku sambil menunjuk gaun putih itu
"gaunnya bagus..." ucap kak damar
"kalau begitu silahkan di coba dulu nyonya" ucap seorang pegawai toko
"Baiklah..." ucap ku
"kalau begitu, aku akan menunggu di sini" ucap kak damar
Beberapa saat kemudian...
aku pun selesai menggunakan gaun pengantin, dan ingin menunjukkan gaunnya kepada kak damar
tapi aku melihat kak damar sedang berbicara dengan pegawai toko
aku pun berjalan mendekati kak damar...
"kak damar, apakah gaunnya bagus?" ucap ku
kak damar pun membalikkan badannya ke arah ku dan terdiam, kak damar hanya terdiam dan memandang diriku...
"KAK DAMAR?" ucap ku sambil melambaikan tangan ku di wajahnya
"Eh, iya... kamu sangat cantik sekali memakai gaun itu" ucap kak damar sambil menggaruk kepalanya
"Haha..." sontak saja aku tertawa kecil melihat tingkahnya
"Nyonya anda cantik sekali..." ucap para pegawai wanita
"Nyonya Tenggara sangat cantik, tuan tenggara memang pintar memilih calon istri..." ucap manager itu
aku hanya tersenyum mendengar perkataan para pegawai toko itu, aku pun pergi mengganti pakaian ku...
__ADS_1
*bersambung...