Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Malam pertama 2


__ADS_3

Setelah itu aku menyadari bahwa baju yang aku pakai terlalu pendek, spontan saja aku menggunakan kedua tangan ku untuk menarik bajunya ke bawah, dan setelah itu aku langsung lari ke ranjang dan menyelimuti tubuhku menggunakan selimut


Di sisi lain...


Kak damar hanya terdiam dan menundukan kepalanya


beberapa saat kemudian...


"Apakah kamu lapar vivian?" Ucap kak damar sambil berjalan ke arah ku sambil membawa nampan yang berisi beberapa piring makanan


"Ti..dak, vivian tidak lapar kok" ucapku gugup


"Tapi sepertinya tadi kamu belum makan" ucap kak damar


"Tidak apa-apa kak, vivian sudah kenyang kok" ucap ku gelagapan


"Apakah kamu tidak mau makan karena ada aku" ucap kak damar seperti merasa tersinggung


Aku merasa tidak enak, apakah sikapku tadi menunjukan bahwa aku tidak nyaman dengan kehadirannya, Aku tidak mau membuat kak damar merasa aku tidak nyaman padanya, dan itu juga bukan salahnya, itu salahku yang belum bisa menerimanya...


"Emm, tidak bukan begitu... vivian hanya takut kak damar belum makan" ucap ku agar kak damar tidak salah faham kepadaku


Kak damar menghela nafas...


"Ah Iya, aku lupa... sepertinya aku memang belum makan selama resepsi pernikahan tadi" ucap kak damar seakan teringat kembali


Sepertinya aku mengerti maksud kak damar...


"Apakah kak damar mau makan bersama" ucapku mengajak kak damar


Kak damar tampak tersenyum mendengarku berkata seperti itu...


"Apakah boleh?" Ucap kak damar seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar


"Tentu saja boleh, vivian malah senang bisa makan bersama kak damar... Tapi apakah boleh makannya di sini saja" ucap ku memberikan syarat


Alasan ku ingin makan di sini adalah karena aku tidak memakai celana panjang, aku malu kalau harus beranjak dari ranjang


"Baiklah..." ucap kak damar yang terlihat senang


Akhirnya aku pun makan bersama dengan kak damar...


Aku memang sedikit demi sedikit harus membiasakan diriku untuk bisa menerima kak damar.


Setelah selesai makan...


Kak damar pun membereskan bekas makan kami berdua, aku merasa tidak enak dan ingin membantu


"Kak damar, biar vivian bantu" ucapku sambil memegang piring bekas makan tadi


"Sudah tidak apa-apa, lebih baik kamu tidur saja" ucap kak damar, yang spontan saja mengambil piring yang ada di tangan ku

__ADS_1


Setelah itu kak damar berjalan keluar kamar sambil membawa piring bekas


makan kami.


*****


Beberapa saat kemudian...


aku pun membaringkan tubuhku di ranjang, dan mencoba memejamkan mataku tapi tetap saja aku tidak bisa tertidur.


Biasanya saat di rumah aku hanya perlu memeluk boneka kesayanganku sambil memejamkan mata, maka aku akan langsung saja tertidur.


Apakah mungkin karena situasi sekarang ini sangat berbeda dengan situasi ku saat di rumah, saat di rumah aku terbiasa tidur sendiri. Tapi sekarang karena sudah menikah aku harus tidur bersama suamiku


Tidak bisa ku bayangkan aku akan tidur satu ranjang dengan seorang laki-laki, membuat ku gugup dan sedikit cemas


Beberapa saat kemudian...


*****


Kak damar pun masuk ke dalam kamar dan tidur di samping ranjang, sekarang kami tidur di ranjang yang sama. Itu malah membuatku tidak bisa tertidur saja, jantungku berdetak dengan cepat, dan nafasku juga tidak beraturan...


Bagaimana ini, sekarang aku tidur satu ranjang dengan kak damar...


Beberapa saat kemudian...


Kak damar pun merangkak mendekatiku, aku hanya terdiam dan memejamkan mataku berpura-pura tidur


Aku pun hanya terdiam, dan tidak menghiraukan perkataan kak damar...


Tiba-tiba kak damar menghela nafas panjang...


Aku merasa bersalah karena telah mengabaikan kak damar...


"Vivian tidak bisa tidur kak" ucap ku sambil membalikan badanku menghadap kak damar


Aku melihat kak damar di samping tempat tidur sambil melipat kedua tangannya di kepala


Tiba-tiba saja kak damar melepaskan lipatan tangannya di kepala dan melihat ke arah ku


"Ternyata kamu belum tidur" ucap kak damar sambil tersenyum ke arahku


"I..iya" ucap ku gugup


Kak damar hanya terdiam dan menatap wajahku sambil tersenyum, aku pun hanya membalas senyuman kak damar...


"Apakah karena kamu gugup vivian" ucap kak damar


"Tidak, vivian tidak gugup kok" ucap ku gelagapan


Kak damar pun tertawa kecil...

__ADS_1


"Aku mengerti kamu gugup vivian, tidak apa-apa santai saja... tapi kalau kamu tidak bisa tidur karena ada aku, aku akan tidur di sofa saja" ucap kak damar


Aku pun terkejut mendengar ucapan kak damar, kak damar mau tidur di sofa karena merasa aku tidak nyaman kepadanya. Itu membuat ku merasa bersalah...


"Jangan, kenapa kakak mau tidur di sofa, ini kan tempat tidur kakak" ucapku tidak enak


"Tidak apa-apa vivian, aku tidak masalah kok" ucap kak damar


Kak damar pun beranjak dari tempat tidurnya dan membawa bantal yang dia tiduri tadi


kak damar membalikan badannya dan melangkah


aku pun spontan saja langsung beranjak dari tempat tidur, merangkak dan langsung memegang tangan kak damar.


Kak damar pun langsung menoleh dan tampak terkejut karena tiba-tiba saja aku memegang tangannya...


"Vivian..." ucap kak damar yang seakan terhenti


"Kakak jangan pergi, tidur di sini saja bersama vivian" ucapku yang seperti orang yang merengek meminta untuk di temani


Kak damar pun hanya terdiam dan memandangku


Lalu setelah itu kak damar melangkah kembali dan duduk di samping ranjang


"Baiklah, kalau vivian maunya begitu" ucap kak damar dengan suara yang lembut


Aku menghela nafas...


Aku pun sedikit lega karena kak damar tidak marah padaku


Aku pun merangkak kembali ke tempatku dan menyelimuti diriku dengan selimut


Kak damar pun terlihat langsung membaringkan badannya


Setelah itu aku memiringkan badanku, dan posisi tidurku membelakangi kak damar...


Beberapa saat kemudian...


Tiba-tiba saja kak damar mendekat dan mengelus rambutku, mungkin kak damar berfikir aku tertidur.


"Selamat malam vivian" ucap kak damar sambil mencium bagian belakang kepala ku


Aku pun gugup dan tidak bisa mengendalikan diriku


Setelah itu kak damar kembali ke posisi tidurnya...


Aku pun merasa bersalah karena tidak bisa melakukan tugas ku sebagai seorang istri...


semua ini terjadi begitu cepat, aku pun berusaha untuk bisa merima semua ini, walaupun aku tidak bisa melalukan apa yang harus di lakukan pengantin baru pada umumnya, tapi aku akan berusaha membuka hatiku...


Besok adalah hari pertamaku menjadi seorang istri, walaupun aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. Tapi aku akan berusaha agar aku bisa menjadi istri yang baik untuk kak damar

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2