Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Persetujuan


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


"Vivian, keluarga nak damar sudah datang..." ucap ibu sambil berdiri di pintu kamar ku


"iya bu, vivian kesana..." ucapku


aku pun hanya bisa menghadapinya, aku berharap semuanya baik-baik saja dan tidak membuat kesalahan lagi...


aku pun berjalan dan sampai di ruang tamu, aku melihat kak damar yang mengenakan setelan jas berwarna biru laut, bersama dengan kedua orang tuanya yang duduk di samping nya...


"Vivian, sini duduk" ucap ibu sambil melambaikan tangannya kepada ku


aku pun duduk di samping ibu...


"nak vivian apa kabar?" ucap ibu kak damar ramah kepada ku


"alhamdulilah baik bu..." ucapku


"ibu dan bapak apa kabar?" ucapku basa basi


"alhamdulilah kami baik" ucap ramah bapak kak damar


"silahkan di minum teh nya..." ucap ibu sambil menyuguhkan teh dan beberapa cemilan


"tidak usah repot-repot, seperti tamu saja..." ucap bapak kak damar sungkan


"tidak repot kok, ini hanya sekedar minuman..." ucap ibu


"damar minum ya bu..." ucap kak damar ramah


"silahkan nak damar" ucap ibu yang terlihat senang melihat kak damar


setelah itu ibu pun duduk...


aku pun hanya terdiam melihat ibu dan kedua orang tua kak damar berbincang-bincang, aku tidak tau apa yang harus aku ucapkan jadi aku hanya menunggu kesimpulannya saja...


aku hanya melihat kak damar yang menunduk dan sesekali menatapku dan tersenyum, aku pun hanya membalasnya dengan senyuman pula... hingga akhirnya...


"Bagaimana kalau kita adakan pernikahannya 2 minggu lagi" ucap ibu kak damar


"Eh..." sontak saja aku terkejut, kenapa begitu cepat, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku takut membuat kesalahan, jadi aku hanya kembali diam dan menunggu keputusan ibu.


"kenapa cepat sekali bu?" ucap kak damar

__ADS_1


aku pun setuju dengan perkataan kak damar, kenapa begitu cepat. aku pun belum mempersiapkan diriku dan juga hatiku...


"tapi bapak fikir itu bagus, bapak dan ibu akan segera pergi untuk beberapa alasan, jadi kalau kamu menikah secepatnya bapak jadi tidak khawatir meninggalkan mu..." ucap bapak


"ibu fikir itu bagus, ibu juga ingin melihat damar secepatnya menikah, jadi ibu dan bapak bisa tenang...


apa ibu vivian tidak masalah dengan ini?" ucap ibu kak damar


"ibu sih tidak masalah, tapi bukannya repot menguruskan pernikahan secepat ini..." ucap ibu ku


"tentu saja tidak, satu minggu dari sekarang pun bisa. tapi ibu fikir mereka harus pendekatan dulu selama beberapa hari, lagi pula saat mereka sudah menikah nanti, bukannya mereka bisa lebih sering bersama, benar kan damar...?" ucap ibu kak damar gurau


kak damar pun hanya tersenyum mendengar kata-kata ibunya sendiri... lalu


"kalau damar sih terserah vivian saja, apa vivian siap kalau menikah secepat ini?" ucap kak damar


aku pun sedikit tersentuh, walau dengan keadaan seperti ini pun kak damar masih memikirkan tentang pendapatku, aku pun tidak enak kalau harus menolaknya...


"Kalau vivian terserah ibu saja, baik nya seperti apa..." ucapku yang sudah pasrah dengan keadaan


"kalau ibu sih setuju-setuju saja, 2 minggu lagi pun boleh, kalau memang ini keputusannya..." ucap ibu


"Baiklah kalau begitu, karena semuanya sudah setuju. Sekarang lebih baik kita bicarakan bagaimana tentang acara pernikahnnya..." ucap bapak kak damar


"kalau tentang acara pernikahannya biar kita saja yang urus, sementar itu biarkan pengantin baru nya untuk mengobrol-ngobrol dulu sebelum pernikahan" ucap ibu kak damar memberikan kode


kak damar pun hanya tersenyum dan berjalan ke arah ku...


"Vivian, apa kamu mau ikut pergi jalan-jalan sebentar" ucap kak damar sambil mengulurkan tangannya kepadaku


aku pun sedikit gugup, tapi akhirnya aku memberikan tangan ku kepada kak damar, dia pun terdiam sejenak, lalu tersenyum...


"ayo kita pergi..." ucap kak damar mengajak ku


"iya..." ucap ku sambil mengangguk


aku pun berjalan pergi dengan kak damar...


terdengar suara dari kejauhan...


"HATI-HATI YA..." ucap suara ibu ku


"IYA BU..." ucap kak damar

__ADS_1


Beberapa saat kemudian...


Aku dan kak damar hanya berjalan tanpa arah, walapun dekat tapi terasa jauh... tak ada di antara kami yang berbicara sampai akhirnya...


"ehem,,, vivian..." ucap kak damar


aku pun berhenti sejenak...


"ada apa kak?" ucap ku


"bagaimana kalau kita duduk di sana saja" ucap kak damar sambil menunjuk sebuah kursi taman


"boleh..." ucap ku


aku pun berjalan dan duduk di kursi taman...


"vivian, kamu tunggu dulu di sini ya..." ucap kak damar


"iya..." ucap ku


kak damar pun pergi menginggalkan aku...


aku pun hanya duduk dan menunggunya, sambil menarik nafas perlahan untuk menangkan diriku...


beberapa saat kemudian...


"Vivian, ini ambil..." ucap kak damar memberikan aku ice cream coklat


aku pun mengambil ice cream coklat yg kak damar berikan kepada ku...


"terimakasih kak" ucap ku


"iya sama-sama" ucap kak damar sambil tersenyum...


aku pun membuka ice cream itu dan memakannya, aku pun sangat bahagia sekali, entah mengapa hanya sebuah ice cream coklat bisa membuat ku melupakan kegelisahan ku...


aku pun memakannya dengan bahagia, tanpa sadar, aku baru ingat ada kak damar di samping ku...


aku pun melihat ke arah samping ku, dan terkejut saat melihat bahwa kak damar sedang tersenyum melihat ku memakan ice cream, aku pun jadi sedikit gugup dan berhenti memakannya...


"Eh, kok gk di lanjutin lagi makannya" ucap kak damar


dalam hatiku, bagaimana aku bisa memakannya lagi kalau kamu terus memandangiku...

__ADS_1


"tidak apa-apa kak, sudah cukup..." ucap ku yg salah tingkah


*ikuti terus kisah selanjutnya ya...


__ADS_2