Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Sisi lain dari dirinya...


__ADS_3

Kak damar hanya tersenyum melihat ku yang salah tingkah...


"Ternyata memang benar, kamu memang suka makan ice cream..." ucap kak damar sambil menatapku


aku hanya terdiam mendengar ucapan kak damar, aku juga penasaran sejak kapan kak damar tau tentang kesukaan ku


"kakak tau dari mana aku suka makan ice cream?" ucap ku penasaran


kak damar hanya terdiam, lalu...


"aku tau dari ibu mu saat kami mengobrol tadi..." ucap kak damar


aku terkejut mendengar ucapan kak damar, "sejak tadi" , bukankah sejak tadi aku berada di sana, tapi aku tidak mendengar ibu mengatakan apapun tentang diriku...


"sejak tadi?... bukan kah sejak tadi vivian ada di sana dan vivian juga tidak mendengar ibu mengatakan hal itu" ucap ku penasaran...


kak damar hanya tertawa kecil mendengarku berkata seperti itu...


"tadi saat kamu di kamar, aku berbicara dengan ibu mu sebentar. ibu mu berkata kepada ku untuk mengajak mu pergi jalan-jalan, dan dia juga bilang kamu juga suka makan ice cream..." ucap kak damar


YANG BENAR SAJA IBU,, gerutu ku


hal seperti itu pun ibu katakan kepada kak damar. aku jadi sedikit cemas apa yang akan kak damar fikirkan tentangku.


"masa sudah sebesar ini masih suka memakan ice cream..." kak damar pasti berfikir seperti itu...


aku pun hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun...


tetapi tiba-tiba saja kak damar membuka bungkus ice cream yang ada di tangan nya dan memakan nya, sontak saja aku terkejut melihat nya...


"ka..kak memakan ice cream?" ucap ku gugup dan penasaran


kak damar hanya tersenyum menatapku...


"memangnya kenapa, tidak boleh?" ucap kak damar seperti meminta pendapat ku


"boleh, tentu saja boleh" ucap ku


"tidak ada larangan usia untuk seseorang memakan ice cream, selagi kita menyukainya maka kita boleh memakannya..." ucap kak damar sambil terus menikmati ice cream nya


saat ini, aku merasa bahwa kak damar seperti tau apa yang aku fikirkan, setelah mendengar kata-kata nya aku pun jadi sedikit lega


"apa kakak juga suka makan ice cream?" ucap ku penasaran


kak damar hanya terdiam sejenak, lalu...


"aku juga sebenarnya suka ice cream, tapi karena aku tidak memiliki teman untuk aku ajak makan bersama jadi aku jarang memakannya.

__ADS_1


Tapi aku senang mengetahui kalau kamu juga suka. jadi, tadi aku berfikir untuk mengajakmu makan bersama..." ucap kak damar


aku pun terdiam mendengar perkataannya itu, lalu aku membelokan kepala ku dan memandang kak damar, setelah itu...


"VIVIAN, ICE CREAM MU MENCAIR TUH" ucap kak damar


aku pun terkejut melihat ice cream di tangan ku mencair, tanpa sadar aku langsung menjilatnya...


setelah itu aku mendengar suara tawa kak damar


"Haha... kamu lucu ya" ucap kak damar sambil tertawa


aku hanya tersenyum melihat kak damar tertawa, sejenak keheningan dan rasa canggung di antara kami pun menghilang


aku mulai melihat sisi lain dari dirinya yang tidak aku ketahui...


"vivian aku ingin berkata sesuatu kepadamu" ucap kak damar


"ada apa kak?" ucap ku penasaran


kak damar pun menarik nafas panjang, lalu...


"Vivian, aku hanya ingin kamu tau satu hal, aku tidak ingin memaksamu melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai, jika kamu tidak suka maka katakanlah kepada ku, jangan anggap aku sebagai orang lain, atau beban bagi dirimu


Tapi anggaplah aku sebagai teman mu atau apapun yang kamu mau, asalkan kamu merasa nyaman di dekatku. Jangan kamu simpan masalah mu sendiri, ceritakanlah semua masalah mu padaku.


aku pun merasa tenang mendengar kak damar berkata seperti itu kepada ku, aku tau kak damar orang yang baik, tapi hatiku masih belum bisa menerimanya


aku hanya bisa berusaha agar kak damar tidak merasa dia adalah beban atau paksaan untuk ku. Aku akan berusaha agar aku bisa lebih dekat dengannya, dan perlahan bisa menerimanya...


"Baiklah, terimakasih kak" ucap ku sambil tersenyum menatap kak damar


kak damar hanya tersenyum dan membalas tatapan ku, tiba-tiba saja aku merasa ada yang aneh dalam diriku yang tidak bisa aku jelaskan


tapi aku selalu berkata kepada hatiku, mungkin aku sedang gugup...


Tiba-tiba kak damar pun berdiri...


"Vivian, ayo kita pulang. mungkin sekarang ibu sedang menunggu kita" ucap kak damar


"iya kak, vivian juga ingin segera pulang..." ucap ku


aku dan kak damar pun berjalan pulang


Sesampainya di rumah...


saat aku dan kak damar sampai di rumah, aku melihat ibu dan orang tua kak damar sudah berada di teras rumah, aku pun berjalan mendekati mereka...

__ADS_1


"Eh, vivian sudah datang..." ucap ibu


"iya bu..." ucap ku


kak damar pun berjalan mendekati orang tua nya...


"Damar ternyata sudah datang, tadi nya bapak berfikir untuk meninggalkan mu di sini..." ucap bapak kak damar gurau


kak damar hanya tersenyum mendengar perkataan ayahnya...


"karena damar sudah datang kita bisa pergi sekarang" ucap ibu kak damar


"baiklah kalau begitu" ucap ibu ku


ibu kak damar datang menghampiri ku...


"tapi besok kami akan kemari lagi, untuk membeli beberapa keperluan untuk mempersiapkan acara pernikahannya, jadi vivian jaga diri baik-baik yah. Besok mungkin vivian akan mencoba gaun pengantinnya..." ucap ibu kak damar ramah sambil mengusap rambut ku


"iya bu..." ucap ku sambil tersenyum


"baiklah kalau begitu kami permisi dulu. vivian, ibu..." ucap bapak kak damar


"iya silahkan, hati-hati di jalan" ucap ibu ku


kak damar pun menghampiri ibu sambil mencium tangannya...


"Damar pamit dulu yah bu" ucap kak damar


"iya nak damar..." ucap ibu sambil mengelus rambutnya kak damar


aku senang sekali melihat ibu sangat menyukai kak damar, ibu memperlakukan kak damar seperti anak nya sendiri. Aku pun hanya bisa tersenyum melihat nya...


kak damar pun melangkah pergi dan hanya tersenyum ke arah ku, aku pun membalas senyumannya...


aku melambaikan tanganku sebelum mereka pergi...


setelah itu, mereka pun pulang dengan mengendarai mobil...


aku pun masuk ke dalam rumah...


"vivian, lebih baik kamu istirahat dulu" ucap ibu


"iya bu..." ucap ku sambil berjalan ke arah kamar ku


Di kamar


Aku pun membaringkan tubuh ku di ranjang, karena lelah setelah perjalan tadi, tak terasa aku pun tertidur lelap...

__ADS_1


#Bersambung.....


__ADS_2