
Keesokan harinya...
Aku membuka mataku perlahan, dan saat ku tersadar aku masih berada dalam pelukan mas damar...
aku membalikan badanku dan menghadap mas damar
Entah aku yang bangun terlalu pagi, atau mas damar yang bangun sedikit terlambat, karena biasanya mas damar bangun lebih dulu dariku
Aku hanya memandang wajah mas damar yang sedang tertidur, wajah yang polos dan sedikit berminyak dengan mata yang masih terpejam itu sungguh terlihat sangat tampan
Ternyata mas damar sangat tampan, kenapa aku baru menyadarinya...
Aku yang hanya fokus melihat mas damar yang sedang tertidur
tiba-tiba saja mas damar membuka matanya
Kami pun saling bertatapan
"Eh..." ucapku yang terkejut dan spontan saja terbangun dari tempat tidur
"Pagi..." ucap mas damar yang baru saja bangun dari tidurnya
"Pagi mas..." ucapku sambil merangkak turun dari ranjang
"Kamu mau kemana?" tanya mas damar
"Vivian mau membuat sarapan, lebih baik mas mandi" ucapku
Mas damar pun melangkah turun dari ranjang
"Vivian, kamu duluan saja yang mandi, nanti mas mandi setelah kamu mandi" ucap mas damar
"Mas saja yang mandi duluan" ucapku
"Emm... kamu mandi duluan, atau kita mandi bersama saja" ucap mas damar sambil berjalan ke arahku
"Eh..." ucapku yang terhenti karena terkejut mendengar perkataan mas damar
"Ayo pilih yang mana?" ucap mas yang sekarang berdiri di hadapanku dan memberiku pilihan
"Vi..vian mandi duluan saja..." ucap ku sambil berlari ke kamar mandi
Di dalam kamar mandi
aku menutup pintu kamar mandi dan bersandar di pintu
"fyuuh..." aku menghela nafas panjang
aku mencoba menangkan diriku, aku sebenarnya masih tidak percaya dengan apa yang aku dengar
mas damar bersikap berbeda dari sebelumnya, apakah karena ucapan ku semalam, atau apakah...
Astaga apa yang aku fikirkan, Mungkin tadi mas damar hanya bergurau saja, tetapi aku malah berfikir yang aneh-aneh...
aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, perasaanku campur aduk
"Lebih baik aku mandi saja, karena setelah ini aku masih harus menyiapkan sarapan" ucapku sambil bergegas mandi
*****
Selesai mandi...
"Sepertinya mas damar tidak ada di kamar" ucapku sambil menengok dengan hati-hati dan sepertinya mas damar tidak berada di dalam kamar
aku pun bergegas mengenakan pakaian dan bersiap-siap
Beberapa saat kemudian...
(selesai mengenakan pakaian)
tiba-tiba saja
Ceklek... suara pintu
"Eh vivian, ternyata kamu sudah rapih rupanya?" ucap mas damar yang baru saja masuk ke dalam kamar
aku pun terkejut karena mas damar tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar
Untung saja aku sudah berpakaian... Batinku
"Iya mas vivian sudah selesai, sekarang mas yang mandi yah..." ucapku
"Iya... mas mandi dulu yah" ucap mas damar
aku hanya mengangguk mendengar ucapan mas damar
kemudian mas damar pun melangkah ke kamar mandi...
Setelah itu aku pun pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan
Beberapa saat kemudian...
***** ( Selesai menyiapkan sarapan...)
Setelah itu aku pun berjalan ke kamar untuk mengajak mas damar sarapan
"Mas sarapannya sudah siap" ucapku sambil membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam kamar
Tiba-tiba
"Eh, vivian..." ucap mas damar
"Eh..." ucapku yang terhenti karena terkejut melihat mas damar telanjang dada
__ADS_1
Kenapa seperti ini lagi... Batinku
mas damar hanya terdiam dan menatapku
aku pun menghela nafas dan mencoba bersikap normal
"Kenapa mas belum berpakaian" ucapku sambil melangkah mendekati mas damar
"Eh, emmm... mas sedang memilih baju untuk ke kantor" ucap mas damar sambil menggaruk kepalanya
"Biar vivian saja yang carikan" ucapku sambil membuka lemari dan mencari pakaian yang cocok untuk mas damar
Mas damar hanya terdiam dan tidak berkata sepatah katapun
"Bagaimana kalau yang ini mas..." ucapku sambil menunjukan kemeja berwarna cream itu kepada mas damar
"Bagus, sepertinya mas cocok menggunakan kemeja itu" ucap mas damar
aku pun senang karena mas damar menyukainya...
"Ini mas baju nya..." ucapku sambil memberikan kemeja berwarna cream itu kepada mas damar
"Terimakasih istri kecilku" ucap mas damar sambil tersenyum kepadaku
aku hanya membalas senyuman mas damar
setelah itu mas damar pun memakai kemeja itu
Aku sebenarnya sedikit canggung melihat mas damar memakai pakaiannya langsung di hadapanku, tapi aku hanya merasa bahwa ini adalah proses yang harus aku jalani agar lebih terbiasa dengan hal ini
*****
aku fokus melihat mas damar yang sedang memakai pakaiannya
Ternyata mas damar memiliki tubuh yang bagus, kekar dan juga...
Aku spontan saja tersadar dengan apa yang aku fikirkan
"Astaga apa yang aku fikirkan" ucapku sambil menepuk-nepuk kedua pipiku
"Vivian, kamu kenapa?" tanya mas damar
mungkin saja mas damar bingung dengan apa yang aku lakukan
"Vivian tidak apa-apa mas... Mas kita sarapan dulu yuk" ucapku untuk mengalihkan pembicaraan
"Emm... ayo kita sarapan" ucap mas damar sambil mengelus rambutku dan berjalan ke dapur
Beberapa saat kemudian...
***** ( Selesai sarapan...)
Setelah itu aku pun pergi ke kamar untuk mempersiapkan keperluan mas damar
"Vivian, kamu pergi ke kampus hari ini?" tanya mas damar
"Iya mas, vivian ada kelas hari ini" ucap ku
"Emm, kalau begitu kita pergi bersama saja, sebelum mas ke kantor mas antar kamu ke kampus dulu" ucap mas damar
"Tidak usah mas, mas pergi duluan saja. Hari ini vivian pergi ke kampusnya agak siang mas" ucapku
"Emm, Baiklah kalau begitu... Mas mau siap-siap dulu" ucap mas damar sambil mengambil dasi yang berada di dalam lemari
"Biar vivian saja mas" ucap ku sambil melangkah ke arah mas damar dan mengambil dasi yang ada di tangannya
Mas damar hanya tersenyum dan menundukan kepalanya...
Dengan senang hati aku pun mengikatkan dasi itu di leher mas damar
mas damar hanya terdiam dan menatapku
aku melihat jas mas damar yang tergeletak di ranjang lalu aku pun mengambilnya
"Mas... ini" ucapku sambil menujukan jas hitam yang ada di tanganku
"Sini, pakaikan jas itu untuk ku" ucap mas damar sambil merentangkan kedua tangannya
Aku hanya tersenyum dan memakaikan jas itu di tubuh mas damar, sebenarnya aku memang berniat memakaikan jas itu dari awal tapi aku bingung bagaimana caraku mengucapkannya.
Tetapi mas damar memintaku untuk memakaikan jas itu untuknya aku jadi memiliki alasan untuk memakaikannya
Aku merasa bahwa mas damar sepertinya mengerti apa yang yang ingin aku lakukan, mungkin mas damar mengatakan hal itu agar aku tidak merasa canggung
"terimakasih istri kecilku..." ucap mas damar sambil tersenyum kepadaku
aku jadi merasa senang karena sepertinya mas damar bahagia...
*****
Setelah mas damar siap, aku pun mengantarnya ke teras rumah
"Ini mas tas nya..." ucapku sambil memberikan mas damar tas yang ada di tanganku
"iya..." ucap mas damar sambil mengambil tas yang berada di tangan ku
"Mas berangkat dulu yah..." ucap mas damar
"Hati-hati yah mas..." ucapku sambil meraih tangan mas damar dan menciumnya
"Kamu juga hati-hati yah, kalau ada apa-apa telpon mas saja" ucap mas damar
"iya mas..." ucapku sambil mengangguk
__ADS_1
mas damar hanya tersenyum kepadaku lalu membalikan badannya dan melangkah menjauh...
aku hanya terdiam sambil melihat mas damar yang mulai melangkah menjauh
Tetapi tiba-tiba
"Eh..." ucapku yang terkejut karena tiba-tiba saja mas damar membalikan badannya dan melangkah ke arahku
"Mas..." ucapku dengan perasaan sedikit bingung
Kenapa mas damar balik lagi, apa ada yang tertinggal...
"Vivian..." ucap mas damar yang sekarang berdiri di depan ku
"Kenapa mas balik lagi, apa ada yang tertinggal mas?" tanya ku kepada mas damar karena penasaran
Mas damar hanya tersenyum menatapku...
"Sepertinya memang ada yang tertinggal, sesuatu yang sangat berharga. Aku merasa tidak tenang karena belum mengambilnya" ucap mas damar seperti sedang memberiku teka-teki
"Apa itu mas? katakan saja biar vivian ambilkan" ucapku
"Ehem... memang ada yang tertinggal, tapi hanya aku yang bisa mengambilnya sendiri" ucap mas damar memberiku teka-teki lagi
"Sebenarnya apa itu mas, vivian jadi penasaran" tanya ku penasaran
"Hmm... sepertinya kamu penasaran, jadi mas harus segera membaritahumu" ucap mas damar sambil melangkah selangkah lebih dekat di depanku
aku tidak tau apa yang akan mas damar lakukan namun ini terlalu dekat, aku jadi merasa sedikit canggung
tiba-tiba mas damar memegang wajahku menggunakan kedua tangannya, lalu aku pun respon saja menutup kedua mataku
Sampai akhirnya...
Cuppp... Suara kecupan
Spontan saja aku membuka mataku karena kaget
Ternyata mas damar mengecup keningku dan juga memeluk ku
"Sepertinya aku sudah mengambilnya, sesuatu yang berharga itu yang sempat tertinggal, karena aku sudah mengambilnya, hatiku pun merasa tenang..." ucap mas damar sambil tersenyum kepadaku
aku hanya tertegun mendengar ucapan mas damar
kemudian aku tersadar...
"Mas cepat pergi ke kantor, nanti terlambat..." ucapku sambil mendorong tubuh mas damar
"Haha... iya iya, sabar..." ucap mas damar
Sebenarnya aku merasa sedikit malu, aku merasa telah di permainkan oleh mas damar. Maka dari itu aku mendorong mas damar sebagai pelampiasan
Lalu aku pun berhenti di samping mobil mas damar
"Cepat berangkat mas, nanti terlambat" ucap ku
"Kenapa buru-buru sekali sih, mas kan masih ingin bersama vivian lebih lama lagi" ucap mas damar sambil memegang lengan ku dan bersandar di bahu ku
Aduh mas damar ini... batinku menggerutu
"Sudah mas, nanti mas terlambat pergi ke kantor" ucapku sambil melepaskan tangan mas damar
"Tidak mau, mas ingin seperti ini saja" ucap mas damar dengan nada manja dan seperti ingin bersandar lagi di bahu ku
"MAS, BERANGKAT KE KANTOR SEKARANG JUGA" ucapku dengan nada tinggi
Mas damar hanya tertegun melihatku
Aku sebenarnya merasa sedikit bersalah, apakah aku barusan membentak mas damar.
Aku tidak bermaksud membentaknya, Sebenernya tadi spontan saja aku berkata seperti itu karena aku canggung dan gugup karena belum terbiasa dengan sikap mas damar yang seperti itu
Apa yang mas damar fikirkan, apakah mas damar akan marah kepadaku...
"mas..." ucapku merasa bersalah kepada mas damar
"Ya ampun, ternyata istriku sangat imut sekali saat sedang marah" ucap mas damar sambil mencubit hidungku
Mas damar tidak marah kepadaku, tapi malah menggodaku...
aku hanya terdiam karena terkejut dengan sikap mas damar
"Baiklah mas akan berangkat ke kantor sekarang juga, karena mas takut istri mas yang imut ini akan mengambek lagi" ucap mas damar sambil mengusap rambutku
kemudian mas damar membalikan badannya dan masuk ke dalam mobil
"Mas berangkat dulu yah" ucap mas damar sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepadaku
"Hati-hati mas" ucapku sambil tersenyum dan membalas lambaian tangan mas damar
Mas damar pun menjalankan mobil nya dan pergi meninggalkan ku
aku merasa sedikit tenang karena mas damar sudah pergi ke kantor
*****
Di sisi lain aku pun merasa bahwa hubungan kami sepertinya sudah lebih baik
Dan sikapku kepada mas damar sekarang jauh berbeda dari sebelumnya, aku bahkan berani membentaknya. Tapi untunglah mas damar tidak mempermasalahkan hal itu
Sedikit demi sedikit aku tau sifat mas damar dan juga sikap mas damar yang belum pernah aku ketahui sebelumnya, memang pada dasarnya sesuatu itu butuh proses
Mungkin ini juga termasuk proses awal hubunganku dengan mas damar, aku berharap hubunganku dengan mas damar akan lebih baik lagi kedepannya
__ADS_1
*Bersambung...