Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Gugup


__ADS_3

Sesampainya di rumah...


Hari ini aku pulang lebih awal dari biasanya, tadi sebenarnya tia dan dina mengajak aku untuk pergi bersama mereka tetapi aku menolak dan lebih memilih untuk pulang


Aku merasa tenang setelah berada di rumah, rumah ini menjadi alasan aku untuk kembali


*****


Aku pun masuk ke dalam rumah, setelah itu aku berjalan menuju kamar


lalu aku melempar tas dan membaringkan tubuhku di ranjang


Aku merasa nyaman dan rasanya aku tidak ingin bangun


tetapi aku teringat bahwa aku masih memiliki pekerjaan rumah, Walau bagaimana pun aku tidak boleh melalaikan tugas ku Sebagai ibu rumah tangga


aku menarik nafas panjang...


"Emm... lebih baik aku mandi dulu" ucapku sambil bangun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi


Beberapa saat kemudian...


Selesai mandi...


Aku baru saja selesai mandi dan mengenakan pakaian


Tiba-tiba


Ting...tong...ting...tong Suara bel


Aku tertegun, siapa yang bertamu ke rumahku


Selama aku tinggal di sini tidak ada orang yang bertamu selain kak manager dan beberapa pegawainya waktu itu


*Apa mungkin mas damar???


tapi ini masih sore, mas damar biasanya pulang malam...


mana mungkin mas damar*...


Aku hanya bertanya-tanya siapa sebenarnya orang yang bertamu ke rumah ku


"TUNGGU SEBENTAR" Tetiakku yang spontan saja lari ke pintu


Ceklek... suara pintu


"Aku pulang..." ucap mas damar yang saat ini berdiri di depan pintu


"Eh, mas sudah pulang" ucapku yang terkejut melihat mas damar yang berdiri di depan pintu


Setelah itu aku meraih dan mencium tangan mas damar


mas damar hanya tersenyum dan mengusap rambutku


Setelah itu mas damar terdiam dan memandangku


"Ayo masuk mas..." ucap ku sambil mengambil tas dan jas yang berada di tangan mas damar


"Oh, iya..." ucap mas damar melangkah masuk ke dalam rumah


Kamar


Aku menyimpan tas dan jas mas damar di lemari


setelah itu aku melihat mas damar yang duduk di samping ranjang


"Hari ini mas pulang awal" ucap ku sambil berjalan ke arah mas damar


"Emm... iya, mas ingin cepat pulang karena ingin bertemu dengan mu" ucap mas damar


"Eh..." ucapku yang terkejut mendengar perkataan mas damar


Apa ini, serangan tiba-tiba... Batinku


Aku tidak menyangka mas damar bisa berkata seperti itu


"Mas mandi dulu yah, vivian mau masak untuk makan malam nanti" ucapku sambil membalikan badanku hendak melangkah keluar kamar


"Emm... vivian, ini masih awal apa tidak mau menemani mas dulu di sini" ucap mas damar


"Eh..." ucapku sambil spontan saja membalikan badanku dan berhadapan dengan mas damar


"Emm..." aku hanya terdiam dan berfikir apa yang harus aku lakukan


sebenarnya aku merasa sedikit gugup tetapi aku merasa mungkin ini waktu yang tepat untuk sekalian mengobrol bersama mas damar


Kemudian aku pun duduk di samping mas damar


Suasananya sedikit canggung, mas damar dan aku tidak saling berkata sepatah kata pun hanya saling tatap dan tersenyum


sampai akhirnya


"VIVIAN" ucap mas damar

__ADS_1


"MAS" ucapku dan mas damar secara bersamaan


Setelah itu kami terdiam bersamaan


"Emm... vivian kamu duluan saja" ucap mas damar sambil menggaruk kepalanya


"Eh, Emm... mas saja yang duluan" ucapku gugup


"Tidak apa-apa kamu duluan saja" ucap mas damar canggung


Sepertinya aku juga tidak mempunyai pilihan lain


"Vivian hanya ingin tau, berapa usia mas sekarang" ucapku yang spontan saja teringat ucapan dina


"Eh, kenapa kamu bertanya seperti itu?" ucap mas damar


aku hanya terdiam mendengar ucapan mas damar


Astaga vivian kamu ini polos sekali sih, kenapa malah bertanya seperti itu pada mas damar... apa yang di fikirkannya nanti...


"Ti..dak apa-apa mas, vivian hanya asal bertanya saja" ucap ku gugup


Karena canggung aku pun menundukan kepala ku


Tiba-tiba


"Dua puluh enam tahun" ucap mas damar


"Apa mas?" ucap ku terkejut


"Usia mas saat ini 26 tahun" ucap mas damar sambil menatapku


Aku hanya terdiam menatap mas damar, aku fikir mas damar merasa tidak nyaman dengan pertanyaan ku tadi


tapi ternyata dia menjawabnya juga, terkadang mas damar ini sulit untuk di pahami


"Vivian..." ucap mas damar sambil melambaikan tangannya di wajahku


"Eh, iya mas" ucap ku yang terkejut dan tersadar


"Vivian kamu kenapa?" ucap mas damar


"Vivian tidak apa-apa mas" ucapku berusaha tenang


"Emm... kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti tadi" ucap mas damar sambil menggaruk kepalanya


Aku bingung harus berkata apa, aku takut salah bicara dan membuatnya tidak nyaman


"Emm...Vivian hanya merasa sebagai istri vivian tidak tau apa-apa tentang mas, jadi vivian memberanikan diri bertanya seperti itu agar vivian bisa lebih tau tentang mas dan bisa lebih memahami mas" ucapku


"Mas, apa vivian salah bicara" ucapku


"Eh, tidak... kamu tidak salah apa-apa, mas hanya tidak menyangka saja kamu bisa berkata seperti itu" ucap mas damar menatapku


"Emm... oh begitu" ucapku gugup dan tidak tau lagi mau berkata apa


"Apa kamu tau, mas sangat senang kamu berinisiatif untuk lebih tau tentang mas" ucap mas damar sambil tersenyum


Aku hanya tersenyum, aku senang melihat mas damar bahagia


tapi di sisi lain aku juga memiliki sedikit keluhan di hatiku, sebenarnya semua yang aku lakukan selama ini untuk hubungan kami bukanlah inisiatif diriku sendiri melainkan saran dari tia dan dina


Kalau mas damar tau hal ini bukanlah inisiatif dari diriku sendiri apakah dia akan kecewa kepadaku...


"Vivian... kamu kenapa, melamun begitu" ucap mas damar


"Vivian tidak apa-apa mas" ucap ku agar mas damar tidak khawatir


"Vivian, kalau ada apa-apa jangan sungkan katakan saja kepada mas apapun keluhanmu" ucap mas damar sambil mendekat kepadaku dan mengusap rambutku


"Emm... iya mas" ucap ku mengalihakan pandangan ku darinya


"Dan Kedepannya kalau kamu mau bertanya apapun itu tanyakan saja kepada mas, selama mas mengetahuinya maka mas akan menjawabnya, walaupun mas tidak tau jawabannya


Mas akan berusaha mencari tau dan mas akan menjawabnya untukmu" ucap mas damar antusias dengan wajah serius


"Hihihi..." ucapku tertawa kecil melihat tingkah mas damar


"Aduh kamu ini, mas sedang serius bicara kamu malah tertawa" ucap mas damar


"Maaf mas, habisnya tadi ekspresi mas lucu sekali sih" ucapku yang tidak bisa menahan tawa ku


"Emm... iya tidak apa-apa, mas senang melihatmu tersenyum" ucap mas damar sambil menggaruk kepalanya dan memalingkan wajahnya


Aku hanya tersenyum dan memikirkan apa lagi yang harus aku katakan kepada mas damar


tapi sebelum aku berkata


tiba-tiba


"Emm... vivian" ucap mas damar


"Iya mas" ucapku

__ADS_1


"Besok kan hari minggu, apakah kamu sudah mempunyai rencana?" ucap mas damar


Sepertinya mas damar yang lebih mendahuluiku untuk bertanya hal ini


"Emm... vivian tidak punya rencana apa-apa mas, vivian juga tidak ingin kemana-mana, vivian ingin di rumah saja" ucapku


"Oh begitu" ucap mas damar sambil menganggukan kepalanya


Setelah itu mas damar menatap ku dan kemudian memalingkah wajahnya dariku


Tidak tau mengapa tetapi aku merasa mas damar sedang memikirkan sesuatu tapi entah apa yang di fikirkannya


*****


Aku hanya terdiam melihat mas damar yang seolah-olah sedang tenggelam dalam fikirannya


"Mas kenapa?" ucapku penasaran


"Eh, mas tidak apa-apa" ucap mas damar gelagapan


"Jangan bohong, vivian tau mas sedang memikirkan sesuatu" ucapku sambil mendekat dan memegang tangan mas damar


"Mas tidak apa-apa" ucap mas damar sambil menggaruk kepalanya dan salah tingkah


Aku faham sekali dengan sikap mas damar yang seperti ini, karena setiap kali mas merasa canggung dan gugup pasti mas damar akan menggaruk kepalanya, terkadang ia mengalihkan pandangannya dariku


"Kalau mas ada keluhan atau apapun katakan saja kepada vivian" ucapku dengan nada lembut


"Emm... Mas takut kamu akan marah mendengar mas mengatakan hal ini" ucap mas damar


"Katakan saja mas, vivian tidak akan marah, kita ini kan suami istri jadi harus lebih terbuka satu sama lain" ucapku membujuk mas damar


Mas damar menatap ku kemudian menghela nafas panjang...


"Vivian..." ucap mas damar sambil mengusap rambutku


Aku hanya terdiam menatap mas damar


"Sebenarnya mas ingin sekali mencium mu, tapi mas takut kamu marah kepada mas kalau mas mengatakan hal ini" ucap mas damar yang kemudian melepaskan tangannya dari rambutku dengan ekspersi murung


Aku hanya terdiam menatap mas damar, sebenarnya aku pun terkejut mendengarnya tetapi aku harus tetap tenang, jangan sampai membuat mas damar tersinggung


Sejauh ini mas damar selalu saja mengerti perasaan ku dan juga memahami aku, sampai hal yang mungkin bisa di lakukan suami pada istrinya tanpa bertanya pun mas damar tetap saja meminta persetujuan ku


Rasanya aku sangat bersalah kalau sampai menolaknya, mungkin mas damar juga akan kecewa kepadaku


*****


Aku pun menghela nafas dan bersikap tenang...


"Emm... vivian tidak marah kok, kita kan suami istri itu jadi wajar saja melakukan hal seperti itu" ucapku sedikit canggung


"Apakah benar begitu" ucap mas damar sambil menggenggam kedua tangannya dan terlihat sangat senang, sikapnya persis seperti anak kecil yang di berikan mainan baru


"Emm... iya, mas boleh melakukannya tanpa perlu bertanya lagi kepada vivian" ucap ku sedikit gugup


"BOLEH SEPERTI ITU..." ucap mas damar dengan ekspresi terkejut, rasanya seperti mas damar tak percaya aku berkata seperti itu


"Iya, boleh..." ucap ku canggung


"Emm... apa mas boleh melakukannya sekarang" ucap mas damar sambil menatapku


Kenapa mas damar ini banyak tanya sekali sih, kalau mau cium yah cium saja. Kalau semakin banyak bertanya malah membuatku semakin gugup saja...


"Mas juga sudah tau jawabannya, kenapa mas masih bertanya hal seperti itu lagi.." ucapku sambil memalingkan wajahku karena gugup


"Baiklah mas tidak akan bertanya lagi, mas akan langsung melakukannya" ucap mas damar sambil memegang wajahku


"Eh..." ucap ku yang terkejut dan terhenti karena mas damar mendekatkan wajahku ke wajahnya


Setelah itu aku melihat wajah mas damar yang begitu dekat dan perlahan aku menutup mataku


"UMMM... Emm... Ummm..."


"Haaah..." Nafas berat


"Emmm..."


Ini adalah ciuman kami yang kedua kalinya setelah hari itu, bibir yang lembut ini memberikan aku rasa hangat


mas damar sangat lembut dan memperlakukan ku dengan lembut, aku hanya terdiam dan menikmati ciuman ini. Selebihnya di lakukan oleh mas damar


Biarlah mas damar melakukan apa yang dia inginkan...


"UMMM..."


Aku memberanikan diriku, dan kemudian aku memegang leher mas damar dengan erat...


"Ummm..."


*****


Mas damar, mungkin untuk saat ini hanya hal inilah yang bisa aku lakukan untukmu

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2