Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Setelah pernikahan


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


Aku yang sedang di gendong oleh kak damar pun masih sedikit gugup bercampur cemas. selangkah demi selangkah kak damar membawaku entah kemana


fikiran ku semakin kacau sampai akhirnya


beberapa saat kemudian...


Kak Damar berhenti di ruang tata rias pengantin, dan menurunkan aku.


Setelah itu kak damar membawa sebuah kursi di samping ku


"Duduklah dulu" ucap kak damar lembut


Aku hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun, aku berfikir keras sebenernya kak damar mau melakukan apa.


Tiba-tiba kak damar memegang pundak ku dan menekan tubuhku


Aku pun sedikit kaget


"Ka..kak Damar" ucap ku sedikit gugup


kak damar hanya tersenyum memandang ku


Setelah itu aku tersadar bahwa aku sedang duduk di kursi yang kak damar bawa tadi


Aku pun menghela nafas panjang...


ternyata kak damar ingin aku duduk, aku malah sembarangan berfikir macam-macam kepadanya. aduh aku malu sekali...


Tiba-tiba saja kak damar jongkok di bawah kaki ku


Sontak saja aku kanget


"Ka..kak mau apa" ucap ku dengan sedikit gugup dan penasaran


kak damar tidak menjawab ku...


setelah itu kak damar menganggat kaki ku dan mencopot sepatu hak tinggi yang aku kenakan


Aku hanya penasaran, sebenarnya apa yang kak damar lakukan. Kenapa dia melakukan ini, perlakuannya ini sungguh membuatku jadi tidak enak.


"Kenapa kakak mencopot sepatu ku" ucap ku penasaran


Kak damar mengangkat kepalanya dan memandang wajahku

__ADS_1


"Lihatlah, kaki mu jadi merah begini karena kamu menggunakan sepatu hak tinggi terlalu lama" ucap kak damar sambil memegang kaki ku


"Tidak apa-apa kak, vivian baik-baik saja" ucapku yang tidak mau membuat kak damar khawatir


setelah itu kak damar menggenggam tangan ku...


"Vivian, aku sudah pernah berkata kepadamu. Bahwa aku tidak mau memaksamu, apabila kamu merasa tidak nyaman memakai sepatu ini, maka kamu lepaskan saja.


Dan apabila kamu tidak menyukai sesuatu, maka Jangan pernah kamu memaksakan apa yang tidak kamu inginkan, apalagi kalau sesuatu itu bisa membuat mu terluka" ucap kak damar sambil menggengam erat tanganku


Aku pun terdiam mendengar ucapan kak damar, kak damar begitu baik dan begitu perhatian kepadaku


"Terimakasih kak damar, untuk apa yang kak damar lakukan untuk vivian" ucap ku


Tiba-tiba kak damar berdiri, dan kak damar tersenyum ke arah ku...


"Kenapa kamu berterimasih kepadaku, sekarang aku adalah suamimu. Jadi ini adalah tugasku" ucap kak damar


Aku sangat terkejut mendengar perkataan kak damar, aku baru teringat bahwa kak damar sekarang adalah suami ku.


Aku hanya terdiam karena aku tidak tau lagi harus berkata apa, perkataan kak damar bagaikan sebuah ombak besar yang begitu saja menerjang ku, aku sangat malu kepada diriku sendiri kenapa kak damar yang baik seperti ini saja, diriku belum bisa menerimanya.


Dan sekarang kenyataan nya dia adalah suami ku sendiri, aku tidak mau membuatnya merasa bahwa aku tidak nyaman bersamanya...


kak damar pun membalas senyuman ku


Saat mulut sudah tidak bisa berkata, hanya senyumanlah yang bisa mewakili nya


Tiba-tiba


"Nak damar, vivian?" ucap ibu yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan


"Ada apa bu?" ucap kak damar


"iya bu?" ucap ku


"Karena hari ini sudah larut, ibu harus pulang dulu" ucap ibu


Aku pun menghela nafas panjang


" syukurlah sekarang vivian sudah bisa pulang" ucap ku senang


"ehem, vivian... lbu akan pulang sendiri, kamu pulanglah bersama nak damar" ucap ibu


"Apa, maksud ibu?" ucapku yang sedikit terkejut dan penasaran

__ADS_1


Ibu terdiam sebentar, lalu...


"Vivian dan nak damar kan sudah menikah, Jadi setelah ini vivian akan tinggal bersama nak damar di rumahnya" ucap ibu


"Lalu ibu bagaimana?" ucapku yang sedikit khawatir


"Ibu tidak apa-apa, ibu akan pulang bersama bibi mu. Jadi kamu pulang saja bersama nak damar ke rumahnya" ucap ibu


aku pun tidak punya pilihan lain, aku mau menolak pun tidak ada gunanya, memang benar sekarang aku adalah istri kak damar. selain itu, aku takut kak damar nanti juga akan tersinggung.


"Iya bu, kalau begitu vivian akan pulang bersama kak damar saja" ucap ku pasrah


ibu hanya tersenyum setelah mendengar aku mengatakan hal itu


"Baiklah kalau begitu, ibu pulang dulu yah" ucap ibu berpamitan


"iya bu" ucap kak damar sambil menunduk dan mencium tangan ibu


Aku pun segera berdiri dan memeluk ibu...


"lbu hati-hati yah" ucapku yang sebenarnya tidak rela di tinggalkan ibu


ibu hanya tertawa mendengar perkataan ku


"Kamu ini seperti ibu akan pergi kemana saja" ucap ibu


aku pun melepaskan pelukan ku


"Ibu pamit dulu yah" ucap ibu sambil melangkah keluar


"Hati-hati bu" ucap kak damar


ibu pun pergi meninggalkan aku dan kak damar


Suasana pun menjadi hening seketika


lalu, tiba-tiba


"Emm, vivian... Ayo kita juga pulang" ucap kak damar sedikit canggung


"iya..." ucap ku sambil mengangguk


Setelah itu, Kak damar pun menuntunku lalu membawa ku masuk ke dalam mobil nya...


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2