
Keesokan harinya....
"Hoammm" aku yang baru bangun tidur dan merenggangkan tubuhku
"Eh, aku dimana ini?" ucap ku yang terkejut dan bingung ketika aku bangun tidur tetapi bukan di tempat tidurku yang biasanya
Setelah itu aku teringat bahwa aku semalam tidur di kamar kak damar, aku yang bingung melihat ke arah samping dan ternyata kak damar tidak berada di sampingku
setelah itu aku menengok ke arah jam dingding...
"Apa? ini sudah jam 8 pagi" ucap ku yang terkejut dan tidak percaya...
Saat di rumahku aku terbiasa bangun subuh, tetapi hari ini, adalah hari pertama ku menjadi seorang istri dan aku malah bangun kesiangan, sungguh suatu peristiwa yang aku sesali
Setelah itu aku bangun dari ranjang dan melihat ke samping ternyata di meja ada sebuah kertas yang berisi pesan.
------------------------------------------------------
*Selamat pagi vivian...
Maaf yah....
Aku ada urusan jadi harus pergi ke kantor pagi ini, dan aku juga tidak sempat berpamitan dengan mu, aku tidak tega kalau harus membangunkan mu, karena aku tau kamu pasti lelah. Aku akan pulang nanti malam, tunggu aku yah...
Suami mu: Damar*
-------------------------------------------------------
*****
"Aduh... aku malu sekali kepada kak damar, bagaimana bisa aku sebagai seorang istri malah bangun terlambat dan tidak menyiapkan keperluan suamiku bahkan belum sempat bertemu dengan suamiku sebelum dia pergi ke kantor. Aku memang istri yang tidak berguna"
ucapku yang menyalahkan diri ku sendiri karena kejadian ini, sebenarnya aku bangun kesiangan karena semalaman aku tidak bisa tidur, aku tertidur sekitar jam 2 pagi
Walaupun aku tau kak damar mungkin mengerti, tapi tetap saja aku malu sekali
Aku pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diriku
Beberapa saat kemudian...
Aku berjalan menelusuri setiap sudut rumah ini, aku fikir rumah kak damar ini terlalu besar kalau hanya untuk di tempati oleh satu orang
Begitu banyak pertanyaan di kepalaku, apakah rumah ini ada yang membersihkannya setiap hari, karena tidak mungkin kak damar yang sibuk itu bisa membersihkan rumahnya yang sebesar ini sendirian
aku pun masuk ke dapur dan melihat semua peralatan dapur yang rapih dan tertata dengan rapih
aku pun melihat kulkas ukuran dua pintu itu dan membukanya...
aku terkejut karena kulkas ini bukan seperti kulkas biasa, tapi tampak seperti gerobak tukang sayur karena di dalam nya berisi sayuran dan juga bahan makanan yang lengkap
aku hanya membersihkan beberapa tempat yang perlu aku bersihkan...
tiba-tiba
ting... tong... ting... tong... suara bel pintu
"Kak Damar..." ucap ku yang terkejut dan berfikir kak damar sudah pulang, tetapi kak damar berkata bahwa dia akan pulang malam
__ADS_1
"Sebentar..." ucap ku yang langsung saja berjalan ke arah pintu
Ceklek... membuka pintu
"Selamat siang nyonya..." ucap seorang wanita cantik yang aku temui di toko baju itu
"Ada apa yah kakak manager?" ucapku yang penasaran
aku menyebutnya kakak karena aku tau, usia manager itu mungkin lebih tua dariku
"Nyonya kami di perintakan untuk mengantar beberapa baju dan keperluan nyonya" ucap manager itu
"Eh, Apakah kak damar yang memerintahkannya?" ucapku spontan saja
"Benar nyonya, tuan damar yang memerintahkan kami... Nyonya tenang saja biar ini semua kami yang urus" ucap manager itu yang langsung saja masuk ke dalam rumah dan membawa beberapa karyawan lainnya untuk masuk ke dalam rumah
Mereka mengangkat beberapa barang masuk ke dalam rumah, aku pun berfikir untuk membantu mereka
"Apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap ku menawarkan diri untuk membantu
"Tidak perlu nyonya, anda lebih baik duduk saja biar semua ini kami yang urus" ucap manager itu sambil menariku ke sofa
aku pun hanya duduk dan melihat mereka yang sibuk membawa beberapa barang masuk
Beberapa saat kemudian...
"Nyonya, semuanya sudah saya bereskan" ucap manager itu yang berjalan ke arah ku
"Oh iya, terimakasih kakak manager..." ucap ku yang langsung berdiri dan menghampiri manager
"Baiklah kalau begitu, biar saya antar" ucap ku yang melangkah dan mengantar manager ke pintu
"Terimakasih nyonya, kami pamit dulu..." ucap manager itu beserta yang lainya membalikan badannya dan melangkah pergi
"HATI-HATI YA..." ucap ku sambil melambaikan tangan, sebelum akhirnya mereka pergi mengendarai mobil
Aku pun masuk ke dalam dan berjalan ke kamar, karena aku penasaran apa saja yang kak damar beli
Aku membuka lemari baju...
"Apa ini semua baju ku..." ucap ku yang terkejut karena melihat baju yang begitu banyak dan indah berjejer di dalam lemari
Sebenarnya semalam aku masih berfikir untuk pulang ke rumah ku, dan membawa beberapa helai baju ganti dan juga beberapa barangku, tapi tak ku sangka kak damar malah membelikan aku baju-baju yang bisa aku pakai selama setahun, bahkan lebih...
Dan juga barang-barang ini, sejak kapan kak damar membelinya. Kak Damar memang seorang pria yang penuh dengan kejutan. aku tidak tau kenapa kak damar melakukan ini, apa mungkin kak damar melakukan ini agar aku tidak perlu repot pulang untuk mengambil barangku dan agar membuat ku nyaman tinggal di sini
Karena kak damar sudah berusaha sampai sejauh ini untukku, sekarang lebih baik aku membereskan ini dan memasak makanan untuk kak damar pulang nanti, aku akan berusaha membalas kebaikannya kepadaku
Beberapa saat kemudian...
*****
Akupun selesai memasak dan menyiapkan semuanya, aku tinggal menunggu kak damar pulang. Sebenarnya di rumah sebesar ini dan aku yang hanya seorang diri merasa kesepian, untuk menghilangkan kesepian aku pun menonton televisi
Beberapa saat kemudian...
Aku menunggu kak damar pulang sambil duduk di sofa, tiba-tiba
__ADS_1
Ting...tong...ting...tong... suara bel
"Sebentar..." ucap ku yang antusias langsung saja berlari ke arah pintu
Ceklek... suara pintu terbuka
"Assalamu'alaikum...." ucap kak damar yang saat ini berada di depan pintu
"Wa'alaikum salam... sudah pulang kak" ucap ku yang menyambut kak damar dengan senyuman
Aku pun meraih tangan kak damar dan menciumnya...
Kak damar hanya terdiam dan mengusap rambutku...
"iya... aku baru saja pulang" ucap kak damar sambil melangkah masuk ke dalam rumah
aku pun melihat jas dan tas yang kak damar bawa, spontan saja aku mengambilnya dari tangan kak damar
"Eh vivian..." ucap kak damar yang terhenti
"Tidak apa2 kak biar vivian saja..." ucap ku
"Baiklah kalau begitu" ucap kak damar sambil melepaskan dasi nya
aku melihat wajah kak damar yang terlihat lelah
"Kak damar, tadi vivian baru saja selesai masak. Nanti kita makan malam bersama, tapi kak damar lebih baik mandi dulu yah" ucap ku sambil menyimpan tas dan jas kak damar
"Hmm... Istri kecil ku yang baik... terimakasih" ucap kak damar sambil mengusap rambutku
aku hanya terdiam dan tersenyum...
kak damar pun berjalan ke kamar mandi
aku pun pergi ke dapur untuk menghangatkan makanan
Beberapa saat kemudian...
"Wah wanginya harum sekali" ucap kak damar yang berjalan ke dapur
"kakak duduk saja biar ini vivian yang siapkan" ucap ku sambil menaruh piring di meja
"Horeee!!! makan... makan... makan" ucap kak damar yang langsung duduk dan memengang sendok dan garpu di tangannya sambil memukul meja menggunakan sendok dan garpu itu
"Haha... " aku pun tidak kuasa menahan untuk tidak tertawan melihat tingkah nya yang lucu seperti anak kecil
Kak damar hanya melihat ke arah ku sambil tersenyum, karena menyadari aku menertawakannya
Aku pun menaruh piring yang berisi makanan di meja makan...
"Kakak mau makan apa?" ucap ku mengambil piring di depan kak damar
"Semua makanan yang kamu masak, aku ingin mencoba semuanya" ucap kak damar
"lya..." ucapku yang langsung mengisi piring kak damar dengan semua makanan yang aku masak
*Bersambung.....
__ADS_1