Suami Pilihan Ibu

Suami Pilihan Ibu
Pengertian


__ADS_3

Aku bingung harus bagaimana...


Memang pada dasarnya mas damar adalah suamiku dan juga ini adalah kewajibanku yang tertunda, aku sudah cukup merasa bersalah karena telah membuat mas damar menunggu sampai hari ini. Mana enak hati aku menolaknya...


Sudahlah, yang harusnya terjadi biarlah terjadi...


"Iya mas... Vivian bersedia" ucapku dengan tenang


Mas damar pun tersenyum


"Terimakasih istri kecil ku..." ucap mas damar yang tampak bahagia


aku senang melihat mas damar tersenyum dan bahagia, aku akan berusaha agar tidak mengecewakannya lagi


Kemudian mas damar mengusap wajahku dan mencium bibirku


"EMMM..."


Mas damar mencium ku dengan lembut, bibirnya dan terasa hangat membuat diriku terhanyut ke dalam nya


"HMMM..."


Walaupun sudah seperti ini tetapi tetap saja aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku merasa cemas dan takut


ada rasa takut di hatiku yang tidak bisa aku jelaskan


*****


Mas damar pun bangun dari tubuhku dan membuka baju nya


Astaga... bagaimana ini... aduh aku malu sekali...


aku merasa sangat gugup, aku bahkan tidak sanggup melihat wajah mas damar


Lalu aku pun memalingkan wajahku darinya


"Vivian, kamu kenapa?..." tanya mas damar


Aku hanya terdiam dan berfikir apa yang harus aku katakan


"Apakah kamu malu?" tanya mas damar


"Emm... Vivian merasa takut mas" aku pun akhirnya mengatakan keluhan ku


"Kamu tidak perlu takut, mas akan memperlakukanmu dengan lembut... kamu percaya kepada mas kan" ucap mas damar


Tidak tau mengapa tetapi perkataan mas damar ini membuat jantungku berdegup kencang


Astaga apa yang terjadi pada diriku...


Mau bagaimana pun situasinya juga sudah seperti ini...


"Emm... iya mas..." ucapku


"Cantik... lihat kesini..." ucap mas damar sambil memegang wajahku


Aku pun memberanikan diriku menatap wajahnya


Mas damar hanya tersenyum dan menatap ku dalam-dalam


Dan tiba-tiba saja Mas damar mencium bibirku


"EMM..."


"HMMM..."


Setelah itu mas damar mencium leherku...


"Ahhh... Mas..." ucapku dengan suara lirih


Aku merasa sangat tidak berdaya, jantung ku berdegup dengan kencang dan aku merasa lemah


Mas damar hanya menggenggam tanganku dengan erat dan terus mencium leherku dan akhirnya turun perlahan


"Eh... mas..." aku terkejut karena tiba-tiba mas damar memasukan tangannya ke dalam baju ku


Ya tuhan... bagaimana ini...


"EMM... Vivian, apakah boleh?" tanya mas damar yang kemudian menghentikan pergerakan tangannya


Pada situasi seperti ini pun mas Damar masih meminta persetujuan dariku...


"Emm... iya..." ucapku sambil mengagguk pelan


Kemudian mas memainkan tangannya kembali, aku yang tidak berdaya hanya meremas seprai yang ada di sampingku


Aku merasa gugup, jantung ku berdegup dengan kencang, nafasku bahkan sudah tidak beraturan


Aliran darahku seperti bergejolak, aku sungguh tidak mengerti, perasaan ini sangat asing bagiku


Mas Damar membuka baju ku perlahan, aku hanya pasrah dan tidak melakukan perlawanan apapun


Biarlah mas Damar melakukan apa yang dia inginkan malam ini, aku sungguh tidak ingin membuatnya kecewa lagi


"HMM... Ahhh..."


"Vivian... kamu cantik sekali..." ucap mas damar sambil membisikannya di telinga ku


Aku hanya terdiam, aku merasa sangat tidak berdaya


Setelah itu mas Damar kembali melanjutkan pergerakannya, dan sepertinya Mas Damar meninggalkan beberapa tanda merah di beberapa bagian tubuhku


"Ahh..."


"HMMM"


Perlahan mas damar turun dan hendak membuka celana ku


Tetapi tiba-tiba aku merasa aneh, perutku tiba-tiba saja terasa sakit...


Tadi perasaan perutku masih baik-baik saja, tetapi kenapa tiba-tiba terasa sakit begini


Dan aku merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluanku


Perasaan hangat dan lengket ini...


Tiba-tiba aku menyadari sesuatu...

__ADS_1


Jangan-jangan aku... DATANG BULAN**...........


"MAS....." Teriakku sambil mendorong mas damar yang berada di atas tubuhku


Mas damar tampak terkejut dan diam sejenak


Aku pun menyilangkan tanganku untuk menutupi tubuhku


Mas Damar menghela nafas panjang...


"Apakah kamu belum siap Vivian?" tanya Mas Damar


"Bukan... bukan begitu mas..." ucapku gugup


"Lalu kamu kenapa?" tanya mas damar


"Mas... sepertinya vivian sedang... datang bulan" ucap ku gugup


"Datang bulan..." ucap mas damar dengan ekspresi terkejut


"Iya mas... sepertinya Vivian sedang datang bulan" ucapku


Mas Damar menarik selimut dan menutupi tubuhku menggunakan selimut itu


Mas damar hanya terdiam dan tidak berkata sepatah kata pun, suasana menjadi hening karena aku pun tidak tau harus berkata apa


"Emm... mas Vivian ke kamar mandi dulu yah" ucap ku cangung


"Baiklah..." ucap mas Damar


Aku bangun dan membungkus tubuhku menggunakan selimut lalu berjalan ke kamar mandi


*****


Kamar mandi


Aku menutup pintu kamar mandi dan bersandar di pintu


Kenapa aku harus datang bulan di saat seperti ini sih...


Aku merasa sangat kecewa dengan apa yang terjadi saat ini


Beberapa saat kemudian...


Aku sudah selesai dan tiba-tiba teringat sesuatu


Astaga, Pembalut...


Aku teringat bahwa aku tidak memiliki persediaan pembalut


Aduh,,, bagaimana ini...


Aku pun bingung harus bagaimana


Mau tidak mau aku harus pergi ke supermarket untuk membeli pembalut


Aku pun melangkah keluar kamar mandi, dan aku menghentikan langkah ku saat aku melihat mas damar yang sedang duduk di samping ranjang dan sedang termenung


Aku merasa bersalah kepada mas damar, tapi mau bagaimana lagi ini juga bukan kehendak ku


Tetapi aku teringat bahwa aku harus pergi ke supermarket


Aku pun dengan hati-hati mendekati mas damar


Karena sebelum pergi aku harus meminta izin terlebih dahulu kepada mas damar


"Mas..." ucap ku yang saat ini berdiri di samping mas damar


"Eh, ada apa Vivian?..." tanya mas damar


"Emm... Mas, Vivian Izin pergi keluar sebentar" ucap ku gugup


"Kamu mau kemana? tanya mas damar


"Vivian mau pergi ke supermarket untuk membeli itu..." ucap ku


Aku merasa canggung dan tidak melanjutkan ucapan ku


Tiba-tiba saja perutku terasa sakit


"Aduh..." ucap ku sambil merintih


"Vivian kamu kenapa?" tanya mas damar yang kemudian berdiri


"Perut Vivian tiba-tiba sakit mas..." ucap ku


Mas Damar melangkah mendekat dan memegang pundak ku


"Sudah... sudah, kamu duduk saja di sini, jangan kemana-mana... biar mas saja yang membelinya untuk mu" ucap mas damar


"Eh, tidak usah Mas... biar Vivian saja yang membelinya sendiri" ucap ku merasa tidak enak


"Tidak apa-apa, biar mas saja... kamu sudah seperti ini masih saja keras kepala" ucap Mas Damar


Aku hanya tertegun mendengarnya...


"Sudah, kamu tunggu saja di sini, mas pergi dulu yah..." ucap mas damar sambil mengusap rambutku dan kemudian membalikan badannya dan melangkah pergi


Tiba-tiba aku tersadar akan sesuatu...


"MAS..." Teriak ku


Mas Damar sepertinya sudah pergi jauh, dan aku tidak bisa mengejarnya, Perutku masih terasa sakit


Aku menghela nafas...


Aku sebenarnya merasa tidak enak merepotkan mas damar


Tetapi yang menjadi permasalahannya adalah, mas Damar pergi begitu saja, Aku bahkan belum sempat memberitahu mas Damar apa yang harus di beli


Yasudahlah terserah mas damar saja, apapun yang mas damar beli aku harus lapang dada menerimanya...


*****


Beberapa saat kemudian...


aku hanya duduk dan menunggu mas damar pulang sampai akhirnya...

__ADS_1


Ceklek... Suara pintu


"Mas... sudah datang" Ucapku yang kemudian berdiri


"Iya... ini untukmu..." ucap mas damar sambil memberiku satu kantong plastik penuh


Aku mengambil kantong plastik itu dan terkejut melihat semua isi di dalamnya adalah pembalut


Untunglah mas damar tidak salah beli...


Mas Damar ternyata cukup pintar dan mengerti apa yang harus di lakukan, Aku pun merasa lega karenanya...


"Apakah itu yang biasanya kamu pakai?" tanya mas damar sambil menggaruk kepalanya


"Emm... iya mas, ini yang biasa Vivian pakai. Terimakasih mas sudah membelikannya untuk Vivian" Ucapku sambil tersenyum


"Emm... Iya..." ucap mas Damar


"Kalau begitu Vivian ke kamar mandi dulu yah" ucap ku yang kemudian berjalan ke kamar mandi


*****


Beberapa saat kemudian...


Aku baru saja keluar dari kamar mandi, dan aku melihat mas damar yang sedang duduk di samping ranjang


Lalu aku berjalan menghampiri mas Damar


"Kamu sudah selesai" ucap mas damar yang menyadari kedatangan ku


"Iya mas..." ucap ku


"Vivian, minum ini dulu" ucap mas damar sambil memberikan aku satu mangkuk berisi sup


"Apa ini mas?" ucap ku penasaran


"Ini adalah jamu, jamu ini bisa menghilangkan rasa sakit pada saat datang bulan, kamu minum saja sedikit. Rasanya juga tidak terlalu pahit karena mas sudah menambahkan madu" ucap mas Damar


"Terimakasih mas..." ucap ku yang kemudian duduk di samping ranjang


Setelah itu aku pun meminum sampai habis jamu pemberian mas Damar itu


"Istriku memang pintar.... karena sudah habis, sekarang waktunya untuk tidur" ucap mas Damar yang kemudian mengangkat kaki ku dan menaruhnya di atas ranjang


"Mas ke dapur sebentar yah menyimpan ini" ucap mas Damar


"Iya mas..." ucapku


Mas damar pun melangkah ke luar kamar


Di sisi lain aku merasa bersalah kepada mas damar, Mas Damar selalu memperlakukan aku dengan sangat baik


Aku sungguh menyesal karena aku selalu saja mengecewakannya


Aku hanya terdiam dan terhanyut ke dalam fikiranku, sampai akhirnya...


"Kamu belum tidur..." ucap mas damar sambil berjalan ke arahku


"Mas..." ucap ku dengan nada manja


"Ada apa?, Apakah kamu merasa tidak nyaman?" tanya mas damar yang kemudian duduk di sampingku


Aku pun spontan saja memeluk mas damar


"Mas... Maafkan Vivian karena sudah membuat mas kecewa" ucapku merasa bersalah


"Ini bukan salah mu, lagi pula kamu juga tidak tau hal itu akan terjadi, tidak apa-apa mungkin belum saatnya..." ucap mas damar sambil mengusap rambutku


Kalau saja aku bisa menundanya, mungkin sudah aku lakukan...


Tidak terasa aku menitihkan air mata di pelukan mas damar


"Sudah tidak apa-apa, nanti setelah kamu selesai datang bulannya. Kita lanjutkan lagi" ucap mas Damar sambil mengusap rambutku


Aku terkejut mendengar ucapan mas Damar


Kenapa kata-kata mas damar ini terdengar ambigu...


Aku hanya terdiam dan tidak mengatakan sepatah katapun


Perkataan mas damar ini, tiba-tiba saja membuat kesedihanku menghilang seketika


"Haha... mas hanya bercanda" ucap mas damar sambil tertawa


Benarkah seperti itu? Aku fikir tadi mas damar serius mengatakannya... Batinku


"Sudah... Ayo cepat tidur..." ucap mas damar yang kemudian melepaskan pelukannya dan membaringkan ku di ranjang


Aku melihat mas damar yang kemudian tidur di sampingku


Dan tiba-tiba saja Mas Damar memeluk ku...


"Emm... mas..." ucap ku gugup


"Kamu tidurlah..." ucap Mas Damar sambil memeluk ku lebih erat


Aku hanya terdiam, pelukan mas damar ini begitu hangat dan membuatku nyaman


Aku masih merasa bersalah kepada mas Damar dan aku merasa mungkin mas damar kecewa dengan hal ini


Aku hanya terdiam karena tidak bisa berkata apa-apa lagi kepada mas Damar


Tiba-tiba


"Vivian..." ucap mas Damar


"Iya mas..." Ucap ku


"Kamu tidak perlu merasa bersalah, Mas sudah menunggumu selama ini. Dan mas tidak masalah kalau hanya menunggumu beberapa saat saja, Mas sudah merasa sangat bahagia karena kamu bersedia menerima mas" ucap mas Damar


Mas Damar seperti mengerti apa yang aku fikirkan, dan selalu saja bisa memahami perasaanku


"Terimakasih mas..." ucapku


Terimakasih karena kamu selalu mengerti aku, dan terimakasih karena telah menjadi suami yang baik untuk ku...


*Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2