
Aku bingung harus bagaimana...
Memang pada dasarnya mas damar adalah suamiku dan juga ini adalah kewajibanku yang tertunda, aku sudah cukup merasa bersalah karena telah membuat mas damar menunggu sampai hari ini. Mana enak hati aku menolaknya...
Sudahlah, yang harusnya terjadi biarlah terjadi...
"Iya mas... Vivian bersedia" ucapku dengan tenang
Mas damar pun tersenyum
"Terimakasih istri kecil ku..." ucap mas damar yang tampak bahagia
aku senang melihat mas damar tersenyum dan bahagia, aku akan berusaha agar tidak mengecewakannya lagi
Kemudian mas damar mengusap wajahku dan mencium bibirku
"EMMM..."
Mas damar mencium ku dengan lembut, bibirnya dan terasa hangat membuat diriku terhanyut ke dalam nya
"HMMM..."
Walaupun sudah seperti ini tetapi tetap saja aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku merasa cemas dan takut
ada rasa takut di hatiku yang tidak bisa aku jelaskan
*****
Mas damar pun bangun dari tubuhku dan membuka baju nya
Astaga... bagaimana ini... aduh aku malu sekali...
aku merasa sangat gugup, aku bahkan tidak sanggup melihat wajah mas damar
Lalu aku pun memalingkan wajahku darinya
"Vivian, kamu kenapa?..." tanya mas damar
Aku hanya terdiam dan berfikir apa yang harus aku katakan
"Apakah kamu malu?" tanya mas damar
"Emm... Vivian merasa takut mas" aku pun akhirnya mengatakan keluhan ku
"Kamu tidak perlu takut, mas akan memperlakukanmu dengan lembut... kamu percaya kepada mas kan" ucap mas damar
Tidak tau mengapa tetapi perkataan mas damar ini membuat jantungku berdegup kencang
Astaga apa yang terjadi pada diriku...
Mau bagaimana pun situasinya juga sudah seperti ini...
"Emm... iya mas..." ucapku
"Cantik... lihat kesini..." ucap mas damar sambil memegang wajahku
Aku pun memberanikan diriku menatap wajahnya
Mas damar hanya tersenyum dan menatap ku dalam-dalam
Dan tiba-tiba saja Mas damar mencium bibirku
"EMM..."
"HMMM..."
Setelah itu mas damar mencium leherku...
"Ahhh... Mas..." ucapku dengan suara lirih
Aku merasa sangat tidak berdaya, jantung ku berdegup dengan kencang dan aku merasa lemah
Mas damar hanya menggenggam tanganku dengan erat dan terus mencium leherku dan akhirnya turun perlahan
"Eh... mas..." aku terkejut karena tiba-tiba mas damar memasukan tangannya ke dalam baju ku
Ya tuhan... bagaimana ini...
"EMM... Vivian, apakah boleh?" tanya mas damar yang kemudian menghentikan pergerakan tangannya
Pada situasi seperti ini pun mas Damar masih meminta persetujuan dariku...
"Emm... iya..." ucapku sambil mengagguk pelan
Kemudian mas memainkan tangannya kembali, aku yang tidak berdaya hanya meremas seprai yang ada di sampingku
Aku merasa gugup, jantung ku berdegup dengan kencang, nafasku bahkan sudah tidak beraturan
Aliran darahku seperti bergejolak, aku sungguh tidak mengerti, perasaan ini sangat asing bagiku
Mas Damar membuka baju ku perlahan, aku hanya pasrah dan tidak melakukan perlawanan apapun
Biarlah mas Damar melakukan apa yang dia inginkan malam ini, aku sungguh tidak ingin membuatnya kecewa lagi
"HMM... Ahhh..."
"Vivian... kamu cantik sekali..." ucap mas damar sambil membisikannya di telinga ku
Aku hanya terdiam, aku merasa sangat tidak berdaya
Setelah itu mas Damar kembali melanjutkan pergerakannya, dan sepertinya Mas Damar meninggalkan beberapa tanda merah di beberapa bagian tubuhku
"Ahh..."
"HMMM"
Perlahan mas damar turun dan hendak membuka celana ku
Tetapi tiba-tiba aku merasa aneh, perutku tiba-tiba saja terasa sakit...
Tadi perasaan perutku masih baik-baik saja, tetapi kenapa tiba-tiba terasa sakit begini
Dan aku merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluanku
Perasaan hangat dan lengket ini...
Tiba-tiba aku menyadari sesuatu...
__ADS_1
Jangan-jangan aku... DATANG BULAN**...........
"MAS....." Teriakku sambil mendorong mas damar yang berada di atas tubuhku
Mas damar tampak terkejut dan diam sejenak
Aku pun menyilangkan tanganku untuk menutupi tubuhku
Mas Damar menghela nafas panjang...
"Apakah kamu belum siap Vivian?" tanya Mas Damar
"Bukan... bukan begitu mas..." ucapku gugup
"Lalu kamu kenapa?" tanya mas damar
"Mas... sepertinya vivian sedang... datang bulan" ucap ku gugup
"Datang bulan..." ucap mas damar dengan ekspresi terkejut
"Iya mas... sepertinya Vivian sedang datang bulan" ucapku
Mas Damar menarik selimut dan menutupi tubuhku menggunakan selimut itu
Mas damar hanya terdiam dan tidak berkata sepatah kata pun, suasana menjadi hening karena aku pun tidak tau harus berkata apa
"Emm... mas Vivian ke kamar mandi dulu yah" ucap ku cangung
"Baiklah..." ucap mas Damar
Aku bangun dan membungkus tubuhku menggunakan selimut lalu berjalan ke kamar mandi
*****
Kamar mandi
Aku menutup pintu kamar mandi dan bersandar di pintu
Kenapa aku harus datang bulan di saat seperti ini sih...
Aku merasa sangat kecewa dengan apa yang terjadi saat ini
Beberapa saat kemudian...
Aku sudah selesai dan tiba-tiba teringat sesuatu
Astaga, Pembalut...
Aku teringat bahwa aku tidak memiliki persediaan pembalut
Aduh,,, bagaimana ini...
Aku pun bingung harus bagaimana
Mau tidak mau aku harus pergi ke supermarket untuk membeli pembalut
Aku pun melangkah keluar kamar mandi, dan aku menghentikan langkah ku saat aku melihat mas damar yang sedang duduk di samping ranjang dan sedang termenung
Aku merasa bersalah kepada mas damar, tapi mau bagaimana lagi ini juga bukan kehendak ku
Tetapi aku teringat bahwa aku harus pergi ke supermarket
Aku pun dengan hati-hati mendekati mas damar
Karena sebelum pergi aku harus meminta izin terlebih dahulu kepada mas damar
"Mas..." ucap ku yang saat ini berdiri di samping mas damar
"Eh, ada apa Vivian?..." tanya mas damar
"Emm... Mas, Vivian Izin pergi keluar sebentar" ucap ku gugup
"Kamu mau kemana? tanya mas damar
"Vivian mau pergi ke supermarket untuk membeli itu..." ucap ku
Aku merasa canggung dan tidak melanjutkan ucapan ku
Tiba-tiba saja perutku terasa sakit
"Aduh..." ucap ku sambil merintih
"Vivian kamu kenapa?" tanya mas damar yang kemudian berdiri
"Perut Vivian tiba-tiba sakit mas..." ucap ku
Mas Damar melangkah mendekat dan memegang pundak ku
"Sudah... sudah, kamu duduk saja di sini, jangan kemana-mana... biar mas saja yang membelinya untuk mu" ucap mas damar
"Eh, tidak usah Mas... biar Vivian saja yang membelinya sendiri" ucap ku merasa tidak enak
"Tidak apa-apa, biar mas saja... kamu sudah seperti ini masih saja keras kepala" ucap Mas Damar
Aku hanya tertegun mendengarnya...
"Sudah, kamu tunggu saja di sini, mas pergi dulu yah..." ucap mas damar sambil mengusap rambutku dan kemudian membalikan badannya dan melangkah pergi
Tiba-tiba aku tersadar akan sesuatu...
"MAS..." Teriak ku
Mas Damar sepertinya sudah pergi jauh, dan aku tidak bisa mengejarnya, Perutku masih terasa sakit
Aku menghela nafas...
Aku sebenarnya merasa tidak enak merepotkan mas damar
Tetapi yang menjadi permasalahannya adalah, mas Damar pergi begitu saja, Aku bahkan belum sempat memberitahu mas Damar apa yang harus di beli
Yasudahlah terserah mas damar saja, apapun yang mas damar beli aku harus lapang dada menerimanya...
*****
Beberapa saat kemudian...
aku hanya duduk dan menunggu mas damar pulang sampai akhirnya...
__ADS_1
Ceklek... Suara pintu
"Mas... sudah datang" Ucapku yang kemudian berdiri
"Iya... ini untukmu..." ucap mas damar sambil memberiku satu kantong plastik penuh
Aku mengambil kantong plastik itu dan terkejut melihat semua isi di dalamnya adalah pembalut
Untunglah mas damar tidak salah beli...
Mas Damar ternyata cukup pintar dan mengerti apa yang harus di lakukan, Aku pun merasa lega karenanya...
"Apakah itu yang biasanya kamu pakai?" tanya mas damar sambil menggaruk kepalanya
"Emm... iya mas, ini yang biasa Vivian pakai. Terimakasih mas sudah membelikannya untuk Vivian" Ucapku sambil tersenyum
"Emm... Iya..." ucap mas Damar
"Kalau begitu Vivian ke kamar mandi dulu yah" ucap ku yang kemudian berjalan ke kamar mandi
*****
Beberapa saat kemudian...
Aku baru saja keluar dari kamar mandi, dan aku melihat mas damar yang sedang duduk di samping ranjang
Lalu aku berjalan menghampiri mas Damar
"Kamu sudah selesai" ucap mas damar yang menyadari kedatangan ku
"Iya mas..." ucap ku
"Vivian, minum ini dulu" ucap mas damar sambil memberikan aku satu mangkuk berisi sup
"Apa ini mas?" ucap ku penasaran
"Ini adalah jamu, jamu ini bisa menghilangkan rasa sakit pada saat datang bulan, kamu minum saja sedikit. Rasanya juga tidak terlalu pahit karena mas sudah menambahkan madu" ucap mas Damar
"Terimakasih mas..." ucap ku yang kemudian duduk di samping ranjang
Setelah itu aku pun meminum sampai habis jamu pemberian mas Damar itu
"Istriku memang pintar.... karena sudah habis, sekarang waktunya untuk tidur" ucap mas Damar yang kemudian mengangkat kaki ku dan menaruhnya di atas ranjang
"Mas ke dapur sebentar yah menyimpan ini" ucap mas Damar
"Iya mas..." ucapku
Mas damar pun melangkah ke luar kamar
Di sisi lain aku merasa bersalah kepada mas damar, Mas Damar selalu memperlakukan aku dengan sangat baik
Aku sungguh menyesal karena aku selalu saja mengecewakannya
Aku hanya terdiam dan terhanyut ke dalam fikiranku, sampai akhirnya...
"Kamu belum tidur..." ucap mas damar sambil berjalan ke arahku
"Mas..." ucap ku dengan nada manja
"Ada apa?, Apakah kamu merasa tidak nyaman?" tanya mas damar yang kemudian duduk di sampingku
Aku pun spontan saja memeluk mas damar
"Mas... Maafkan Vivian karena sudah membuat mas kecewa" ucapku merasa bersalah
"Ini bukan salah mu, lagi pula kamu juga tidak tau hal itu akan terjadi, tidak apa-apa mungkin belum saatnya..." ucap mas damar sambil mengusap rambutku
Kalau saja aku bisa menundanya, mungkin sudah aku lakukan...
Tidak terasa aku menitihkan air mata di pelukan mas damar
"Sudah tidak apa-apa, nanti setelah kamu selesai datang bulannya. Kita lanjutkan lagi" ucap mas Damar sambil mengusap rambutku
Aku terkejut mendengar ucapan mas Damar
Kenapa kata-kata mas damar ini terdengar ambigu...
Aku hanya terdiam dan tidak mengatakan sepatah katapun
Perkataan mas damar ini, tiba-tiba saja membuat kesedihanku menghilang seketika
"Haha... mas hanya bercanda" ucap mas damar sambil tertawa
Benarkah seperti itu? Aku fikir tadi mas damar serius mengatakannya... Batinku
"Sudah... Ayo cepat tidur..." ucap mas damar yang kemudian melepaskan pelukannya dan membaringkan ku di ranjang
Aku melihat mas damar yang kemudian tidur di sampingku
Dan tiba-tiba saja Mas Damar memeluk ku...
"Emm... mas..." ucap ku gugup
"Kamu tidurlah..." ucap Mas Damar sambil memeluk ku lebih erat
Aku hanya terdiam, pelukan mas damar ini begitu hangat dan membuatku nyaman
Aku masih merasa bersalah kepada mas Damar dan aku merasa mungkin mas damar kecewa dengan hal ini
Aku hanya terdiam karena tidak bisa berkata apa-apa lagi kepada mas Damar
Tiba-tiba
"Vivian..." ucap mas Damar
"Iya mas..." Ucap ku
"Kamu tidak perlu merasa bersalah, Mas sudah menunggumu selama ini. Dan mas tidak masalah kalau hanya menunggumu beberapa saat saja, Mas sudah merasa sangat bahagia karena kamu bersedia menerima mas" ucap mas Damar
Mas Damar seperti mengerti apa yang aku fikirkan, dan selalu saja bisa memahami perasaanku
"Terimakasih mas..." ucapku
Terimakasih karena kamu selalu mengerti aku, dan terimakasih karena telah menjadi suami yang baik untuk ku...
*Bersambung....
__ADS_1