
Di dalam mobil...
Saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju rumah kak damar...
mungkin aku dan kak damar masih sedikit canggung, sehingga tidak ada di antara kami yang memulai pembicaraan. suasana di dalam mobil pun terasa hening...
aku yang kelelahan pun tidak terasa malah tertidur...
*****
Beberapa saat kemudian...
Aku merasa sedikit aneh, aku merasa ada yang memeluk ku dengan erat, dan aku terasa melayang, aku mendengar suara langkah kaki. Saat aku tersadar dan membuka mata ku, ternyata kak damar sedang menggendongku
aku yang terkejut pun spontan saja memegang leher kak damar
"Ka..kak damar, ada apa ini?" ucap ku yang kaget bercampur gugup
kak damar hanya terdiam, dan memegang tubuhku dengan sangat erat sambil terus berjalan
"Sebentar lagi sampai" ucap kak damar
"Kemana kak?" ucap ku penasaran
"Tentu saja ke kamar kita" ucap kak damar
"Kamar kita..." ucap ku yang sangat terkejut, perasaan ku campur aduk
aduh bagaimana ini, kenapa kak damar menggendongku ke kamarnya. gak mungkin ada apa-apa kan?... Batinku
*****
Beberapa saat kemudian...
kak damar membawaku masuk ke dalam kamar nya, dan meletakan aku di samping ranjangnya
"Kamu kenapa?" ucap kak damar bingung melihat ku yang tidak berani menatapnya
"tidak apa-apa kak" ucapku
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan apa-apa kepadamu" ucap kak damar yang tersenyum kepada ku
aku sebenernya sedikit malu, padahal ini kan malam pertama kami, tapi aku malah bahkan tidak berani menatapnya
"Kamu tadi tertidur di mobil, aku tidak tega kalau harus membangunkan mu, karena itu aku menggendong mu ke sini" ucap kak damar yang menjelaskan masalah ini
kak damar seperti tau apa yang aku fikirkan, aku jadi tambah malu saja di depannya
"yaudah lebih baik kamu beristirahat, aku mau mandi dulu badan ku lengket" ucap kak damar
__ADS_1
aku tidak mengerti kenapa kak damar berkata seperti itu kepadaku, itu membuat diriku semakin gugup saja...
"iya kak" ucap ku sambil menganggukan kepala ku
lalu kak damar pun melangkah pergi ke kamar mandi
aku pun hanya terdiam dan menenagkan diriku...
aku tidak tau harus bagaimana, apakah aku harus menjalankan kewajiban ku malam ini. tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku belum siap.
Bukankah kak damar pernah berkata kepadaku bahwa dia tidak akan memaksaku dan tidak akan melakukan apa yang tidak aku sukai, mungkin saja dia mengerti kondisiku saat ini...
aku yang terus berfikiran kesana kemari tidak karu-karuan, dan tidak jelas permasalahan nya apa. aku hanya tidak tau harus berbuat apa
Beberapa saat kemudian...
"Eh, vivian kok belum tidur?" ucap kak damar
"Eh, iya.. aku belum mengantuk" ucapku yang tidak berani menoleh, aku takut kak damar belum berpakaian...
kak damar hanya terdiam sejenak, lalu
"Oh iya, bagaimana kalau kamu mandi dulu" ucap kak damar
"Hah..." ucap ku yang spontan saja melihat kak damar, dan untung nya ternyata kak damar sudah berpakaian
"Ti..dak apa-apa kak" ucap ku yang gugup bercampur malu
kak damar berjalan mendekati ku...
"Lihatlah, bagaimana kamu bisa tidur kalau kamu belum berganti pakaian" ucap kak damar
aku pun spontan saja melihat ke arah tubuhku sediri, ternyata aku masih menggunakan gaun pengantin
Bagaimana bisa aku lupa belum mengganti pakaian ku, aku tadi terlalu sibuk berfikir macam-macam sampai-sampai aku melupakan diriku sendiri...
"Oh, iya kak... kalau begitu vivian mau ganti baju dulu" ucap ku yang sedikit canggung
"Apakah kamu membawa baju ganti vivian?" ucap kak damar seraya berkata kepadaku
"Oh iya, baju ganti..." ucapku yang sempat terhenti, karena teringat bahwa aku lupa tidak membawa baju ganti
"Kenapa vivian?" ucap kak damar penasaran
"karena tadi kak damar langsung membawa vivian pergi, jadi Vivian tidak sempat membawa pakaian ganti" ucap ku yang sedikit canggung
kak damar menggaruk kepalanya...
"Bagaimana yah, sebenernya kemarin saat di toko baju aku membeli beberapa baju untukmu, tapi mereka mengantarnya ke rumah orang tua ku, rumah ini adalah rumah pribadiku. Dan sepertinya tidak ada pakaian wanita" ucap kak damar
__ADS_1
aku hanya terdiam mendengar ucapan kak damar... lalu
"Oh begitu... iya, tidak apa-apa kak" ucapku yang tidak ada pilihan
kalau tidak ada pakaian wanita bagaimana dengan ku, apakah aku harus tidur menggunakan gaun pengantin ini. Di sisi lain badan ku juga tidak nyaman, sebenarnya aku juga ingin mandi, tapi di sisi lain aku malu mengatakannya...
tiba-tiba saja kak damar membuka lemari baju nya, kak damar mengeluarkan sebuah kemeja berwarna putih. Dan melangkah ke arah ku
"Bagaimana kalau kamu coba pakai ini saja" ucap kak damar sambil memberikan kemeja putih itu kepadaku
"Pakai ini" ucap ku yang sedikit canggung
"itu kemeja baru, aku belum pernah memakainya karena kebesaran. kalau kamu mau kamu boleh memakainya, kalau tidak juga tidak apa-apa" ucap kak damar
Aku pun sepertinya tidak punya pilihan lain, karena memang aku juga sudah tidak tahan memakai gaun pengantin ini terlalu lama...
"hmm... vivian akan ganti baju, apakah ada celana nya?" ucap ku canggung
kak damar menggaruk kepalanya... lalu
"Kalau celana sepertinya tidak ada, karena celana di lemari ini semuanya sudah aku pakai, lagi pula akan sangat besar kalau kamu yang pakai" ucap kak damar sambil membalikkan badannya
aku pun jadi bertambah bingung saja, bagaimana ini?, masa aku memakai baju tapi tidak memakai celana rasanya malu sekali...
aku mengukur kemeja itu di badanku, memang kemeja nya cukup besar bisa untuk menutupi setengah paha ku
karena tidak ada pilihan lain, aku pun berjalan menuju kamar mandi
"Kakak, vivian mau ganti baju dulu" ucapku
"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi ke dapur sebentar" ucap kak damar
hatiku sedikit tenang, karena kak damar pergi ke dapur. nanti setelah aku selesai, aku akan langsung lari ke ranjang dan menutupi diriku dengan selimut...
Beberapa saat kemudian...
*****
aku pun selesai mandi dan berganti pakaian, aku berjalan menuju pintu kamar mandi dan menengok apakah kak damar ada di dalam kamar
setelah aku lihat ternyata kak damar tidak ada di kamar, jadi aku pun berjalan menuju ranjang, tapi tiba-tiba saja
ceklek... suara pintu
"Vivian, aku bawa makanan buat kamu" ucap kak damar yang baru saja masuk ke dalam kamar
aku pun terkejut melihat kak damar yang sudah berada di dalam kamar, dan tampaknya kak damar pun sama terkejutnya denganku. Kak damar menatapku dengan tatapan kosong...
*Bersambung...
__ADS_1